Mona (Sang Penakluk 2)

Mona (Sang Penakluk 2)
Menyelamatkan Liya dari Pedofil


__ADS_3

"Nis, Elu pulang aja?biar gue sama Erni aja yang di sini!" titahku pada Nisa. Nisa pun segera membawa anak-anak pulang, sementara aku dan Erni pergi menemui Pak RT dan pemilik kontrakan.


Setelah aku berhasil minta bantu Pak RT dan pemilik kontrakan, kami kembali menuju kontrakannya orang tua Lia.


Tok tok tok....


"Bu Lina.. Buu...tolong buka pintu! ini kami!" seru pak RT sambil mengetuk pintu. Terdengar suara keributan kecil dari dalam sebelum akhirnya pintu terbuka dan muncullah seorang wanita yang kami kira adalah ibunya Lia.


"Maaf, Bu , ada apa, ya ?" Alih alih menjawab salam, dia malah bertanya seakan tak suka dengan kedatangan kami.


Aku langsung maju ke depan.


"Maaf, saya gurunya Lia, saya hanya ingin menengok Lia, karena katanya sakit. Tapi malah di usir sama suami ibu" ucap ku lantang.


Ibu itu terlihat gelisah, sesekali dia menengok ke dalam .


" lBu, kenapa diam? tolong izinin kami nengok Lia, Bu!" pintaku sekali lagi.


Ibu itu tetap diam saja, hanya raut gelisah yang ia tampakkan.


"Bu Lina, ibu ini aneh, kenapa ada yang baik hati pengen nengokin anak ibu kok, malah gak nerima sih, Bu?" aahut ibu pemilik kontrakan.


Yang dikatakan ibu tadi benar, ini benar benar mencurigakan, masa ada orang tua yang gak senang anak nya diperhatikan gurunya.


Bu Lina hanya tertunduk, dari wajahnya tergambar ketakutan yang teramat sangat.


"Bu, sebaiknya kita langsung masuk saja, bukan kah ini kontrakan milik ibu?"


seru Erni menimpali.


" Betul bu, ini bnar benar aneh ..ada orang tua melarang anak nya di tengok bahkan sampai dia marah2in saya tadi..ini mencurigakan ..jangan sampai ada apa apa dikontrakkan ibu" Aku menambahi kata kata Erni. Ibu pemilik kontrakan itu pun setuju.


Akhir nya kami semua memaksa masuk meski dilarang oleh ibu nya Lia.


" Eh ..tunggu..kenapa kalian main nyelonong aja?" Oceh nya pada kami namun tak kami hiraukan .


Kami langsung menerobos masuk ke dalam ..


Di kamar tamu berukuran 3 x 3 itu terlihat berantakan, tapi kami tak menemukan Lia.


Karena kami tak menemukan Lia di kamar tamu, kami langsung masuk kamar dan ..

__ADS_1


" Innalillahi.. Lia.." Kami menjerit bersamaan di saat melihat Lia terbaring tak berdaya..dan kami melihat darah di pakaian Lia tepat di area sensitif nya.


Dengan secepat kilat, aku berlari mendekati Lia dan memeluk nya.


" Lia, kamu kenapa?..kenapa sampai penuh darah kaya gini?" Tanyaku sambil memeluknya.


" Jangan lebay kamu! Lia gak apa apa, dia cuma lagi sakit karena datang bulan..emang kamu gak pernah datang bulan?" Ujar ayah nya Lia dengan nada tinggi. Dia terlihat ketakutan sama seperti istrinya. Ibu nya Lia juga terlihat seperti orang ketakutan.


" Ya sudah, biar saya bawa Lia kerumah sakit, soal biaya biar saya tanggung " ucapku lagi. Aku kira mereka akan senang setelah mendengar nya. Ternyata mereka malah terlihat semakin marah, membuatku semakin curiga.


" Gak usah, kalau kamu mau nyumbang, kasih uang nya aja ..biar kami yang membawa Lia ke rumah sakit" Teriaknya lagi.


Aku semakin geram di buat nya.


Aku melirik Lia, dia terlihat semakin parah..wajah nya makin memucat, dan dia merintih kesakitan. Ku lihat juga darah semakin banyak keluar di area sensitif nya.


" Astagfirullahal Adzim..Lia ..Lia semakin kritis Mon.." Teriak Erni panik.


" Pak..anak bapak kritis, kenapa bapak melarang kami membawa ke rumah sakit?" Teriak ibu pemilik kontrakan.


Bapak nya Lia terlihat bertambah marah..dia mendekat dan mendorong semua yang ada dirumah nya agar keluar rumah.


Jangan ngurusi urusan orang lain..!" Teriaknya sambil mendorong Ibu pemilik kontrakan dan Erni sampai keluar ..


Aku yang melihat Lia semakin kritis langsung membopong nya bermaksud membawa nya keluar, tapi di hadang oleh bapak nya Lia.


" Mau kau bawa kemana dia, hah?" Teriak bapak nya Lia seraya mengulurkan tangannya ingin merebut Lia dari tangan ku.


Melihat itu dengan cepat aku meletakkan Lia di pangkuan ibu nya .


" Bu, kalau anda punya hati, bawa anak ibu keluar, biar saya hadapi suami ibu.." Ujar ku pada ibu nya Lia.


" Kurang ajar kau !" Teriak bapak nya Lia sambil mengarah kan tangannya ingin mencengkramku, Namun sebelum tangan nya sampai, aku segera memutar tubuh ku sambil mengarah kan tendangan ku tepat ke perut nya dan..


Bugg...


Bapak nya Lia terhuyung kebelakang karena tendangan ku.


" Bu, cepat bawa Lia keluar, atau ibu mau merasakan tendangan saya juga?" Aku berteriak pada ibu nya Lia yang masih terlihat bengong melihat suami nya yang terhuyung.


" I iya neng.." Jawab nya tergagap gagap sambil berusaha membawa Lia keluar..

__ADS_1


" Mau kamu bawa kemna anakmu? berani kamu melawan perintah ku hah?" Teriak bapak nya Lia ingin menghentikan istrinya.


"Pak, saya ingatkan sekali lagi, ayo bawa Lia kerumah sakit biar kita obati, atau bapak akan menyesal?" Aku masih mencoba mengingatkan.


" Dasar gadis bodoh, kenapa kamu ikut campur urusanku?..sekarang aku tak akan mengampuni mu" Jawab nya seraya menyambar golok yang tergantung di dinding dan mengarahkan nya padaku.


" Terimalah ini gadis bodoh!" Dia berteriak sambil mengayunkan golok nya ke arahku.


" Moon, Awas Moon..aduuh gimana ini ?..Pak RT..toloong sahabat saya paak" Teriak Erni ketakutan melihat laki laki itu mengarahkan golok padaku..


Aku yang kaget langsung memutar badanku ke bawah dan langsung menangkap tangan laki laki itu dan membuat golok nya terjatuh, baru kemudian menendang nya sekuat tenaga sampai dia terhuyung ke belakang.


Belum sempat dia melawan, aku segera memberi nya pukulan susulan dengan mengarah kan tinju ku ke pelipis nya.


Aku kembali menendang nya sampai dia terlempar ke tembok...dan mengenai lemari.


Brugg.. .


Aaaaa.. .


Laki laki itu merintih kesakitan.


Pada saat itulah, pak RT dan warga masuk ke dalam kontrakan yang sudah berantakan.


" Moon..ya Allah.." Erni terbengong bengong melihat ku berdiri tegak sementara bapak nya Lia terkapar tak berdaya.


" Neng , mana penjahat nya?" Tanya pak RT. Terbengong bengong.


" Pak RT, bawa bapak nya Lia ke pos keamanan di komplek ini, nanti serahkan ke polisi" Titah ku pada pak RT. Pak RT hanya mengangguk kemudian bergegas meringkus Bapak nya Lia.


" Ya Allah..kontrakan saya jadi berantakan begini " Jerit ibu pemilik kontrakan meratapi keadaan kontrakan nya yang berantakan akibat pertarungan ku tadi.


" Ibu jangan khawatir, nanti saya ganti kerugian ibu. Ibu datang saja ke TPA saya. Sekarang tolong pinjam saya mobil buat membawa Liya kerumah sakit ..nanti saya bayar sewa nya bu, kalau ibu gak percaya, ibu bisa ikut saya ke RS"


ujar ku sambil melangkah keluar.


" Bu, ayo kita bawa Lia ke rumah sakit" ajak ku pada ibu nya Lia yang masih bengong sambil menangisi putrinya.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit, ibunya lia tak ada hentinya menangis, namun saat ditanya, dia diam seribu bahasa.


"

__ADS_1


__ADS_2