
Ruby adalah seorang wanita berusia 25 tahun, dan merupakan pemilik boutique terkemuka sekaligus seorang model beberapa produk terkenal. Semua orang sudah mengenalnya karena dia sering wara wiri di stasiun televisi untuk mempromosikan berbagai produk dan terkadang dia juga di undang untuk menjadi bintang tamu di acara talk show. Ruby menjalani hari - hari yang sibuk karena jadwalnya yang sangat padat tersebut hingga dia mengalami kelelahan yang terkadang membuatnya sakit. Walaupun begitu, dia jarang mengeluh terhadap orang - orang sekitarnya karena keadaannya tersebut. Dia berfikir jika itu adalah suatu hal yang telah di pilihnya jadi dia juga harus siap menerima konsekuensinya. Ruby sangat menyukai warna merah dan buah strawberry. Ruby mempunyai dua sahabat baik yaitu Violet dan Grace. Persahabatan mereka sudah terjalin lama dari awal mereka masuk kuliah. Waktu itu mereka di pertemukan dalam satu grup organisasi.
Saat ini Ruby sedang berada di boutique miliknya untuk memeriksa beberapa laporan yang di serahkan oleh sekretaris pribadinya. Dia membacanya dengan sangat teliti agar tidak terjadi kesalahan yang mungkin dapat merugikan boutique nya tersebut. Setelah selesai membaca semua laporan tersebut, Ruby lalu beristirahat sebentar dan memilih untuk bersandar di kursi kerjanya. Ruby lalu melihat keluar jendela ruangannya menikmati suasana di luar boutique miliknya tersebut. Ruby terkadang juga memikirkan beberapa pria yang mengajaknya untuk menjalin hubungan. Sebenarnya sudah banyak pria yang melamarnya tetapi Ruby selalu saja menolak karena dia masih ingin fokus kepada karirnya dan di antara semua pria tersebut belum ada yang membuatnya tertarik meskipun semua pria tersebut bukan orang sembarangan.
Para pria tersebut mempunyai gelar ataupun jabatan yang tinggi mulai dari CEO, aktor terkenal, model, penyanyi, dan lain - lain. Tetapi Ruby merasa jika diantara para pria tersebut tidak ada yang bisa mengambil hatinya karena mereka sedikit membosankan. Saat makan malam mereka hanya membicarakan tentang harta dan jabatan yang dimiliki oleh mereka, yang sejujurnya membuat Ruby menjadi merasa benci kepada mereka. Jika hanya harta dan jabatan yang mereka banggakan, Ruby juga sudah mempunyai apa yang mereka banggakan tersebut bahkan orang tuanya juga sangatlah kaya karena memiliki beberapa cabang perusahaan di setiap kota dan ada yang di negara lain juga. Ruby sangat malas meladeni orang tuanya ketika mereka menjadwalkan makan malam dengan seorang pria kenalan mereka hingga membuat Ruby memilih untuk tinggal di apartement sendirian.
Saat tersadar dari lamunannya, Ruby lalu menghela nafasnya dan kemudian memegang kepalanya yang sedikit nyeri. Ruby merasa jika dia sedang membutuhkan udara segar, jadi dia mengambil tas miliknya dan memutuskan untuk pergi ke taman yang tidak terlalu jauh dari boutique miliknya. Ruby lalu memberitahu sekretaris pribadinya jika dia akan pergi keluar sebentar. Sekretarisnya itu lalu mengangguk dan Ruby langsung pergi menemui supirnya untuk memintanya mengantarkan dirinya ke taman. Beberapa menit kemudian Ruby telah sampai di taman tersebut. Dia lalu berjalan menyusuri taman sembari menghirup udara segar, sedangkan supirnya hanya menunggu di mobilnya. Kebetulan ada penjual ice cream keliling di taman tersebut, Ruby lalu menghampiri penjual tersebut dan membeli ice cream rasa strawberry favoritenya. Ruby lalu memakan ice cream tersebut sembari berjalan keliling taman, tetapi saat sedang asik menikmati ice cream miliknya tiba - tiba dia tersandung dan menabrak seseorang. Ice cream yang di pegang olehnya mengotori baju seseorang tersebut hingga mengotori wajahnya juga.
Ruby merasa terkejut, lalu dia mengambil tisu dari dalam tasnya.
"Saya minta maaf."
Orang itu lalu menjilat ice cream tersebut yang berada di wajahnya.
"Mmm rasa strawberry, tetapi aku tidak menyukainya," gumam pria itu.
Ruby lalu membersihkan wajah seseorang tersebut menggunakan tisu.
"Sekali lagi maafkan saya," ucapnya sembari membersihkan wajah orang itu.
"Tidak apa - apa, tetapi lain kali bisakah anda menumpahkan ice cream rasa chocolate?" tanya orang itu sembari tersenyum.
"Saya tidak sengaja menumpahkannya di wajah anda, jadi saya tidak mungkin melakukannya lagi apalagi saya tidak telalu menyukai ice cream rasa chocolate," ucap Ruby sembari terus membersihkan wajah orang itu, lalu membersihkan pakaian yang dia pakai.
Ruby merasa terkejut melihat wajah orang itu apalagi dia adalah seorang pria. Wajahnya sangat tampan apalagi senyumannya yang manis di sertai dengan lesung pipi di kanan dan kiri pipinya hingga membuat Ruby terpaku menatap pria itu sejenak. Pria itu lalu melambaikan tangannya di depan wajah Ruby yang membuyarkan lamunannya.
"Apakah anda baik - baik saja?"
__ADS_1
"Ah iya, saya baik - baik saja," ucapnya setelah tersadar dari lamunannya.
Pria itu lalu menjulurkan tangan kanannya.
"Saya Ace, dan anda?"
Ruby lalu menjabat tangan pria tersebut.
"Saya Ruby, sekali lagi maafkan saya."
Ace tersenyum.
"Tidak masalah. Anda orang di sekitar daerah ini?"
"Iya dan kebetulan saya sedang ingin menghirup udara segar jadi saya pergi ke taman ini, kalau anda?"
"Saya bukan orang daerah sini dan sebenarnya saya juga tidak tau sedang berada daerah mana."
Ace lalu menunjuk ke langit
"Dari sana."
Ruby kemudian melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ace, dan dia merasa tidak percaya kepada Ace
"Apakah anda sedang bercanda dengan saya?"
Ace lalu menatap Ruby.
__ADS_1
"Saya sedang tidak bercanda dengan anda."
"Baiklah terserah anda."
Ace lalu mengajak Ruby untuk duduk di kursi taman yang tidak jauh dari tempat mereka berdua berdiri. Kemudian mereka berdua berbincang dan Ace terus memperhatikan area sekitarnya hingga membuat Ruby merasa semakin penasaran kepada Ace setelah dia melantur tentang tempat asal dia tinggal. Ruby terus memperhatikan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Ace tersebut saat Ace terus menerus menatap awan - awan yang berada di langit dan berfikir ada apa di langit tersebut sehingga Ace terus menerus menatapnya. Ace lalu menatap Ruby dengan sangat serius dari atas hingga bawah, hingga membuat Ruby sedikit merasa tidak nyaman. Ruby lalu menegur Ace untuk tidak menatap orang seperti itu karena akan membuat orang yang di tatapnya merasa tidak nyaman. Ace kemudian mengalihkan pandangannya dari Ruby dan mulai berfikir mengenai sesuatu.
"Oh ya nama anda sangat indah. Ruby diambil dari bahasa Latin, berasal dari kata ruber yang berarti warna merah dan memiliki arti batu mulia bewarna merah karena itu diambil dari nama sebuah batu mulia."
"Bagaimana anda mengetahuinya secara lebih detail mengenai nama saya?"
"Karena saya telah banyak membaca buku."
"Apakah anda sebenarnya seorang sejarahwan atau seorang mahasiswa yang sedang mempelajari tentang sejarah?" tanya Ruby semakin penasaran.
"Saya bukan keduanya."
"Lalu?"
"Saya yang memantaunya."
"Maksud anda?"
"Ah lupakan saja, jika saya memberitahu anda mungkin anda tidak akan mempercayainya lagi seperti tadi."
"Oh ya, baju anda sangat kotor dan bagaimana kalau saya mengganti baju anda?"
"Mengganti?" tanyanya sembari melihat ke arah bajunya.
__ADS_1
"Iya, kamu ikut saya ke boutique milik saya dan anda bebas memilih baju yang dijual di boutique saya bagaimana?"
"Baiklah."