My Husband Is My Lecturer

My Husband Is My Lecturer
Di rumah


__ADS_3

sudah?"tanya fandi sambil memainkan ponselnya


"iya pak"ucap aurel yang sedikit tersenyum pada fandi


Fandi pun pergi mengantarkan aurel sampai di depan rumanya.


"sudah sampai"ucap fandi dengan nada dinginnya


"iya makasih pak"ucap aurel sambil membuka pintu mobil dan menutupnya kembali


"saya pergi dulu"ucap fandi sambil menutup jendela kaca mobilnya


"iya pak"ucap aurel yang melambaikan tangannya dan segera masuk ke dalam rumanya yang sangat mewah itu


di dalam rumah,mama aurel sedang duduk di sofa sambil memakan cemilan dan menonton tv.saking seriusnya dia menonton tv,dia tidak menyadari anak kesayanganya sudah pulang


"mahh aku pulang"ucap aurel pada mamanya yang sedang asyik menonton tv tanpa memedulikan putrinya itu


"ah mama kebiasaan deh,kalau udah serius sampe gak sadar orang masuk rumah"ucap aurel sambil mengerutkan bibir sexsinya


"hahahha"suara tertawa dari mama nya aurel


"ih mamahhhh!!"ucap aurel dengan nada manjanya


"eh kamu udah balik sayang?"tanya mama aurel tetapi pandangannya hanya terus di depan tv


"ih mama ihh jadi males!!"ucap aurel lagi lagi dengan nada manjanya


"kenapa?kenapa anak mama ini?"ucap mamanya aurel sambil mengalihkan pandangannya menatap wajah polos putrinya itu

__ADS_1


"tau ah..aurel ke kamar dulu"ucap aurel yang langsung menaiki tangga


"hahah kebiasaan tu anak yang mau jadi calon pengantin"ucap mamanya aurel yang tertawa sedikit atas tingkah putrinya itu,dan melanjutkan menonton tv


di kamar aurel kesal dengan mamanya,tetapi ia tidak bisa marah kepada mamanya karena dia sangat menyayangi dan mencintai mamanya.


tetapi di satu sisi dia selalu membayangkan bahwa 1 minggu lagi dia akan menikah dengan seorang dosen atau seseorang yang baru ia kenal


"apa aku akan bahagia bersamanya?apa dia akan menyayangi dan mencintaiku dengan tulus?"pertanyaan itu selalu saja muncul di benaknya.dia tidak yakin kalau dosen yang terkenal sangat dingin,jutek,dan batu itu akan mencintainya dengan tulus


Tetapi karena ini keinginan mamanya dan menurut mamanya hanya fandi itu lelaki terbaik untuknya,maka dia akan menerima perjodohan itu


"ah kenapa aku terus saja memikirkan dia!!lebih baik aku tidur"ucap aurel sambil memejamkan matanya dan tertidur pulas


* * * * * *


keesokan pagi nya.mata hari bersinar sangat terang dan memancarkan sinarnya di balik jendela aurel dan burung burung di atas pepohonan berkicauan dengan suara merdu mereka


"hmmm"aurel yang terbangun langsung mematikan jamnya itu dan mengucek ngucek matanya yang masih lengket itu.


waktu menunjukkan pukul 6:30,aurel langsung turun dan menuju toilet untuk segera mandi


25 menit kemudian aurel sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya dan turun kebawah untuk sarapan.tetapi di saat dia sudah setengah dari tangga..


"eh aurel sayang?mama baru saja ingin membangunkanmu,nih sarapan disini ada calon suamimu yang lagi menunggu kamu turun"ucap mama aurel dengan nada menggoda


"ih mama apaan sih"ucap aurel yang agak sedikit malu,dan memandang fandi


fandi pun tersenyum ke aurel dan menatapnya dengan kagum atas kecantikan aurel

__ADS_1


"hai rel"sapa fandi yang duduk di meja makan


"hmm hai ba..pak"ucap aurel dengan gugupnya,dan duduk di samping fandi


"hmm kalau di rumah gini kamu gak usah panggil saya bapak, panggil saja saya dengan nama saya"ucap fandi yang melirik ke arah aurel dan sedikit tersenyum


"hmm baik pak..eh maksudnya fandi"ucap aurel terbata bata dan sedikit tersenyum


"udah udah mesra mesranya,sekarang makan"ucap mama aurel yang dari tadi melihat mereka berdua saling senyam senyum


"hehehhh iya mah"ucap aurel yang sedikit malu karena ucapan mamahnya


"iya tan"ucap fandi yang sesedikit menatap aurel yang sedang makan di sampingnya


aurel yang menyadari fandi yang menatapnya dari tadi,wajahnya langsung memerah dan cepat cepat menghabis kan makanannya


"hmm jangan terburu buru makannya,nanti keselek loh"ucap fandi dengan nada bercandanya dan tersenyum


"aku ke toilet sebentar yah mahh,fann"ucap aurel yang berlari ke toilet karena wajahnya yang suda memerah


"hhhaha tu anak tingkahnya lucu banget kalo lagi malu"ucap mama aurel yang tersenyum karena tingkah putrinya itu


"hhehe iya tan"ucap fandi sambil tersenyum ke mama nya aurel


* * * * * *


di toilet aurel berdiri di depan kaca yang sangat besar dan menatap wajahnya yang memerah karena merasa malu karena fandi selalu menatapnya


"ihh aurelll lu malu maluin banget sihh!kenapa sih ni pipi merah terus dan jantung gw deg deg kan kalau deket fandii"ucap aurel yang memarahi dirinya sendiri

__ADS_1


Tiba tiba ada seseorang mengetuk pintu toilet..


__ADS_2