
kinara dan rey tengah berada di kamar hotel untuk bersiap-siap pulang.
"apa kita tidak bisa pulang ke kota besok.. badanku rasanya mau remuk".protes kinara yang melihat Reytengah membereskan kopernya,
rey baru sadar kalau di sana ada kinara, setelah mendengar kinara mengeluh.
" cepat lepaskan bajumu! ".perintah rey, yang membuat kinara langsung menyilangkan tangannya , dan dengan reflek menjauh dari rey beberapa langkah,
rey melihat respon kinara, yang langsung membuat nya tertawa.
" apa yang kamu tertawakan ".tanya kinara Takut-takut.
" cepatlah ganti bajumu itu, sebelum aku yang melepaskan nya, dan jangan lupa untuk bawa sendiri kopermu ke bawah".kata rey penuh penekanan.
"dasar laki-laki mesum".hardik kinara, yang hampir menangis karena ketakutan.
" makanya cepat an sebelum aku melahapmu Hidup-hidup di sini.. owh yha, kamu bukan tipeku, kalaupun kamu telanjang di depanku, aku tetap tidak akan merasakan apa-apa".ejek rey sambil meneliti, dari ujung kaki sampai ujung kepala.
mendapatkan tatapan seperti itu, kinara dengan kesal langsung ke kamar ganti dan menutupnya dengan keras.
"apa dia perlu mengatakan nya dengan begitu jelas? tapi aku rasa, tubuhku sangat bagus".setelah mengatakan hal itu kinara langsung teringat.
" apa dia benar-benar gay.. ih aku rasa memang begitu.. ya ampun ".gumamnya.
pintu kamar ganti di gedor oleh Alex.
" cepat an.. apa kamu mau kita ketinggalan pesawat? ".teriak rey yang tidak sabaran, setelah melihat jam.
" wah dia memang pria yang tidak sabaran ".gerutu kinara kesal.
************
Kinara dengan berat hati meninggalkan kampung halamnya, kini tinggal di kota tidak semenyenangkan yang dia pikirkan.. Dulu meninggalkan rumahnya adalah hal yang paling membahagiakan hidup tanpa bayang-bayang orang tua adalah hal yang selalu dia inginkan, namun kini dia malah sangat tidak ingin meninggal rumahnya sejengkal pun.
"aduh kalian baik-baik yha honeymoonya "(kata papa dan mamanya rey kepada rey dan juga kinara yang tengah bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu). Kinara mendengar hal itu hanya menjawab senyum pahit, kehidupannya yang aman tentram sebentar lagi akan berakhir.
" honeymoon apa? apa mama tau kalau sebentar lagi kehidupan putri mama yang aman damai dan tentram akan berakhir ".gumam kinara dalam hati.
" rey tolong jaga kinara yha, jangan kerja mulu.. Ingat kalian saat ini mau honeymoon supaya cepat ada baby "(kata mamanya rey sambil memegang tangan kinara dengan senyum hangat, mendengar kata baby rey terlihat langsung tidak suka)
" ini lagi mama mertua minta baby, apa dia tidak sadar kalau puteranya itu gay? ".gumam kinara lagi dalam hati.
" ma kami harus cepat karena jadwal penerbangan kami sebentar lagi "(kata rey dengan cepat).
" yha ma, kami harus cepat, takut ketinggalan pesawat ".sambung kinara sambil mengandeng tangan rey, yang sontak membuat rey terkejut.
Mamanya kinara langsung menghampiri rey dan menyelipkan sebuah kertas ke tangan rey)
" itu hadiah pernikahan dari mama, jangan kasih tau kinara soalnya dia nggk dapat.. Dan tolong jaga kinara baik-baik yha, anaknya memang sedikit bandel "(kata mamanya kinara yang hampir saja meneteskan air mata, dan buru-buru memeluk putrimya itu) dan rey hanya mengangguk menjawab perkataan mamanya kinara.
" kinara sayang, sekarang kamu itu udah jadi istrinya rey, apapun masalahmu dan juga ke sedih mu kamu harus berbagi dengan rey.. Dia sudah jadi suami dan juga teman hidup kamu".nasehat mamanya kinara.
"iya ma.... "(jawab kinara singkat, namun penuh pengharapan)" apa mama tidak tahu,kalau sumber masalah dan kesedihan ku ini dari laki-laki yang ku gandeng tanganya ini".gumam kinara yang hampir menangis.dia masih berharap kalau ini hanya mimpi buruknya dan berharap kalau ini cuman hayalanya dan sebentar lagi dia akan terbangun.
"ya Tuhan jika ini memang mimpi buruk, ayo sadarkan aku".lirih kinara dalam hati, yang tidak sadar kalau rey sudah menatap nya dengan tatapan maut yang siap siaga melahap nya.
" ah aku rasa, aku memang tidak mimpi ".
*****
Rey dan kinara berada dalam satu mobil ,dan langsung menepis tangan kinara dengan keras yang membuat kinara meringis kesakitan.."aw..sakit"
"siapa yang menyuruh mu untuk mengandeng tanganku".kata rey dengan nada kesal.
" bukankah wajar, pengantin baru itu bergandengan tangan,lagian aku sedang menyelamatkan diriku supaya tidak di suruh menciumku ".ucap kinara polos.
rey menoleh ke arah kinara dengan penuh amarah.
" kenapa? kamu tidak tahu tradisi seperti itu? kamu pikir aku suka rela mengandengmu ".hardik kinara, yang kesal dengan respon rey.
namun tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, bahkan suara napas mereka saja sampai kedengaran saking heningnya suasana di dalam mobil, keheningan mereka terganggu oleh suara hp kinara..
__ADS_1
Sorot mata rey seperti mengatakan, "cepat angkat menganggu istirahatku saja"Dan dengan cepat kinara mengangkat hpnya.
"yha kak lian ada apa? "(suara kinara di pelankan karena ia takut akan menganggu istirahat rey, karena dia begitu paham bagaimana bosnya ini kalau tengah marah)
" kinara pak rey menyuruhmu untuk datang ke kantor hari ini jam 10 pagi dan tidak telat. jangan lupa untuk membeli baju seperti yang di bilang oleh pak rey "(kata sekertaris lian untuk memperingati sekertaris baru di kantor itu dengan kesal)
Kinara menoleh ke arah rey dengan kesal " hah hari ini? apakah kak lian yakin, aku dengar kalau pak rey saat ini sedang tidak ada di sana"(kata kinara memastikan kalau informasi yang dia dapatkan tidak salah harinya.)
"itu perintah pak rey, apa kamu tidak membaca e-mail yang aku kirimkan untukmu?".tanya sekretaris Tia Mewanti-wanti.
" ah..aku sudah membacanya kak..tapi aku hanya ingin memastikan saja".ucap kinara dengan cepat.
",ingat jangan sampai telat, atau kamu akan kehilangan kesempatan untuk bekerja lagi di perusahaan ini "(sekertaris lian menutup telpon tanpa aba-aba dan membuat kinara tak bisa mengelak sedikitpun)
(kinara langsung menoleh ke arah rey yang terlihat tengah menutup matanya dan melipat tangannya dengan santai)
" dasar bos gila... Perjalanan ke kota kan membutuhkan waktu 1 jam naik pesawat, dan sekarang sudah jam 8...sampai di bandara sudah Jam 9.. Ah menyebalkan sekali "(gumam kinara dengan kesal.. Dan memeragakan seperti ingin mencekek lehernya rey dan membuat rey terbangun)
" kamu mau ngapain hah"(bentak rey dengan keras sambil mendorong kinara, yang reflek membuat sopir mereka juga ikut mengerem mendadak)
"awww..sakit, ".rintih kinara.
" apa nyonya baik-baik saja".tanya sopir sambil menoleh ke arah kursi belakang.
"ah aku baik-baik saja, seharusnya orang yang mendorong perempuan yang harus minta Maaf".sinis kinara yang di tunjukkan kepada Rey.
" kami tidak apa-apa lanjutkan saja,nanti kami terlambat sampai di Bandara ".kata rey dengan santai,seolah tidka peduli dengan sindiran kinara.
" kamu ngapain suruh aku datang ke kantor, memangnya aku bisa terbang sendiri "(kata kinara pelan dan dengan muka datar dan sedingin eş itu rey menjawab dengan singkat)
" terserah aku dong, itu kan kantor aku dan kamu kerja di sana.. Jadi terserah aku".jawaban yang hampir membuat kinara benar-benar mencekik rey.
"yha tapi kan kita masih di sini sampai bandara aja belum.. "(sambung kinara berharap rey akan mengubah perintahnya)
" kalau nggk mau kerja tinggal serahin surat pengundurann diri kan selesai "(jawab rey lagi)
" dasar psikopat gila nggk ada otak.. ". Lirihnya pelan, namun rey masih saja mendengarnya.
" kalau aku nggk ada otak, aku nggk mungkin punya perusahaan, dan sejak kapan kamu punya keberanian untuk mengatakan hal seperti itu padaku, apa kamu bosan hidup? "(perkataan rey tadi membuat kinara tersadar, laki-laki yang kemarin bisa berbicara santai bukanlah rey yang sebenarnya dan saat ini doa sudah kembali ke hati dirinya sendiri, seorang laki-laki psikopat dan juga tidak punya hati, dengan beringsut namun pasti kinara sedikit menjauhkan dirinya dari dekat rey, dan juga menghindari kontak mata ataupun berbagi argumen denganya)..
"owh yha jangan bersikap seperti kamu mengenalku di kantor yha, aku tidak mau ada gosip yang tidak enak di sekitarku,jadi pastikan kalau kamu bersikap seperti karyawan bukan sebagai nyonya,karena kamu hanya nyonya di atas kertas". Kata rey tiba-tiba, sopir di depan terlihat terkejut.
" iya ya.. Aku bahkan tidak mau melihat mu".jawab kinara tanpa menoleh ke arah Rey.
"siapa juga yang mau melihat mu".sungut Rey.
****
Kinara yang sudah sampai di kota namaz dengan cepat untuk mencari ojek, karena karena kalau dia menggunakan taksi itu akan memperlambat dan bisa saja dia akan telat sampai ke kantor.
"nona kinara koper anda? "(teriak sopir pribadi pak rey pada kinara yang saat ini sedang naik ke ojek yang sudah dia pesan)
" bawakan saja, aku sedang buuru-buru ".teriak kinara sambil berlari setelah keluar dari bandara
" tapi nona"(belum selesai sopir itu memberitahu, kinara sudah melaju meninggalkan bandara)
"tuan apa kita akan menunggu kopernya nona kinara "(dengan tatapan dingin dan senyum penuh artı rey menjawab perkataan supir ya)
" tinggalkan saja, kenapa harus membawa barang rongsokan ke rumahku.. Aku tidak ingin barang-barang murahan itu ada di dekatku,bisa-bisa barang-barang itu mengotori rumahku"(jawabnya santai)(sopir itu hanya diam saja, sambil menggelengkan Kepala).
*****
Ternyata pada akhirnya rey lebih dulu sampai ke kantor daripada kinara, bagaimana tidak motor yang di tumpangi oleh kinara bannya pecah.
Alex yang mengetahui kalau rey sudah balik dengan segera datang ke kantornya..
" yooo hai bro pengantin baru... Bagaimana nih rasanya"(goda Alex yang langsung membuat raut wajah rey dingin dan sedikit kesal)
"dia hanya istri di atas kertas, tidak ada yang istimewa " timpalnya tanpa menunjukkan ekspresi.
" aku tidak tanya bagaimana rasanya menidurinya. Aku hanya tanya bagaimana rasanya ketika berada di pelaminan " ucap Alex menertawakan rey, yang tentu membuat wajah datar rey itu membeku dan mendingin.
__ADS_1
" tidak ada rasanya, kau hanya perlu berdiri lalu tersenyum ke arah para tamu.. "jawaban rey datar.
Alex dongkol dengan jawaban dari sahabatnya ini" kinara itu gadis yang baik, bersikap lembutlah padanya... Kalau memang tidak menyukainya dan membuat nya terluka lebih baik menceraikanya "(saran Alex yang membuat wajah rey langsung berubah ketus.)
" aku baru saja menikah, apa kata media kalau aku bercerai sekarang ". Sambung rey dengan nada menelisik ke arah Alex penuh curiga.
" jadi kamu tetap akan menceraikanya? ".kata Alex.
"itu juga bukan urusan mu, lebih baik kamu kembali ke ruanganmu". Perintah rey dengan nada dingin, di berikan tatapan yang sedikit dingin membuat Alex hanya tersenyum,lalu menepuk pundak rey.
"jangan sampai nanti kamu jatuh cinta, tapi dianya sudah jauh pergi ". Kata Alex mengingatkan sahabatnya itu, karena dia tahu betul rasanya di tinggal ketika sedang sayang-sayangnya..
" kamu pikir aku akan semudah itu jatuh cinta.. Kita berbeda Alex, aku sudah punya orang yang mengisi hatiku.. Entah itu 10 atau 20 tahun kedepan, posisinya tidak bisa di gantikan ".
" siapa yang tahu masa depan, aku hanya memperingati, bahkan kalau kamu hidup dengan debu selama 10 atau 20 tahun sekalipun kamu akan mencintainya". Pugkas Alex.
"mencintainya atau tidak itu urusanku.. Cepat kembali ke ruangan mu ". Perintah rey lagi yang langsung membuat Alex pergi tanpa berkata-kata.
Jujur saja ,rey mudah bimbang sekarang, bagaimana kalau dayana kembali, lalu apakah dia harus menceraikan kinara atau tidak.. Lalu bagaimana nanti dia menghadapi kinara jika ditanya tentang dayana... Kinara yang baru ia nikahi beberapa hari saja mampu menggoyahkan hatinya, bagaimana dengan 10 Atau 20 tahun seperti yang ia katakan tadi.
"aku tidak yakin masih ada dayana 10 atau 20 tahun kemudian,aku bahkan tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengatakan kalau ada dayana di hatiku sekarang".yha gadis seperti kinara yang sudah lama dia perhatikan, sejak kedua orang tuanya memberitahukannya kalau gadis bernama kinara akan menjadi isterinya, dia sibuk mencari informasi dan dia mengetahui kalau gadis itu tidak jauh darinya.
" semoga keputusanku untuk menikahinya, tidak salah.. seperti aku melepaskan dayana untuk laki-laki lain".gumamnya pelan.. Tiba-tiba suara pintu di ketuk, membuat lamunanya buyar, ia sudah menduga kalah itu pasti kinara.
"masuk"
(dia melihat kinara masuk, dan melihat kalau sepatu nya sebelah telah patah haknya dan melihat kalau lututnya berdarah).
"kamu habis dari mana ?aku menyuruh mu untuk datang ke kantor, tapi malah keluyuran".teriak rey dengan kesal.
"maafkan saya pak, tadi".kinara ingin menjelaskan tapi perkataan nya langsung di potong oleh bosnya.
"maaf-maaf.. memangnya aku bapak kamu, enak sekali kamu bilang maaf, kalau sudah tidak ingin bekerja bilang saja, biar aku bisa pecat kamu" (teriak rey dengan keras, mendengar suara terikan rey, Lian yang menunggu di luar langsung mengetuk pintu dan masuk ke ruangan itu tanpa persetujuan dari rey.
"maaf pak menganggu waktunya, pak Robert tadi memberikan kabar masalah kontrak yang belum di tandatangani" (rey yang terlihat Menggebu-gebu tadi Melonggarkan dasinya dengan marah lalu melemparkan beberapa map ke arah kinara) "selesaikan itu hari ini.. menyebalkan sekali, benar-benar tidak becus".terikanya lagi, membuat kinara hampir kehilangan pegangan.
****
kinara membersihkan lukanya di kamar mandi, dan tanpa terasa air matanya jatuh, dan dia menangis dengan kencang.. .
" ini.. "(betapa terkejut nya kinara ketika sekertaris menyodorkan tisu dan juga plester ke arahnya yang sedang menangis)
" kehidupan di kota memang seperti ini.. mau tidak mau suka tidak suka, kita harus Terima kalau tidak, kita tidak bisa bertahan.. jangan terlalu di ambil hati, pak alex memang seperti itu, tapi dia baik kok sebenarnya ".hibur sekertaris Tia, dia paham betul rasanya di marahi oleh Alex ketika pertma kali bekerja di sana, dia bahkan lebih parah dari itu dulu.
"apa kak lian sedang menghiburku.. aku rasanya ingin berhenti saja hari ini" (isak kinara dengan pelan).
"tidak bisa, kamu sudah menandatangani surat perjanjian menjadi sekretaris, disana kamu tidak bisa Mengundurkan diri, meminta risainge ataupun di pecat.. dan juga sebentar lagi aku akn berhenti".ucap sekertaris Tia dengan spontan, kinara menoleh ke arah sekertaris Tia.
" aku bercanda kak, kenapa ketakutan seperti itu.. kak lian mau berhenti bekerja yha? ".kata kinara sambil mengusap air matanya. sekertaris Lian tidak menjawab dia hanya tersenyum merespon pertanyaan kinara.
" ternyata begini rasanya bekerja dengan bos gila itu".lirih kinara pelan.
"cepat tempel plester itu, biar lukanya tidak infeksi, setelah sampai rumah kamu bisa mencucinya lagi, atau kamu bisa ke Klinik".perintah sekertaris Lian.
" luka sekecil ini tidak perlu di bawa ke Klinik".kata kinara pelan.
"kamu selesaikan saja dokumen yang di serahkan pak direktur, nanti kalau ada yang belum kamu pahami, kamu bisa bertanya padaku, dan sebaiknya kamu belajar dengan cepat, karena aku harus risainge lebih cepat".
" resainge? kak lian berhenti? "
"yha, aku akan menikah dan menjadi ibu rumah tangga.. tapi pak direktur tidak membiarkan diriku pergi tanpa ada pengganti".
" jadi? ".
sekertaris lian tersenyum tanpa dosa. " maaf karena merekomendasikanmu.. karena cuman kamu kandidat yang aku rasa cocok di dekat pak direktur ".
" kak lian. kamu melemparku ke dalam Neraka ".ucap kinara lirih, namun masih bisa di dengar oleh sekertaris lian.
" ayo cepat , kita ada rapat dengan pak Robert setelah ini".
"apa aku harus ikut?" tanya kinara.
__ADS_1
"tentu saja, kamu sekarang sekertaris, jadi semua kegiatan dan jadwal pak direktur akan kamu Handel".
setelah jam makan siang berakhir, kinara mau tidak mau harus menghadapi bos gila sekaligus suaminya itu.