My Adoreable Girlfriend

My Adoreable Girlfriend
Psikopat rindu


__ADS_3

Kinara dan gia adalah sahabat sejak smp,ya gia dulu pernah tinggal di kota yang sama dengan kinara.. Mereka berdua di pertemukan kembali pada waktu SMA dan juga memiliki sahabat baru satu lagi yaitu mima, yangkini tengah bekerja di paris sebagai model.


*****


Kinara mengusap matanya yang masih sembab, matanya belum sepenuhnya terbuka dan juga nyawanya sepertinya belum semuanya terkumpul..... Namun Dia harus terpaksa bangun dengan segera karena alarm di meja dekat tempat tidurnya sepertinya membuyarkan semua mimpi indahnya dengan sekejap.


"ayolah kia.... . Kamu harus pergi bekerja hari ini"


Kata kia untuk menyadarkan dirinya.. Agar segera sadar dengan segenap jiwanya.


Dia menarik tubuhnya sendiri agar cepat-cepat ke kamar mandi.. Hari ini adalah hari dia bekerja di perusahaan yang baru 1 bulan yang lalu dia bekerja.


Sebuah perusahaan ternama, yang memiliki cabang bahkan hampir di seluruh Asia, yang kabarnya pemiliknya memiliki sifat yang aneh.


Jam sudah menunjukkan pukul 7.00 pagi, namun kinara masih berada di stasiun bis.. Sepertinya dia akan terlambat hari ini..


"aduh.... Pasti telat kalau kayak gini"


Gumam kinara dengan gusar, sehingga ia memutuskan untuk menelepon sahabatnya gia, untuk mengantarnya pergi ke kantor.


"hallo gi.. Bisa tidak antarkan aku ke kantor, takut telat.. Kamu kan tahu sendiri sendiri bosku sangat galak"


Terdengar sahutan dari sebrang telpon kalau dia menyanggupi permintaan kinara.


"tunggu aku ya.. "


********


Jam terus berdetak, dan waktu pun tak berhenti, kinara sudah menunggu 15 menit tapi sahabatnya itu belum juga muncul. Beberapa kali ia meneleponnya namun panggilannya tidak pernah di angkat.


" awas saja kalau aku sampai telat... "


Gerutu kinara sambil terus terlihat gusar dan sesekali memainkan hpnya untuk menghilanglan kebosanaan dan juga sekedar menelepon gia yang tak kunjung berhasil.


Sebuah mobil sport melaju dengan kencang ke arah kinara.. Dan tepat berhenti di samping kinara.. Kecepatan mobil itu hampir membuat kinara tak bisa bernafas, siapa lagi kalau bukan gia yang mengendarainya.


"hai.. "


Sapa gia seperti tanpa dosa ke arah kinara yang masih tidak percaya dengan gia.


" ayo naik, katanya telat"


Kata gia, membuat kinara yang ingin marah mengurungkan niatnya, dan langsung naik ke mobil.


"biasanya kamu berangkat jam 8, kok sekarang masih jam 7 sudah berangkat.. Jangan-jangan kamu mau kencan dulu sama sesama pekerja di sana? " ejek gia.


" mulutmu itu loh gi....hari ini itu sekertarisnya bos tiba-tiba saja nyuruh aku masuk pagi katanya ada urusan ".jelas kinara dengan cepat, agar imajinasi konyol gia berhenti.


kinara santai sambil mengelap kaca matanya. Wajahnya yang cantik tetap saja tidak bisa di Sembunyikan walau hanya dengan kaca mata.


" jangan-jangan bosmu itu suka lagi sama kamu".sambung gia, yang masih ingin melanjutkan obrolan tentang Romansa perkantoran.


Jawaban gia membuat kinara tertawa terpingkal - pinkal. Tentu saja membuat gia penasaran.


"kok ketawa... Memangnya kenapa? , gini ya ki,... Kayak di film-film itu kan biasanya kayak gitu. ".imbuhnya lagi.

__ADS_1


" gini nih kalau isi kepalanya cuman sinetron mulu.... Yang aku dengar itu, bosku itu gay, makanya ndak mau kalau semua sekertarisnya perempuan.. Bahkan katanya tidak boleh ada yang masuk ke ruangannya selain orang-orang tertentu.. Dan ini ya, aku bahkan belum pernah bertemu denganya, suka dari mana coba, dari dengkul mu, sebaiknya kamu fokus saja menyetir ".Cerita kinara meluruskan apa yang membuat sahabatnya itu salah faham.


Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya kinara sampai di kantor dengan selamat. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih pada gia, dan berjanji akan mentraktirnya lain waktu.


Kinara yang tau waktunya cuman 5 menit sebelum terlambat langsung bergegas dengan kilat menuju lift.


Namun sepertinya lift sedang tidak bekerja, suasana yang masih lenggang membuat kinara memutuskan untuk lewat tangga darurat.


Tapi dia memikirkan kembali, kalau ia lewat tangga darurat mungkin membutuhkan waktu yang sedikit banyak.. Karena lantai tempat ia bekerja itu adalah lantai 20.


"dari pada telat nunggu lift di perbaiki.. Mending telat karena sudah berusaha. "


Gumam kinara dan dengan ancang-ancang penuh, setelah membuka sepatunya.. Dan mengumpulkan semua tenaganya..


Kinara berlari menaiki tangga tanpa menggunakan sepatu, itu akan lebih memudahkan nya untuk lari daripada harus memakai heels.


Napasnya masih terengah-engah dan sepatunya masih ada di genggaman tangannya, kepalanya terasa berat dan juga matanya terlihat berkunang - kunang..kakinya seperti gemeteran karena terlalu lelah, bagaimana tidak, dia menaiki tangga dari lantai satu sampai lantai 20,dia seperti habis lomba lari maraton 10 KM.


"ah.. ah ah, rasanya mau mati" rintihannya dengan napas yang hampir habis.


Dia belum sempat untuk memakai sepatunya karena lebih dulu di panggil oleh sekertaris yang menyuruhnya masuk kantor hari ini.


"anak baru.. Kenapa lama sekali ayo cepat kesini"


Bentaknya dengan keras yang resplek membuat kinara langsung mengikutinya,tanpa memakai sepatunya terlebih dahulu.


"ingat bos tidak suka bau parfum wanita, jadi sebaiknya kamu tidak memakai parfum hari ini"


"tapi.. "


" dan juga kamu harus bekerja dengan cepat, karena bos tidak suka orang yang lelet mengerti "


" baik.. ".jawabnya singkat walaupun sebenarnya dia seperti ingin mencekik wanita di depan nya, napasnya masih naik turun, tapi sudah di paksa untuk berjalan lagi.


Setelah mendengar wejengan dari seniornya dan juga sekertaris utama di sana, kinara memberanikan diri untuk masuk ke ruangan pak bos yang tak pernah ia lihat sebelumnya . walau kakinya terasa sudah tidak sanggup untuk berjalan.


" pak dia sudah ada di sini"


Kata siska sekertaris utama itu memberitahukan kalau orang yang sedang dia cari sudah menunggunya di luar.


"suruh dia masuk"


Jawab seseorang dari dalam, dari nada suaranya saja sudah membuat kinara berdoa seribu kali karena saking takutnya.


"permisi pak, saya kinara zunara "


Bos itu berdiri dengan tegap sambil membelakanginya di lihat dari aurannya dia bisa membuat orang takut hanya dengan kehadirannya.


" sebaiknya kamu memakai sepatumu terlebih dahulu, saya tidak ingin karyawan saya seperti gembel. "


Resplek membuat kinara langsung menyadari kalau dirinya tengah tidak memakai sepatu.. Kinara menggerus dengan kesal,apakah dia akan di pecat, pikirannya langsung memperkirakan kalau dirinya akan di pecat.


Kinara di beri waktu untuk merileksikan dirinya.. Ya walaupun hanya untuk memakai sepatu.


Ketika berdiri bos itu sudah berdiri tepat di depannya, kinara tidak berani mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


"kenapa melarikan diri dariku... Bukankah kamu sudah berjanji menikah denganku "


Bisik bosnya tepat di telinganya membuat kinara bergidik ngeri dan juga terkejut , apakah bosnya memiliki kelainan seperti yang banyak rumor beredar.


" sepertinya bapak salah orang, ini pertama kalinya kita bertemu "


Gumam kinara sambil meringsut menjauh sedikit dari bosnya.


Namun sepertinya bosnya tidak ingin melepaskan kinara dengan mudah, dia menarik kinara ke dalam pelukanya dan memeluk kinara dengan erat sampai kinara tidak bisa berkata apa-apa dan membuat napasnya sesak.


" bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku, kalau kamu ingin pergi seharusnya memberitahuku terlebih dahulu "


Dia melepaskan pelukannya, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah kinara, kinara menunduk namun bosnya menaikkan dagu kinara, bos itu semakin mendekatkan wajahnya ke arah kinara, sehingga sebuah tamparan mendarat sukses di wajah sang bos.


" anda pikir saya gadis apaan.. Walaupun saya seorang karyawan tapi saya masih memiliki harga diri"


Teriak kinara menjauh, bos itu tersenyum melihat reaksi kinara. Lalu duduk dengan santai yang melihat kinara menahan amarah karena merasa di lecehkan.


"silahkan duduk, kamu sudah lulus tes menjadi sekertaris ku, walaupun penampilanmu sedikit kampungan.. Tapi harga dirimu cukup kamu jaga"


Ucapnya ringan tanpa perduli apa yang sedang di rasakan oleh kinara. Kinara mengatur napasnya, menahan amarah dan juga kekesalan yang mendalam.


"maksud bapak apa? ".perusahaan macam apa yang merekrut karyawan seperti ingin melecehkan mereka.


" kamu pasti tahu rumor yang beredar di kantor ini, kalau para karyawan menganggapku gay, kalau ada sekertaris pribadiku perempuan... Pasti mereka tidak akan menganggapnya seperti itu lagi "


Bosnya berusaha menjelaskan pada kinara kalau dia adalah wanita yang beruntung, namun kinara merasa seolah-olah sedang masuk dalam sarang harimau.


" apa anda benar-benar gay, yang kulihat Anda sangat normal? "


Pertanyaan kinara membuat raut wajah bosnya langsung berubah.


" apa kamu ingin bukti kalau aku gay atau tidak"


Katanya sambil berjalan mendekati kinara, yang santai membuat kinara langsung menyilangkan tangannya di depan badannya.


"datang lebih awal besok pagi, dan juga ganti semua pakainmu.. Besok akan aku kirimkan semua baju yang harus kamu pakai "


" pakaian? Maksud bapak "


" apa kamu tidak tau, kalau şekertaris itu adalah image perusahaan, masa ia perusahaan kita yang lebih besar dalam masalah modern tapi sekertaris kayak anak gembel "


Katanya dengan santai lalu mempersilakan kinara keluar dari ruangannya.


Kinara keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai, bagaimana tidak bosnya itu hampir saja melahapnya, dan juga jam kerjanya sekarang bertambah banyak.


*****/


" kinara... Kinara berani sekali kamu melupakanku, lihat saja nanti bagaimana aku akan mengingatkanmu "


Gumam rey setelah melihat kepergian kinara.


Rey memainkan mainan kunci berbentuk beruang, dia tersenyum geli setiap kali melihat boneka beruang kecil itu.


" pastikan kamu tidak akan menyesal karena melupakanku kinara "

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya..dan tunggu kelanjutan kisah rey dan kinara ♥️♥️♥️


__ADS_2