
"*Bagaimana Eonni? Apa gadis itu sudah pergi?"
"Baru saja, kapan kau sampai?"
"Dari tadi seharusnya, tapi aku tak tega jika Tae Jun tertangkap basah olehku sekarang eonni, jadi aku mampir sebentar di cafe depan perusahaan,"
"Yahh lebih baik begitu, datanglah 5 menit lagi. Kau tahu Tae Jun sedang mandi agar menghilangkan bau parfum model itu."
"Baiklah, sampai nanti Sojeong eonni,"
"**Ya Yuna, sampai nanti eoh***"
Panggilan diputus, beginilah cara Yuna untuk menikmati sandiwara sang kekasih yang selalu main-main dengan nya, tau bukan bahwa Yuna sendiri yang sudah memberi peringatan kepada sang kekasih tentang kedatangannya. Tentunya dibantu oleh Sojeong sang sekretaris Tae Jun.
Yuna memandang sendu cangkir kopi hitam miliknya itu, berfikir seberapa jauh sang kekasih akan berprilaku seperti ini. Memiliki banyak gadis mainan untuk menjadi penggantinya.
◻◻◻
Yuna berjalan memasuki lobi perusahaan sang kekasih, berjalan menuju resepsionis guna mencari keberadaan ruangan sang kekasih.
"*Permisi,"
"Ada apa nona? ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Ya, bisakah kau beri tahu aku dimana ruangan Kim Tae Jun berada?"
"Maaf sebelumnya, tapi siapa nama nona?"
"Namaku Jung Yuna."
"Apa kau teman kencan Tuan Kim yang baru?"
"Teman kencan?"
"Benar, apakah nona teman kencan Tuan Kim yang baru, karena setau saya teman kencan Tuan Kim yang terakhir adalah Nona Im Nayeon,"
"Bukan, aku bukan teman kencannya."
"Bukan, jangan mengira-ngira ya, aku tunangan Kim Tae Jun, jadi langsung tunjukkan saja dimana ruangannya*."
Sang resepsionis seketika memucat mendengar penuturan Yuna, Tunangan, berarti sejak tadi dirinya sedang membuka kedok bos sendiri di depan tunangan samg bos.
"*Astaga, maafkan atas kelancamgan saya nona. Tolong maafkan saya, saya tadi berbicara melantur jadi mohon jangan dipikirkan. Maafkan saya nona, dan ruangan Tuan Kim berada di lantai 2 teratas gedung ini nona, silahkan menggunakan lift VIP saja agar lebih memudahkan anda."
"Terima kasih, senang bertemu denganmu... /melihat name tag sang resepsionis/ Kim Yeri*."
◻◻◻
__ADS_1
Pintu ruangan diketuk, Tae Jun sedang bermain ponselnya sambil membelakangi meja kerja nya. Setelah mandi dirinya langsung bergegas berganti pakaian dan bersandiwara sedang bersantai diruangannya.
"Masuk."
Dalam hati Tae Jun berfikir, kira-kira siapakah orang yang sedang mengetuk pintunya kali ini, salah satu karyawan nya atau mungkin Yuna yang sudah datang untuk menemuinya.
"Apa kau tak merindukanku eoh?"
Tae Jun tersenyum, dalam hati teramat mendamba suara halus itu. Bertahun-tahun menunggu kedatangan sang pujaan akhirnya hari itu tiba.
Tae Jun memutar kursi nya, betapa senangnya Tae Jun melihat sang tunangan yang tumbuh menjadi gadis cantik menawan, bahkan auranya teramat anggun dan ellegant.
"Ini kau honey, oh astaga kau cantik sekali hmm"
Tae Jun berdiri menghampiri Yuna dan memeluk gadisnya dengan hangat, sembari memberi kecupan sayang di belah bibir sang tunangan.
"Kenapa kau setampan ini eoh?"
Yuna membalas pelukan tunangannya itu dengan erat dan tersenyum saat Tae Jun memberinya kecupan di bibirnya.
"*Aku harus tampan bukan agar kau tak bisa lepas dari diriku honey"
"Tapi jika kau tampan begini nanti kau bebas mendua dibelakangku, bagaimana*?"
__ADS_1
Tae Jun menegang, terkejut mendengar lontaran kalimat dari Yuna yang masih belum melepaskan pelukannya dan menumpu dagu di dada bidang nya.