
Setelah itu pak supir membukakan pintu mobil untuk Ruby begitu sampai di depan gedung apartement. Ruby lalu berjalan menuju unit apartement miliknya, dan begitu sampai di dalam apartement Ruby langsung pergi ke kamar mandinya untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi, Ruby merebahkan sebentar tubuhnya di atas ranjang miliknya. Saat sedang menatap langit - langit kamarnya, Ruby teringat dengan gelang milik Ace yang tertinggal di boutique miliknya. Ruby lalu mengambil kotak yang berisi gelang itu di dalam saku blazernya tadi. Ruby kemudian mengambil gelang dari dalam kotak, lalu memandanginya sembari berbaring di ranjangnya kembali. Ruby memang sengaja membawa gelang milik Ace tersebut bersamanya agar gelang itu tidak hilang, karena gelang tersebut sangat mahal apalagi dengan berlian asli. Terlihat aneh saja seorang pria memakai gelang seperti ini jika bukan gelang couple, dan apakah sebenarnya ini adalah gelang couple dengan kekasihnya? begitu kira - kira batin Ruby.
Ace itu jika dilihat dari tampilannya dia adalah pria yang baik, atau lebih tepatnya anak yang baik karena dia seperti seekor anak anjing tersesat dan kemudian dia mengikuti seseorang pulang ke rumahnya. Aku harap dia kembali lagi untuk mengambil gelang miliknya dan setelah itu pergi yang jauh agar aku tidak memikirkannya terus menerus. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu unit apartement Ruby, dan dia langsung pergi membukanya untuk melihat siapa yang berkunjung ke apartement miliknya jam segini. Setelah Ruby membuka pintu, ternyata yang datang berkunjung ke apartement Ruby adalah Grace dan dia membawa se kotak ayam goreng dari restaurant cepat saji untuk dimakan bersama dengan Ruby. Dia lalu mempersilahkan Grace untuk masuk ke dalam apartementnya dan langsung menutup pintu. Grace lalu duduk di sofa ruang tengah dan membuka kotak berisi ayam goreng tersebut.
" Kamu pasti lapar kan? " tanya Grace sembari membuka kotak tersebut.
Ruby lalu duduk di sebelah Grace " Iya, tetapi untung kamu membawakan aku makanan sebelum aku pergi ke restaurant. "
" Nah kan, ayo makanlah! " ajak Grace.
" Baiklah. Eh tumben Violet tidak ikut bersamamu, dia kemana? " tanya Ruby sembari memakan ayam goreng.
Grace mengangkat kedua bahunya " tidak tau, mungkin sedang pergi berkencan bersama dengan kekasihnya. "
" Oh begitu. "
" Bagaimana dengan boutique milikmu? "
" Mengalami kemajuan sih akhir - akhir ini, tapi aku bertemu dengan salah satu pria yang sedikit aneh. "
" Siapa, pembeli di boutique milikmu? "
" Bukan. "
" Lalu? " tanya Grace yang merasa penasaran.
" Aku bertemu denganya di taman karena aku tidak sengaja menumpahkan ice cream di baju dan wajahnya, lalu aku berniat untuk mengganti dengan pakaian yang berada di boutique aku. "
Grace semakin penasaran " terus? "
" Setelah itu dia selalu mengikuti aku sampai di ruangan kerjaku dan mengikuti Yeri sekretaris pribadiku. "
" Lalu dia berbuat jahat kepadamu? "
" Tidak, dia anak yang baik seperti seekor anak anjing yang tersesat. "
" Ah ternyata hanya itu. " Jawab Grace kembali melanjutkan memakan ayam gorengnya.
" Ada bagian yang paling aneh sih menurut aku. "
Grace kembali memperhatikan Ruby " apa itu? "
__ADS_1
" Ketika aku bertanya dimana rumahnya dia hanya menunjuk ke langit, dan dia juga bisa membaca pikiranku. " Ucapnya lalu kembali melanjutkan memakan ayam gorengnya.
Grace tertawa " kamu jangan mengada - ngada dong, mana mungkin ada orang yang bisa membaca pikiran orang lain di dunia nyata. "
" Aku tidak berbohong dan itu benar terjadi, kalau tidak percaya tanya saja Yeri. "
" Tetapi jika aku belum bertemu dengannya secara langsung untuk membutikannya, aku masih belum bisa percaya dengan ucapanmu. "
" Terserah kamu saja. Jika besok dia kembali untuk mengambil gelang miliknya, aku pasti akan langsung menghubungimu agar kamu bisa membuktikan ceritaku itu. "
" Tunggu sebentar, kamu bilang gelang? "
" Iya, dia meninggalkan gelang miliknya di sofa ruangan kerjaku. "
" Kamu sekarang menyimpannya? "
" Iya, memangnya kenapa? "
" Coba aku lihat. "
Ruby lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil gelang milik Ace tersebut. Kemudian Ruby menghampiri Grace kembali di ruang tengah sembari membawa kotak gelang yang dia maksud " ini gelangnya. "
Grace lalu mengambil gelang itu dari kotaknya dan mengamatinya " apakah ini berlian asli? "
" Pasti ini gelang yang sangat mahal karena liontinnya terbuat dari berlian asli dan jika aku perhatikan berlian ini sangat langka, maka dari itu harganya mahal. "
" Aku juga menduga seperti itu. "
" Jika dijual pasti kita mendapat banyak uang. " Ucap Grace yang masih memegang gelang itu.
Ruby langsung mengambil gelang tersebut dari tangan Grace, lalu dia meletakannya kembali ke kotak gelang itu " jangan coba - coba menjualnya! "
" Kenapa begitu? "
" Karena ini milik orang lain, dan bukan milikku atau milikmu Grace. "
" Orang itu pasti tidak akan menyadarinya jika kita menjual gelangnya yang tertinggal. "
" Tetap saja aku tidak setuju denganmu, pokoknya aku akan tetap menyimpannya sampai pemiliknya datang untuk mengambilnya. "
" Baiklah, terserah kamu saja. "
__ADS_1
Sedangkan di istana bulan para pengawal sedang mencari gelang milik Ace. Semuanya berpencar mencari di setiap sudut istana namun hasilnya juga nihil. Akhirnya dengan berat hati Ace merelakan gelang kesayangannya tersebut yang hilang entah kemana. Ace lalu pergi ke kamarnya dan merenung sembari menatap suasana luar istana dari jendela kamarnya. Ace merasa sedih karena barang kesayangannya hilang akibat kecerobohannya sendiri yang tidak bisa menjaga barang kesayangannya itu. Wajar saja jika Ace bersedih, karena gelang dengan liontin berlian berbentuk bulan itu merupakan hadiah dari neneknya sejak dia lahir. Untung saja dia masih memakai kalung miliknya karena itu juga pemberian dari neneknya, sama seperti gelang miliknya. Ratu Celena yang melihat dari pintu kamar Ace jika putranya sedang bersedih karena kehilangan gelang kesayangannya, Ratu Celena lalu menghampiri Ace yang sedang termenung sembari menatap jendela kamarnya untuk menghiburnya.
Ratu Celena mengusap punggung Ace dengan lembut sembari memanggil namanya " Ace. "
" Iya ibu, ada apa? "
" Sedang apa? " tanya Ratu Celena dengan penuh perhatian.
" Sedang menatap pemandangan di luar. "
" Oh begitu. Bagaimana di bumi, menyenangkan tidak? " tanya Ratu Celena untuk mengalihkan perhatian Ace.
" Menyenangkan sekali dan aku sudah bertemu dengan wanita itu. " Jawab Ace dengan mata yang masih tertuju pada jendela kamarnya.
Ratu Celena tersenyum " benarkah, siapa namanya dan seperti apa sifat orangnya? "
" Namanya Ruby yang memiliki arti batu mulia bewarna merah, dan dia orang yang sangat baik meski. " Ace tidak melanjutkan kata - katanya.
" Meski apa? "
Pandangan Ace beralih menatap Ratu Celena " meski ucapannya sangat tajam seperti pedang yang sehabis di asah. "
" Benarkah, memangnya dia berbicara kasar padamu? "
" Tidak, dia tidak memaki - maki aku dengan kata - kata kasar. "
" Lalu? "
" Dia hanya mengatakan jika aku ini aneh dan jelek meskipun hanya bercanda untuk mengetes aku apakah benar aku ini bisa membaca pikiran atau tidak, lalu dia juga memperingatkan aku untuk tidak seperti anak anjing yang tersesat lalu mengikuti seseorang yang pertama kali aku temui. "
" Memangnya kamu selalu mengikuti orang lain setibanya di bumi? "
" Tidak ibu, aku hanya mengikutinya saja dan aku dibawa ke boutique miliknya. "
" Kenapa? "
" Karena dia tidak sengaja mengotori bajuku. Tetapi ibu jangan memarahinya atau menghukumnya karena walaupun begitu dia adalah wanita baik yang mau membantuku. "
" Baiklah, ibu tidak akan melakukan apapun kepadanya. "
" Terima kasih ibu. "
__ADS_1
Ratu Celena tersenyum " sama - sama. Kalau begitu ibu pergi untuk menemui ayahmu terlebih dahulu. "
" Baik ibu. "