
Mina telah melakukan wawancara di perusahaan StarHit yang menaungi banyak artis. Dikarenakan ia melalui jalur rekomendasi dari Do Hyun mudah baginya keterima kerja diperusahaan itu. Ia berhasil menjadi translator untuk tour dunia grup BTX beberapa bulan kedepan.
Ia diberitahu untuk menjaga sikap, tidak sembarang memposting foto idol, maupun menjaga jarak dengan idol apalagi didepan publik.
...***...
Dikarenakan Do Hyun sedang sibuk rekaman, Mina tidak bisa menemuinya apalagi merepotkannya seperti biasa.
Ia berjalan-jalan disekitar gedung StarHit untuk mencari Coffeeshop. Dipilihnya The Amour Coffee untuk meredakan kantuknya.
"Selamat datang, mau pesan apa kakak?" ramah sang pelayan.
"Caramel Machiatto satu," senyum Mina tak kalah ramah.
Mina duduk termenung menatap jalan raya dengan tangan menopang dagunya.
Pelayan coffe itu datang membawakan pesanan milik Mina.
"Caramel Machiatto datang, dan bonus satu slice chessecake untuk pelanggan baru," senyumnya.
"Terimakasih," sambut Mina.
Tak lama seorang pria datang memakai topi dan masker memesan iced coffe kemudian duduk satu meja dengan Mina.
Mina mengerenyitkan keningnya kemudian menatap pria itu. Setelah pria itu membuka maskernya, Mina bernafas lega. Ternyata Do Hyun, padahal ia sempat berpikir buruk.
"Bagaimana wawancaranya?" tanyanya.
"Aku keterima berkatmu," senyumnya antusias.
"Syukurlah. Aku akan kembali latihan jadi tidak bisa lama menemanimu," ujar Do Hyun sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Hmmmm... Tidak mengapa Do Hyun. Semangat!" ujar Mina.
"Seo Ji Hye Nuna, aku pergi dulu," pamit Do Hyun pada pelayan wanita di coffeshop itu, sepertinya ia mengenalnya sudah lama.
Ji Hye melambaikan tangannya dan tersenyum sambil menggosok gelas di tangannya dibalik meja kasir.
"Pasti pelayan itu kenal dekat dengan Do Hyun, karena Do Hyun tidak pernah menyapa seramah itu," gumam Mina dalam hati seraya memiringkan kepalanya untuk melihat Ji Hye.
"Ada yang mau dipesan lagi?" tanya Ji Hye. Membuat Mina kaget karena ke-gap sedang menatap Ji Hye.
"Ah Tidak," senyum Mina malu-malu.
"Dia sudah kuanggap adikku," tiba-tiba pelayan itu berbicara pada Mina.
Mina celingukan, siapa yang berbicara tadi. Apakah dia berbicara padaku?
"Iya Do Hyun. Ia sudah seperti adikku!" serunya seraya tersenyum pada Mina.
"Aaaahhhhh...." Mina kini menyadari pelayan tadi sedang berbicara padanya.
"Sudah lama nuna mengenalnya?" tanya Mina penasaran. Ia kini memanggil pelayan itu nuna mengikuti Do Hyun yang memanggilnya nuna.
__ADS_1
"Sebelum dia debut," terangnya.
"Oooh pantas saja," gumam Mina dalam hati.
Tap, tap, tap.
Suara langkah kaki pelanggan datang.
"Selamat datang," kini Ji Hye melayani customer yang baru saja datang.
"Nuna apakabar?" ramahnya.
"Waaaahhhh Min Ji, sudah lama sekali yah kita tidak bertemu. Kamu kapan kembali ke Korea?" tanya Ji Hye.
"Kemarin nuna," ramahnya.
"Bagaimana kabar Do Hyun?" sambungnya bertanya pada Ji Hye.
Mina bukan bermaksud menguping, tapi pembicaraannya tak sengaja terdengar olehnya.
"Uhukkk... Uhukkk...."
Tiba-tiba Mina tersedak mendengar wanita cantik, berkulit putih, tubuh yang langsing dan juga imut menyebut nama Do Hyun.
Segera Mina menepuk-nepuk dadanya. "Bisa-bisanya aku tersedak," gumamnya.
"Barusan Do Hyun datang membeli ice kopi tapi tidak lama kembali lagi latihan," jawab Ji Hye.
"Huuuffhh.... Pantas saja ia sulit sekali dihubungi," jawab Min Ji sambil menghela nafas.
...***...
Mina berjalan gontai menuju apartemennya.
"Huufffhhh... Kenapa akhir-akhir ini terasa membosankan ya, Do Hyun sibuk sekali," gumam Mina dalam hati seraya membuka pintu apartemennya.
...***...
Sudah 1 minggu lebih Mina tidak bertemu dengan Do Hyun. Perasaannya sangat merindukan tetangganya itu, tapi Mina sadar kalau dirinya bukan siapa-siapanya.
Anthony mengajaknya untuk sekedar makan diluar ia tolak karena energinya terasa habis. Ia habiskan waktunya untuk tiduran. Semangat Mina sedikit hilang.
"Entahlah kenapa tubuh ini terasa malas sekali," bisik Mina dalam lamunannnya.
Mina memutuskan untuk berjalan di taman depan apartemennya untuk mencari udara segar.
Ia melihat nenek Do Hyun dari kejauhan, Mina berlari kecil ingin segera menyapa orang tua itu.
"Nenek, apakabar?" senyumnya.
"Baik," balas nenek.
Baru Mina ingin memulai percakapan dengan nenek tiba-tiba seseorang datang.
__ADS_1
"Nenek maafkan aku telat," ujarnya tersenyum manis.
"Ah tidak apa-apa, nenek baru sampai juga. Oh iya Mina, kenalkan ini pacar Do Hyun. Namanya Min Ji," tambah nenek memperkenalkan wanita cantik yang baru saja datang itu dengan ekspresi tidak punya perasaan.
Min Ji dan Mina saling berjabat tangan. Wajah Mina kini sangat terlihat menunjukkan senyum yang dipaksakan.
"Ah... Apakah aku sedang dipermainkan? Jadi selama ini Do Hyun memiliki kekasih? Kenapa Do Hyun dan Nenek tidak memberitahuku pada saat aku berterus terang menyukai Do Hyun? Apakah mereka sengaja membuatku seperti orang bodoh?," gumam Mina dalam hatinya.
"Ayo Min Ji kita ke atas, cucuku pasti sudah menunggu!" ajaknya pada Min Ji, dan mengabaikan Mina begitu saja.
Mata Mina berkaca-kaca, tapi ia bahkan tidak punya hak untuk menangis. Karena Do Hyun tidak berselingkuh darinya. Melainkan Mina dan Do Hyun memang tidak punya hubungan apa-apa.
...***...
Nenek memencet bell kemudian Do Hyun membukakan pintu untuknya.
"Ah Nenek, ayo masuk," ajak Do Hyun.
"Sebentar-sebentar, Nenek punya surprise untukmu, ayo tutup matamu!" senyumnya.
Do Hyun sebenarnya malas meladeni neneknya yang masih memperlakukannya seperti anak kecil, tapi ia tetap menuruti perintahnya.
"Tadaaaa...... Surprise!!!!" ucap Min Ji.
Do Hyun membuka matanya kemudian terdiam.
"Do Hyun apakabar?" tanya Min Ji ramah.
"Ah sudah pasti dia baik. Ayo kita masuk dulu kedalam!" Nenek memotong pembicaraan.
Sementara itu Mina yang baru keluar dari lift hanya bisa melihat wanita dengan dress putih itu masuk terakhir kerumah Do Hyun dengan senyum yang merekah dan manis dari kejauhan.
Hhuuuuuuffffhhh.... Mina mengambil nafas panjang.
...***...
Nenek sedang memotong-motong buah di dapur, sedangkan Min Ji dan Do Hyun berada di ruang tv.
"Do Hyun mengapa kamu tidak mengangkat telepon dariku?" tanya Min Ji halus.
"Aku sibuk," jawabnya datar sambil sibuk mengganti-ganti saluran chanel tv nya.
"Do Hyun, Min Ji baru saja datang, kamu tidak boleh ketus begitu pada pacarmu," ujar Nenek tiba-tiba datang membawa buah yang sudah dipotong diatas piring.
"Dia bukan lagi pacarku," jawab Do Hyun ketus.
"Makanlah semangka ini, manis bukan?" tambah Nenek yang berusaha mencairkan suasana ditengah atmosfir beku itu. Ia menyuapi Do Hyun.
Min Ji terdiam kemudian membalas ucapan Do Hyun.
"Sejak kapan kita sudah putus?" tanyanya serius.
"Sejak kamu pergi ke Inggris tanpa pamit, aku sudah menganggap kita tidak ada hubungan apa-apa lagi" balas Do Hyun.
__ADS_1
"Aku punya alasan Do Hyun," jawab Mina.
Bersambung....