My Fierce Wife

My Fierce Wife
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


“Roy, apa kau kelelahan karena ini? Maaf. Sebaiknya kau cepat istirahat agar besok tubuh mu jadi segar. Aku akan ke kamar mandi dulu,” ucap Yola tak enak hati dan segera melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.


“Apa dia begitu polos, atau dia memang bodoh,” gumam Roy sambil menampilkan senyum smirk nya.


Pria tampan itu segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran sedang, dengan tidak sabar menunggu kedatangan sang istri. Roy mencoba berpura-pura untuk memejamkan matanya sambil menungggu Yola.


Klekk!


Terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi. Roy yang mendengar hal itu hanya diam dan membiarkan sang istri naik ke atas tempat tidurnya.


“Apa kau sudah tidur?” tanya Yola sambil memegang dahi suaminya.


“Apa kau ingin melakukan sesuatu malam ini?” bukannya menjawab. Pria itu malah balik bertanya sambil memegang tangan Yola. Membuat wanita itu terkejut dan langsung melepaskan diri.


“Kau bilang tadi sangat capek. Lagipula, besok kita akan melakukan perpindahan. Istirahatlah,” ucap Yola yang langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Yola, aku ingin berbicara mengenai sesuatu yang sangat penting,” ucap Roy dengan nada serius.

__ADS_1


“Masalah apa itu?” tanya membuka kembali selimut tersebut.


“Apa kau siap untuk memiliki anak bersama ku?” tanya Roy penuh harap. Yola yang mendengar pertanyaan dari suaminya sangat terkejut, tapi wanita itu berusaha untuk menutupi rasa keterkejutannya.


Yola hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, karena belum yakin dengan keputusan suaminya. Yola memang sudah menerima Roy sebagai suaminya, tapi cinta di hatinya belum tumbuh dengan sempurna untuk Roy. Yola takut akan kegagalan sebuah hubungan dalam pernikahan. Apalagi jika ada seorang anak yang akan menjadi korban. Meskipun ia tidak berniat berpisah dari Roy, tapi masa depan tidak ada yang tahu.


Roy menatap wajah Yola dengan intens. Terlihat keraguan dalam tatapan wanita itu, yang membuat Roy akhirnya mengerti atas kebungkaman istrinya. Roy menghela napasnya pelan dan mengusap lembut tangan Yola, sambil mengangkat wajah Yola agar menghadap ke arah dirinya.


“Aku tidak akan memaksa dirimu, jika kau memang belum siap. Kau tidak perlu bersikap seperti ini. Apa kau tahu? Yola yang aku kenal sangat galak,” ucap Roy berusaha menghibur Yola.


“Hei! Apa kau sedang mengejek ku,” ucap Yola dengan kesal.


“Roy, jika aku ikut dengan mu. Apa aku bisa bekerja lagi?” tanya Yola penuh harap.


“Untuk apa kau bekerja lagi. Apa kau meragukan aku. Apa kau takut jika aku tidak bisa menghidupi mu dan ayah?” tanya Roy dengan penuh selidik, yang mana hal itu membuat Yola langsung membantah dengan menggelengkan kepalanya cepat.


“Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin membantu mu saja. Aku juga ingin memberikan yang terbaik untuk ayah,” jawab Yola dengan lirih dan langsung menunduk.


Ia juga sadar akan keluarganya yang tidak kaya raya. Yola hanya ingin membantu suaminya untuk mencari uang. Ia takut Roy akan jatuh miskin karena menanggung keluarganya yang tidak punya apa-apa ini.


“Kau tidap perlu khawatir, itu semua adalah tanggung jawabku. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu, ayah, dan juga kita,” ucap Roy dengan lembut, hingga membuat Yola terenyuh dengan ucapan Roy.

__ADS_1


‘Apakah aku sudah gila, karena tidak mencintai pria sebaik Roy. Dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab. Aku akan terus berusaha mencintai mu, suamiku,’ batin Yola sambil tersenyum lembut ke arah suaminya.


“Yola, aku mencintai mu,” ucap Roy dengan tiba-tiba, membuat wanita yang ada di hadapannya tersebut membulatkan matanya karena terkejut.


“Apa yang kau katakan. Kita menikah karena ancaman mu yang konyol. Bagaimana mungkin kau bisa mengucapkan kalimat cinta hanya dalam beberapa saat. Apa kau sedang mencoba merayu ku?” tanya Yola dengan penuh selidik.


“Yola, aku sungguh sangat mencintaimu, sejak kita bertemu beberapa tahun yang lalu. Saat kau menendang ku di sebuah Restoran. Mungkin ini agak konyol, tapi begitulah adanya. Aku sangat mencintai mu,” jawab Roy dengan tegas, hingga Yola hanya diam tak bisa berkata-kata lagi.


“Maaf, jika caraku mengungkapkan isi hatiku ini sangat tidak romantis. Aku hanya ingin kau tahu. Aku mengancam dirimu untuk bertanggung jawab padaku, karena aku tahu, kau tidak akan mau menikah dengan ku. Kau begitu mencintai sahabat mu,” ucap Roy menjeda, sebelum akhirnya ia melanjutkan kembali ucapannya.


“Aku tidak mempermasalahkan cintamu, karena cintaku sudah cukup untuk mu. Aku yakin, jika aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, yaitu hatimu. Aku harap kau membalas perasaan ku, karena di balik rasa angkuh ku, tetap ada sisi di mana aku bisa rapuh. Apa kau masih mencintai pria itu?” tanya Roy penasaran.


“Roy, untuk saat ini aku memang belum bisa memastikan perasaan ku untuk mu, tapi aku akan terus berusaha untuk itu. Untuk perasaan ku pada John, aku akan belajar melupakannya. Apa kau mau menungguku?” tanya Yola tak enak hati.


Roy memang belum puas saat mendengar jawaban dari sang istri. Namun, ia cukup senang, karena Yola sudah mau berusaha untuk mencintainya dan melupakan pria lain. Roy mengangguk pelan sebagai tanda jawaban.


“Aku akan membuat mu dan ayah bahagia. Sebaiknya kita cepat tidur, atau aku akan memakan mu malam ini,” ucap Roy bahagia dan langsung menarik Yola dalam dekapannya.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...

__ADS_1


__ADS_2