Mina Love Story

Mina Love Story
Bab 24


__ADS_3

Entah apa yang nenek Do Hyun pikirkan. Setelah sekian lama ia menghadirkan sosok Min Ji kekasih lama Do Hyun.


Min Ji tertegun sejenak. Ia ingin menjelaskan semuanya pada Do Hyun tetapi waktunya tidak tepat karena canggung dengan kehadiran nenek.


"Aku akan pamit pulang Nek, mungkin saat ini Do Hyun belum siap bertemu denganku," ujar Min Ji tiba-tiba beranjak dari sofa.


Kemudian Min Ji berlalu, dan Do Hyun memilih untuk tidak mengantarnya sampai pintu depan melainkan malah masuk ke dalam kamarnya.


Do Hyun berjalan menuju balkonnya, bersantai duduk disana sambil merenung. Disisi lain, Mina juga sedang menatap langit dari balkonnya diseratai tiupan angin yang menyibakkan rambutnya.


Kedua insan ini sama-sama memiliki cerita dicampakkan mantan kekasihnya, kemudian mereka hadir kembali.


...***...


Pukul 8 pagi Kamina bergegas menuju kantor agensi, ia membawa beberapa dokumen pelengkap yang diminta perusahaan sebagai syarat pekerja disana.


Kamina kini melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Ia benar-benar berjuang sendiri di negeri orang sesuai keinginannya.


Ia dipersilahkan untuk pulang dan diminta menunggu pemberitahuan untuk meeting bersama semua team yang terlibat dalam comeback grup BTX tersebut beberapa hari yang akan datang.


Sebelum kembali ke apartemennya, Mina berjalan menuju The Amour Coffe, cafe yang menurutnya rasa kopinya cocok di lidahnya. Ia ingin menyegarkan pikirannya, juga perasaannya yang akhir-akhir ini terasa kosong.


Kling,,, kling,,, klinggg.


Suara pintu cafe berbunyi ketika ada pelanggan datang.


"Hai, kamu datang lagi," sambut Ji Hye ramah.


"Hai, iya nih kebetulan lewat sini lagi," jawab Mina.


"Aku mau memesan iced caramel machiatto ya," tambah Mina.


"Oke, silahkan duduk nanti pesanan akan saya antarkan,"


"Terimakasih Nuna, oh ya kita belum sempat berkenalan, sepertinya aku akan sering datang kesini, namaku Mina," Mina mengulurkan tangannya seraya mengajak berkenalan pelayan tersebut.


"Oh ya? Terimakasih. Aku akan menyajikan kopi sebaik mungkin. Namaku Ji Hye," ujarnya seraya menyambut tangan Mina dan berjabat tangan.


Mina duduk menghadap jalan yang terhalang kaca. Ia menunggu pesanannya disana sambil duduk dibangku dan merebahkan setengah badannya di atas meja. Hmmmm benar-benar posisi duduk orang yang tidak memiliki semangat hidup.


Ddrrrrtt... Drrrtttt... Drrttt..


Pesan masuk dari Anthony.


"Mina aku akan kembali ke Indonesia, aku akan segera mengunjungimu lagi, jaga kesehatanmu ya,"


"Iya Anthony terimakasih, hati-hati dijalan," balasnya.

__ADS_1


Anthony kini memberi kabarnya pada Mina seperti saat mereka masih bersama, namun perasaan Mina tidak seantusias dulu.


"Gadis cantik sepertinya sedang tidak bersemangat," tiba-tiba Ji Hye bergurau sambil membawakan pesanan Mina.


"Ah Nuna.... Sepertinya begitu. Aku sedang tidak bersemangat," ucap Mina membalas gurauan Ji Hye seraya meluruskan posisi duduknya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanyanya.


"Entahlah, kenapa aku merasa hampa menjalani hidup. Aku tidak tau perasaan apa ini." ujar Mina.


"Bersemangatlah, setiap orang pasti mengalaminya setidaknya satu kali dalam hidupnya. Percayalah semua pasti akan berlalu,"


Mina dan Ji Hye tertawa bersama-sama.


"Apakah Nuna pernah merasakannya?" tanya Mina kembali.


"Tentu saja, hidup seperti tidak ada arah tujuannya, tidak bersemangat. Biasanya dialami pasca patah hati. Tapi yakinlah kamu bisa melewati ini semua. Nanti hidupmu akan berwarna kembali." ujar Ji Hye menyemangati dan tersenyum seraya berlalu.


Mina menikmati karamel machiattonya sambil mengarahkan pandangannya menuju jalan.


Do Hyun datang menggunakan masker dan topi hitam seperti biasa. Ia memesan latte kemudian duduk didepan Mina.


"Kamu kemana saja?" tanyanya.


"Bukannya kamu yang sibuk?" tanya Mina balik.


Dari kejauhan Min Ji melihat keberadaan Do Hyun di cafe bersama wanita. Tanpa pikir panjang ia langsung masuk ke dalam.


"Do Hyun pembicaraan kita waktu itu belum selesai. Aku ingin menjelaskan semuanya," ujar Min Ji datang tiba-tiba.


Mina kaget seraya membulatkan matanya dengan kehadiran wanita itu, wanita yang sempat dikenalkan padanya sebagai pacar Do Hyun oleh nenek. Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan diantara keduanya. Tapi raut wajahnya tidak bisa dibohongi, bahwa hatinya cemburu.


"Kalau ingin menjelaskan, jelaskan saja disini. Intinya saja, aku sibuk," jawab Do Hyun ketus pada Min Ji.


"Aku meninggalkanmu dulu karena ibumu yang menyuruhku!" ujar Min Ji.


Do Hyun sedikit kaget kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Keluarlah, kita bicara diluar!" ujar Do Hyun.


Kemudian Do Hyun keluar dan Min Ji mengikutinya. Mereka berbicara di depan cafe. Berdebat satu sama lain. Pemandangan itu bisa Mina lihat dari dalam cafe.


Mina duduk mematung, sejujurnya perasaannya sakit. Sekuat tenaga air matanya ia tahan.


"Apakah kamu pernah menonton drama korea?" tiba-tiba suara Ji Hye menyadarkan lamunan Mina.


"A-aku suka sekali," jawab Mina terbata-bata seraya tersenyum dipaksakan.

__ADS_1


"Kisah Do Hyun dan Min Ji tak bedanya seperti dalam drama. Tapi kita tidak tahu bagaimana kisahnya kedepan. Bisa jadi memang takdirnya harus seperti ini. Orang-orang terdekat Do Hyun sudah paham bagaimana sifat ibunya, ia tak segan menghalangi siapapun yang mendekati anaknya."


Mina mengerenyitkan dahinya, tidak mengerti mengapa Ji Hye nuna mengatakan itu padanya.


...***...


Perdebatan Do Hyun dan Min Ji telah selesai. Min Ji pergi meninggalkan Do Hyun dengan muka marah di depan cafe. Sedangkan Do Hyun kembali ke dalam cafe.


"Ayo pulang, aku antar!" ujar Do Hyun pada Mina.


"Aku bisa pulang sendiri," Jawab Mina malas.


Kemudian Do Hyun meraih tangan Mina, dan membawanya keluar cafe menuju parkiran mobil dibasement perusahaannya.


"Do Hyun lepaskan tanganku, aku tidak mau orang lain salah paham. Bagaimana kalau ada paparazi!" ujar Mina ketakutan melanggar peraturan perusahaannya.


Do Hyun tersenyum mendengar ucapan Mina.


"Apakah akan ada rumor? Aku rasa publik tidak akan tertarik, apalagi yang digosipkan bersamaku hanya wanita jelek dan bodoh sepertimu," ejek Do Hyun menggoda.


Bukan tanpa alasan, Do Hyun tahu kalau sebenarnya selama ini ibu dan neneknya sering menutupi semua berita tentangnya di media. Apalagi jika berita itu merugikan dirinya.


"Kurang ajar kamu ya bilang aku jelek dan bodoh." teriak Mina jengkel seraya memukul-mukul bahu Do Hyun.


Bukannya kesakitan, Do Hyun malah tertawa dipukul Mina dibahunya. Ia gemas melihat ekspresi Mina yang marah.


Dicubitnya pipi Mina. Kini muka Mina merah karena malu. Dilihatnya senyum Do Hyun yang menampakan giginya yang rapih dan manis. Membuat hati Mina berdegup kencang lagi.


...***...


"Apakah tadi itu pacarmu?," tanya Mina dalam mobil.


"Bukan," jawab Do Hyun singkat sambil menyetir.


Mina mengantupkan bibirnya, mencegah dirinya tersenyum bahagia mendengar jawaban Do Hyun.


"Tapi waktu itu nenekmu mengenalkannya padaku kalau dia pacarmu," tambahnya lagi meyakinkan.


"Entahlah, keluargaku rasanya sering sekali ikut campur," jawabnya.


...***...


Sesampainya di depan gedung apartemen Do Hyun menyuruh Mina pulang terlebih dulu, sedangkan ia pamit ada urusan.


Do Hyun melajukan mobilnya menuju ke perusahaan milik ibunya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2