Mina Love Story

Mina Love Story
Bab 25


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Do Hyun yang malas berbicara dengan Min Ji tiba-tiba menyuruhnya keluar untuk membicarakan permasalahannya di luar cafe.


Ia tak ingin semua orang yang berada di cafe itu mendengar alasan Min Ji terlebih menyebutkan anggota keluarganya.


"Do Hyun, dulu ibumu memintaku untuk menjauhimu. Dia tau kalau aku suka sekali melukis."


"Lalu apa hubungannya?" jawab Do Hyun serius.


"Ibu A Young berjanji akan menyekolahanku di Manchester University, jika aku meninggalkanmu,"


"Setelah lulus kenapa kamu menemuiku lagi?" jawab Do Hyun ketus.


"Aku menyadari, perasaanku tak bisa ditukar dengan cita-citaku. Aku sudah menjadi pelukis handal sekarang, tapi perasaanku selalu memanggil namamu, maafkan aku Do Hyun. Bisakah kita kembali seperti dulu lagi?" ujar Min Ji berkaca-kaca.


"Min Ji, yang lalu biarlah berlalu. Aku sudah tak mengingat lagi kenangan tentang kita. Teguhlah pada apa yang menjadi keinginanmu. Kamu tidak usah menoleh lagi kebelakang." ujar Do Hyun yang memang sudah tak memiliki rasa lagi untuk Min Ji.


"Apakah karena wanita yang disana?" ujar Min Ji sambil meneteskan air matanya dan menunjuk Mina yang berada di dalam cafe.


"Jauh sebelum aku mengenalnya, aku sudah tidak memikirkanmu lagi," ucap Do Hyun datar.


"Apakah kamu menyukai wanita itu?" tanya Min Ji lagi penasaran dengan air mata yang semakin deras.


"Itu bukan urusanmu Min Ji, perasaanku milikku,"


Do Hyun tidak menjawab pasti pertanyaan Min Ji.


Kemudian Min Ji pergi sambil mengusap-ngusap air matanya.


...***...


Mobil Do Hyun terparkir di depan gedung perusahaan milik keluarganya, JH Group.


Ia masuk kedalam gedung itu dengan terburu-buru. Ia memasuki lantai 17 dimana kantor ibunya berada.


"Apakah ibu ada di dalam?" tanya Do Hyun pada Seo In Ha sekertaris ibunya.


"Presdir sedang sakit tuan, ia sedang beristirahat dirumah," ucap In Ha.


Kemudian Do Hyun bergegas menuju rumah A Young ibunya.


Dilajukannya mobil mewah miliknya menuju rumah megah JH Group.


...***...


Do Hyun memasuki ruang kamar tidur milik ibunya. Ruangannya luas, memiliki nuansa putih dan hijau emerald. Terlihat dari semua furniturenya memiliki nilai yang fantastis.


"Ibu, apakah kamu sakit?" tanya Do Hyun mendekati ibunya yang sedang terbaring di tempat tidurnya.


"Ibu hanya kelelahan saja Do Hyun," ucap ibunya lemas.


"Ibu, apakah dulu ibu yang membuat Min Ji pergi dariku?" tanya Do Hyun tanpa basa basi.


"Do Hyun, pergilah! Ibu sedang tidak ingin berdebat!" jawab A Young memiringkan posisi tidurnya membelakangi Do Hyun dengan pandangan kosong.

__ADS_1


"Ibu, aku mohon mulai saat ini, ibu tidak usah ikut campur dengan kehidupanku. Aku sudah besar bu. Aku mohon," pinta Do Hyun lirih.


"Do Hyun, apakah kamu ingin ibu berhenti mengganggu kehidupanmu?" tanya A Young.


"Iya ibu, aku mohon,"


"Maka ambil alihlah perusahaan, setelah itu ibu tidak akan ikut campur lagi dengan kehidupanmu."


"Aku tidak bisa mengikuti kemauan ibu, jadi berhentilah memaksaku!" ujar Do Hyun.


"Aku pulang bu, ibu minumlah obat yang teratur," tambahnya seraya berlalu.


A Young tak kuasa menahan tangisnya. Ia meneteskan air matanya sambil menggenggam erat selimut putih yang menutupi tubuhnya.


...***...


Dua hari yang lalu A Young sedang mengunjungi klinik kecantikan, ia disambut hangat oleh para pelayan.


"Bu presdir silahkan lewat sini," seorang pelayan mengantarkan A Young menuju ruang perawatan khusus tamu exclusive.


Tanpa disengaja ia melihat seorang wanita yang pernah menghancurkan kehidupan rumah tangganya bersama pria muda tampan.


Wanita itu menyapanya seraya membungkukan badannya secara elegan.


"Apakabar A Young? Kenalkan ini anakku Hyunjae." sapanya.


Hyunjae membungkukkan badannya pada A Young.


"Kenapa? Apakah kamu takut?" Aera tersenyum sinis.


"Untuk apa aku takut!" jawab A Young.


"Tunggu saja, aku akan berusaha untuk anakku mendapatkan haknya!" ancam Aera mantan selingkuhan mendiang suaminya.


Kemudian Aera menggenggam tangan Hyunjae seraya pergi dari hadapan A Young.


A Young tak kuasa menahan amarahnya, ia mengepalkan kedua tangannya. Air mata amarahnya membuncah.


"Tidak akan kubiarkan dengan mudahnya kamu merebut semuanya dariku!" gumam A Young.


A Young terus memikirkan pertemuan tak sengajanya dengan Aera hingga sakit. Pikirannya terus mengingat masa lalu. Ia takut apa yang sudah diperjuangkan untuk anak-anaknya selama ini akan direbut begitu saja oleh anak dari hasil hubungan gelap mendiang suaminya dengan Aera mantan sekretaris Jae Ho. Itulah sebabnya A Young sangat berambisi untuk menjadikan Do Hyun penerus perusahaannya.


...***...


Aera dan Hyunjae mengunjungi rumah nenek, ibu Jae Ho.


"Ibu, sudah lama sekali kita tidak bertemu," sapa Aera.


"Jangan memanggilku ibu!" ketusnya.


Nenek mengabaikan Aera tapi tersenyum melihat ke arah Hyunjae.


"Cucuku, kamu mengingatkan aku pada Jae Ho, kamu mirip sekali dengan mendiang ayahmu. Maafkan aku, bahkan kamu tidak sempat menemui ayahmu bahkan sampai ajalnya tiba." ucap nenek sambil menyentuh wajah Hyunjae.

__ADS_1


Hyunjae tersenyum namun terlihat canggung, karena semenjak lahir yang ia kenal hanyalah ibunya.


"Ibu, aku menunggu janjimu. Janji ibu yang akan menjadikan Hyunjae menjadi anggota keluarga JH Group." ujar Aera yang menagih janji nenek 22 tahun silam.


"Tunggulah, aku akan mengatur rencana untuk Hyunjae berada di JH Group. Karena A Young tidak akan membiarkannya semudah itu," ujar nenek.


...***...


Diperjalanan pulang Hyunjae berbincang bersama ibunya.


"Ibu, aku lihat nenek tidak menyukaimu,"


"Tidak masalah dia suka atau tidak pada ibu. Yang terpenting sekarang untuk ibu adalah kebahagaiaanmu," ujar Aera sambil menyetir.


...***...


Sementara itu Do Hyun sudah berada di apartemennya.


Kamina yang mendengar jawaban Do Hyun bahwa Min Ji bukanlah kekasihnya kini mulai kumat dengan tingkah konyolnya lagi.


Mina berada dibalkonnya sambil mencari keberadaan Do Hyun.


"Do Hyun apakah kamu sudah pulang?" Mina memanggil-manggil tetangganya itu.


Tapi tidak ada jawaban.


Kemudian ia mengambil ponselnya dan menelepon Do Hyun.


"Halo Do Hyun kamu dimana?"


"Aku dirumah,"


Kemudian Mina mematikan teleponnya dan menuju apartemen tetangganya.


Mina membuka pintu apartemen Do Hyun sendiri dengan kode yang sudah ia ketahui.


Do Hyun yang mendengar suara seseorang membuka pintu apartemennya nampak cuek sambil menonton televisi karena ia tau kalau itu Mina.


"Do Hyun, aku akan membuatkanmu ramyeon," ujar Mina tanpa basa basi.


Kemudian ia menuju dapur dan mulai mencari bahan-bahan dan peralatan masak.


Do Hyun, kemudian mengikuti Mina ke dapur dilihatnya perabotan dan bumbu-bumbu berantakan.


"Apakah kamu sedang menghancurkan dapurku?" tanya Do Hyun.


"Ah sudah-sudah, kamu tunggu saja sambil menonton televisi," ujar Mina sambil mendorong Do Hyun menuju kembali ke ruang santainya.


Ting ning ting nong....


Seseorang datang memencet bell apartemen milik Do Hyun.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2