My Boyfie Came From The Moon

My Boyfie Came From The Moon
Episode #06


__ADS_3

Ratu Celena kemudian keluar dari kamar Ace untuk menemui Raja Mois yang sedang rapat bersama para menterinya di ruang rapat, sedangkan Ace kembali merenung menatap jendela kamarnya. Beberapa saat kemudian Ace melangkahkan kakinya menuju ranjangnya dan berbaring. Ruby tiba - tiba muncul di fikiran Ace yang sedang berbaring tersebut. Ace merasa senang sekali bertemu dengan wanita pujaannya tersebut dan mengetahui namanya, walaupun di sisi lain Ace merasa sedih karena kehilangan gelang kesayangannya yang berharga. Ace menatap langit - langit kamarnya sembari berfikir bagaimana caranya agar mendapatkan izin dari ayahnya untuk tinggal sementara di bumi karena ingin lebih mengenal wanita pujaannya tersebut. Niat awal Ace yang hanya sekedar ingin mengetahui namanya tiba - tiba niat itu berubah menjadi ingin memiliki sepenuhnya. Ace berfikir jika dia dan dirinya itu sama - sama manusia tetapi hanya saja Ace diberikan suatu kelebihan yang tidak di miliki oleh banyak orang, dan itu wajar - wajar saja karena semua manusia juga mempunyai kelebihan masing - masing. Ace juga mempunyai keinginan yang sama seperti manusia lainnya yaitu dapat hidup dan menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan orang yang dicintainya.


Di keesokan harinya Ace berada di ruangan pelatihan bersama guru Barda. Dia melakukan pelajarannya dengan sangat serius. Setelah jamnya hampir selesai, guru Barda kemudian meminta Ace untuk mencetitakan pemgalamannya tersebut di bumi. Ace lalu menceritakan semuanya kepada guru Barda, bahkan dia juga mencaritakan tentang Ruby kepadanya. Mereka berdua terlibat perbincangan kurang lebih selama 1 jam, apalagi di tambah Amaris yang masuk ke dalam ruangan pelatihan Ace dan ikut berbincang dengan mereka berdua. Tiba - tiba ada seorang pengawal yang datang ketika mereka bertiga sedang sibuk berbincang, dan pengawal tersebut menyampaikan bahwa Ace diminta untuk menemui Ratu Celena di ruangannya. Guru Barda kemudian pamit ke pada Ace untuk pergi, sedangkan Ace langsung pergi menemui Ratu Celena di ruangannya. Sesampainya di ruangan Ratu Celena, Ace kemudian duduk di sampingnya dan bertanya kepada Ratu Celena mengapa dia dipanggil ke ruangannya. Di ruangan tersebut ada seorang pembuat perhiasan yang sedang berbincang kepada Ratu Celena. Mona tiba - tiba juga datang ke ruangan tersebut lalu Ratu Celena menggendong di pangkuannya karena Mona ingin tidur.


" Baiklah Ace, katakan seperti apa bentuk gelangmu yang hilang itu secara mendetail. "


" Untuk apa ibu? " tanya Ace merasa penasaran.


" Ibu ingin membuatkannya yang baru dengan desain yang sama persis dengan milikmu. "


" Tidak perlu ibu. "


" Kenapa begitu? "


" Menurut aku walaupun gelang itu dibuat sama persis seperti gelangku yang hilang, tetap saja kenangannya yang sudah tersimpan tidak akan pernah bisa di kembalikan lagi ataupun tidak bisa digantikan. "


" Baiklah kalau begitu maumu. "


Ace kemudian berdiri dari kursinya " Kalau begitu Ace permisi ibu. "


" Tunggu sebentar. " Ratu Celena mencegah Ace untuk pergi.


Ace lalu kembali duduk di kursinya " Ya ibu? "


" Atau kamu mau sesuatu yang baru? "


" Maksud ibu? "


Ratu Celena tersenyum " seperti gelang, cincin, atau kalung yang baru untuk seseorang. "


" Apakah boleh? "

__ADS_1


" Tentu saja. "


" Baiklah. Aku ingin kalung dengan nama Ruby. " Ucap Ace kepada pembuat perhiasan tersebut.


" Baik pangeran, bisakah anda menggambar seperti apa desainnya agar lebih jelas? "


" Baik. "


Pembuat perhiasan tersebut lalu memberikan Ace sebuah kertas untuk menggambar desain kalung yang di inginkannya " ini kertasnya. "


Ace lalu menggambar desain kalung yang di inginkannya di atas kertas itu. Setelah selesai menggambar desainnya, Ace lalu memberikannya kepada pembuat perhiasan tersebut " kira - kira seperti ini, dan aku ingin anda membuatnya menggunakan permata asli yang bewarna merah di liontinnya. "


Pembuat perhiasan tersebut melihat kertas yang berisi desain dari sebuah kalung yang diinginkan oleh Ace tersebut " baik pangeran, nanti akan segera saya proses. "


" Terima kasih pak. "


" Sama - sama pangeran. Kalau begitu saya permisi Ratu, pangeran. "


Sedangkan Ruby saat ini sedang berada di studio untuk melakukan pemotretan. Ruby sudah sangat mahir berpose di depan kamera dengan berbagai macam gaya. Untuk saat ini Ruby sedang makan siang bersama para kru dan managernya di studio sembari berbincang bersama. Ruby sangat ramah dan baik kepada semua orang, hingga tak heran jika Ruby sangat dicintai oleh orang - orang sekitar termasuk para penggemarnya. Setelah selesai makan siang Ruby kembali di dandani oleh make up artist nya, sedangkan para kru sedang menyiapkan set untuk pemotretan selanjutnya. Setelah Ruby selesai di dandani, Ruby lalu berjalan menuju tempat pemotretan dengan di dampingi oleh managernya. Beberapa jam kemudian Ruby telah selesai melakukan pemotretan, dia lalu menuju cafe langganannya untuk bertemu dengan teman - temannya.


Ruby lalu menghampiri meja teman - temannya tersebut setelah melihat Grace melambaikan tangannya kepada Ruby " hai, maaf tadi sedang ada jadwal pemotretan. "


" Tidak apa - apa Ruby, kami berdua juga baru saja sampai kok. " Ucap Violet.


Ruby lalu duduk di kursinya " oh ya kenapa kemarin malam kamu tidak datang ke apartementku Vi? "


" Aku sedang ada acara bersama dengan kekasihku. "


" Benar kan apa yang aku ucapkan By? " ucap Grace sembari meminum soda.


" Iya Grace kamu benar. " Jawab Ruby sembari tertawa.

__ADS_1


" Oh ya, kamu mau pesan apa By? " tanya Violet.


Ruby mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya " seperti biasanya aja Vi. "


" Baiklah. " Violet lalu memanggil waiters untuk memesankan Ruby menu yang biasanya.


" Apakah kamu sudah bertemu dengan pria pemilik gelang itu By? " tanya Grace.


Ruby menggeleng " belum, sepertinya dia tidak merasa kehilangan sama sekali atau dia memang malas untuk mengambilnya? "


" Sudah aku bilang, jual saja gelang itu atau kamu pakai saja. " Ucap Grace menyarankan.


" Aku tidak akan menjualnya ataupun memakainya karena itu bukan milikku Grace. "


Violet yang mendengar pembicaraan mereka lalu bertanya " gelang apa sih yang kalian maksud itu? "


Grace lalu menjelaskan kepada Violet " kemarin Ruby bertemu dengan seorang pria yang aneh, lalu Ruby membawanya ke boutique untuk mengganti baju pria itu yang kotor karena Ruby menumpahkan ice cream miliknya ke baju pria itu. Setelah pria itu pergi Ruby menemukan gelang yang terjatuh di sofa boutique dan diperkirakan jika gelang itu milik si pria tadi. "


Violet mengangguk " oh begitu, memangnya gelang yang seperti apa? "


" Gelang dengan liontin berbentuk bulan sabit, tetapi liontinnya terbuat dari berlian biru asli yang tentu saja bernilai mahal. "


Violet terkejut " wah untung sekali dirimu, kenapa tidak kamu jual saja? "


" Sudah aku katakan jika aku akan tetap menyimpannya sampai si pemiliknya datang untuk mengambilnya. "


Tiba - tiba waiters datang membawa pesanan Ruby, lalu dia meletakannya di atas meja " silahkan nona. "


Ruby tersenyum " terima kasih. "


" Sama - sama nona Ruby. Kalau begitu saya permisi. "

__ADS_1


" Silahkan. "


__ADS_2