
"Taraaaa..... Aku membawakan hottoek (pancake goreng khas korea) kesukaanmu Do Hyun," ujar Min Ji dibalik pintu sambil mengangkat kantong plastik berisi box hottoek.
Min Ji kemudian masuk tanpa dipersilahkan. Disisi lain Mina sedang membawa panci berisi ramyeon dengan hati-hati.
Tap... Tap... Tap... Langkah kakinya.
Mina dan Min Ji sama-sama kaget melihat satu sama lain.
Ditaruhnya panci mie diatas meja.
"Min Ji sedang apa kamu disini?" tanya Mina.
"Lalu kamu sedang apa disini?" tanya Min Ji balik.
"Aku sedang memasakkan ramyeon untuk Do Hyun," ujar Mina.
"Aku juga sama membawakan hottoek untuk Do Hyun," ujar Min Ji tak mau kalah.
Do Hyun melipatkan kedua tangannya di dada, ia menatap makanan di meja.
"Do Hyun ramyeonnya sudah jadi nih ayo kita makan bareng," ujar Mina.
"Kamu tidak akan mengabaikan hottoek kesukaan kamu kan?" Min Ji tak mau kalah menyodorkan makanan yang dibawanya.
"Kalian makanlah sendiri makanan kalian masing-masing," ujar Do Hyun bingung.
Kemudian Mina memakan ramyunnya sendiri, sedangkan Min Ji tetap bersikukuh membagi hotteoknya kepada Do Hyun. Dengan terpaksa Do Hyun memakannya.
Mina mendelik kepada Do Hyun, karena ia telah memakan hottoek yang dibawa oleh Min Ji sedangkan ia menghabiskan ramyeonnya sendiri.
"Dasar tidak berperasaan!" ujar Mina dalam hati.
Dering telepon milik Do Hyun berbunyi, telepon dari sahabatnya Minhyuk. Do Hyun menuju ke balkonnya dan berbincang bersama Minhyuk di sana.
Sedangkan di ruangan itu Mina dan Min Ji sama-sama saling mengeluarkan tatapan yang tajam.
"Kamu siapanya Do Hyun lancang sekali kamu datang ke apartemennya!" ujar Min Ji.
"Aku tetangganya, memangnya kenapa? Lalu kamu siapanya Do Hyun? Bukannya kamu sudah putus ya!" balas Mina.
Muka Min Ji memerah karena tidak terima dengan ucapan Mina.
"Kamu!!!! Kurang ajar sekali kamu berbicara seperti itu!" teriak Min Ji, kemudian Min Ji menjambak rambut Mina dan Mina membalas menjambak rambutnya. Mereka berdua berperang saling menjambak satu sama lain.
"Hentikan!!! Apa yang sedang kalian berdua lakukan di rumahku?" Do Hyun berusaha melerai keduanya.
"Aduuuuhhhh... Sakit sekali!" Min Ji memegang kepalanya seraya membetulkan rambutnya yang acak-acakan, ia merasa paling terdzolimi padahal ia yang memulai duluan pertengkaran itu.
"Kalian lebih baik pulang ke rumah kalian masing-masing!" ucap Do Hyun dingin.
"Dia yang memulainya duluan!" ucap Min Ji manja pada Do Hyun sambil memegang lengannya.
Do Hyun melepaskan tangan Min Ji, lalu ia menyuruhnya untuk pulang.
__ADS_1
"Pulanglah...!" ujar Do Hyun pelan.
Di sisi lain Mina tertawa meledek melihatnya.
Min Ji menghela nafasnya kasar sambil mendelik pada Mina, ia marah kemudian dia mengambil tasnya lalu keluar dari apartemen Do Hyun.
"Apakah kamu seekor kera? Kenapa kamu menjambaknya?" ujar Do Hyun memarahi Mina tapi tetap menjaga nada bicaranya datar.
"Apa?!!!... Apakah aku terlihat seperti seekor kera? Apakah bulu-buluku banyak disini? Disini? Disini?" tunjuk Mina pada bagian muka, tangan, badan dan kakinya. Mina kini mengeluarkan tanduknya karena ucapan Do Hyun menyinggungnya.
Do Hyun tidak menjawab ucapan Mina tetapi hanya menatap Mina yang sedang marah kemudian tersenyum. Dimatanya Mina yang marah bukannya terlihat menyeramkan melainkan malah terlihat lucu.
"Pulanglah..!" Do Hyun menarik tangan Mina dengan lembut, kemudian ia menyuruh Mina pulang.
"Renungkan apa yang kamu lakukan barusan. Kamu bukan anak kecil yang saling berebut permen," ucap Do Hyun sebelum Mina keluar dari apartemennya.
Mina keluar dengan muka cemberut lalu pulang kerumahnya.
Do Hyun hanya geleng-geleng melihat sikap tetangganya itu.
Do Hyun menuju dapurnya dan melihat keadaannya seperti kapal pecah. Ia menghela nafas panjang dan membereskan kekacauan yang dibuat Mina di dapurnya.
"Mina hanya memasak satu ramyeon, tapi kenapa dapurku berantakan seperti habis memasak untuk 100 orang," gumam Do Hyun sambil geleng-geleng.
...***...
Mina berada dibalkonnya sambil menatap langit malam. Dering teleponnya berbunyi, tertulis Daniel sang kakak meneleponnya.
"Halo Mina apakabar?," tanya Daniel dari sebrang.
"Oiya Mina, besok kakak akan ke Korea bersama Stella (kaka ipar Mina) dan anak-anak," ujarnya.
"Waaaahhhh aku jadi tidak sabar kak. Sampai ketemu di Korea ya," semangatnya.
"Oke Mina, tunggu kakak dan anak-anak yah,"
"Pasti kak," kemudian telepon pun terputus.
...***...
Sore hari Mina bersiap-siap menjemput kakaknya. Kakaknya diperkirakan akan sampai pukul 6 sore.
Ia berpapasan dengan Do Hyun yang baru saja pulang dari agensinya.
"Mau kemana?" tanya Do Hyun.
"Aku mau ke bandara," ujar Mina.
"Ayo aku antarkan,"
"Ya sudah kalo kamu memaksa," ujar Mina. Padahal Do Hyun tidak memaksanya, tapi Mina memang kepedean. Karena terburu-buru Mina langsung mengiyakan tanpa malu-malu.
Do Hyun pun sudah tidak kaget dengan kata-kata yang dilontarkan Mina.
__ADS_1
...***...
Mina telah sampai di bandara bersama Do Hyun. Ia celingak celinguk mencari kedatangan Daniel, Stella dan dua keponakannya yang masih kecil (Varo dan Vallery).
Varo berusia 7 tahun sedangkan Vallery berusia 4 tahun.
Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya keluarganya tiba. Mina memeluk rindu kakak dan keponakannya.
Daniel tersadar seseorang menggunakan masker berdiri disamping Mina.
"Ini siapa Mina?" tanya kakaknya.
"Oh iya, perkenalkan ini tetangga Mina kak, namanya Do Hyun," Mina memperkenalkannya.
Do Hyun menyapanya sambil membungkukkan setengah badannya.
Kemudian Do Hyun menyalami saudara Mina satu persatu. Vallery yg masih kecil nampak ketakutan untuk menyalaminya karena Do Hyun memakai masker.
"Tidak apa-apa sayang, ini teman tante. Ayo berjabat tangan," ucap Mina sambil menggendong keponakannya dan memegang tangan Vallery untuk berjabat tangan dengan Do Hyun.
...***...
Do Hyun menyetir sedangkan Daniel berada di sampingnya. Mina, Stella dan anak-anak berada di belakang.
"Mina, apakah Anthony beberapa waktu yang lalu menemuimu?" tanya Daniel.
"Iya kak,"
"Bisnis keluarganya sekarang semakin berkembang. Oh iya sudah ada rencana ke jenjang yang lebih serius? Kemarin kakak sempat membahasnya ketika bertemu ayah dan ibu,"
"Mina belum berpikir ke arah sana kak," jawab Mina masih menutupi.
Do Hyun tidak mengerti percakapan mereka yang menggunakan bahasa Indonesia, tetapi ia tahu percakapan ini membahas mengenai seseorang yang bernama Anthony.
Mina masih bingung, harus jujur atau tidak pada kakaknya mengenai hubungannya yang telah usai dengan Anthony. Tetapi ia sudah berpikir akan menghubungi Anthony dan membicarakan masalah serius ini supaya keluarganya dan keluarga Anthony segera mengetahui kebenarannya.
Sesampainya di apartemennya, kakak Stella menyadari bahwa tetangga Mina merupakan idol terkenal.
"Mina apakah tetanggamu seorang artis?" antusiasnya.
"Mmmmmm sejujurnya iya kak," jawabnya.
"Aaaghhhhh,,,, nanti kakak mau minta berfoto bersamanya ya," jerit Stella.
Daniel, geleng-geleng dengan tingkah istrinya.
"Oh iya Mina, besok kakak dan Stella akan jalan berdua. Bolehkah kakak menitipkan Varo dan Vallery bersamamu?" Daniel memotong pembicaraan Stella dan adiknya itu.
"Tentu saja boleh," ujar Mina.
Daniel dan Stella menikah karena dijodohkan. Tapi kini mereka mencintai satu sama lain dengan tulus. Mereka berencana jalan berdua saja tanpa anak-anak. Mereka ingin merasakan berpacaran karena sebelumnya tidak pernah mereka lakukan.
Sedangkan besok, Mina harus siap menyiapkan energinya untuk menjaga dua keponakannya.
__ADS_1
Bersambung,,,