
Setelah Aurel melihat mobil fandi pergi, dia pun langsung segera berangkat ke kampusnya dengan menaiki taksi.
"pak...pak..."Panggil Aurel sambil melambaikan tangannya kepada taksi yang lewat
"iya neng?mau kemana?"tanya supir taksi itu kepada aurel
"antar saya di universitas negri pak" Ucap aurel kepada supir taksi itu
""Oh..silahkan masuk neng"Ujar supir taksi itu
Aurel pun masuk kedalam taksi itu dan tak lama kemudian supir taksi itu menjalankan mobilnya. Tak beberapa menit kemudian aurel pun tiba di kampusnya.
"udah sampai neng" Ucap supir taksi itu yang memberhentikan mobilnya
"Oh iya pak...ini" Aurel pun memberikan bayarannya kepada supir taksi itu dan ia pun turun dari taksi
Aurel mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam kampus. Akan tetapi karwna terlalu terburu buru berjalan, ia menabrak seorang pria
Brukkk!!.
"Awww!!" Teriakan aurel yang terjatuh
"kalau jalan itu jangan terburu buru" Seseorang itupun membantu aurel untuk berdiri
Betapa terkejutnya aurel melihat orang yang di tabraknya itu, tidak lain adalah dosen fandi
"ak..aku bisa berdiri sendiri" Ujar aurel dan mulai melangkahkan kakinya tetapi..
"Awhhh" Aurel terjatuh karena kakinya yang masih sakit
"sini saya bantu" Fandi pun mengangkat aurel dan membawanya ke ruangannya
"turunkan aku! kenapa kau membawaku keruangannmu!"bentak aurel pada fandi sambil memukul mukul dada bidang fandi
__ADS_1
"Diam lah!" Ucap fandi yang membisikkan itu ke telinga aurel
"Lihat tuh...lihat...si aurel caper banget sih...pake digendong gendong lagi ama dosen paling tampan" Ucap salah satu siswi yang iri pada aurel
"Mereka pasti sedang membicarakan aku"Batin aurel yang melihat ke salah satu siswi yang sedang membicarakan dirinya
sesampainya di ruangan fandi, Fandi pun langsung menurunkan aurel dan mendudukannya di sofa
"tunggu disini"ujar fandi yang sedang mencari kotak P3K. Setelah mendapatkan kotak P3K, fandi pun langsung mengobati kaki aurel yang saat itu terluka kecil dengan obat merah
"Awww..sakit"Jerit aurel karena fandi mengobati lukanya
"Sudah selesai"ujar fandi dengan senyum tipisnya kepada aurel
"Ni orang pertama ketemu, dinginnya minta ampun, tetapi kenapa dia selalu tersenyum padaku"Batin aurel sambil menatap wajah fandi
"Hei?Apa yang kamu pikirkan?"ujar fandi yang melambaikan tangannya dihadapan aurel
"Haa?apa tadi?"ucap aurel yang tidak terlalu konsen mendengar ucapan fandi
"Perasaan macam apa ini?kenapa setiap di dekatnya jantungku tidak beraturan dan selalu berdetak kencang"Batin aurel
"Aurel?Kamu kenapa?"Fandi pun mulai menatap bingung dengan tingkah aurel yang seakan seperti orang yang sedang jatuh cinta
"Apa aurel jatuh cinta padaku?ah tidak mungkin, dia kan benci kepadaku"batin fandi yang terus saja menatap wajah cantik aurel
"Ap..apa?"Aurel tersadar dari melamunnya dan menatap tajam fandi
Fandi pun langsung menarik tangan aurel keluar dari ruangannya dan membawanya masuk ke mobil
"Hei!Kau mau membawaku kemana?"Bentak aurel kepada fandi
Fandi pun tidak mendengarkan aurel dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
__ADS_1
"hei katakan atau aku akan lompat dari sini" Aurel mencoba membuka pintu mobil, namun..
"Aku akan mengantarmu pulang!apa kau tuli?kau tidak mendengar perkataanku di ruangan barusan?" fandi semakin kesal dan menatap tajam aurel
"Sejak kapan kau bilang begitu?" aurel tidak menyadari perkataan fandi sewaktu diruangannya, karena ia selalu menatap fandi dan tidak terlalu konsen mendengarkan perkataan fandi
"tadi" fandi menatap tajam mata aurel dan semakin mendekatkan wajahnya ke aurel
"hah?tadi?huftt aurel apa lo nggak denger yang dia katakan?, aduh mana wajahnya lagi deket banget ama gue. apa dia bakalan nyium gue lagi? huftt aurel mikir apa sih lu bego, tapi kenapa ni jantung gue deg deg kan terus sih" batin aurel dengan membalas tatapan tajam dari fandi
Tittt...tittt
Tatapan mereka berhenti setelah mendengar suara hp fandi
"Hp bapak bunyi" ucap aurel sambil mengalihkan pandangannya di jendela mobil
"Ya?halo bund?kenapa?hah fighting baju?pernikahannya akan dilaksanakan 4 hari lagi?oh baik bund" fandi pun menutup telepon dari ibunya
Aurel yang saat itu sedang menatap keluar jendela sambil melamun, kaget karena pernikahannya akan dilaksanakan 4 hari lagi
"hah?apa bapak bilang?pernikahan kita akan dilaksanakan 4 hari lagi?" ucap aurel dengan membulatkan kedua matanya dan menatap fandi
"iya, dan sekarang kita akan pergi menuju butik" Fandi pun mulai menjalankan mobilnya untuk pergi menuju butik
"Cobaan apakah ini?apa aku akan bahagia bersamanya?apa dia akan mencintaiku dengan tulus?jujur, aku tidak menginginkan pernikahan ini!" batin aurel. tanpa sadar air mata aurel mulai membasahi pipi mulusnya yang terbalut Make up tipis
Fandi yang tersadar mendengar tangisan kecil dari aurel, ia segera menyeka air mata aurel dengan lembut
"Kau kenapa?" tanya fandi yang memberhentikan mobilnya di seberang jalan
"Tidak....mataku hanya kemasukan debu" ujar aurel yang terus mengucek ngucek matanya itu
"Apa kau tidak menginginkan pernikahan ini?" ujar fandi sambil menatap wajah cantik aurel dan memegang pipi kanan aurel
__ADS_1
"jujur...sebenarnya iya" ujar aurel sambil melepaskan tangan fandi dari pipinya