
Selamat membaca ...
...****************...
Yola tak tinggal diam, saat melihat wajah sang suami yang terlihat semakin memerah. Yola pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Roy, tapi pria itu langsung menepis tangan istrinya.
“Ada apa dengan mu Roy?” tanya Yola kesal sambil menatap dengan penuh selidik.
“Tidak ada. Kita masih di jalan, kalau ingin bermanja dengan ku, nanti saja saat sudah sampai,” jawab Roy dengan penuh percaya diri. Yola yang mendengar hal itu pun langsung mendengus kesal dan membuang wajahnya ke arah luar jendela.
***
Sesampainya di apartemen milik Roy, akhirnya mereka segera masuk ke dalam apartemen tersebut. Memang, jarak dari rumah Yola dan apartemen pria tersebut tak begitu jauh, hingga mereka juga tak banyak menghabiskan waktu di perjalanan.
Namun, lagi dan lagi Yola melihat raut wajah suaminya seperti sedang menahan rasa sakit. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Roy, yang terus mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
“Roy, apa kau sedang sakit?” tanya Yola dengan penuh selidik.
“Aku ... akhh!” ucap Roy tiba-tiba meringis dan hampir saja terjatuh jika tidak ada Yola. Wanita itu panik bukan main, saat menyentuh kening sang suami yang begitu panas.
“Roy bertahanlah, aku akan panggilkan dokter,” ucap Yola dengan nada khawatir, sambil memapah tubuh tegap suaminya menuju sebuah kamar yang memang hanya ada satu.
Tanpa menunggu lama lagi, akhirnya Yola sudah sampai di kamarnya, dan segera merebahkan tubuh lemas Roy di atas tempat tidur tersebut. Yola juga sudah menghubungi dokter untuk memeriksa keadaa suaminya.
Yola semakin khawatir, saat menunggu sang dokter yangtak kunjung datang. Apalagi, sekarang suaminya tak sadarkan diri, ditambah wajah tampan itu sudah pucat pasih, dengan bibir yang sudah membiru.
Lima menit kemudian, datang seorang dokter yang sejak tadi ia tunggu kehadirannya. Yola tidak ingin basa basi lagi, dan segera meminta sang dokter untuk segera memeriksa keadaan suaminya.
“Apa suami nona mempunyai sebuah alergi?” bukannya menjawab, tapi sang dokter malah balik bertanya.
“Maksud dokter?” tanya Yola dengan penuh selidik.
__ADS_1
“Suami nona mengalami alergi dari sebuah makanan, dan ciri-ciri menunjukkan semacam alergi kacang,” jawab sang dokter dengan serius.
“Apa itu sangat berbahaya dok?” tanya Yola semakin khawatir dengan kondisi sang suami.
“Alergi kacang bisa saja menimbulkan reaksi yang sangat parah dan serius, atau disebut dengan anafilaksis. Kondisi ini bisa mengancam keselamatan jiwa yang ditandai dengan pembengkakan pada tenggorokan, sulit bernapas, bibir membiru, tekanan darah menurun, kulit pucat dan tak sadarkan diri,” jawab dokter tersebut sambil sesekali menghela napasnya panjang.
Yola yang mendengar jawaban dari sang dokter langsung terkejut. Wanita itu membulatkan matanya sempurna sambil menutup mulutnya. Ia tidak menyangka jika pria yang terlihat tangguh itu memiliki sebuah alergi yang sangat berbahaya. Dan hal itu semakin membuat yang merasa bersalah, karena tak mengetahui apapun tentang suaminya sendiri.
“Lalu bagaimana cara mengobatinya dok?” tanya Yola dengan tatapan cemas.
“Pertolongan pertama untuk mengobati alergi kacang bisa dengan minum rempah jahe, lemon, teh hijau, wortel, mentimun, dan juga cuka apel. Cuka apel ini merupakan obat alami yang bermanfaat untuk mentralisir tubuh dari racum berbahaya penyebab alergi,” jawab sang dokter.
“Baik Dok, terima kasih banyak,” ucap Yola sambil menunduk dengan sopan.
“Kalau begitu saya pamit undur diri.” Yola hanya mengangguk, sambil melihat kepergian sang dokter yang mulai menghilang ditelan jarak.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya