
SELAMAT MEMBACA ...
...****************...
Roy tersenyum simpul saat melihat wajah istrinya yang memerah karena malu. Ia tahu, jika Yola pasti akan marah padanya. Tapi ia tidak peduli, karena ia hanya ingin menggoda sang istri.
"Kau benar-benar gila," ucap Yola dengan kesal. Ia pun segera menepis tangan Roy yang masih berada di dadanya.
"Aku hanya ingin sedikit bercanda," kata Roy dengan enteng.
"Bercanda? Kau pikir aku akan percaya?" Tanya Yola dengan sinis.
"Terserah kau mau percaya atau tidak," kata Roy dengan acuh tak acuh.
Yola menghela nafas pelan, ia pun tahu jika suaminya itu memang terkenal dengan sifatnya yang suka menggoda. Tapi entah kenapa, kali ini Yola merasa sangat kesal dengan tingkah Roy.
"Aku akan pergi sekarang," kata Yola dengan nada yang datar.
"Ke mana?" Tanya Roy dengan heran.
"Aku akan ke dapur untuk membuatkanmu teh hangat," jawab Yola dengan cepat.
"Tidak usah, aku sudah ngantuk. Aku ingin tidur."
"Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu tidur."
Yola pun naik ke atas ranjang dan duduk di samping suaminya. Ia pun meraih tangan Roy dan menggenggamnya dengan erat.
"Tidurlah," kata Yola dengan lembut.
__ADS_1
Roy pun tersenyum, ia pun merasa sangat bahagia karena istrinya selalu ada untuknya. Ia pun memejamkan matanya dan segera tertidur.
Sedangkan Yola, ia pun ikut berbaring di samping suaminya. Ia pun menatap wajah suaminya dengan penuh kasih sayang.
"Aku akan selalu ada untukmu," gumam Yola dalam hati.
***
Esok paginya, Roy terbangun dari tidurnya. Ia pun melihat istrinya yang masih tertidur di sampingnya. Ia pun tersenyum simpul, ia pun merasa sangat bahagia karena bisa bangun pagi bersama istrinya.
Roy pun perlahan-lahan melepaskan tangan istrinya dari genggamannya. Ia pun segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah jendela.
Ia pun melihat matahari yang sudah mulai bersinar di langit. Ia pun menghela nafas pelan, ia pun tahu jika hari ini adalah hari yang penting baginya.
Ia harus segera menemui ayahnya dan menyelesaikan masalah ini.
Roy pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, ia pun segera berpakaian dan keluar dari kamar.
Tapi ia tidak peduli, karena ia harus segera menyelesaikan masalah ini.
Roy pun berjalan keluar dari apartemen dan menuju mobilnya. Ia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman ayahnya.
***
Sesampainya di sana, Roy pun segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Ia pun melihat ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kau sudah datang," kata ayahnya dengan nada yang dingin.
"Ya, ayah," jawab Roy dengan nada yang datar.
__ADS_1
"Duduklah," kata ayahnya sambil menunjuk ke arah sofa.
Roy pun duduk di sofa yang ada di depan ayahnya. Ia pun menatap ayahnya dengan penuh tekad.
"Aku sudah memikirkan apa yang kau katakan kemarin," kata Roy dengan tegas.
"Dan?" Tanya ayahnya dengan nada yang penasaran.
"Aku tidak akan menceraikan istriku," jawab Roy dengan tegas.
"Apa maksudmu?" Tanya ayahnya dengan marah.
"Aku mencintai istriku, dan aku tidak akan pernah meninggalkannya," jawab Roy dengan tegas.
"Kau bodoh!" Teriak ayahnya dengan marah.
"Mungkin aku bodoh, tapi aku tidak akan pernah mengkhianati cintaku," jawab Roy dengan tegas.
"Baiklah, jika itu maumu," kata ayahnya dengan nada yang dingin. "Tapi kau harus siap dengan konsekuensinya."
"Aku siap," jawab Roy dengan tegas.
"Baiklah," kata ayahnya dengan nada yang dingin. "Kau boleh pergi."
Roy pun berdiri dari sofa dan berjalan keluar dari ruangan itu. Ia pun menghela nafas pelan, ia pun tahu jika keputusannya ini akan membuat ayahnya marah.
Tapi ia tidak peduli, karena ia harus melindungi istrinya.
Roy pun berjalan keluar dari rumah dan menuju mobilnya. Ia pun segera melajukan mobilnya menuju ke apartemennya.
__ADS_1
***
Sesampainya di apartemen, Roy pun segera masuk ke dalam kamar. I