Mina Love Story

Mina Love Story
Bab 22


__ADS_3

Kamina bersiap-siap untuk berbelanja karena stok buah dalam kulkasnya sudah habis. Dibukanya pintu apartemennya dengan semangat penuh senyum karena semalam ia dipeluk pujaan hatinya, walaupun tak tahu Do Hyun memeluknya karena menyukainya atau menjadikan Mina sebagai sandaran kegalauannya saja.


Ketika akan melangkah keluar, tiba-tiba Mina dikejutkan dengan sosok pria tinggi dan tampan. Yang tak asing baginya. Anthony dengan muka datar berada di depan pintu apartemen milik Mina.


Tubuh Mina serasa tak bertulang, ia mendadak lemas. Rasanya ingin ia jatuhkan tubuhnya. Namun ia tahan sekuat tenaga. Muka Mina memerah, matanya berkaca-kaca, tapi tubuhnya tak bisa menahan rasa sakit dan amarah yang membuncah.


Kamina menangis sejadi-jadinya. Dipukulnya berkali-kali dada bidang Anthony.


Anthony hanya bisa pasrah dan tak melawan, karena ia tau bahwa selama ini ia kejam padanya.


"Kamu jahat! Kamu tega Anthony! Hiks... Hiks.... Hiks...," tangisnya.


Anthony menggapai kedua tangan Mina dengan lemah lembut. Ia berusaha menghentikan tangisan dan pukulan Mina. Anthony mencoba memeluk Mina, tetapi Mina menepisnya.


"Maafkan aku Mina aku salah," ujarnya.


"Bagus kalo kamu tau itu!" ketus Mina berusaha menghentikan tangisannya.


"Minggir, aku mau lewat!" tambahnya.


Kemudian Anthony menggeser badannya, dan membiarkan Mina berjalan melewatinya. Mina berjalan menuju lift, kemudian Anthony membuntutinya.


"Aku antar kamu, kamu mau kemana?" tanya Anthony lembut.


"Terserah!"


Mina tidak menjawab maupun menjelaskan kemana ia akan pergi. Tetapi Anthony dengan sabar mengikutinya meskipun tak di ajak bicara.


Mina menghentikan taxi. Anthony dengan sigap membukakan pintunya kemudian Mina bergegas masuk disusul Anthony. Taxi itu melaju menuju supermarket.


"Entah aku harus bahagia atau sedih. Tidak bisa ku sangkal, Anthony masih berada dihatiku. Tapi dalam waktu bersamaan hatiku sakit karenanya," gumam Mina dalam hati seraya mengambil nafas panjang.


...***...


Mina memilah milih buah apel. Satu persatu ia masukan kedalam kantong keresek untuk ditimbang.


"Jangan yang itu, dari kulitnya sepertinya itu kurang manis. Yang ini saja," ujar Anthony memilihkan buah yang bagus.


Kemudian Anthony mengambil sayur juga kebutuhan lainnya dan dimasukannya kedalam keranjang belanja. Mina menghembuskan nafasnya kasar dan mengerlingkan matanya tetapi ia pasrah dan membiarkan Anthony ikut campur. Pikiran Mina saat ini terlalu berisik memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia ingin mengusirnya, tapi hatinya berat. Mina takut menyesal.


"Ini minum dulu!" Anthony membukakan tutup botol air mineral untuk Mina.


Mina meraihnya kemudian ia meneguknya.


"Ayo kita makan dulu, sepertinya kamu belum sarapan," ucap Anthony lembut.

__ADS_1


Setelah berbelanja Mina dan Anthony memutuskan untuk makan bersama. Anthony memang kejam berusaha menghapus Mina dari hidupnya. Mengabaikan perasaan cinta dan sayangnya yang tulus. Semua cara telah ia lakukan. Tapi jauh di lubuk hatinya, nama Mina tidak dapat dihapus maupun diganti begitu saja.


"Ada urusan apa kamu di Korea?" tanya Mina seraya menyuap burger ke dalam mulutnya.


"Aku sedang meresmikan hotel baru di Seoul. Ini pertama kalinya bisnis kita berada di luar negeri," jawabnya.


"Apakah kamu sudah membicarakannya pada orangtua kita kalau kita sudah putus?" tanya Mina.


"Sejujurnya aku tak sanggup mengatakannya pada orang tua kita,"


Mina menatap wajah Anthony yang sedang mengunyah makanannya, wajah yang selalu ia cintai sejak SMA. Semakin usianya dewasa, wajah Anthony semakin tampan dan tegas. Ia merindukannya sekaligus membencinya.


"Lalu bagaimana? Haruskah aku yang mengatakannya?" tanyanya lagi.


"Aku ingin kamu pulang ke Indonesia lagi. Ayo kita menikah saja," ajak Anthony.


Mina membelalakan matanya, tak percaya apa yang Anthony ucapkan padanya. Mina tidak langsung mengiyakan karena ia sudah terlanjur memutuskan untuk bekerja di Korea.


"Aku tidak bisa Anthony, aku akan bekerja di sini," ujarnya menolak.


Anthony mengambil nafas dalam-dalam. Ia menyadari, Mina bukanlah Mina yang dulu. Yang selalu bergantung padanya.


"Apa yang kamu cari? Kamu sudah memiliki segalanya," tanya Anthony menatapnya dalam.


"Aku hanya berpikir selama ini duniaku hanyalah kamu. Setelah kamu mencampakkan aku, aku menyadari ternyata dunia itu luas. Aku ingin hidup seperti orang lain, berjuang untuk hidupnya tanpa bantuan dari orangtuaku yang bisa memberikan segalanya dengan mudah!" ujar Mina semakin dewasa. Bahkan perihal menyukai pria pun, ayahnya dengan mudah membuat Anthony menjadi kekasihnya.


Mina tertegun mendengar ucapan Anthony yang menginginkan mereka bersama kembali. Ia tidak dapat menjawab "Iya" atau "tidak".


...***...


Mina kembali ke apartemennya dibantu Anthony membawa beberapa kantong belanja.


Ia berpapasan dengan Do Hyun yang baru saja menutup pintu apartemennya. Langkah Mina terhenti menatap sosok itu. Mina memberikan senyum termanisnya.


Tapi Do Hyun hanya meliriknya sekilas kemudian berlalu tanpa menyapa. Ia bergegas pergi.


Senyum Mina memudar, dan menatapnya berlalu begitu saja. Ia mematung dan tak bisa mengalihkan pandangannya dari pria tadi.


"Ada apa dengannya? Apakah pelukannya semalam tidak berarti apa-apa? Kenapa sikapnya seperti yang tidak mengenalku?" gumam Mina dalam hati.


Anthony menatap Mina yang bertingkah aneh. Ia menyadari tatapan Mina pada pria yang baru saja melewatinya bukanlah tatapan yang biasa.


"Mina, mengapa kamu berhenti? Ayo!" ujar Anthony menyadarkannya dari lamunan.


Kemudian ia segera masuk ke dalam apartemennya.

__ADS_1


...***...


Sementara itu Do Hyun berada di kantor agensinya.


"Bagaimana Do Hyun lagu ciptaanmu?" tanya Pak Choi.


"Akan segera ku kirim filenya," ujar Do Hyun sambil mengutak atik tab miliknya.


"Rencananya produser akan datang besok. Oh iya, bagaimana dengan translator pilihanmu? Apakah besok dia bisa datang untuk wawancara?" tanyanya lagi.


"Ku tanya dulu orangnya," jawab nya ngirit kata-kata.


Pak Choi dan teman-teman yang lainnya sudah paham watak Do Hyun yang irit berbicara, bahkan tersenyum pun ia sering memaksakan diatas panggung.


Tetapi meskipun sifatnya dingin, justru malah menambah daya tariknya. Terlebih Do Hyun termasuk orang yang jenius menciptakan lagu juga. Ia sangat di andalkan di grupnya. Karena kejeniusannya tak heran fansnya paling banyak di antara yang lain.


...***...


Anthony membantu Mina memasukan belanjaanya ke dalam kulkas dan lemari di dapur.


"Kamu tidak perlu repot-repot! Pulanglah!" ujar Mina.


"Bolehkah aku menginap disini?" tanyanya.


"Tidak usah Anthony, pulanglah!"


Drrrtttt, drrrrtttt, drrrtttt.


"Besok wawancara di kantor agensiku." Pesan Do Hyun masuk di ponsel Mina.


"Siap 😘" balas Mina.


Mina sumringah membaca pesan itu.


Tak disadari Anthony menatapnya penuh tanda tanya.


"Pesan dari siapa?" tanyanya.


"Aaaahhhh ini aku dapat kabar untuk wawancara kerja besok," jawabnya tidak bisa mengontrol senyum bahagianya.


"Semoga tidak keterima ya, supaya kamu segera pulang ke Indonesia." ujar Anthony becanda manis.


"Tega sekali kamu!" ujar Mina memincingkan bibirnya.


"Hahahaha aku hanya bercanda," Anthony tertawa manis.

__ADS_1


"Tumben sekali dia bercanda seperti itu. Biasanya dingin!" ucap Mina dalam hatinya terheran. Tapi di sisi lain Mina senang Anthony yang dulu hangat sepertinya telah kembali.


Bersambung....


__ADS_2