
"sayang, bagaimana kabarmu.."
Suara dari sebrang telpon membuat kinara rindu dengan kedua orang tuanya, walaupun dia terbilang keluarga mampu.. Kinara tetap memutuskan untuk pergi bekerja ke luar kota,karena dia tidak ingin membebani kedua orangtua nya.
"baik ma..seperti biasa, bagaimana keadaan keluarga di sana? "
Pertanyaan kinara membuat orang di sebrang sana terdiam, lalu terdengar suara tangis, tentu membuat kinara menjadi khawatir dan gusar.
Telpon di tutup secara sepihak, setelah menanyakan kabar.. Kinara mencoba menelepon mamanya dan seluruh keluarga di sana tapi hasilnya nihil.
******
Situasi bandara terlihat masih agak lenggang, maklum saja ini masih jam 3 dini hari, setelah telponnya di tutup secara sepihak dan juga tidak mendapat respon dari semua keluarganya tadi sore,membuat kinara memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, ia tak ingin ambil resiko dan memilih penerbangan tercepat untuk sampai ke kampung halamannya, dan dia hanya dapat tiket jam 3 dini hari.
"spot Light... Spot Light "
Lagu terbaru dari girl band twice mendayu dari handphonenya, membuatnya langsung merogoh kantong jaketnya.
Tertera disana kalau yang menelepon ya adalah sekertaris tia, kia menjawab dengan cepat, takut-takut ada hal penting yang akan di sampaikan oleh sekertaris jutek itu.. Di tambah ia lupa untuk izin cuti.
" hallo, sekertaris Tia.. Saya mau "
Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya sekertaris Tia langsung memotongnya.
" kinara saya mau bilang sama kamu, kalau kamu di suruh libur sama pak direktur.. Katanya kamu itu butuh persiapan sebelum menjadi sekertarisnya.. Dan juga aku mengirimkan uang ke rekeningmu, untuk membeli pakaian dan juga apapun yang di butuhkan untuk menjadi sekertaris, jangan lupa untuk tidak memakai kaca mata.. Apa matamu buta? benar-benar sangat menganggu, berhentilah untuk bersikap norak karena kamu sekarang seorang sekertaris dari pemilik perusahaan terbesar di asia mengerti ".ocehnya dengan cepat , yang hampir membuat kinara sakit telinga.
" mengerti kak... Sampai kapan saya akan di kasih cuti kak"
Tanya kinara dengan senyum yang mengembang.
"pokoknya kapanpun bos menyuruhmu masuk, dan juga bos pesan padaku untuk kamu jangan membeli baju yang aneh dan menjijikkan.. Jangan lupa untuk pergi merawat diri agar kamu terlihat lebih seperti seorang gadis bukan seorang gembel mengerti "
Hardik sekertaris Tia, tanpa memberikan kesempatan pada kinara untuk berbicara sedikitpun.. Setelah selesai mengoceh seperti biasa sekertaris Tia akan menutup telponnya.
" pagi-pagi batu dia menelponku hanya untuk menghina, lagian siapa juga yang mau jadi sekertaris.. Kan dia sendiri yang menyuruhku.. Dan mana ada penampilanku norak, memangnya semua orang yang pakai kacamata norak.. Dasar nggak ngerti fashion, dan juga bos gila itu... Dia hampir saja melecehkanku ,sekarang dia malah menghinaku mengatakan kalau pakaikanku menjijikkan,dasar pria mesum dan Psikopat"
Gerutu kinara balik, tapi dia bersyukur di saat ia mau minta cuti malah perusahaan memberikan dia kelonggaran.. Benar-benar suatu berkah.
" tapi syukurlah.. Aku nggak perlu minta cuti, malahan di kasih waktu cuti, ternyata tuhan tidak pernah tidur " sambungnya sambil tersenyum lebar.
******
Setibanya di rumahnya kinara melihat kalau gerbang rumahnya masih tertutup rapat,namun tidak tekunci... Satpam pun terlihat sedang tidak berjaga, tentu hal ini bukanlah pemandangan biasa yang pernah ia lihat di rumahnya.
"kemana semua orang?"
Kinara membuka sendiri gerbang dan tidak terkunci, suasana rumahnya terlihat sepi.. Dan sedikit mencekam... Terlebih lagi suara seretan kopernya membuat suasana sedikit terdengar menyeramkan di pagi yang buta.
"mama... Papa, kia pulang "
Teriak kinara, namun tidak ada sahutan sama sekali.. Dan ternyata pintu rumahnya juga tidak terkunci.
" tumben sekali pintu tidak di kunci... Mama.. Papa... Kia pulang"
"non"
Seseorang berisik di belakang kinara yang membuat kinara langsung berteriak karena terkejut.
"aaaa"
"non.. Ini bi nurim ".kata wanita di belakangnya, yang ternyata adalah asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.
" astaga bibi.. Bikin kaget saja, kenapa sih manggil pakai bisik segala, takut tau "
Ucap kinara dengan kesal.
" non saja yang kaget berlebihan.. Orang bi nurim dari tadi panggil non tapi non nggak nyahut-nyahut " kata bi nurim membela diri.
" kemana mama sama papa ni? "
Pertanyaan dari nona mudanya membuat bi nurim terdiam, ada gambaran sedih yang tak bisa di ungkapkan yang terlihat jelas di wajah bi nurim.
" bi... Jangan kayak orang sok sedih deh .. Tinggal bilang, di mana papa sama mama saya kan beres"
sambung kinara dengan cepat, yang melihat gelagat bi nurim yang seperti ingin bungkam.
"tuan sedang di rumah sakit non... Sejak 1 minggu yang lalu beliau masuk rumah sakit, sedangkan nyonya sedang menunggu tuan"
Sontak pernyataan bi nurim langsung membuat kinara terkejut dan wajahnya langsung memucat, keputusannya untuk balik kampung ke kotanya memang tidak salah, pantesan mama atau papanya tidak pernah menghubungi dari satu minggu yang lalu padahal mereka biasanya mengoceh setiap malam ketika menelponya.
*** *
Kinara menemui papa dan mamanya di rumah sakit, rasa haru, sedih dan juga menyesal bercampur menjadi satu.
"maafkan kia pa..seharusnya kia langsung pulang, kalau mama dan papa minta kia pulang "
Kata kia memeluk mamanya yang sedang menjaga papanya.
Mamanya mengusap kepala putrinya, dan tersenyum senang karena akhirnya putrinya itu pulang juga setelah sekian lama.
" papa senang kamu pulang nak.. Jangan sedih papa baik-baik saja"
Hibur mamanya, papanya hanya tersenyum lalu memberikan kode kepada mamanya, kinara bergilir memandang mama dan papanya..
"emm... Kia, mama sama papa mau minta maaf terlebih dahulu sama kamu"
Sambung mamanya yang terlihat tidak tega melihat putrinya yang kebingungan,papanya memegang tangan putrinya berharap putrinya tidak akan merasa tersakiti dengan apa yang akan di katakan oleh mereka.
"ih mama sama papa ada apa sih... Kia kan jadi takut"
Kata kia yang masih penasaran tentang apa yang akan di katakan oleh kedua orang tuanya.
"3 bulan yang lalu sahabat papa datang kesini... Dan dia menagih hutang sama papa dan keluarga kita"
Kinara semakin di buat bingung dengan perkataan papanya yang terbata-bata karena selang oksigen masih terpasang di mulutnya.
"lalu papa punya hutang berapa? "
Tanya kinara dengan sopan masih sambil memegang tangan papanya.
Papanya menyuruh mamanya untuk berbicara dengan putri kecilnya itu.
__ADS_1
"bukan hutang uang sayang.. Tapi hutang janji,ini juga hutang janji antara kakek kamu dengan keluarga mereka"
"lalu hubungannya dengan kia apa? "
Mamanya menarik napas berat, lalu memegang wajah putrinya itu.
" mereka ingin kamu menikah dengan putra dari keluarga mereka"
Sontak kinara langsung speacless dan juga menjauh dari mamanya.
"sayang.. Dengarkan dulu"
"ma...astaga, menikah.. Itu nggak masuk akal, kalau ia kia menikah bukan karena mau melunasi janji pa..ma.. Nggak.. Nggak kia nggak mau menikah ma.. Pa"
Kinara menolak dengan tegas perjodohan ini. Tiba-tiba papanya kejang-kejang tentu saja membuat mamanya panik dan juga kinara.
"papa.. Papa kenapa, dokter "
Segerombolan dokter datang ke ruangan itu, memeriksa keadaan direktur dari rumah sakit itu.
" ma.. Papa kenapa"
Suasana di ruangan itu tiba-tiba menjadi mencekam, mamanya diam seribu bahasa, sedangkan papanya masih di periksa oleh dokter yang silih berganti berdatangan.
"bagaimana dengan kondisi papa saya dok... "
Pertanyaan kinara di jawab hanya dengan helaan napas berat.. Lalu dokter itu pergi tanpa memberitahukan sepatah katapun.
" papamu saat ini tidak bisa mendapatkan tekanan "
Jawab mamanya, yang masih duduk di samping kinara.
" maksud mama."
"papamu sangat berutang budi dengan keluarga sahabatnya.. Mereka sudah membuat janji sejak masih duduk di bangku smp... . Dan mereka terus menerus menagih janji itu sedangkan kamu tidak pernah mau pulang, akhirnya papa jatuh sakit karena itu.. Apalagi tadi kamu menolak dengan keras, mau di taruh di mana muka kami"
Jawaban mamanya membuat kinara terdiam, memang selama ini papa dan mamanya tidak pernah keras kepala kepada setiap keputusannya. Mungkin kali ini ia harus mengalah, tapi sebuah pernikahan terlalu sangat tidak masuk akal bagi kia, gadis yang baru 2 tahun yang Lalu menyelesaikan pendidikannya, dan baru beberapa bulan bekerja, bağaimana mungkin ia akan menikah di usianya yang sangat belia.
"tapi tetap saja ma.. Menikah... Kenapa harus menikah, kalau menjadi pembantu mungkin kinara akan langsung bersedia, tapi ini menikah.. Astaga.. Permintaan gila ma"(sergah kinara dengan tegas.)
"sayang kami tidak akan memaksamu untuk menikah, karena itulah... Papamu sakit karena ia tak ingin kamu menikah, tapi mengharapkan kinan untuk menanggapi hal ini sangat tidak mungkin, dia saja tidak pulang.. Dan Kami sama sekali tidak tahu keberadaanya di kota.. Kami harus bagaimana lgi selain mengharapkan kamu"
Kinara terdiam sejenak, dia memang bukan satu-satunya putri di keluarganya, ia masih memiliki saudara perempuan, yaitu kinan yang entah berantah di mana rimbanya.. Mereka saudara kembar namun berbeda wajah.. Yha seperti bukan saudara kembar.
" yha ampun.. Mimpi apa aku semalam. "
" sayang.. Mama tau ini permintaan berat, tapi kami harus bagaimana, mama dan papa sudah mencoba menghubungi kinan "
" ma.. Kita sudah hidup di zaman modern.. Dan sebuah pernikahan itu tidak bisa di laksanakan karena hanya sebuah janji "
" kami tau... Tapi bagi orang tua seperti kami, janji itu adalah hal yang sakral, dan itu menjadi hutang seumur hidup sayang ".ucap namanya.
" kukira hal seperti ini cuma ada di novel-novel ternyata ada di dunia nyata juga".imbuhbya dengan pelan.
Kinara seperti kehabisan akal, walau bagaimanapun dia menolak perjodohan itu dia masih belum menemukn solusinya, dankondisi papanya semakin hari semakin memburuk di tambah dia sangat was-was jika ada telpon untuk mwnyuruhnya masuk bekerja.
*******
"papa yakin mau pulang sekarang.. Papa masih belum sehat "
Papanya tersenyum mendengar nasihat putri kecilnya itu.
" tentu sayang, papa harus memberi tahu pada George kalau pernikahan kalian harus di segerakan "
Kinara hanya bisa tersenyum pahit mendengar penuturan papanya. Dia harus berkorban kali ini demi kesehatan papa dan mamanya dan juga demi marwah keluarganya, dan meminta diri untuk membawa tas ke mobil lebih dulu.
" sayang, mereka kan harus bertemu terlebih dahulu sebelum menikah ya kan sayang "
Sahut mamanya tak kalah antusias. Sedangkan kinara hanya tersenyum pahit ke arah mama dan papanya yang terlihat sangat bahagia.
" tentu saja".jawab papanya dengan senyum semringah.
"apa kita tidak terlalu memaksakan kehendak, mereka mungkin punya pasangan masing-masing... Kita bahkan belum bertanya pada kinara apa dia punya kekasih atau tidak"
Kata mamanya kinara, berharap suaminya itu akan memikirkan kembali keinginan untuk me joddohkan putri mereka.
"kalau mereka tidak suka, mereka tinggal bilang tidak mau kan beres, mama ini terlalu berlebihan... Kalau bukan kinara yang menikah, lalu siapa yang bisa kita andalkan.. Papa ingin beristirahat dengan tenang dan almarhum kakeknya kinara bisa beristirahat dengan bahagia ".jawab papanya lagi.
" yha tapi".
"kita dulu menikah juga karena di jodohkan.. Dan mama lihat kan kita hidup bahagia ".sambung papanya lagi,
" papa, zaman kita sama mereka itu berbeda, kalau ternyata putranya gorge punya kekasih dan malah membuat putri kita menderita bagaimana? ".mamanya kia mewanti-wanti dari sekarang, karena dia tahu bagaimana sakitnya dulu dia harus menikah dengan laki-laki yang di jodoh kan keluarga nya dan melepaskan kekasihnya, ia hanya tak ingin puterinya mengalami hal yang sama.
" sayang kamu itu terlalu berlebihan, gorge itu orang baik, istrinya juga begitu.. Mereka pasti akan memperlakukanku kinara dengan baik"
"yang akan menikah dengan kinara itu putranya gorge bukan gorge... Tolonglah pa, kinara juga masih muda baru 23 tahun dia masih punya banyak hal yang ingin dia lakukan ".sambung mamanya kia.
" mama mau kinara juga bersikap seperti kinan, kinan seperti itu karena kita terlalu memberikan dia kebebasan... Sekarang lihat, kita bahkan tidak tahu dia sekarang ada di mana, tinggal dengan siapa.. Papa hanya tidak ingin kita kehilangan kinara seperti kinan"(kata papanya kinara tak kalah serius... Namun bagi mamanya kinara, kinara terlalu polos dan juga muda, dia tidak rela kalau putrinya harus menikah dengan laki-laki yang tidak putrinya cintai, atau mungkin laki-laki tidak akan pernah mencintai puterinya.)
*******
Setelah menyanggupi perjodohan konyol itu, kinara memutuskan sementara waktu untuk mengistirahatkan pikiran ya di dalam kamar tidur.. Suara telpon memecah kegaluan kinara... Dia merogoh ponselnya dari dalam tas kecil yang dia simpan di atas kasur.. Sebuah panggilan dari sahabatnya.
"kiaaaaa.... "
Suara gia hampir memecahkan gendang telinga kinara... Segera kinara menjauhkan ponselnya dari telinganya.
" gia,pelankan suaramu itu.. Kamu kira aku tulli "
(jawab kinara dengan nada tak semangat)
" maaf.. Kamu sih nggak bilang kalau mau pulang, terus ngilangnya lama banget lagi... Kamu ngapain di sana, mau nikah? "
Canda gia, karena sahabatnya itu lama sekali mudik, namun kinara langsung mengiyakan perkataan gia .
"memang aku mau nikah, kenapa menelpon ku? "
Tentu saja membuat gia terkejut dan tentu saja teriakan yang memekakkan telinga tidak pernah absen dari gia.
" ih sama siapa... Kok aku nggak tahu sih"(jawab gia yang masih terkejut bercampur tak percaya)
__ADS_1
"ceritanya panjang... Udah dulu ya, aku lagi nggak mood.. Nanti aku cerita kalau udah balik sana bay"
"ki.. "
Kinara menutup telpon ya.
" ya ampun, kenapa sih harus nikah, emangnya aku lagi syuting drama, pakek ada perjodohan segala.. Masih mendingan kalau cowoknya ganteng.. Gi mana kalau ternyata putranya öm gorge itu jelek dan tua.. Aaaaa"(teriak kinara dalam kamarnya sambil menutupi mulutnya dengan bantal).
"apa aku kabur aja yha kayak kak kinan" (sergahnya dengan nada kesal) "kenapa nikah sih.. aduh kenapa sih para orang tua suka sekali menjodohkan anak mereka, mereka pikir anak mereka ndak laku apa".
********
Pertemuan keluarga besar antara keluarga George dan juga wighston akan diadakan untuk melakukan pertunangan dan juga untuk menentukan tanggal pernikahan dengan cepat.
Kinara didandani oleh mamanya, dia terlihat cantik dan anggun dengan setelan kebaya dan rambut yang di tata dengan rapi.
"kamu cantik sayang "
Kinara hanya tersenyum mendengar pujian mamanya... Ia tak peduli ia cantik atau nggak yang pasti ia akan tetap menikah dengan laki-laki dari keluarga George.
Setelah 1 jam menunggu kinara akhirnya di panggil untuk turun ke bawah untuk bertemu dengan keluarga George dan juga putra dari pak George yang akan di joddohkan dengan dirinya.
Ia tak berani menatap satu persatu wajah dari keluarga George, ia belum sanggup menghadapi kenyataan kalau hari ini ia akan bertunangan dan juga satu minggu lagi akan menikah dengan laki-laki di depannya ini.
"wah. Kinara ternayata kamu lebih cantik dari yang di foto... Benar kan rey "
Mendengar nama rey tentu saja kinara merasa tidak fameliar dia langsung melihat laki-laki itu dan benar saja kalau dia adalah bosnya.
" kamu..maksudku anda pak.. Kok bisa"
Kata kinara dengan keras yang membuat seisi ruangan terdiam, dan juga membuat kinara melangkah mundur.
" iya ini aku, rey ananda George, senang bertemu denganmmu calon istriku "
Sontak saja membuat kinara emosi.
" anda... Bagaimana bisa "
Melihat mereka yang terlibat adu mulut dan juga saling mengenali tentu saja membuat keluarga mereka bahagia.. Ternayata mereka sudah saling kenal terlebih dahulu.
" kalian saling kenal... Ternayata kami tidak perlu menunggu lama untuk menikahkan kalian, bagaimana kalau besok lusa kalian menikah "
Kata mamanya rey, yang terlihat senang dengan melihat mereka saling kenal.
" tidak masalah.. Besok pagi juga tidak masalah, karena Pekerjaan di kantor ku sangat banyak tante.. Jadi lebih cepat lebih baik "
Jawab rey dengan tersenyum ke arah kinara yang terlihat sedang menahan amarah.
" hah besok pagi... Tidak-tidak,maksudku itu terlalu cepat, kami saja baru bertemu "
Kinara menjawab dengan spontan.
"tamatlah riwayatku, kenapa juga aku harus menikah dengan bos gila dan juga playboy ini.. Ya tuhan apa ini hukuman dari langit"(bisik kinara dalam hati)
" baru bertemu bagaimana... Kita kan bertemu setiap hari "(pernyataan rey membuat seisi ruangan semakin terheran)
"dia sekertaris ku.. Jadi kami bertemu setiap hari.. Wah tidak menyangka ternyata kamu juga akan jadi istirku"
(kedua keluarga terlihat bahagia, dan proses pertunangan dan tukar cincinpun berjalan khidmat, walau tak ada kata yang terucap dari kedua çalon pengantin yang terlihat diam seribu bahasa tanpa ada senyum di wajahnya)
"sayang senyum dong, nggk enak di lihat sama tamu"
"yha ma"
*******
" jangan beritahu orang-orang kalau kita akan menikah "
Kata rey pada kinara yang tengah membantu bibi di dapur.. Kinara diam saja tanpa mengubris
" kamu dengar tidak....dan juga jangan sok kenal padaku nanti di kantor "
" baik pak siapa juga yang mau pamer "
Jawab kinara sampel, tak ingin ambil pusing, di tambah bosnya ini terkenal dengan kekejamanya....
"kamu terlihat senang menikah denganku... Apa itu tujuanmu datang ke kantorku.. Hanya datang untuk menggodaku "
" memangnya bapak tergoda melihat wanita norak sepertiku"(jawab kinara santai sambil menyindir rey)
"apa katamu "(kata rey kesal)
Kinara diam saja, karena rasa takutnya sudah hilang kepada rey, oleh rasa benci dan juga tersinggung yang terlalu dalam.
Rey memegang tangan kinara dengan erat. Mengenggamnya dengan erat, membuat kinara sedikit kesakitan.
" kamu hanya alat penebus hutang... Jangan bersikap seolah-olah seperti perempuan dari keluarga terhormat "
" kalau bapak yang terhormat tau kalau aku hanya penebus hutang kenapa mau menikah denganku... Anda bisa saja menjualku, lagian bukan cuman keluargaku saja yang berutang, tapi keluargamu juga, jadi jangan sok seperti orang yang paling tersakiti "
(bentak kinara dengan kesal, karena perkataan bosnya ini memang sering kali tidak bisa di kontrol dan tentu saja rasa benci ya terhadap keluarganya pun berangsur-angsur bara yang tertiup angin yang semakin membara saja)
" tapi tetap saja aku yang paling dirugikan ".balas rey yang malah terlihat senang ketika kinara beradu argumen denganya.
" dirugikan.. Anda merasa paling di rugikan, aku juga merasa di rugikan, aku masih muda dan cantik... ".kata kinara dengan kesal.
" cantik ? Kamu merasa cantik".ejek rey yang menahan ketawanya yang tmabah membuat kinara semakin kesal.
" yang paling dirugikan itu aku"(bentak rey dengan kasar, kinara menarik lenganya yang di genggam keras oleh rey)
"owh ya.. Dengar ya pak rey, dişini kita sama dirugikan dan juga sama-sama sebagai alat penebus hutang janji, jadi jangan merasa seperti bos yha"
"kamu itu cuman wanita udik, kampungan dan juga gembel"
" kalau begitu tinggal bilang saja pada keluargamu kalau kamu tidak ingin menikah denganku kan selesai " Rey hampir kehabisan kata-kata ketika berdebat dengan kinara.
" pastikan kamu melunasi hutang ini dengan baik ".kata rey akhirnya menyerah.
" dan pastikan kamu juga membayar hutang dengan baik"(sambut kia.. Karena bukan dia saja yang berutang, tapi kelurga rey juga berutang lalu atas dasar apa dia merendahkanya)
"atas dasar apa dia mengatakan kalau aku ini alat penebus hutang, dia pikir dia bukan alat penebus hutang.. Dasar .. Tidak heran dia jadi bos perusahaan besar, otaknya sangat dangkal dan tidak rasional "(gurutu kinara kesal, dan dari jauh mamanya kinara mendengar apa yang barusan mereka bicarakan.. Dan jelas membuatnya merasa bersalah namun tidak tahu harus berbuat apa)
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan saranya ya.. Jadilah pembaca yang menghargai Karya.. Happy reading ♥️♥️♥️♥️