
setelah bekerja satu hari full membantu sekertaris lian, kinara bersiap-siap untuk pulang.
"owh yha, besok pagi kita ada meeting di hotel mina Seoul jadi kamu sebaiknya datang lebih pagi".kata sekertaris lian mengingat kan kinara yang tengah membereskan beberapa dokumen yang menumpuk di mejanya.
" baik, saya akan datang lebih cepet, sekertaris lian".
"jangan lupa untuk bersihkan lututmu itu yha, saya pulang duluan".sekertaris lian meninggalkan kinara, dan dengan cepat kinara menyelesaikan tugasnya, sebelum dia bertemu dengan bos gilanya itu.
sesampainya di parkiran mobil, kinara mencari-cari konci mobilnya, dan baru mengingat sesuatu.
" astaga, aku kan nggak bawa mobil...astaga kinara ".lirihnya dengan tersenyum lalu merogoh tasnya untuk mencari ponselnya.
dia mengetik sebuah nama yang tak lain adalah gia.
" yha ki kenapa? ".tanya gia di sebrang telpon.
" aku lupa bawa mobil ke kantor gi, bisa jemput aku nggk? ".tanya kinara.
gia tidak ada jawaban dalam beberapa detik.
" kamu nggk lupa kan ki? ".tanya gia yang malah membuat kinara keheranan.
" lupa apa sih gia? kamu bisa atau ndak? ".tanya kinara memperjelas lagi pertanyaan nya.
dan terdengar di sebrang telpon suara ketawa gia yang hampir memecah gendang telinga kinara, dia menjauhkan telponnya dari jangkauan telinga nya.
" kamu lupa yha kalau kamu sudah nikah? hahaha, kinara.. kinara, ingat yha sekarang itu aku sudah tidak bisa menjemput mu, lagian kamu kan satu kantor dengan suami kamu, masa minta di jemput sih ".ejek gia di sebrang telpon yang membuat kinara teringat sesuatu dan melihat jari manisnya yng sudah tersemat cincin pernikahan.
" aku tutup yha.. bye, jangan lupa bulan madu yha".kata gia langsung menutup telpon.
"gi.. gia, ahhhhh, bisa-bisanya aku lupa kalau sudah nikah.. ya ampun".gerutunya dengan kesal, dia bahkan sekarang tidak memiliki no ponsel rey.
" apa gunanya satu kantor dengan suami yang ada di atas kertas ".lirihnya pelan.dan dengan cepat untuk mencari taksi online.. Yha percuma saja memiliki suami yang bahkan tempat tinggal saja berbeda, boro-boro bareng pulang.
*****
kinara tengah menunggu taksi, setelah ponsel nya kehabisan daya dan tidak bisa memesan GO-CAR.
tittttttttttt...
klakson mobil tepat di samping nya hampir membuat kinara yang tengah melamun mati lemas karena terkejut.
" astaga jantung ku, hampir saja, siapa sih berandal sialan yang klasok sembarangan ".gerutunya dengan kesal sambil mengelus dadanya.
" ayo cepat, sebelum orang lain melihat ".teriak rey, yang lebih membuat kaget kinara, daripada suara kalkson mobil nya.
" mohon maaf Pak, saya sudah pesan GO-CAR, bapak bisa pulang duluan ".tolak kinara dengan sopan, karena saat ini dia sadar masih di area kantor, dan tidak mungkin untuknya meneriaki balik laki-laki yang ada di dalam mobil itu.
" naik atau aku tarik kamu masuk ke dalam mobil? ".teriak rey dengan nada mengancam.
kinara dengan cepat ingin membuka pintu kursi penumpang namun lagi-lagi di kaget kan oleh suara kasar rey.
" memangnya kamu pikir aku supirmu ".kata rey ketus yang tambah ingin membuat kinara ingin mencekiknya karena kesal.
kinara dengan cepat lagi, membuka gangang pintu kursi depan.
" bicara nya biasa aja kali, aku juga bisa denger kok".lirih kinara pelan, sambil menahan tangis.
"apa katamu? ".bentak rey yang membuat kinara langsung terdiam.
******
sesampainya di rumahnya rey,kinara mulai takjub dengan penampakan rumah yang begitu mewah.
"wah.. seperti ini rumah nya orang kaya, benar-benar luar biasa".gumam kinara takjub.
dia melewati rumah besar itu dan berhenti tepat di sebuah rumah Persis di belakang rumah megah dan besar itu.
" ayo turun ".perintah rey, yang membuat kinara dengan senang hati untuk turun dari mobil itu, lebih tepatnya dia ingin lebih cepat untuk merebahkan tubuh nya setelah seharian full jadi budak korporat dari perusahaan suaminya.
rey membawa kinara masuk ke rumah di belakang rumah besar itu.
kinara menatap ke arah rey yang berjalan di depannya. dan ketika masuk kinara sudah di sambut oleh beberapa pelayan yang lansung membungkuk ke arah mereka, yang sontak reflek membuat kinara langsung ikut membungkuk.
"selamat datang nyonya, selamat datang tuan".kata pelayan yang paling tua.
kinara dengan kikuk menjawab dengan senyuman.
rey memberikan isyarat, kepada penjaga untuk membantu kinara.
" mari nyonya saya antarkan ke kamar, Nyonya ".kata pelayan tua itu, kinara menoleh ke arah rey, berharap diberikan penjelasan. tapi rey meninggalkan nya tanpa menoleh sedikitpun.
" mari nyonya ".katanya lagi sambil menarik pelan tangan kinara, yang mau tidak mau, kinara mengikutinya, setelah melangkahkan kakinya di rumah itu, kinara baru sadar kalau rumah itu sangat besar.. rumah kaca , yang sangat besar, seperti rumah transparan.,kinara masih tidak bisa berhenti takjub.
" ini kamar nyonya".katanya pelan dan lembut, seolah-oleh tengah berbicara dengan seorang ratu.
"wah, kamarnya sangat bagus".kata kinara dengan penuh senyuman.
pelayan tua itu ingin meninggal kan kamar itu, namun di cegah oleh kinara.
" apakah koperku ada disini ? ".tanya kinara dengan semangat. pelayan itu terlihat heran.
" maaf Nyonya, tuan cuman memberitahukan kami untuk membersihkan rumah bunga, dan dia tidak memberikan kami koper nyonya".katanya dengan tegas.
"rumah bunga? ini rumah bunga, lalu bunganya dimana? ".tanya kinara penasaran, pembantu itu mendekat ke arah arah dinding yang di tutup oleh gorden , lalu dia menyibaknya dengan santai, dan bg kinara bisa melihat kalau disana full dengan bunga yang tengah bermekaran.
" wah cantik sekali,pantesan dari tadi aku mencium aroma bunga".takjub kinara, walaupun matahari sudah terbenam, namun terlihat jelas sekali Bunga-bunga yang bermekaran.
"boleh aku minta tolong untuk tanyakan koperku pada rey yha, soalnya ada beberapa dokumen penting ku disana".katanya dengan nada tidak enak.
" baik nyonya, ada lagi nyonya? ".ditanya seperti itu, kinara langsung tersenyum dan mendekati pelayan tua itu.
__ADS_1
" apa rey akan tidur disini? ".pelayan tua itu tersenyum.
" tidak nyonya, Tuan akan tidur di rumah utama".mendengar itu kinara langsung tersenyum semuringah.
"yes.. Terima kasih Tuhan. ".replek dengan nada kegirangan yang membuat para pembantu disana langsung menegok ke ayahnya.
" hah? ".pelayan tua itu sampai speechless karena kinara begitu senang karena tidak tidur satu ranjang dengan suaminya.
" tidak ada, kamu boleh pergi, jangan lupa untuk menanyakan koper ku ".tuturnya lagi dengan nada sopan.
" baik Nyonya ".jawabnya pelan, lalu berlalu dari kamarnya kinara.
*******
setelah pelayan itu berlalu dari kamar nya, dia akhirnya bernafas lega, dia membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk.. rasanya dia tidak pernah tidur satu tahun, saking capeknya.
" ah, gaji besar, ternyata membutuhkan lebih banyak tenaga.. dan aku baru sadar, ternyata menjadi sekertaris itu tidaklah semudah yang di lihat ".lirihnya pelan.
tok.. tok.. tok..
pintu kamarnya di ketuk seseorang, kinara dengan enggan bangun untuk membukakan pintu.
" nyonya, maaf menganggu ".tenyata itu adalah pelayan tua tadi.
" ah tidak apa-apa, apa kamu membawa koperku? ".tanya kinara penuh harap.
pelayan tua itu terlihat tidak enak hati untuk menyampaikan jawabanya.
" kata tuan, koper anda di tinggal di bandara ".katanya dengan nada tidak enak.
" ditinggal?hah ditinggal,maksudnya dia sengaja meninggalkan koperku begitu atau bagaimana?".kinara mendengus kesal, dia ingin berkata kasar, tapi melihat di depannya adalah orang tua, dia mengurungkan niatnya.
kinara ingin marah, dan ingin sekali memukul rey sekarang juga, tapi dia ingat kalau di depannya sekarang ada orang tua.
"apa dia tadi bilang meninggalkan koper ku dan mukanya tidak ada rasa bersalah sedikitpun atau dia merasa terkejut karena sudah meninggal kan koper ku? ".tanya kinara yang membuatmu pelayan tua itu hanya menggelengkan kepala.
" apa nyonya baik-baik saja? ".tanyanya lagi memastikan, yang melihat reaksi dari Nyonya mudanya.
" yha aku baik-baik saja,.. kalau begitu anda bisa pergi istirahat, karena aku harus meditasi agar pikiranku bisa jernih ".ucap kinara, masih dengan senyuman di wajahnya. melihat pelayan itu tidak bergeming dari depan pintunya.
" aku baik-baik saja, anda bisa istirahat sekarang ".tambah kinara lagi, agar pelayan itu segera pergi, dan dia bisa menyumpahi rey sebebas-bebasnya.
pelayan itu menarik napas berat, yang membuat kinara merasa dia membuat suatu kesalahan.
" apa aku membuat kesalahan? ".kinara bertanya dengan hati-hati.
" tuan menyuruh nona segera mandi, agar bisa pergi makan malam ke rumah utama".kinara heran dengan rumah utama.
"ternyata dia masih ingat memberikan istrinya makan. ".sungutnya kesal.
" kenapa kita harus makan di raumah utama? dimana rumah utama? apa kita tidak bisa makan malam di sini saja? ".tanya kinara.
"tidak bisa Nyonya, harus di rumah utama".tegas pelayan tua dengn tidak lupa senyuman di wajah rentanya.
"kami dilarang masak si rumah kaca Nyonya, jadi kalau sarapan ataupun makan malam harus ke rumah utama".terang kepala pelayan.
" makan disana bukan berarti harus masak disana bukan ? ".tanya kinara malas, dia benar-benar sudah capek seharian ini.
kinara mencoba mencerna setiap kata yang dikeluarkan oleh pelayan tua itu, dan dengan sopan kinara menyuruhnya untuk menunggu nya di lantai bawah.
"aku akan segera turun setelah mandi, dan pergi makan malam ke rumah utama sialan itu".kata kinara menahan kesal, pelayan tua itu segera undur diri.
setelah memastikan kalau tidak ada orang, kinara mengambil bantal dan menutup wajah nya agar meredam suaranya yang akan mengumpat rey.
" dasar brengsek nggak punya hati, bos korporat kejam, gaya kecentilan, laki-laki mesum.. ahhh".kinara memukul-mukul bantal dengan keras, lalu membanting-bantingnya dengan keras.
"dasar nggk punya hati, mesum, nggak punya otak, aku pasti akan mencekikmu sampai kehabisan napas, lalu membantingmu dengan keras seperti ini".teriak kinara sambil mempraktikkan apa yang dia ucapkan dengan bantal.
" lihat saja nanti, kalau sampai koper ku hilang.. aku pasti akan membuat harimu jadi hancur ,lihat saja nanti bos korporat jahat..ahhhh".teriaknya kesal, sambil membanting guling yang ada di kasurnya.
ketika dia menghadap depan, betapa terkejut nya, karena ternyata ada seorang pembantu yang Melihatnya dengan tertegun, kinara yang menyadari kalau ada yang melihatnya melakukan adegan yang memalukan membuatnya terkejut sampai terduduk di tepi ranjang.
"maaf nyonya, aku habis menyiapkan air hangat untuk Nyonya mandi".lirihnya membela diri, wajahnya terlihat pucat.
kinara bahkan tidak sanggup untuk berkata-kata.
" apa Nyonya membutuhkan sesuatu lagi ".tanyanya dengan canggung.
" aaaa.aa.kkkku membutuhkan baju ganti, bisa kamu siapkan ".pembantu itu tersenyum gugup, dia menjawab dengan anggukan lalu pergi berlalu.
kinara langsung melihat semua yang berpintu di kamar itu dan memeriksanya.
" Aaaaa.. mama.. aa.. memalukan sekali".pekik kinara mencoba menahan air matanya saking malunya.
"gara-gara bos korporat kejam itu, awas saja kalau sampai koperku tidak ketemu, aku pasti akan menuntut nya, dan menceraikan langsung.. ah aku malu sekali.".pekiknya dengan pelan., dia Rasa-rasanya ingin menghilang saja saking malunya.
*********
kinara mengikuti pelayan tua ditemani beberapa pelayan di belakang nya, kinara menarik tangan pelayan tua yang berjalan di depannya.
"ada apa Nyonya? ".tanyanya menghentikan langkah nya.
" berapa lama lagi kita akan jalan, apa rumah utama itu sangat jauh?".tanya kinara yang sudah seperti sangat lelah untuk berjalan.
pelayan tua itu tersenyum, lalu menunjuk ke rumah besar yang ada di hadapan mereka.
"ah jadi ini rumah utamanya".sungut kinara paham, karena tadi sore dia melewati rumah besar dan megah bak istana dalam negeri dongeng itu.
" rumah orang kaya, memang beda dengan orang-orang pada umumnya ".lirihnya pelan.
pelayan tua itu memencet bel pintu belakang, namun tidak ada yang membukakan pintu, belum kedua kalipun tidak ada yang membukakan pintu.
__ADS_1
" apa masih lama? aku pikir tidak jadi lapar, karena harus menunggu begitu lama hanya untuk di bukakan pintu".imbuhnya yang mulai kesal.
"maafkan kami Nyonya".katanya dengan sopan, yang membuat kinara tak enak hati.
bel ketiga kalinya, mereka masih belum dibukakan pintu, sampai bel ke 6pun mereka belum juga di bukakan pintu.. ketika pelayan tua ingin memencet bel lagi, kinara menghentikan pelayan tua.
"biar aku saja.. apa korporat gila itu ingin menguji kesabaranku".katanya dengan kesal.
kinara memencet-mencet bel dengan durasi sering, dia terus memencet-mencet nya.
" kita lihat seberapa tahan kamu di dalam sana dengan suara bel pintu ini".gumam kinara.. pelayan lain ingin menghentikan nya namun di cegah oleh pelayan tua dengan satu kali lirikan mata.
hingga beberapa saat ada yang membukakan pintunya, bukannya terlihat bersalah wanita pelayan di depannya ini malah terlihat mengejek.
"ada apa bu kim? kenapa anda memencet bel seperti orang gila? bukankah anda sudah tahu, sandi Morse bel di pintu belakang".kata gadis muda, yang membukakan pintu, kinara langsung bisa tahu kalau gadis itu pasti orang yang sangat arogan dan sudah pasti akan sangat menyebalkan.
"apa kamu mau di pecat? ".tanya bu kim kembali dengan suara tegas, tidak lembut tapi tidak juga kasar, namun penuh dengan intimidasi.
" kami sudah memencet bel lebih dari 6 kali, apa kamu tahu Nyonya sudah menunggu dari tadi".kata pelayan tua yang ternyata adalah bu kim, Ketua pelayan di keluarga nugraha.
"oh, aku tidak tahu kalau Nyonya rumah ini tinggal di rumah kaca.. ".sungutnya dengan nada menghina.
kinara tersenyum mendengar perkataan dari wanita di depan pintu besar ini.
" nona meydin.. ah aku akan memanggilmu, pelayan dari rumah utama".kata bu kim penuh penekanan, dan terlihat jelas wanita di depannya itu langsung berubah ekspresi wajahnya.
"aku peringatkan padamu sebagai Ketua pelayan disini, dimanapun Nyonya tinggal, dia tetap lah Nyonya disini, walaupun dia tinggal di rumah kaca statusnya tetap lah Nyonya, jadi taruhlah hormat padanya, kalau tidak, aku akan melaporkan mu pada tuan, karena bersikap tidak sopan pada Nyonya". peringatan dari bu kim sepertinya sangat berpengaruh pada wanita pelayan muda itu, kinara bisa menaksir kalau wanita itu mungkin lebih kecil dari usia dia.
"maafkan aku".
" ayo cepat masuk, kalaukalian masih mau beradu argumen tunggu aku selesai makan oke".sungut kinara yang mulai kesal.
******#######***********
kinara terperangah dengan kemewahan isi rumah utama itu, rasanya ia seperti masuk ke Negri dongeng dan sekarang sedang menjelajahi istana kerajaan.
di meja makan kinara melihat rey yang tengah makan malam sendiri, dia hanya melirik dengan ekor matanya ketika kinara sampai di meja makan.
"ternyata ada tindak enaknya juga yah jadi orang kaya.. punya banyak makanan, tapi cuman makan sendirian".lirih kinara yang sengaja dia tujukan pada rey.
" Nyonya silahkan duduk".dipersilahkan duduk, kinara dengan senang hati.
kinara dengan antusias mengambil makanan yang ada di depan nya karena dari kemarin dia belum makan Apa-apa, dan selama pesta pernikahan, dia cuman di berikan beberapa kue kecil untuk pengganjal perut.
baru saja ia akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, rey dengan santai menatap tajam ke arah kinara.
"aku sudah selesai makan".kata rey, dengan tersenyum penuh arti.. kinara tidak mengerti ucapan rey, kenapa berhenti makan saja harus melaporkan nya.
dan dengan secepat kilat semua makanan di atas meja segera di pindah kan begitu juga makanan yang ada di tangan kinara.
" tunggu sebentar.. biarkan aku makan sedikit saja".kata kinara mengambil makanannya lagi.
"maaf Nyonya tuan sudah selesai makan".kata pelayan itu dengan sopan, yang mengambil kembali makanan di tangan kinara.
" yang selesai makan kan cuman dia? kenapa aku juga yang harus berhenti makan".gerutu kinara yang tengah menahan lapar, di tambah nyeri di lututnya kini terasa sakit.
bu kim terlihat, menghela napas berat, melihat itu rey ikut menghela napas berat.
"bu kim bisa kita bicara sebentar? ".kata rey yang di tujukan kepada bu kim yang berdiri di samping kinara yang masih terlihat pasrah karena tidak di beri makan malam.
mendegar nama bu kim di sebut reflek kinara mengajak semua yang tinggal di rumah kaca pulang.
" bu kim ayo kita pulang.. sepertinya kita tidak diberikan makanan, jadi untuk apa kita disini ".ajak kinara pada bu kim karena dia mendengar tadi rey mengajak bu kim untuk berbicara. bu kim menjawab dengan senyuman sekaligus anggukan.
" maaf tuan, saya harus mengantarkan Nyonya ke rumah kaca, jika ada yang ingin anda bicarakan, anda bisa datang ke rumah kaca ".kata bu kim.
" tidak usah datang kesana, karena di sana tidak ada makanan apapun,aku takut tuan rey Nugraha yang kaya raya itu akan merasa kelaparan disana".sungut kinara kesal.
sampai kinara lupa kalau harus membahas masalah kopernya.
"kamu".
" kenapa .. Owh yha lain kali tidak usah menyuruhku untuk datang ke rumah kamu ini lagi, aku masih bisa memberikan diriku makanan".potong kinara dengan cepat dan dengan segera menarik tangan pelayanya itu.
"owh yha lain kali tidak usah menyuruhku datang makan ke rumah utama atau apalah itu, aku bisa makan sendiri dengan uangku".
********
ketika sudah berada diluar, kinara menghela napas lagi, di tambah dengan suara kriuk kriuk perutnya yang kelaparan.
kriuk.. kruk.. kriuk..
bunyi perut kinara terdengar jelas di keheningan langkah mereka, kinara berusaha mempercepat langkahnya agar rasa malunya tidak berlipat ganda.
, setelah sampai di rumah kaca kinara langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.
dia menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya karena kelaparan.
"mungkin seperti ini rasanya orang-orang yang kelaparan di jalan-jalan karena tidak punya uang".isaknya dengan pelan.
selang beberapa menit pintu kamarnya diketuk seseorang, mendengar ada yang datang, langsung mengusap matanya.
" maaf Nyonya menganggu waktu nya, saya di suruh antar ini sama bu kim ".ternyata dia di antarkan 3 buah apel dan 1 botol mineral water.
kinara yang melihat apel langsung menangis dan memeluk pembantu nya.
" Nyonya, anda baik-baik saja?apa anda baru saja menangis? ".tanyanya dengan khawatir di tambah dia melihat Nyonya nya itu Memeluknya dengan erat.
"Terima kasih telah pengertian memberikanku makanan,untung saja kalau tidak aku pasti sudah meninggal kalau telat satu hari lagi ".tutur kinara penuh dengan rasa Terima kasih dan juga isak tangis yang tentu membuat pembantunya itu merasa keheranan
" Nyonya tidak akan mati kalau tidak makan satu kali".ucap sisi dengn agak takut-takut yang melihat nyonyanya yang tidak kunjung berhenti menangis.
__ADS_1
"aku tidak pernah makan 3 hari".kata kinara bercanda yang malah di tanggapi serius oleh sisi, karena melihat wajah keterkejutan sisi yang menganga mulutnya mendengar penuturan kinara.
" bercanda ".tambah kinara dengan cepat sambil menyunggingkan senyumanya