Mona (Sang Penakluk 2)

Mona (Sang Penakluk 2)
Tragedi di Halaman Kampus


__ADS_3

" Emang nya kenapa ya? , perasaan si Nisa juga tadi ngomong kaya gitu" Aku balik bertanya.


" Gini ya, gue jelasin. Tapi elu berdua harus jaga rahasia. Jadi, Kata senior yang udah kluar, katanya di kampus ini ada yang aneh..katanya setiap ada mahasiswa yang dapat beasiswa pasti akan mengalami kejadian aneh, terus ujung ujungnya mati bunuh diri, kadang ada yang di kampus, dan ada juga yang dirumah nya..dan ada yang mati kena tabrak juga." Tutur nya dengan suara yang hampir tak terdengar.


" Uhuk..uhuk.." Aku dan Nisa tersedak bersamaan.


" Iih serem amat ya" Nisa bergidik ngeri.


" Hmm sepertinya ada hal janggal disini..harus ku selidiki" Gumamku membatin...


Belum selesai kami berbicara, tiba tiba dari arah halaman terdengar suara benda jatuh.


...Gdebugg...


Suara benda jatuh itu mengagetkan kami..


" Aaaaahhh ....tolooong..toloong !. Ada yang jatuh dari atas, tooloooonhg"..


Setelahnya terdengar suara mahasiswa berteriak minta tolong, yang sontak membuat seluruh isi kampus berhambur keluar halaman.


" Astagfirullahal Adzim, suara apa itu?..dan siapa yang minta tolong?" Ujar Nisa.


" Nis, Chika, aku pergi dulu ya, aku ingin melihat ada apa diluar " Tanpa menunggu jawaban dari Nisa dan Chika, aku segera melesat berlari menuju halaman.


Aku segera berlari kencang ke arah sumber suara...


"Astagfirullah. ada apa ini?" Tanyaku pada salah seorang yang ada diluar.


" Katanya ada yang jatuh dari atas, kayanya bunuh diri" Jawab salah seorang dari mereka.


" Apaa? dimana dia..?..Aku harus melihat nya." Aku segera berlari menembus kerumunan mahasiswa yang sudah berkerumun membentuk lingkaran..


" Minggir ! .minggir ! Saya mau lihat" Aku terus berusaha menembus kerumunan itu, sampai akhirnya ku berhasil menembus nya.


Kini aku sudah berdiri di tengah lingkaran kerumunan itu.


Benar saja, didepan ku terlihat seorang mahasiswi tergeletak di lantai batako . Dikepalanya terlihat darah mengalir deras memenuhi batako disekitar nya...


Aku terus mendekat karena ku melihat ada tanda tanda dia masih bernafas.


"Hei, mau apa kamu? ..jangan didekati! ..biar kita lapor polisi aja " Seru salah seorang mahasiswa.


" Tidak, Saya akan tetap menolong nya, dia masih hidup..ayo telfon ambulan ! " Titah ku pada mereka dengan suara kencang.


Aku segera mendekat dan memeluk gadis itu.

__ADS_1


Dia merintih kesakitan..


tapi aneh nya tangannya melambai lambai keatas, seperti ingin menunjukan sesuatu.


" Mbak, mbak bisa dengar saya kan?..Ayo saya bantu bawa ke rumah sakit" Ujar ku panik.


Gadis itu menggeleng lemah. Tapi tangannya tetap menunjuk keatas.


" Ada apa diatas mbak?" Tanya ku lagi,


tapi dia tidak menjawab..tepat nya tak kuasa menjawab.


kudengar dia ingin mengucapkan sesuatu...


" Asy..Asy..hadu.." Ucap nya terbata bata. Aku yang memahami dia ingin bersyahadat segera membantu nya mengucapkan syahadat.


Setelah dia bersyahadat, matanya langsung terpejam, dan nafasnya pun berhenti.


" Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun" ucapku lirih.


Tubuhku serasa lemas seketika.


" Hei, cepat minggir ..ambulan udah datang, biar dia dibawa ke RS" Ujar pak Satpam yang sudah hadir disitu.


Dengan tenaga yang masih tersisa, aku bangkit sambil melepaskan jasad gadis yang sudah tidak bernyawa itu.


" Kamu ikut ke kantor polisi ya, kamu harus memberi keterangan tentang kejadian ini." Kata salah seorang polisi itu.


" Iya pak" Jawabku singkat.


Ku lihat Nisa berlari kearahku.


" Mon, elu gak apa apa? elu mau kmana?" Tanya nya beruntun.


" Gue gak apa apa, gue mau ke kantor polisi untuk  memberikan kesaksian, elu  pulang kerumah gue aja, antar kan mobil gue ya.Kalau mamah tanya, bilang aja nanti gue pulang sendiri " Tuturku pada Nisa.


" Mona, kamu gak apa apa ?" Tanya pak Adrian mendekatiku.


" Saya gak apa apa, pak. saya cuma akan dimintai keterangan sebagai saksi" Jawabku.


" Saksi apa lagi, bukan kah sudah jelas dia ini mati bunuh diri? ngapain di perpanjang?" Ujar pak Adrian pada polisi .


Aku mengernyitkan dahi. Heran kenapa dia sampai segitu nya. Apa dia ada hubungan nya dengan kematian gadis ini?" Aku bergumam sendiri dalam hati.


" Tidak apa apa, pak. Kami cuma ingin minta keterangan daru dek Mona sebagai saksi. " Jawab polisi itu.

__ADS_1


Setelah jasad gadis itu dibawa kerumah sakit untuk di outopsi, polisi pun membawa ku ke kantor untuk dimintai keterangan.


Setelah sampai di kantor Polisi, mereka menyuruh ku duduk di depan petugas yang sedang memegang laptop.


" Mon, Itu kamu, kan? " Tanya seorang polisi yang datang dari arah luar. Aku menoleh dan..


" Eh, Om Faza" Aku langsung berdiri dan menyalami laki laki didepan ku yang ternyata adalah om Faza. Om Faza adalah adik bungsu papa ku yang menjadi Polisi. Beliau lah yang menjadi panutanku selama ini. Selain dari paman Ahmad, aku juga belajar bela diri dari Om Faza, Tak jarang aku juga sering membantu beliau menangani kasus kasus yang beliau tangani.


" Biar saya saja yang menanyai nya, pak Iwan" Ujarnya pada pak polisi yang tadi menanyaiku.


" Sekarang tolong jelaskan kronologi semua kejadian yang kamu lihat di TKP!" Perintah Om Faza padaku. Aku pun menjelaskan semua yang ku lihat tanpa dikurangi sedikitpun.


" Baik, sampai di situ saja pertanyaannya. kamu boleh kembali. Dan kebetulan om mau ke rumah papamu, gimana kalau kita bareng " Tawar om Faza padaku.


" Ok, Om " jawab ku singkat.


Setelah berpamitan pada para polisi yang bertugas, kami segera menuju mobil dan pulang kerumah papa.


***


Mobil Om Faza melaju menembus kemacetan kota Jakarta.


" Bagaimana kesimpulan mu tentang kejadian yang kamu lihat di TKP tadi, Mon?" Tanya om Faza memecah kesunyian diantara kami.


" Menurut saya, ini bukan kasus bunuh diri. Saya menyimpulkan begitu, karena melihat dari posisi korban saat jatuh. Bukankah orang yang bunuh diri biasa nya akan tengkurap, karena dia melompat. Dan saya melihat wajah korban yang terlihat ketakutan dan menunjuk ke atas gedung, seolah ada orang yang mengejarnya. Ditambah dia dengan begitu lancar nya mengucapkan kalimat syahadat. Bukan kah orang yang bunuh diri itu su'ul khotimah dan rasanya tak akan mungkin mampu mengucap syahadat dengan lancar begitu." Aku berusaha menuturkan analisaku.


" Analisa mu masuk akal Mon, nanti kamu temenin om ke rumah sakit terus kita akan mengantar jenazah kerumah nya. Nanti kita bisa selidiki lebih lanjut di sana" Jawa Om Faza.


Aku mengangguk setuju.


" Ya Allah Mon, apa yang terjadi..? kok baju kamu penuh darah gitu?" ..


Crocos mamah menyambut kepulangan kami. Mama memutar mutar badanku memeriksa setiap inci badanku.


" Tenang kak Marni, itu bukan darah Mona. Itu darah korban bunuh diri di kampus tadi." Jawab om Faza berusaha menenangkan mama.


" Innalillahi, baru sehari aku gak masuk, sudah ada kejadian tragis begini.. dan kenapa ini kejadiannya berulang kali..ya Allah" Gumam mama, lirih. Ia jatuh terduduk di sofa.


" Mama gak usah nyalahin diri sendiri, nanti kami akan selidiki sampai tuntas kasus ini ya..


Mama doain aja, moga kami berhasil " Ujarku berusaha menenangkan mama.


" Apa, kamu mau ikutan nyelidiki ini semua Mon, kan udah ada polisi yang nyelidiki ?" Sentak mama.


" Cuma bantu bantu kok, maa" ucapku santai.

__ADS_1


Mama cuma bisa menggeleng geleng kan kepala, karena mama sangat tau bahwa ia tak akan bisa mencegahku.


__ADS_2