My Boyfie Came From The Moon

My Boyfie Came From The Moon
Episode #04


__ADS_3

Kembali lagi di waktu setelah Ruby menyimpan gelang milik Ace di saku blazernya. Setelah sampai di ruangan kerjanya Ruby kemudian memandangi gelang milik Ace tersebut. Gelang dengan liontin permata biru berbentuk bulan sabit yang dipahat secara sempurna, dan Ruby berfikir pasti ini gelang yang sangat mahal karena liontinnya tersebut berasal dari permata yang asli. Tetapi jika dia kehilangan gelang yang sangat mahal, kenapa dia tidak kembali untuk mengambilnya seperti kebanyakan orang yang merasa kehilangan suatu benda pasti akan kembali secepatnya. Setelah itu Ruby mencari sebuah kotak untuk menyimpan gelang milik Ace tersebut. Bukan apa - apa, hanya saja Ruby tidak ingin gelang tersebut hilang dan mengganti rugi gelang mahal tersebut. Setelah mencari beberapa kotak yang sesuai, akhirnya Ruby menemukannya. Sebuah kotak dengan balutan kain bewarna biru tua, bekas perhiasannya dahulu. Setelah itu Ruby meletakkan gelang milik Ace ke dalam kotak tersebut dan menyimpannya di laci meja kerjanya.


Sedangkan Ace yang baru saja kembali ke kerajaan bulan, dia di sambut oleh Amaris kakaknya. Ratu Celena juga langsung memeluknya karena merasa khawatir jika putranya tersebut dilukai oleh orang jahat. Setelah itu Ratu Celena meminta Ace untuk beristirahat di kamarnya karena beliau mengetahui jika Ace pasti merasa sangat lelah. Ace kemudian pergi ke kamarnya untuk tidur sebentar. Karena tidak bisa tidur, akhirnya Ace pergi ke ruangan pelatihannya untuk melihat kembali suasana bumi dan Ruby. Sekitar satu jam kemudian Amaris mengajak Ace untuk pergi bermain di kolam istana seperti biasanya. Mereka berdua duduk di tepi kolam sembari bercerita mengenai bumi dan wanita tersebut. Amaris banyak bertanya tentang wanita itu kepada Ace setelah dia menemuinya. Amaris juga memperhatikan pakaian yang sedang Ace pakai serta rambut Ace yang rapi tersebut. Tidak lama kemudian, Mona datang menghampiri mereka berdua di tepi kolam sembari membawakan makanan untuk dimakan bersama sembari bercerita. Rupanya Mona juga merasa penasaran dengan cerita kakaknya tersebut.


" Jadi siapa nama wanita pujaanmu itu? " tanya Amaris.


Ace tersenyum " Namanya Ruby, yang berarti batu mulia bewarna merah. "


" Nama yang indah. "


" Seindah orangnya. " Jawab Ace melanjutkan kata - kata Amaris.


Amaris tertawa " baiklah terserah kamu saja. Eh pakaian dan rambut kamu sangat berbeda sekali. "


Ace kemudian melihat pakaiannya " pakaian ini darinya karena setelah aku tiba di bumi dia menumpahkan ice cream miliknya ke wajah dan pakaianku. "


" Kenapa bisa begitu? "


" Aku juga tidak tau, mungkin dia tersandung. Setelah itu dia membawaku ke sebuah boutique dan memberikan semua pakaian ini karena dia pemiliknya. "


" Lalu? " tanya Amaris yang masih merasa penasaran.


" Dia meminta sekretarisnya untuk merapikan rambutku menggunakan gel rambut. "


" Gel rambut? "


" Itu mempunyai tekstur seperti selai, tetapi kita tidak bisa mencampurkannya ke dalam makanan karena itu untuk rambut dan katanya itu membuat rambut kita menjadi lebih berkilau. "


Amaris mengangguk " oh begitu, apa kamu membawanya saat ini? "


" Aku tidak membawanya. "


" Ah padahal aku ingin mencoba memakainya di rambutku agar lebih terlihat tampan. "

__ADS_1


" Memangnya kamu mau menarik siapa kak? "


" Rahasia. " Ucap Amaris sembari tertawa.


" Ada - ada saja, bukankah kamu akan dijodohkan dengan seorang putri ya kak? "


" Kedengarannya begitu sih, lalu kamu bagaimana? "


Ace berfikir sejenak " sepertinya aku ingin dengannya saja kak kalau ayah dan ibu mengizinkannya. "


Amaris terkejut mendengar ucapan Ace, sedangkan Mona dia masih kecil jadi belum bisa mengerti pembicaraan tersebut. Amaris lalu bertanya kepada Ace untuk memastikannya " kenapa kamu bisa mencintainya Ace? "


" Dia sangat baik kepadaku. "


" Tetapi sangat baik saja tidak cukup Ace, bagaimana kalau dia sudah mempunyai seorang kekasih atau suami? "


" Aku akan memastikannya dengan tinggal di bumi untuk sementara kak. " Ucap Ace secara tiba - tiba.


Amaris semakin terkejut dengan keinginan Ace " apa kamu sudah gila? "


" Kamu tau kan bagaimana ayah terlihat marah ketika kamu mengatakan ingin pergi ke bumi, lalu bagaimana jadinya jika kamu mengatakan ingin tinggal di bumi? "


" Aku yang akan berbicara sendiri kepada ayah nanti kak. "


" Baiklah, tetapi kalau ayah menghukummu aku tidak akan tanggung jawab karena aku sudah berusaha untuk memperingatkan kamu sebelumnya. "


" Tenang saja, pasti aku akan berhasil membujuk ayah. "


" Baiklah, semoga berhasil. "


" Terima kasih kak. "


Mona lalu memegang tangan Ace untuk bermain dengan gelang milik Ace seperti biasanya, namun Mona tidak menemukan gelang milik Ace tersebut dan bertanya kepada Ace " kakak, mana gelangnya? "

__ADS_1


" Ada kok disini. " Ace lalu melihat ke pergelangan tangannya, dan tidak menemukan gelang miliknya tersebut.


" Mana kak? " tanya Mona kembali.


" Mungkin gelangnya terjatuh di suatu tempat atau berada di kamar. "


" Mungkin saja, coba kamu cari di kamar terlebih dahulu Ace. " Saran Amaris.


" Baik kak. "


Ace lalu berlari menuju kamarnya untuk mencari gelang miliknya, sedangkan Amaris dan Mona juga ikut mencari gelang milik Ace di sekitar kolam. Sesampainya di kamar Ace lalu mencari gelang miliknya kesana kemari dan membuka setiap laci yang berada di kamarnya. Ace terus mencari gelang miliknya dan menyusuri setiap sudut istana yang tadi dia lalui namun hasilnya nihil. Ace kemudian bertemu dengan Amaris dan Mona untuk menanyakan apakah mereka berdua sudah menemukannya belum tetapi mereka juga belum menemukan gelang milik Ace tersebut. Karena wilayah istana bulan sangat luas, akhirnya Amaris memerintahkan beberapa pengawal untuk membantu mencari gelang milik Ace tersebut. Para pengawal langsung berpencar mencari gelang milik Ace dan menyisir di setiap sudut istana.


Sedangkan Ruby yang sekarang sedang dalam perjalanan menuju apartement miliknya, meminta kepada supirnya untuk mampir ke toko kue langganannya karena dia ingin membeli kue kesukaannya. Supirnya lalu memberhentikan mobilnya di depan toko kue tersebut, dan Ruby langsung masuk ke dalam toko itu. Karyawan toko kue tersebut lalu menyapa Ruby dengan sangat ramah begitu dia mengetahui jika Ruby mampir untuk mengunjungi tokonya. Ruby lalu memesan red velvet cake kepada karyawan itu dan kemudian dia duduk di kursi sembari menunggu pesanannya selesai. Karena toko kue tersebut saat ini sedang sangat ramai, akhirnya Ruby menunggu cukup lama untuk mendapatkan red velvet cake kesukaannya. Ruby duduk sembari mengamati suasana di toko kue tersebut, lalu dia mengambil ponsel miliknya untuk mengusir rasa bosan. Setelah 20 menit kemudian, karyawan tersebut akhirnya memberikan kue pesanan Ruby tersebut, dan Ruby langsung berjalan menuju mobilnya.


Saat di perjalanan tiba - tiba supirnya meminta isin kepada Ruby " nona, bolehkah saya bertanya kepada anda? "


" Silahkan pak. "


" Apakah pria yang tadi siang anda ajak ke boutique itu kekasih anda? "


" Bukan pak. "


" Lalu? "


" Aku hanya tidak sengaja bertemu dengannya di taman dan aku menumpahkan ice cream milikku di pakaiannya, jadi aku ingin mengganti pakaian dia yang kotor saja. "


" Oh begitu, nona harus hati - hati dengan orang asing. "


" Iya pak saya tau, tetapi kalau saya lihat sepertinya dia bukan orang yang jahat. "


" Walaupun begitu tetapi apa salahnya untuk bersikap hati - hati, bukankah begitu nona? "


" Benar pak, terima kasih sarannya. "

__ADS_1


" Sama - sama nona. "


__ADS_2