My Avocado Boss

My Avocado Boss
Episode 3


__ADS_3

Pikiran Isabel sekarang sedang melayang layang di dalam lamunannya sendiri, sehingga tidak mendengarkan suara Nenek yang sudah mengetuk pintu kamar dan memanggil manggil namanya, lebih dari dua kali, memang


kalau anak muda lagi gabut itu tidak focus sampai tidak mendengarkan suara disekelilingnya, kayaknya kentut semut pun tidak akan terdengar oleh Bela saking fokusnya dong.


"Bel, Kamu ada didalam kan ?"terdengar suara wanita paruh baya dari Belakang pintu.


"Eh, AaAku ada dikamar Nek, ada apa ?"Jawabnya dengan suara yang keras, memang kalo tidak ada jadwal sekolah yang bisa dilakukan oleh Bela hanya diam dikamar seharian penuh sampai cahaya matahari pun dilarang untuk masuk kedalam kamarnya. Bau bau kutu malas mengelilingi udara di kamarnya dan kita sebut saja bau hapeuk.


"Oh, Nenek kira Kamu tak berada dikamar, Nenek masuk ya."Ucap Nenek sambil membuka pintu kamar dan terdengar bunyi deritan pintu yang sudah lapuk, suaranya khas kayu dengan keramik ubin.


"Tadaa...saya dating dengan damai dan membawakan Kamu puding cokelat dengan vla vanila.ha..ha…ha…"mencoba memberikan kejutan padahal tidak sedang merayakan sesuatu, Nenek ini memang


selalu memberikan kejutan berupa makanan kesukaan cucunya dan inilah Nenek terfavorit, kadang dia juga ngedumel kalo tidak melAkukan sesuatu dengan baik.


“Ya lord, how many times do I have to tell you, Nenek tersayang. Biasa aja Nek nyariosna (ngomongnya) kan Aku bukan anak dewa yang harus dihormati dengan segenap jiwa hati manusia,”


"Ko Nenek bawa puding sih, Aku kan sedang ga selera makan-makanan yang manis manis, Aku terlalu manis untuk dimanjakan oleh pudding Nenek. Dan wajahku yang cantik dan menawan ini sudah manis juga,"celetuknya menggoda Nenek yang kemudian ekspresinya berubah menjadi datar dan asem kecut, padahal Bela hanya becanda saja karena Nenek memang kadang baperan.


"Kamu punya masalah ya ? masa anak muda diem terus dikamar, cerita dong sama Nenek. Soalnya ayam tetangga seBelah itu mati, gara gara jarang ngomong sama diem terus dikandangnya, ih ngeri sekali


deh, tolong Kamu jangan seperti ini ya, sayangku cintAku cucuku tersayang,”coba menakuti Bela tapi malah terlihat berlebihan dan sedikit jijik, “Ko bisa sih Nek, kan kalo ayam emang ga bisa ngomong, hufftt. Gimana sih,”gerutunya malas dengan jawaban yang diterima.


“Ya udah cerita dong, kan Nenek peri ada disini,” Godanya dengan nada sedikit mengejek, “Mana ada Nenek peri atulah, kan adanya Ibu peri,”Balasnya.


“Jadi gini Nek,”Mencoba untuk mulai bercerita yang sedari tadi ditunggu oleh sang Nenek.


"Bentar dulu, ini puding cokelatnya makan dulu, ini adalah makanan kesukaanmu, mana mungkin Kamu menolak untuk memakannya, hmmm pasti ada yang terjadi padamu cucuku sayang.”


Kemudian Bela pun menceritakan tentang kerinduannya pada Ayah dan Ibu yang ada di Bandung, dan pertemuan terakhir dengan mereka adalah dua tahun yang lalu. Karena kedua orang tua Bela selalu disIbukan dengan pekerjaannya, sampai hari raya pun tak bisa pulang dan terlalu workaholic alias pecinta kerja


"Ya sudah, telpon dong, kan kan bisa, sepertinya sekarang mereka sedang lIbur kerja." Ucap Nenek menenangkan cucu kesayangannya. Karena diantara cucu-cucunya hanya Bela yang tinggal dengannya.


"Baiklah Nek, Aku tahu Nenek juga rindu sama Ayah kan ?" jawabnya sambil memberikan senyum pada Nenek,


“Ya begitulah, siapa sih yang ga rindu sama anaknya sendiri. walaupun jauh dan sudah berkeluarga, tapi Nenek sebagai Ibunya kan masih mengkhawatirkan dia."


Kemudian Bela pun mencoba menghubungi Ayah dan akhirnya tersambung juga.

__ADS_1


"Halo..."terdengar suara di balik telepon.


"Halo yah, apa kabarnya ? ?" tanya Bela.


"Baik Bel dan seperti biasalah kerjaan sedang banyak banget, tapi hari ini Ayah off kok jadi bisa dipakai untuk istirahat. bagaimana kabarmu Bel."


"Aku baik baik saja ya. Kapan ke Sumedang yah ?"


"Akhir akhir ini masih banyak tugas yang harus dikerjakan, kemungkinan setelah musim panas bisa pergi kesana. bagaimana sekolah Kamu ?"


"Baik, semua lancar. Tapi nilaiku turun yah, hehehe."


"Ko bisa Bel, Kamu harus memperbaiki nilaimu tahun ini ya, karena ini tahun terakhir juga. Pokonya Kamu harus mendapatkan nilai terbaik, karena Ayah sudah mempersiapkan kuliahmu di korea."


"Ne, arasseo." Jawabku dengan nada kecut.


"Bagaimana kabar Ibu ?"


"Oh, sebentar...."


"Halo, Sabel ?"jawab suara Ibu dari balik telepon.


"Aku baik bu, kalo Ibu ?"


"Baik juga, bagaimana dengan pacarmu, dia ganteng ga ?"


"Loh kok, malah nanyain gitu sih. Aku belum mikirin yang seperti itu, kata Ayah Aku harus lebih giat lagi Belajar,” mencoba untuk memBela diri, karena Ibu adalah salah satu orang dari berjuta juta orang yang ingin memiliki cucu secepatnya, padahal kan anaknya itu masih berumur Belasan tahun.


"Jangan dengerin kata Ayahmu. hahaha, ya sudah Ibu pergi dulu ya, mau Belanja buat makan malam."


"Oke, bye."


Percakapan macam apa coba, masa cuma sebentar. Katanya mereka rindu juga, tapi malah ditutup. Eugh, pasti sangat mengesalkan untuk Bela yang jarang jarang ngobrol sama orang tuanya. Sedih pasti tapi tak bisa berbuat apa-apa, lagian mereka juga bekerja untuk membiayai sekolahnya dan mencukupi biaya adiknya yang sedang sekolah di New Zealand.


"Kenapa Bel ? sudah selesai ?"tanya Nenek.


"Sudah Nek,"

__ADS_1


"Lah, ko kenapa sebentar ?"


"Engga tau, katanya Ibu mau Belanja buat makan malam."


"Ko gitu sih, emang mereka ga kangen Kamu ya ? sudahlah, makan dulu pudingnya."


Puding yang berada di tangan Nenek pun dimakannya, memang puding cokelat dengan vla vanilla adalah teman yang cocok saat hati panas dan kesal. apalagi ditambah dengan taburan cokelat dan blueberry, Semakin menambah kenikmatan siang itu. mantap bangetlah pokoknya.


Sambil memakan puding, Bela memikirkan tentang perkataan aneh dari Ibunya. Kenapa dia menyinggung soal pacar ? mungkin kah akan ada perjodohan dengan cowok Bandung atau mungkin dengan salah satu anak dari partner mereka ?


Hmmm. sepertinya tidak mungkin, karena Bela kan masih sma dan belum siap untuk perjodohan. Entahlah, Ini kan bukan cerita siti nurbaya, sudahlah jangan terlalu dipikirkan.


***


“Nenek, Aku kesiangan.”Teriak Bela dari dalam kamarnya karena melihat kearah jendela yang sudah terang dengan cahaya matahari, lalu gerak cepat untuk siap siap pergi ke sekolah dan setelah rapi, siap untuk pergi Bela pun melihat kearah jam yang ada dimeja ternyata jarum pendeknya menunjukan pukul 17:00 WIB, “Hufftt, ternyata ini sore, sugan teh geus isuk boro geus reuwas bisi kabeurangan (Kirain sudah pagi padahal sudah kaget takut kesiangan),”


“Ada apa Bel ? suara Nenek semakin mendekat,


“Kenapa Cu ?” lanjutnya.


“Aku kira kesiangan Nek, ternyata masih sore. Hehe,” tersenyum dan malu dengan tingkahnya sendiri,


“Nenek kira ada apa, makanya jangan tidur sore.” Kata Nenek memberikan nasihat.


***


Reta mengirimkan pesan singkat ke Bela,


“Kamu mau nonton music acoustic ga besok malam ? Aku ada tiga tiket nih,”


“What ?”Sontak Bela senyum senyum sendiri dan mesem mesem sendiri, “hmmm…”


“Mau dong, Ayolah pulang sekolah ya.”jawab pesan singkatnya. Mungkin ini adalah pengalaman terbaiknya selama ada di Sumedang, ada konser music acoustic yang sudah lama banget ditunggu oleh Bela,


Kling


Pesan masuk

__ADS_1


“Oke, besok kita obrolin lagi, sip,”


__ADS_2