
"Aaaaaaa........ah..ah...ah."
Aku terus berlari menghindari kejaran ular siluman yang sejak tadi mengejarku.
"Dasar ular keparat, kenapa .hah?..kenapa kau mengejar ku terus?" Aku terus menggerutu memaki ular siluman itu.
Ular itu semakin mendekat dan..
...Bugg....
Ular itu menyabet kan ekor nya padaku. Aku yang kaget, sontak melompat menghindari nya.
" Kurang ajar kau..kau harus mati ..jangan harap kau akan bebas dari ku ..hei manusia !" Teriak ular itu sambil menyabetkan ekor nya...
" Hei kau, aku tanya pada mu, kenapa kau selalu mengejarku? Apa salah ku padamu, dasar ular jelek? " Aku berteriak tak kalah cemprengnya dengan ular itu.
Aku terus berusaha menghindari sampai sesekali mengarahkan serangan ku pada nya..
..Bugghghh...
..prakkk....
Aku mengarahkan tinju dan tendangan ku ke segala arah..
" Monaaaaa..apa yang kamu lakukan ?" Teriakan ular itu berubah menjadi suara orang yang sangat ku kenal.
" Kenapa suara ular itu berubah ya..ah..itu pasti akal akalan ular itu untuk mengelabui ku".. Aku terus bergumam sendiri sambil mengarah kan tinjuku pada ular didepan ku..
" Monaaaaa, apa kamu mau meninju mama?" Mataku terbuka sempurna mendengar teriakan itu.
Dan..
" Ha..mamah . ...kok siluman nya berubah jadi mamah" ..Mata ku membeliak ketika melihat wanita didepanku ternyata memang mamaku.
Mama mendekat sambil bertolak pinggang.
" Kamu tadi malam tidurnya pasti gak baca doa dulu ya? Makanya jadi begini" ..Ujarnya sambil menoyor kepalaku.
Aku cengegesan dan berusaha merayu nya dengan memegang tangannya dan bergelayut manja.
" Hehehe mama tau aja..maklum kan Mona lgi PMS mah, jadi tidur nya suka kebablasan deh...hehe"
: " Kebablasan sih kebablasan, tapi gak gini juga kali, Moon" Mama memutarkan kepalaku dan menyuruhku melihat ke sekelilingku..
Dan ..
__ADS_1
" Awww..astagfirullah..kok kamarku jadi kaya kapal pecah gini?" Aku menutup mulut ku..Akhh ternyata sewaktu aku mimpi bertarung, aku malah melempar semua barang barang yang ada dikamar ku..
Bantal dan guling semua berserakan di lantai, sofa yang ada di dekat ranjangku juga terjungkal, mungkin karena tendangan ku.
" Hehe, mama tenang aja. Nanti Mona yang beresin " ..Ujar ku manja.
" Kalau kamu beresin kamar, terus kapan kuliah nya?" ..
" Kuliah?..Akhh...iya betul mah, hari ini kan hari pertama ku kuliyah. Ya sudah, Mona ke kamar mandi dulu ya, ma.." Tanpa menunggu jawaban mamah, Aku langsung berlari ke kamar mandi.
Setelah di rasa cukup, aku segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaianku.
Kali ini aku memakai manset hitam lengan panjang dan legging dipadu dengan outer berwarna maroon, tak lupa ku pakai blazer hitam dan hijab berwarna senada dengan outerku.
Tak lupa ku poles wajahku dengan bedak baby dan lipstik tipis yang membuat ku terlihat cantik alami ..cieeehh (muji diri sendiri kan boleh?)
" Assalamualaikum, paah" Sapa ku pada papa saat ku sampai di meja makan.
" Wa alaikum salam..Gadis papa yang cantik, Ayo sini !.. Papa punya hadiah untuk mu" Jawab papa sambil menyerahkan kotak kecil berwarna merah.
" Hmm Gadis ya..kayanya ada yang lupa bahwa anak nya dah bersuami " Sindir mamah.
Deg...seketika Aku terdiam, ingatan ku tentang suamiku bermunculan di kepalaku.
Tak terasa bulir bening mulai menetes tanpa diminta.
" Mamah ini gimna sih, bikin anak nya sedih aja "
Ujar nya kesal.
Mamah terlihat merasa bersalah.
" Maaf ya Mon, mamah gak bermaksud mengingatkan kamu sayang" ..Mamah memelukku.
Aku mencoba tersenyum dan kembali menceriakan wajahku sendiri.
" Gak apa apa mah, Oh ya pa..apa hadiah nya gak terlalu mewah ya.." Tanya ku pada papa, sesudah membuka kotak merah dari papa yang ternyata berisi kunci mobil yang merek nya cukup wow dan harga nya juga cukup fantastis.
" Itu gak seberapa Sayang, kan kamu anak papa satu satunya, jadi kamu harus menikmati hasil jerih payah papa selama ini..ok sayang?" Jawab papa sambil mengelus pucuk kepalaku.
" Ya udah, Mona pamit dulu ya pa, ma ..Assalamualaikum." Aku menyalami papa.
Wa alaikum salam, Hati hati ya sayang, dan uang jajan kamu sudah papa transfer ke ATM kamu, ok?" Jawab papa. ..
" Eh.. tunggu dulu Mon, jangan lupa pamit sama bu Imah di dapur..dan Jangan lupa kasih tips sama mbak yang akan membereskan kamar mu"..Titah mamah, tegas.
__ADS_1
Mama memang selalu mengajarkan padaku agar bersikap sopan pada siapa saja, termasuk ART kami. Mama selalu berusaha mengajarkanku untuk meneladani Rosululloh dalam segala hal, termasuk dalam hal memperlakukan para khodam atau art. Dimana Rosululloh mengajarkan kita agar tidak memberatkan pekerjaan mereka dan apabila ada pekerjaan berat, kita harus membantu mereka.
Dan karena aku tak bisa membantu dengan tenaga, maka sebagai gantinya aku memberi mereka bonus agar mereka tidak merasa diperbudak.
" Bi Imah.. ...Mona berangkat dulu ya, bi. Doain Mona biar kuliahnya lancar ya.." Aku menyalami bi Imah yang sedang membereskan dapur.
" Iya neng, hati hati ya" jawab bi Imah.
" Oh ya, mbak Wina, ini buat mbak Wina. hehe maaf ya, kamar Mona berantakan banget..maklum tadi malam mimpi dikejar ular hehe.." Ujar ku sambil menyerahkan uang berwarna biru pada mbak Wina yang bertugas membersihkan kamarku.
Setelah berpamitan, aku bergegas pergi menuju kampus.
Tak lupa aku mampir ke rumah teman setiaku, Nisa.
Aku sengaja menjemput nya karena akan meminta dia untuk menyetir mobilku.
" Monaaaa, akhirnya lu datang juga. Gue udah hampir karatan nungguin lu dari tadi" Nisa tiba tiba datang seperti jaelangkung.
" Woow ini mobil lu, Mon?..Keren banget.." Dia terus nyerocos sambil mengelus elus body mobilku.
" wooi, Jangan bilang WoW, bilang Ma Sha Allah.! .gue gak mau tar mobil gue kena Ain gara gara elu" Jawabku sewot.
Karena aku gak mau mendapat Ain.
Allah SWT sendiri yang memerintah kita (dalam surat Al Kahfi) agar kita mengucap "ma sya Allah" ketika kita kagum pada sesuatu.
" Iya, Iya..gue bilang deh..'Ma sha Allah ' mobil elu bagus, mudah mudahan kapan kapan gue kebeli..ya walaupun harus nunggu lebaran kuda..haha" Dia nyerocos dan tertawa tawa sendiri.
Aku tak menanggapi kata kata nya, Aku justru pokus pada pakaiannya yang kali ini cukup berani menurutku.
Kali ini Nisa memakai jeans dan tunik balon berwarna putih dengan kerudung di lilit ke belakang.
" Tumben lu pake baju nya seberani ini, Nisa?, pakai jeans segala macm" Ujar ku menggodanya.
" Yee..jangan salah...gue berpakaian begini, biar terlihat keren tau?, terus biar gak ada yang tau kalau gue kuliah disana tuh .. karena dapat beasiswa" Jawab nya asal.
Aku memutar bola mata ku.
" Hadeuh..ngarang lo..apa hubungan nya jeans sama beasiswa? lagian ngapain lu takut ketauan dapat beasiswa? "
"Gue juga gak faham, Mon, Gue cuma dibilangin sama senior di sana, katanya kalau dapat beasiswa harus dirahasiain gitu."
" Ya udah, ayo berangkat! Nih kuncinya. Elu yang nyetir. Nanti kalau ada yang nanya, elu bilang aja ni mobil bokap elu. Ok? Dan Lu jangan bilang bilang ke orang-orang, bahwa gue anak pemilik kampus dan rektor di kampus kita, ok ! " ujarku sambil melempar kunci mobil ke arahnya dan langsung naik.
Mobil pun meluncur membelah kemacetan kota Jakarta. Setelah hampir satu jam kami di perjalanan, akhirnya kami sampai juga di kampus yang kami tuju.
__ADS_1
Aku turun terlebih dahulu di tempat yang cukup jauh dari gerbang kampus, karena aku tak ingin mereka tau tentangku. Aku juga ingin mereka mengenalku hanya sebagai gadis desa yang kuliah karena mendapat beasiswa.