My Fierce Wife

My Fierce Wife
Bubur ayam


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Pagi pun mulai menyapa. Sinar mentari masuk mengusik dua insan, yang masih betah di alam mimpi, melewati celah jendela kamar sederhana. Yola, mulai terusik saat secercah sinar mentari menerpa wajahnya.


“Roy, ayo bangun. Lepaskan pelukan mu ini,” pinta Yola dengan suara seraknya, sambil berusaha menyingkirkan tangan kokoh dan kekar milik seorang pria yang masih betah memejamkan matanya.


“Biarkan aku memeluk mu sebentar saja,” pinta Roya dengan lirih. Bahkan, kini pria itu semakin menenggelamkan wajahnya ke dalam ceruk leher milik istrinya, Yola.


“Bukankah kita akan pindah ke apartemen mu hari ini?” tanya Yola sambil berusaha untuk menoleh ke arah belakang dengan susah payah.


“Bisa siang atau sore. Aku hanya ingin menikmati hari-hari cuti ku dengan bersama mu. Jadi, tolong diam lah,” ucap Roy dengan nada manja, yang mana hal itu membuat Yola geli saat mendengarnya.


“Tapi aku sudah lapar. Kita bangun kesiangan,” ucap Yola dengan ketus.

__ADS_1


“Ah! Baiklah, karena istriku sudah sangat lapar. Bagaimana jika kita mandi bersama saja untuk menyingkat waktu,” ucap Roy tiba-tiba bersemangat dan bangkit dari tidurnya. Yola yang melihat suaminya tiba-tiba bangkit itu pun langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Yola panik. Namun, ia sudah terlambat, karena Roy sudah menggendongnya menuju kamar mandi. Wanita itu terus memberontak dalam gendongan sang suami, meskipun itu adalah hal yang sia-sia ia lakukan.


***


Di meja makan ...


“Nak, kalian sudah bangun? Kemari lah, ayah sudah membeli bubur ayam yang ada di depan jalan. Ayah sudah menyiapkan untuk kalian juga,” panggil tuan Jackson pada sepasang suami istri yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


“Tidak apa-apa. Ayah tidak merasa direpotkan, lagipula tadi ayah sedang berjalan-jalan sebentar dan melewati pedagang bubur itu. Semoga kau menyukainya,” ucap tuan Jackson sambil tersenyum.


“Terima kasih ayah. Aku sangat menyukainya.” Setelah mengatakan hal itu, Roy pun mulai melahap bubur ayam tersebut ke dalam mulutnya.


“Ayah maafkan putrimu yang sering bangun siang ini,” ucap Yola merasa bersalah, karena tadi sudah bermain lama di kamar mandi.

__ADS_1


“Kau jangan merasa bersalah seperti itu. Ini juga baru pertama kali bagi ayah, biasanya kau yang selalu menyiapkan segalanya untuk ayah. Sudah, kau cepat makan buburnya sebelum dingin,” ucap tuan Jackson menegaskan.


***


Sore hari ini, Yola maupun Roy sudah ada dalam perjalanan menuju apartemen milik pria tampan tersebut. Namun, sesekali Yola melihat ke arah sang suami, ada yang aneh pada pria itu. Wajah Roy terlihat memerah, dan pria itu terlihat sangat tidak nyaman.


“Roy, apa kau baik-baik saja?” tanya Yola penasaran, sambil menatap sang suami dengan penuh selidik.


“Tentu saja, memang ada apa hmm?” tanya Roy balik, dan berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Yola tidak bodoh dan masih bisa melihat ketidak nyamanan yang dirasakan oleh Roy.


“Aku rasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku,” ucap Yola yang tak percaya dengan ucapan sang suami.


“Apa kau juga sedang meragukan ku, hm?” tanya Roy dengan nada menggoda, yang mana hal itu membuat Yola semakin tak berkutik di hadapan suaminya.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...


__ADS_2