My Bad Boyfie

My Bad Boyfie
I Can Do it


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu selama ini hmm ?"


Kim Jae Hyun bertanya sambil meminum kopi nya. Sama seperti Jung Yuna, gadis itu tampak menikmati acara minum kopi bersama kakak dari tunangannya itu.


Saat mereka tak sengaja bertemu tadi Jae Hyun memutuskan untuk mengundang Yuna ke kantornya dan berakhir Meminum kopi bersama di dalam ruangannya seperti saat ini.


"Biasa saja kak, sama sekali tak ada yang berbeda. Yah meski ada beberapa hal yang cukup menggangu ku disana, tapi setidaknya itu lebih baik dari pada hidup monoton seperti mu, bukan ?"


Jae Hyun tersenyum mendengar penuturan Yuna barusan.


"Yah setidaknya aku tak begitu stress menjalaninya. Kau harusnya bangga memiliki kakak ipar sepertiku ini, gadis kecil."


Jae Hyun berbicara sambil menyibakkan rambutnya ke belakang seakan-akan menunjukkan pesonanya kepada Yuna.


Sedang Yuna tergelak melihat kelakuan pria dewasa yang hampir berumur 30 tahun di depannya ini.


"Oh ayolah kak Jae Hyun, kau sudah hampir 30 tahun tapi kenapa kelakuan mu menyerupa anak sekolahan begini"


"Oh iya, tadi kau dari menemui Tae Jun ya ?"

__ADS_1


"Eoh, hanya mampir saja. Tadi aku sempat bertemu dengan kolega baru ku disekitar daerah perusahaan Tae Jun jadi sekalian saja mampir bertemu tunanganku eoh."


"Masih saja betah dengan Tae Jun, tak bosan ?"


Yuna memiringkan kepalanya sedikit tidak mengerti maksud dari perkataan calon kakak iparnya ini.


"Kau tau bukan, jika aku yang pertama kali bertemu denganmu, dan bukan Tae Jun. Tapi takdir berkata lain, kau malah dijodohkan dengan Tae Jun yang bahkan saat itu hanyalah seorang pria yang suka bermain dengan banyak gadis. Dan yang lebih membuatku takjub adalah sikapmu yang bisa membuat Tae Jun berubah drastis meski tak mudah jika melihat semua kerja kerasmu untuk mengikatnya dengan hubungan paksa ini. Tapi lihat, bahkan dirinya melirik gadis lain saja itu sudah tidak mungkin bagiku sekarang."


Yuna tersenyum mendengar penuturan Jae Hyun, cukup senang setidaknya Tae Jun tidak sebodoh yang dirinya pikirkan tentang cara menutupi kelakuannya selama ini meski tak bisa menghindari Yuna.


"Kau salah Kak,"


"Tentang Tae Jun yang tak mungkin melirik gadis lain."


Jae Hyun menegakkan tubuhnya ketika melihat tatapan Yuna yang mulai berubah nenjadi sendu.


"Tunggu dulu, maksud mu Tae Jun masih sering melirik gadis lain selama ini. Begitu ?"


"Yah bisa dibilang begitu, tapi biar kuperjelas oke. Kim Tae Jun, adik mu itu bukan melirik gadis lain tapi dia berhubungan dengan gadis-gadis lain dibelakang ku Kak."

__ADS_1


"Apa ! Bagaimana bisa ? bahkan aku setiap hari tak pernah melihatnya bersama seorang gadis, kau sudah pernah melihatnya langsung ?"


"Sudah dan itu tadi saat aku mengunjungi kantor tanpa memberi tahu nya tentu saja."


"Berarti saat aku bertemu denganmu di lobi tadi, kejadian itu sudah terjadi benar ?"


"Yup dan tebak bagaimana raut wajah adikmu itu saat tertangkap basah olehku saat dirinya sedang bersama gadis lain di depan tunangannya."


"Adik bodoh. Astaga aku malu mengakuinya sebagai adikku di hadapanmu."


Jae Hyun menundukkan kepalanya saat melihat Yuna menatap nya dengan sarat pedih.


"Tidak perlu malu kak, lagipula aku akan menghukumnya nanti, jadi jangan bersikap seperti itu padaku eoh."


"Kau akan membatalkan pernikahan kalian ?"


Yuna mengganti raut wajahnya dengan wajah kesalnya sambil menatap Jae Hyun.


"Lihat saja nanti."

__ADS_1


__ADS_2