My Bad Boyfie

My Bad Boyfie
Still Building this Feeling


__ADS_3

Sudah satu bulan sejak kepulangan Yuna ke korea, dan sekarang dirinya sudah mulai menjalankan perusahan milik sang ibu. Sebenarnya sang ayah sudah hampir memberikan hak perusahaan nya juga pada Yuna tapi karena sang istri yang sempat menceramahinya tentang bagaimana nanti lelahnya anak mereka jika mengurus dua perusahaan sekaligus, dan akhirnya Yuna hanya diperbolehkan untuk mengurus perusahaan sang ibu, sedangkan perusahaan sang ayah akan diurus oleh salah salah satu sepupu Yuna yang sempat hidup bersama saat di LA dulu.


Dan selama itu pula hubungan Yuna dan Tae Jun masih seperti sebelumnya. Yuna dengan kepura-puraan nya terhadap kelakuan Tae Jun, dan Tae Jun yang masih tetap bersama gadis-gadis simpanannya meski beberapa kali hampir tertangkap basah oleh Yuna.


ㅁㅁㅁ


/JJ Corp/


Jung Yuna. CEO muda yang baru saja mengambil alih perusahaan milik ibunya itu sedang duduk di meja kerja dengan berbagai proposal yang perlu diurus olehnya. Ini hari Senin dan sudah sejak pagi dirinya hanya berdiam di dalam ruangannya bahkan melewatkan waktu makan siang nya begitu saja.


Yuna masih sibuk menelaah tiap lembar proposal di hadapannya tanpa menyadari bahwa seseorang telah masuk kedalam ruangannya dengan diam-diam.


Orang tersebut berjalan mengendap-endap menuju kebelakang kursi tempat Yuna bekerja dengan bermaksud untuk membuat kaget Yuna yang sedang bekerja sampai ~~~


"Sedang apa dibelakang sana ?"


Yuna berbicara masih dengan mata yang tertuju kearah proposal di depannya. Sedangkan orang tadi mencebik kesal karena rencananya gagal.


"Isshh selalu saja."


Munculah gadis remaja dari balik kursi dengan menghentak-hentakkan kakinya menuju kearah kursi di seberang meja Yuna.

__ADS_1


"Tidak ada jam kuliah ?"


"Ada tapi nanti sore"


"Kenapa kemari ?"


"Aku sedang marah dengan kak Tae Jun."


"Ada apa lagi dengan kalian kali ini ? kenapa setiap kau kesini pasti selalu sedang bertengkar dengan nya ? tak lelah selalu bertengkar ?"


Yuna menghentikan aktifitasnya. Menatap kearah gadis yang masih masa puberty itu dengan pandangan gelinya.


"Kakak kan tau, kak Tae Jun selalu saja melarangku pergi bersama teman-teman. Jadi aku marah padanya karena melarangku."


"Tunanganku itu melarang pasti karena hal yang masuk akal sayang,, jadi lebih baik kau turuti kakak mu itu hmm, bukankah lebih baik dimarahi Kak Tae Jun dari pada Kak Jae Hyun"


"Tapi Kak Yuna... Kak Tae Jun melarangku pergi bersama teman-teman ke sauna,, apa salahnya pergi ke sauna bersama teman-teman!"


"Salah kalau perginya diatas jam 10 malam sayang,, Kakak mu sudah cerita padaku. Jadi percuma saja jika kau ingin meminta pertolongan padaku kali ini, karena yang kau lakukan memang salah."


"Kak Yuna selalu saja membela tunangan Kakak!"

__ADS_1


"Kakak tidak membela siapa-siapa diantara kalian. Yang salah itu yang harus dimarahi bukan malah sebaliknya, mengerti ?"


"Kakak sama saja."


Lalu Eunha pergi meninggalkan Yuna yang tersenyum geli melihat tingkah adik dari tunangannya itu. Yuna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan sudah akan kembali pada aktifitas awalnya tapi suara ketukan di pintu kembali memecah konsentrasinya.


"Ada apa dengannya kali ini ?"


Seorang perempuan berambut blonde panjang menghampiri Yuna dengan tangan membawa sebuah map berwarna merah.


Lee Dahyun. Sekretaris nya yang dulu menjadi sekretaris sang ibu sebelum dirinya mengambil alih perusahaan. Dahyun sekretaris selaligus teman kantor bagi Yuna, bukan karena paras ramahnya tapi karena kelakuannya yang natural tanpa dibuat-buat lah yang membuat Yuna memilih berteman dengannya.


"Biasa. Eunha memintaku untuk memihak padanya, kau tau kakak beradik itu jarang sekali akur. Yang satu tukang atur yang satu lagi tak mau diatur."


"Yah kelihatan dari ekspresi wajahnya itu. Kau tau saat dia keluar dari ruangan, semua karyawan yang mencoba menyapa semua terkena imbas atas kekesalannya. Bahkan tadi Minji saja diteriaki gara-gara hampir menabraknya."


Dahyun memberikan map merah itu kepada Yuna dan diambil oleh Yuna dengan cepat dan menumpuknya di kumpulan proposal yang belum diurus olehnya.


"Makan siangmu sudah lewat, makan lah dulu sebelum lanjut bekerja. Aku diwanti-wanti oleh Nyonya Jessica jika kau telat makan.


"Yah,, setidaknya kau beroperasi sebagai alarm ku mulai sekarang eoh,"

__ADS_1


Lalu keduanya tersenyum bersama dan Dahyun bergulir keluar dari sana unyuk kembali bekerja di ruangannya.


__ADS_2