My Avocado Boss

My Avocado Boss
Episode 5


__ADS_3

Lalala lalala lalalala (happiness)


Lalala lalala lalalala (nan wonhae)


Lalala lalala lalalala (kkumkkuja)


Lalala lalala lalalala


Are you happy? uh!


Nada dering panggilan dari handphone Bela berbunyi cukup keras, lagu yang dia gunakan adalah lagu dari Red Velvet - happiness. Yang menghubunginya adalah Reta, dia pun mengangkat telpon tersebut tidak lama setelah menikmati nada deringnya. Cukup terkenal sebagai manusia yang menjawab telpon lama dan Navin tahu sendiri alasannya.


"Siapa Bel ?" Tanya Navin memotong pancake nya yang tinggal 3 suapan lagi, Bela Mendesis seperti ular yang mengunci targetnya, padahal cuma angkat telpon.


"Shhttt..." mengarahkan telunjuknya ke bibir Navin, berani-beraninya dia melakukan itu padahal Navin berharap itu bukan telunjuknya, "Iya ta, kenapa ?" sambungnya ke lawan bicara di telpon.

__ADS_1


"R-E-T-A" mengeja nama Reta untuk memberitahu Navin kalau yang menelponnya itu Reta, padahal kalau tidak diberitahu juga engga bakalan ada persoalan apa-apa namun dia risih kalau dilihat seolah-olah maling yang


ketahuan sama penjaga toko, hufft.


"Yess, okay i'm ready, come to mama guys.." Teriaknya kegirangan tanpa memperdulikan teka-teki masuk ke dalam sedangkan ke luar


kemana.


"Ayo kita ke kelas lagi Vin, cepetan abisin makanannya," memaksa Navin menghabiskan pancake padahal Pancakenya sendiri belum habis. Lagipula apa hak dia menyuruh kalau bukan pacar, ehek.


"Jangan-jangan pacarnya yang nelpon, mantan pacarnya yang ngajak balikan atau dia dan mantan pacarnya sedang membuat rumus matematika yang baru untuk bisa dipatenkan haknya dan menjadi rumus baru dideretan rumus -rumus yang ada dan mengalahkan terkenalnya rumus phytagoras. Kalau gitu gue harus bikin terobosan baru tentang rumus perbandingan kecepatan ketika sebuah batu dijatuhkan ke dalam air dan berapa lama batu itu sampai di dasar. Patut untuk dicoba." Panjang banget pikirannya, padahal Bela cuma ngobrol buat nonton


pertunjukan konser sama Reta tapi dipikirnya rumit sekali.


"Ayo, gue udah abis nih, lo juga habisin karena gue engga mau makan bekas lo," ucap Navin sewot, Bela yang melahap pun langsung menatap tajam dan aneh.

__ADS_1


"Lo kenapa sih Vin ?" Sontak bertanya, "Oh, gue tahu, hahaha lo cemburu ya ?" mencoba menerka siapa tau jawabannya betul, kalau ternyata seorang Navin bisa cemburu.


Bukannya menjelaskan apa yang diobrolkan dengan Reta, dia malah mengejek Navin yang mukanya merah padam, "sok tau, mana mungkin gue cemburu. Oh iya, gue harus ngumpulin tugas nih. Mau gue tinggalin disini atau gimana ?"


"Maksud lo ? katanya gue pacar lo," nada mengejek, siapa tahu Navin berubah pikiran buat jadi pacarnya.


"Oopss, gue keceplosan lagi," katanya dalam hati, "apa gue berteman aja sama Navin ya ? kalau jadi pacar apa mungkin bayangan mantan bisa dihapus dengan cepat, kayaknya engga tapi engga ada salahnya sih buat dicoba


meskipun kenangan mantan lebih manis daripada madu asli Banten," lanjut pikirnya.


Setelah menghabiskan makanan dan minuman, mereka pun membayar Bill-nya masing-masing, padahal Navin mau mentraktir Bela dan itu bisa jadi modal simpati. Namun Bela menolak untuk ditraktir oleh orang yang bukan pacarnya, tapi kalau dia lagi ga punya duit alias bokek itu beda cerita, malah dia yang minta ditraktir temannya.


Kelas yang harusnya ramai menjadi sepi karena guru yang mengajar tidak ada di kelas, ketika Navin masuk kelas untuk mengumpulkan tugas ternyata ada surat yang terselip di bukunya, dengan amplop biru bertuliskan " dari pecinta kata kerja", setidaknya dibaca dulu, namun dia lebih memilih memasukannya ke tas untuk dibacanya di rumah.


Di awal masa-masa deklarasi bahwa Navin adalah pacar dari Isabel, kolong bangku yang biasanya jadi tempat kamus bahasa inggris, jepang dan belanda, kini sudah ada 12 surat yang pengirimnya tidak diketahui karena memakai inisial. Seperti anak muda lain yang sedang dilanda badai asmara, tentu saja Navin keheranan. Seharusnya dia dijauhi oleh cewek-cewek tapi malah kebalikannya dia semakin digandrungi oleh mereka yang menjerit-jerit saat Navin berjalan ditengah lorong koridor kelas.

__ADS_1


Seingatnya, dahulu dia tidak pernah merasakan apa pun terhadap wanita yang ada di sekolah, sampai dia dianggap bukan pecinta wanita dan kebalikan dari lagunya Irwansyah yang liriknya Aku memang pecinta wanita tapi ku bukan buaya, selain lebih mementingkan nilai akademis dan organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Dalam hatinya dia tergerak untuk bisa memiliki seorang gadis yang bisa diajaknya jalan-jalan atau sekedar bercerita lewat telepon sampai larut malam, namun alam raya dan Chupid belum mengirimkan seseorang untuk melengkapi hatinya. Dia berpikir bahwa nasib Pshike (Istri dari Dewa cinta) telah memayungi kehidupannya.


__ADS_2