
"Hufft" Fandi menghela nafasnya dan menurunkannya perlahan "Jadi maksud mu?kamu mau membatalkan pernikahan ini?" Tanya fandi, ia menatap serius wajah aurel dan sedikit sedih karena aurel tidak mau melanjutkan pernikahan.
"Jujur...aku menerima pernikahan ini karena ibuku yang meminta, jadi aku akan tetap menikah denganmu demi kebahagiaan ibuku" Ujar aurel dengan raut wajahnya yang menyedihkan tetapi ia tetap melemparkan senyum manisnya pada fandi
Fandi yang saat itu sedang menatap aurel, Tersenyum kembali setelah mendengar jawaban dari aurel "Kamu serius?" Tanya fandi pada aurel
"Ya..aku serius, demi ibuku" ujar aurel sambil tersenyum
"Kamu cantik" Batin fandi, fandi pun menatap wajah aurel sambil tersenyum
"Ayo pergi" Ujar aurel, Aurel yang saat itu menyadari kalau fandi menatapnya terlalu lama, ia langsung mengalihkan pandangannya ke jendela mobil
"Baiklah" Fandi mulai menyalakan mobilnya dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar
Tak memerlukan waktu beberapa lama, mereka sampai disebuah butik yang sudah di pilih oleh bundanya fandi. Merekapun mulai masuk dan melihat lihat gaun dan jas pengantin
"Apa ini tuan fandi dan nona aurel?" Tanya seorang karyawan butik itu
"Iya"
"baju kalian sudah disiapkan oleh nyonya chan, ini untukmu tuan dan ini untukmu nona" Ucap sang karyawan butik itu sambil memberikan sebuah jas hitam pengantin untuk fandi, dan gaun untuk aurel
Tanpa ada sepatah katapun, Aurel dan fandi segera mengambil jas dan gaun itu
"Silahkan coba bajunya disebelah sana" Ujar karyawan butik itu sambil mengarahkan tangannya ke arah dua ruang ganti
"baiklah"
tak memerlukan waktu beberapa lama, fandi pun keluar dari ruang ganti tersebut
"Bagus juga pilihan bunda" Gumam fandi sambil melihat lihat tubuhnya yang mengenakan jas itu di cermin
tak lama kemudian aurel keluar dengan memakai sebuah gaun yang sangat indah dan terlihat sangat cantik
__ADS_1
"apa dia bidadariku"Batin fandi yang terus menatap aurel di depannya
"hei?kau kenapa?" Aurel pun mendekati fandi dan mencoba melambai lambaikan tangannya di wajah fandi
"eh...maaf"Ucap fandi dengan sedikit menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal itu
"bagaimana?" Aurel menanyakan penampilannya pada fandi sambil memutar sedikit dan tersenyum ke arah fandi
"Lumayan" Ucap fandi dengan nada dinginnya dan sedikit menaikkan alis kanannya
"lumayan?" ucap aurel sambil mengerutkan bibirnya
"hmm iya"ucap fandi dengan santainya
"baiklah" Aurel pun kembali masuk ke ruang ganti dan segera mengganti pakaiannya
"Ada apa dengannya?Yang tadinya romantis sekarang berubah jadi dingin, hmm dasar cowok aneh!" aurel terus saja marah marah tidak jelas di dalam ruang ganti itu,tanpa memedulikan orang yang mengetuk ngetuk pintu ruangan itu
Tok..tok..
"Sepertinya dia marah"batin fandi
Tak lama kemudian aurel keluar memakai pakaiannya semula.
"Sudah?" Ucap fandi dengan sedikit tersenyum ke arah gadis itu
"Iya.." Aurel pun mulai berjalan lebih dulu dan masi meninggalkan fandi di belakang
tak lama kemudian merekapun masuk kedalam mobil
"apa kau baik baik saja?"tanya fandi dengan nada sedikit bercanda
"iya aku baik baik saja, ayo cepat jalan"ucap aurel dengan nada cueknya
__ADS_1
"Baiklah"fadipun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar dan sesedikit ia menengok ke arah aurel yang sedan menikmati angin dari luar jendela mobilnya
"Perasaan macam apa ini?apa mungkin aku mulai jatuh cinta kepada dosen yang sangat dingin ini?"batin aurel
"Sampai"Ucap fandi yang sudah memberhentikan mobilnya di depan rumah mewah milik aurel
"hah sampai?"aurel yang dari tadi hanya diam saja dan menatap dengan tatapan kosong, ia tak menyadari perjalan dari butik itu kerumahnya
"iya.."ujar fandi
"Makasih.."Aurel pun langsung turun dari mobil fandi, dan tanpa menunggu fandi pergi, ia langsung lari dan masuk ke dalam rumahnya
"gadis yang sangat aneh untung aku sayang"fandi tak menyadari ucapan terakhirnya itu dan langsung menggeleng geleng kepalanya
"ngomong apaan sih"gumam fandi,ia pun mulai menyalakan mobilnya dan keluar dari depan rumah aurel
* * * *
Aurel berlari menaiki anak tangga dan tak memerlukan waktu beberapa lama ia sampai di kamarnya. Ia pun mengunci pintu kamarnya dan langsung melompat di ranjang kesayangganya itu dan menutupi wajahnya dengan bantal
"aduh kenapa bisa yah?aku semarah itu dengannya!padahal ia hanya menjawab pertanyaanku begitu...apakah ini yang namanya orang lagi jatuh cinta?ahh aurel apaapaan sih lu!"gumamnya sambil mengacak ngacak rambutnya
tiba tiba saja suara telpon aurelpun berbunyi dan disitu terdaftar nama fandi
"hah fandi?" Tadinya aurel tidak mau mengangkat telpon itu tetapi dengan tidak sengaja ia menekan tombol hijau
"halo?aurel?"ucap fandi dari balik telpon
"ahh bego banget sih lu rel" gumamnya sambil mengerutkan dahinya
"aurel apa kau masih disana?"
"sial! apa yang harus ku katakan!"tangannya pun mulai bergetar dan gugup untuk berbicara dengan fandi
__ADS_1
"halo?..aurel?..."
"Bodo amat gue tutup"gumamnya, ia pun menutup telponnya tanpa kata kata