My Boyfie Came From The Moon

My Boyfie Came From The Moon
Episode #02


__ADS_3

Ace lalu mengikuti Ruby berjalan menuju mobilnya. Supirnya yang mengetahui jika Ruby akan masuk ke dalam mobilnya, dia lalu membukakan pintu untuk Ruby. Supirnya merasa sangat heran karena ada seorang pria yang bertubuh tinggi dan kekar bersama dengan majikannya tersebut apalagi pria itu jika dilihat - lihat seperti bukan wajah - wajah kebanyakan pria di negara ini dan entah majikannya tersebut memungutnya darimana, begitu fikir pak supirnya yang sedang menatap Ace. Setelah itu supirnya mengendarai mobil menuju boutique kembali, dan selama perjalanan mereka berdua melihat ke arah jendela masing - masing. Tidak lama setelah itu, Ace kemudian memperhatikan Ruby yang sedang melamun sembari melihat suasana dari jendela mobilnya. Sesampainya di boutique, Ace lalu turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Ruby seperti yang dilakukan oleh supirnya tadi.


Ace kemudian mengikuti Ruby berjalan masuk ke dalam boutique dan masuk ke dalam ruangannya. Ruby yang menyadari jika Ace terus mengikutinya sampai ke dalam ruangannya, lalu Ruby memanggil sekretaris pribadinya untuk mengajak Ace memilih baju sesuai keinginan Ace. Sekretarisnya Ruby lalu mengajak Ace untuk melihat - lihat baju yang berada di lantai bawah. Sekretarisnya memperhatikan Ace yang sedang merasa kebingungan tersebut, lalu dia menawarkan diri untuk membantu Ace memilih baju yang sesuai dengan tubuhnya. Beberapa menit kemudian, sekretarisnya membawa kemeja polos bewarna hitam dan sepasang jas kotak - kotak bewarna abu - abu. Sekretaris itu lalu memberikan pakaian tersebut kepada Ace untuk di coba di ruang ganti, dan Ace langsung membawa pakaiannya ke ruangan yang di tunjukkan oleh sekretaris Ruby.


15 menit kemudian, Ace telah keluar dari ruang ganti itu dan membuat sekretaris Ruby merasa terpana dengan penampilan Ace yang sangat tampan tersebut. Sekretaris itu lalu memeriksa pakaian yang dipakai oleh Ace tersebut dari atas sampai bawah, dan saat melihat leher Ace terdapat kalung yang memiliki liontin berbentuk bulan sekretaris itu meminta Ace untuk melepaskannya tetapi Ace menolak. Sekretaris itu lalu memilih untuk merapikan kalung itu di luar kemeja yang Ace pakai. Setelah itu sekretaris Ruby mengantarkannya ke ruangan kerja Ruby kembali, lalu mengetuk pintunya secara perlahan ketika mereka sudah sampai di depan ruangan Ruby. Mendengar suara ketukan pintu dari luar, Ruby lalu mempersilahkannya untuk masuk. Ruby yang tadinya sedang sibuk dengan laptop miliknya, tiba - tiba pandangannya teralihkan oleh penampilan baru dari Ace yang semakin mempesona.


Ruby lalu berjalan ke arah Ace dan memperhatikannya dari atas sampai bawah.


"Rambutnya terlihat sangat berantakan, dan sepatunya kurang cocok dengan pakaiannya. Aku minta untuk kamu pilihkan sepatu yang cocok dengannya dan merapikan rambutnya menggunakan gel rambut."


"Baik nona, saya permisi untuk mengambilnya terlebih dahulu di bawah." Sekretaris itu lalu berjalan keluar ruangan dengan di ikuti oleh Ace yang berjalan di belakangnya.


Ruby lalu menghentikan Ace.


"Hei mau kemana kamu?"


"Mau ikut dia."


"Sudah duduklah di sini saja dan menunggu dia kembali membawakan barang yang aku minta."


"Baik." Ace lalu duduk di sofa ruangan kerja Ruby.


Ruby lalu bergumam.


"Aneh sekali, kenapa dia selalu mengikuti orang kemanapun orang itu pergi."


"Karena aku tidak tau harus kemana aku pergi," ucap Ace secara tiba - tiba.


"Kamu mendengarnya ternyata," ucapnya sembari duduk di kursi kerjanya.


"Tentu saja, aku bisa mendengar sesuatu hal dari jarak yang sangat jauh sekalipun."


"Baiklah coba ulangi ucapan aku."


"Baik."


Ruby mulai bergumam dengan suara yang sangat kecil sekali, yang orang lain mungkin tidak bisa mendengarnya.


"Ace sangat aneh dan jelek sekali."


"Ace sangat aneh dan jelek sekali," ucap Ace setelah mendengar Ruby bergumam.


"Bagaimana kamu bisa mendengarnya, bagaimana kalau aku coba menggunakan fikiranku apakah kamu bisa menebaknya?"

__ADS_1


"Mungkin aku bisa mencobanya."


Ruby mulai merangkai kata - kata di dalam fikirannya tersebut


"Aku tidak menyukai Ace karena dia sangat aneh sekali."


Ace lalu berdiri dan berjalan keluar ruangan.


"Baiklah, terima kasih atas pakaiannya aku pergi."


"Kenapa kamu pergi, kan belum selesai?"


"Kamu tidak menyukai aku karena kamu berfikir jika aku ini sangat aneh, jadi aku memutuskan untuk pergi."


Ruby merasa terheran dengan Ace tersebut karena dia bisa membaca fikirannya, lalu Ruby mencegah Ace untuk pergi.


"Tunggu, aku hanya bercanda dengan kata - kataku itu."


Tiba - tiba sekretaris Ruby masuk ke dalam ruangan kerja Ruby sembari membawa barang - barang yang tadi dia minta.


"Ini saya sudah membawa sepasang sepatu yang mungkin cocok untuknya."


"Baiklah, dan setelah itu kamu rapikan rambutnya."


"Baik nona."


"Kerja bagus, kamu boleh pergi."


"Baik nona. Sebelum saya pergi, bolehkah saya bertanya kepada anda?"


"Silahkan."


Sekretarisnya lalu berbisik di telinga Ruby


"Apakah dia kekasih anda?"


"Bukan, bahkan kami baru saja mengenalnya."


"Lalu anda memungut pria tampan seperti itu darimana, dan apakah anda tidak merasa takut dengan pria yang baru anda temui kalau saja dia bisa membahayakan anda?"


Ace lalu menyela pembicaraan mereka berdua.


"Tenang saja, saya tidak akan membahayakan kalian ataupun berbuat macam - macam dengan kalian."

__ADS_1


Sekretarisnya merasa terkejut dengan ucapan Ace, sedangkan Ruby memperingati sekretarisnya itu


"Kamu jangan berfikir ataupun bergumam hal - hal yang tidak - tidak tentangnya karena dia bisa mendengar dan mengetahui semuanya."


"Benarkah, bagaimana anda mengetahuinya?"


"Saya sudah membuktikannya tadi."


"Oh begitu."


Ace lalu menghampiri sekretaris Ruby dan menjulurkan tangannya.


"Saya Ace, dan nama anda siapa?"


"Saya Yeri, sekretaris pribadi nona Ruby," ucapnya membalas jabatan tangan Ace.


"Terima kasih telah membantu saya, Yeri."


"Sama - sama, kalau begitu saya permisi."


"Silahkan."


"Kamu jangan mengikutinya ataupun mengikuti orang lain kemanapun mereka pergi seperti hewan peliharaan, paham?"


"Paham."


"Apakah kamu akan mengikuti seekor anjing juga jika kamu bertemu denganya di suatu tempat?" tanya Ruby.


"Mungkin saja."


"Sudah jangan lakukan hal itu lagi, sekarang kamu bisa pergi kemanapun yang kamu inginkan karena aku sudah mengganti bajumu karena kecerobohanku tadi."


"Kemana aku harus pergi?"


"Terserah kamu."


"Kalau kamu?"


"Aku tetap di sini karena aku sedang bekerja."


"Baiklah aku juga akan di sini saja."


"Tidak bisa begitu. Kenapa kamu tidak pulang ke rumahmu saja yang entah berada dimana?"

__ADS_1


"Baiklah aku akan pulang, terima kasih untuk semua ini."


"Sama - sama."


__ADS_2