My Avocado Boss

My Avocado Boss
Episode 1


__ADS_3

Seperti biasanya setelah ritual upacara yang rutin dilaksanakan setiap hari senin pagi, semua siswa masuk kedalam  kelasnya masing masing dan tidak terkecuali murid murid yang telat datang, ada yang alasannya bangun kesiangan atau macet di jalan. Karena sudah dipastikan jalanan itu macet dan selalu macet saat hari


senin pagi, ada orang orang yang pergi ke kantor, ke pasar dan ke sekolah.


Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan kalau mereka lebih pagi untuk ke pergi ke sekolah, kalau bisa sebelum mentari pagi bersinar indah di hari yang dibenci oleh semua orang, dan alasan begitu tidak akan diterima oleh guru. Sekarang di lapangan upacara sudah berbaris 5 orang siswa dan 2 siswi yang sedang diberikan pencerahan dan efek jera oleh Pa Darman supaya mereka tidak datang kesiangan lagi, namun para siswa menjulukinya Pa


Gendut karena bentukannya yang tidak langsing. Selain menjadi guru BK beliau juga adalah penceramah rutin di shalat jumat yang diadakan seminggu sekali di sekolah, tepatnya setiap hari jumat kecuali libur. Orangnya yang baik, suka melucu/guyon sehingga banyak siswa yang hormat dan meledeknya, dia bisa menjadi galak ketika siswa-siswinya tidak patuh kepada aturan sekolah. Dan hal ini yang sangat dihindari oleh semuanya. Hari ini adalah hari sial bagi ketujuh murid yang harus mendengarkan omelannya.


"Kalian ini mau jadi apa, hah ?"teriak


Pa gendut berdiri di depan murid yang jongkok di lapangan, "Navin, kamu kan ketua osis kenapa ada disini ? kenapa tidak memberikan contoh yang baik."


"Iya maaf, pa. Saya kesiangan, hehe," jawabnya dengan tangan menggaruk-garuk kepala.


"Baiklah, semuanya lari 5 putaran, sekarang."Teriak Pa Gendut.


Kemudian semua murid yang terlambat pun mulai berlari sambil menghitung dalam hati sampai 5 putaran, panasnya matahari jam 9 sudah cukup untuk membuat mereka mengeluarkan keringat membasahi seragamnya. Ada beberapa murid juga yang menjadikan itu sebagai tontonan diikuti dengan suara olokan dari teman yang kenal diantara murid yang kesiangan tersebut.


 “Eh, itu Navin kan ?”Tanya cewe yang sedang membawa agenda absen kepada temannya.


“Iya, itu ketua osis kita, ganteng banget ya.”


“Gila, memang ga bohong ya,”


“bohong apaan ?”


“Iya, ga bohong kalo cowo keringetan itu makin hot,”sambil mengipas kipas lehernya dengan jemari tangannya seperti kegerahan.


“Hush, ayo cepetan ke kelas, udah ditunggu Bu Dede nih. Tau sendirikan dia benci menunggu,”


Mereka berdua pun pergi melanjutkan perjalanannnya. Setelah berlari sekitar lima putaran sesuai


hitungan masing-masing,


“Sudah pa, kami sudah lari sebanyak lima putaran.”Ucap Navin menghadap ke Pa Gendut. Mungkin Pa Gendut juga sudah kelelahan dari tadi berdiri terus sambil melihat muridnya yang berlari, dia pun menyuruh mereka untuk berjanji tidak datang terlambat dan memerintahkan untuk pergi ke kelasnya masing masing, dan mereka pun berpisah untuk masuk ke ruang kelas.


"Kamu kesiangan juga ?" tanya isabel ke Reta.


"Iya, gue belum pernah liat lu ada disini sih, murid baru ya ?"ucap Reta.


"Iya, baru pindah hari ini. Aku Isabel,"menjulurkan tangan untuk salam perkenalan. Dan di negara ini memang ada ketentuan tidak tertulis bahwa untuk berkenalan harus bersalaman dengan tangan, bukan dengan kaki. Tapi di negara lain kita tidak tahu, karena adat kebudayaan di setiap negara itu berbeda-beda.


"Oh, ngomongnya jangan kamu, lu gue aja soalnya kan kita seumuran. Oh iya, btw panggil aja gue Reta. kelas lu


dimana ?"


"Kelas 12 Stru 2,"


"Seriusan ? ko bisa sih ?" Sahut Reta cukup terkejut mendengarnya.


"Emang kenapa Ta ? ko lu kaget gitu ?"


"Oh, emm.. engga papa".


"ehmm..."tiba-tiba ada suara berdeham dari arah belakang mereka, yang ternyata sedari tadi mengikuti berjalan di

__ADS_1


belakang mereka. Isabel dan Reta pun menoleh kebelakang.


"Navin ? lu ngapain ada di belakang kita ?"Teriak Reta dengan suara yang kaget.


"Kan gue mau ke kelas bukan buntutin lu, Kalian ngalangin jalan jadi gue kayak ada di belakang lu,"Jawabnya.


"Oh, iya sorry, ya udah silahkan duluan."Jawab Isabel.


Navin pun berjalan meninggalkan Isabel dan Reta yang mash diam sedari melihat navin.


"Eh vin, bentar."Sahut Reta memanggil Navin, bukan memanggil sih lebih ke teriak teriak minta bantuan. Kelas Navin dan Isabel ternyata sama, sehingga Reta mencoba meminta bantuan untuk membawa teman barunya itu ke kelas. Walaupun Navin termasuk orang yang tidak mau diperintahkan dan sedikit songong, entah kenapa hari itu dia menjadi baik mungkinkah ada angina kebaikan yang meniup di ubun-ubunnya.


"Kenapa ?"sahutnya.


"Bel, lu ikutin aja dia karena kelasnya kebetulan sama, oke" kata Reta dengan mengacungkan jempol dan senyum jahat.


"Oh ya udah, nanti kita ketemu dikantin ya pas istirahat,"Ucap Isabel.


"Oke, " jawab Reta.


Isabel pun berjalan mendekati Navin, “Lu kenapa deketin gue ?”Tanya Navin bingung.


“Oh, Kata Reta kita satu kelas, oh iya nam……”belum juga selesai ngomong, pembicaraannya dipotong sama Navin. “Gue harus ke ruang kajur dulu ngambil sesuatu. Oh iya satu kelas ? dari sini lu lurus terus di depan ada koperasi sekolah belok kiri terus ada tangga sebelah kanan naik ke lantai 2, lalu belok ke kiri dari sana tinggal lurus dikit dan kelas kita paling ujung. Oke,”Berjalan meninggalkan Isabel.


Mereka berdua pun berpisah.


**


Isabel pun mengetuk pintu dan membukanya setelah mendengar suara yang mengijinkannya masuk, terdengar suara riuh dari dalam kelas,


“Iya bu, saya murid baru di sekolah ini bu,”


“Silahkan perkenalkan diri dulu, nama dan asal darimana,”mempersilahkan Isabel perkenalan diri.


“Hai teman teman, namaku Arsenia Isabel dan kalian boleh memanggilku Bela atau nisa, tinggal di Perumahan Angkrek.” Melirik Bu Mira untuk menyuruhnya duduk dengan menganggukan kepalanya.


“Oh sudah ya, oke kamu duduk di..”sambal menunjuk bangku yang kosong.”disana..”


“Baik bu,” berjalan menuju bangku yang kosong.


Tiba tiba datanglah Navin yang membawa berkas osis.


“Navin ? kamu darimana ?” tanya Bu Mira.


“Dari ruang guru Bu, soalnya ada acara buat pensi dua bulan lagi. Jadi terlambat,hehe.”


“Ya sudah, kamu segera duduk sambal Isabel, teman baru kita di kelas ini,”mempersilahkan duduk, kemudian Navin pun pergi ke bangkunya yang memang dia memiliki satu bangku kosong di sampingnya.


“Sorry ya, aku ga tau kalo kita sebangku, Aku Isabel salam kenal,” menjulurkan tangan untuk bersamalan, namun tangannya tidak terbalaskan salam.


“hmm…” deham Navin.


‘what ? gue udah mau salaman perkenalan dan dia cuma hemm doang ? gila parah nih, harga diri gue turun derajat. Ya tuhan, pindahkan aku sekarang seperti penjelajah waktu atau apalah itu namanya. Dan bodohnya, kenapa gue harus ngulurin tangan ini sih.’


“Oke, fine.” Sambal menarik tangannya kembali dan memicingkan mata kearah navin lalu mendenguskan nafas.

__ADS_1


‘huh, sabar Isabel.. sabar’ sambil mengelus dada. ‘ini tidak nyata.. tidak nyata bel.’


“Oh iya, lu mau ikut pensi ga ?” bisik Navin yang tiba-tiba di telinga Isabel dan sontak dia menjauhi Navin.


“What ?”teriaknya sambil mengerutkan dahinya, cowo macam apa ini yang membuat peradabannya sendiri seperti ini.


"Yang dibelakang jangan berisik," teriak Bu Mira.


"Oh, ya sudah kamu jangan lupa kumpulkan daftar siswa yang belum menyerahkan daftar minat baru atau mau melanjutkan minat yang sama untuk pendalaman prakteknya." Lanjutnya ke Navin.


“Baik bu,”


Kemudian Bu mira melanjutkan pelajarannya.


“jadi gimana Bel ?” ajak Navin dan merayu Bela untuk ikut Pensi, sepertinya Isabel ga bakalan ikut kalau cara merayunya kaku seperti Navin. Memang jomblo yang sangat tidak berpengalaman.


"Nanti gue piker piker dulu deh."Nadanya sewot tapi halus.


"Kutunggu sampai jam 2 siang, kalau tidak ada jawaban kamu harus jadi pacarku, oke ? deal" Sambil senyum untuk kedamaian.


‘What de creck atulah, masa baru ketemu langsung ngajak pacaran yang bener aja.’


“Sepertinya aku akan mengatakan TIDAK untuk hal tersebut diatas, udahlah focus dulu ke Bu Mira takut ketinggalan


informasi.”Mencoba pura-pura serius untuk mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan Navin melihat kearah jendela yang searah dengan melihat Isabel, dan dia pun sedikit kegeeran dikiranya Navin melihatnya terus menerus dari tadi, setelah dia berbisik tentang ikut pensi. Huffttt, sedih.


 Note : Stru (Struction) = kelas minat pembelajaran


**


DAKSINA


‘Berkata bukan tapi itu Kamu,


Pertanyaan apapun jawabannya adalah kamu,


Walaupun sudah berbaris kata kata indah menjadi


paragraf,


Namun ketika rindu menjemu kalbu, aku bisa


merasakan tulisannya,


Goresan pena terpatri di kepalaku menuju hati,


Untuk mengatakan bahwa ideku mencintaimu itu


benar adanya,


Bukan tekanan dari temanku bahkan dari calon


pacarmu yang lain.’

__ADS_1


__ADS_2