
Setelah kemarin bertemu dengan Jae Hyun, hari ini Yuna memutuskan untuk kembali bertemu dengan kakak dari tunangannya itu. Beruntung saja hari rabu minggu ini, tak banyak yang harus dirinya urus di perusahaan. Jadi Yuna tak terlalu pusing untuk mengatur semua jadwalnya untuk hari ini. Lagipula Yuna yakin bahwa Tae Jun pasti akan mendatangi perusahaannya untuk menemuinya.
Yuna menelpon Jae Hyun saat baru akan memasuki mobil pribadinya,
"Halo ? Kak Jae Hyun,"
"Ya Yuna, ada apa eoh ?"
"Apa hari ini kau sibuk ?"
"Entahlah aku belum menanyakannya kepada johny, memangnya ada apa ?"
"Bisakah kita bertemu lagi Kak ?"
"Bertemu ? bisa saja. Tapi sepertinya tak bisa lama jika kita bertemu diluar. Hmm bagaimana kalau kau ke perusahaan ku saja, nanti akan kusiapkan hidangan kesukaanmu agar kau tak bosan, bagaimana ?"
"Lebih baik bertemu di kantormu saja, lagipula itu tak akan bisa dilacak oleh adikmu kan?"
"Apa kita akan membahas tentang Tae Jun ?"
"Ya begitulah,, aku ingin meminta bantuanmu Kak,, kau tau bukan, adikmu itu harus diberi hukuman agar tak lagi berbuat nakal dibelakangku."
"Tak membatalkan pernikahan kalian ?"
"Tentu saja tidak. Kakak tau aku itu tergila-gila pada Tae Jun si playboy gila adik mu itu. Mana rela aku membatalkan pernikahan dengannya, lagipula Tae Jun itu kaya raya Kak."
"Kau sepertinya belum tau sekaya apa aku ini,"
"Tau kok, tapi lebih baik bersama yang lama daripada mencari yang baru,"
__ADS_1
"Hei !! Kau menolakku beg-- "
"Aku tutup telponnya, sampai bertemu nanti Kak Jae Hyun."
Lalu panggilan itu diputus dan Yuna bergegas memasuki mobilnya untuk langsung berangkat menemui Jae Hyun.
ㅁㅁㅁ
"Tumben Kakak masih di rumah ? membolos ke kantor ?"
Eunha berseru saat melihat Tae Jun sedang duduk diam di meja makan yang biasanya sudah tak berpenghuni lagi.
Eunha duduk tepat dihadapan Tae Jun yang masih termenung diam bersama pikirannya.
"**Kak ?"
"Kakak ??"
Eunha mencebik kesal karena tak direspon oleh sang kakak saat sedang memanggilnya.
"Kak ,, Kak Yuna ada dibelakangmu tuh. "
Eunha mencoba mendapat atensi sang kakak dengan cara membohonginya bahwa terdapat Yuna di belakangnya.
Dan tentu saja Tae Jun langsung menghadap belakang saat Eunha menyebut nama Yuna dalam kalimatnya. Saat melihat bahwa sang adik sedang berbohong, Tae jun langsung menatap tajam kearah Eunha yang mulai beringsut menjauh karena takut.
"He he he,, Kak Tae Jun mengabaikanku. Jadi kusebut saja Kak Yuna ada disini agar Kakak bisa sadar dari alam lain."
Eunha tertawa kecil melihat sang kakak geram kepadanya.
__ADS_1
"Ck,, Ayolah kak. Jangan terlalu tegang begitu. Lagipula ini bukan pertama kalinya aku mengerjaimu."
Eunha mengambil piring sarapannya yang memang sudah disiapkan oleh para maid mereka dan memakannya tanpa mau menatap Tae Jun yang masih saja menatapnya marah.
"Pinjam ponselmu."
Tae Jun berkata kepada Eunha sambil menengadahkan tangannya tanda meminta ponsel milik Eunha.
Sedangkan Eunha mengedipkan matanya tanda kurang mengerti ucapan tiba - tiba sang kakak padanya barusan.
"Kemarikan ponselmu."
Tae Jun mengulangi perkataannya mengerti bahwa sang adik tak mengerti maksudnya.
"Mau diapakan ponsel ku ?"
Eunha bertanya sambil mulai memeluk erat tas miliknya dengat erat.
"Mau menelpon Yuna. Ponselku rusak kena banting tadi pagi."
"Kenapa bisa kena banting ? Kakak ada masalah ya ? atau dimarahi kak Yuna gara - gara memarahi ku kemarin ?"
Sebenarnya tak ada ponsel yang rusak. Itu hanyalah sebuah alasan saja bagi Tae Jun, karena jika dirinya menelpon melalui ponselnya sendiri maka sudah pasti Yuna tak akan mengangkat panggilan darinya.
**ㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅㅅ
Maaf baru bisa update,, beberapa hari ini hp
error ga bisa dipake,, jadi ya baru bisa sekarang update nya setelah hp bisa di pake lagi.
__ADS_1
Jangan sungkan untuk komen dan like ya semua..
See You all😊**