My Bad Boyfie

My Bad Boyfie
She's Here


__ADS_3

Yuna baru saja sampai di mansion, tentu saja untuk menetap disana. Ibu dan ayahnya hanya memiliki mansion ini sebagai tempat tinggal mereka. Ada sebenarnya apartment di daerah hannam tapi itu terlalu melelahkan untuk tinggal disana bagi orang tua sepeti mereka.


Yuna menatap sekeliling mansion nya, mencari keberadaan orang tua yang tak juga menampakkan diri.


"Kau sudah datang sayang,"


Terlihat seorang wanita paruh baya sedang berjalan menuruni tangga dengan elegant, wajah cantiknga tak luntur meski termakan usia. Yuna tersenyum menghadap sang ibu yang juga turut tersenyum padanya.


"Mom, kau kenapa masih muda saja?"


Guraw nya dan dihadiahi dengan pelukan sayang dari sang ibu.


"***Kenapa tak mau dijemput hmm**?"


"Hanya tak ingin merepotkan kalian mom,"


"Aa, kau semakin dewasa saja sayangku, padahal rasanya baru kemaren mommy melepasmu pergi ke LA,"


"Mom,, itu sudah 5 tahun yang lalu, aku yang sekarang sudah dewasa umurku juga sudah 23 tahun."


"Kau masih gadis kecil mommy sayang,"


"Dimana daddy?"


"Daddy mu sedang dikantor, hari ini dia kedatangan kolega pentingnya dari belanda jadi tidak bisa diwakilkan."


"Mom, aku akan ke kantor daddy saja sekarang. Oleh-oleh mommy ada di dalam koper ku oke. Bye mom*"


Yuna pergi setelah memberi kecupan singkat di pipi sang ibu dan langsung melangkah kedalam mobil milik sang ibu.


"Anak itu, selalu saja."


ㅁㅁㅁ


Yuna sekarang sudah berada tepat di depan perusahaan sang ayah, hatinya menghangat ketika mengingat moment masa kecilnya yang sering bermain di lobi kantor bersama para karyawan sang ayah saat saat sang ayah sedang bekerja.


"Daddy,, apa dia lupa bahwa aku pulang hari ini."


Berjalan sambil menenteng tas tangan miliknya tentu masih dengan kacamata hitam yang menutupi mata bulat sehitam jelaga itu dan juga bulu mata lentik.

__ADS_1


Berjalan menuju resepsionis sedikit ingin mengetes apakah karyawan disini masih mengenalinya atau mungkin sudah lupa.


"*Permisi,"


"Selamat Siang nona, ingin bertemu siapa?"


"Selamat siang, Aku ingin bertemu dengan Jung Yunho."


"Apa sudah buat janji sebelumnya?"


"Tidak ada,"


"Maaf nona, tapi jika anda belum membuat janji maka kami tidak bisa mengizinkan nona untuk bertemu dengan Tuan Jung Yunho"


"Aku tak perlu janji jika ingin bertemu dengan ayahku*"


Sang resepsionis pun terkejut ketika Yuna membuka kaca mata hitamnya dan bertemu pandang dengan sang resepsionis.


"***Apakah anda benar Nona Jung Yuna**?"


"Tentu saja aku, apa kau benar-benar tak mengenaliku Yejin eonni?"


Sang resepionis menunduk meminta maaf, sedangkan Yuna tersenyum senang melihat karyawan ayahnya masih sama seperti dulu, sopan.


"*Tak apa, mungkin perubahanku terlalu beda sampai kau tak bisa mengenali gadis kecil yang dulu kau jaga ini eonni,"


"Tapi kau memang berbeda Yuna, bahkan lihat tubuhmu, aku yakin pasti tak satu atau dua pria yang mendekatimu disana,benar*"


"Benar, tidak satu atau dua tapi seluruh fakultas universitas ku pun pernah mengejarku hanya untuk mendapat id line atau mungkin nomor telepon ku saja,"


Frontal, Yuna memang begitu. Itulah yang banyak disukai pria darinya. Tak ada bahasa malu-malu atau menjaga sifat agar terlihat baik didepan.


"***Astaga maaf memperlambatmu nona, silahkan bertemu dengan Tuan Jung, beliau ada di ruangannya saat ini**."


"Terima kasih Yejin eonni*,"


Lalu Yuna pergi menuju lift untuk menuju keruangan sang ayah yang berada dilantai paling atas geding perusahaan ini. Banyak karyawan yang memandangnya penasaran, dan tak sedikit juga karyawan baru yang tak dikenalnya.


ㅁㅁㅁ

__ADS_1


Tok tok, Pintu ruangan diketuk untuk setidaknya memberi kode bahwa akan ada seseorang yang memasuki ruangan itu.


Jung Yunho tentu saja mengernyit bingung, pasalnya tak ada lagi kolega atau bahkan tamu yang harus dia terima sejak kolega belanda yang datang tadi berakhir.


Dan saat seseorang masuk kedalam ruangannya dengan senyuman menawan, Yunho pun berdiri sambil memasang senyum dan merentangkan kedua tangannya untuk segera mendapatkan pelukan hangat dari sang anak.


ㅁㅁㅁ


Dilain posisi Tae Jun sedang tertawa bersama Im Nayeon, model kelas atas yang sedang mengikat kontrak kerja sama dengan perusahaan miliknya. Im Nayeon sendiri adalah salah satu gadis yang bisa dikatakan beruntung bisa menjalin hubungan dekat dengan sang CEO muda seperti Tae Jun.


"Tae, nanti makan siang dimana?"


Nayeon bertanya dengan posisi duduk dan bersandar di pundak Tae Jun sedangkan Tae Jun sendiri sedang mengapit pinggang langsing sang model.


"Menurut mu makan siang spesial kita harus dilakukan dimana hmm?"


Begitulah Tae Jun, mulut buaya nya sudah tak bisa dibatasi. Padahal dulu Tae Jun menoleh wanita lain saja tak mau.


"Bagaimana jika kita makan di restoran Flow Glow saja, lagipula disana view nya sangat indah, kau mau"


"Dimanapun untukmu hmm,"


Mereka masih asik bercengkrama sampai ponsel Tae Jun berdering menandakan bahwa seseorang tengah menelpon.


*Ruang Telepon*


"**Halo?"


"Maaf mengganggu tuan tapi saya hanya ingin mengabari bahwa Nona Yuna sedang menuju kemari tuan."


"Yuna? Ke perusahaan. Bukannya dia masih berada di LA, kenapa tiba-tiba sudah ada di korea saja. Dari mana kau tau?"


"Baru saja Sekretaris Tuan Jung Yunho mengabari saya bahwa Nona Yuna sedang menuju kemari dan meminta saya untuk mengosongkan jadwal anda beberapa jam kedepan Tuan,"


"Baiklah, kosongkan jadwalku beberapa jam kedepan dan jangan sampai ada yang bocor mengenai Nayeon kepada Yuna mengerti?"


"Baik tuan**,"


Panggilan ditutup dan disusul dengan kepergian Nayeon oleh perintah Tae jun.

__ADS_1


__ADS_2