My Husband Is My Lecturer

My Husband Is My Lecturer
Perasaan yang sama


__ADS_3

Setelah menutup telpon dari fandi, Aurel mulai menutup matanya dan menghembuskan nafasnya perlahan dengan lega "huft...akhirnya" ia pun mulai terlelap tidur


* * * *


#FandiPov


"ada apa dengannya?mengapa ia sangat aneh akhir akhir ini" gumamnya


"Tok...tok.."Seseorang mengetuk pintu kamar fandi


"Masuk" Ucapnya


Orang itu pun mulai membuka pintu kamar fandi, "Fandi sepertinya bunda dan mamanya aurel akan mengadakan pernikahan kalian besok lusa, karena kalau diadakan empat hari lagi ayah kamu dan ayah aurel tidak bisa menghadiri ini dengan pekerjaan mereka diluar kota yang sedang sangat sibuk" Ucap bundanya tegas


"tapi bund?bagaimana dengan dia?"ujarnya


"Aurel pasti akan mengerti" tegas bundanya lagi


"tapi bagaimana..."fandi belum sempat meneruskan kata katanya karena di potong oleh bundanya


"sudah sudah jangan banyak alasan, sekarang kamu harus mempersiapkan diri bersama aurel dan setelah menikah beri bunda cucu" Ucap bundanya dan beranjak pergi dari kamarnya dan menutup kembali pintu kamarnya


"Ahk! kenapa serumit ini, dilain sisi dia yang marah tanpa sebab. Dan ini, pernikahanku dan dia akan diadakan besok! sial" Ia terus saja berdesak kesal tanpa hentinya memikirkan semua itu


"Lebih baik aku mandi dan tidur" gumam nya


* * * *


"Tok..tok..Tok..." Seseorang mulai mengetuk pintu kamar aurel, aurel yang saat itu sudah tertidur tidak mendengarkan suara ketukan itu


"Aurel?Sayang?" Suara yang sangat familiar dari depan pintu kamar aurel yaitu ibunya


"Mungkin dia sudah tidur, sepertinya aku akan memberitahunya besok saja" ibunya pun beranjak pergi dari depan pintu kamar aurel


* * * *


Pagi pun tiba. Aurel yang saat itu masih tertidur pulas mulai membuka matanya, karena sinar matahari yang sudah menembus jendelanya


"Hmmmm" Ia pun mulai duduk dan mengucek ngucek matanya yang masih lengket itu


Tringg..


Suara pesan masuk dari ponsel aurel, "Hmm siapa sih" Ia segera mengambil dan mengecek isi ponselnya itu

__ADS_1


"Hah?dia lagi" aurel langsung membuka isi pesan itu, yang ternyata dari fandi


"Pernikahan kita akan diadakan besok, jadi bersiaplah" Isi pesan tersebut


"Apaa! tidak mungkin" Ucapnya dengan nada kesal


Aurel segera turun dari ranjangnya dan langsung masuk ke toilet untuk mandi


Tak memerlukan waktu yang lama, ia segera keluar dan sudah mengenakan pakaiannya untuk bersiap ke kampus


"Aurel cepat turun" Teriak ibunya dari lantai bawah


"Ya mah bentar" Balasnya, dengan singgap aurel mulai berlari menuruni anak tangga, dan..


"Hai" Sapa fandi yang ternyata sudah dari tadi menunggunya di bawah


"Dih apaan sih" gumamnya dalam hati, ia pun mulai mendekat ke meja makan dan duduk disebelah fandi, sambil mengambil sanwich yang sudah di siapkan ibunya di meja makan


"Kamu udah baca pesan dari saya kan" Ujarnya dengan sedikit tersenyum kepada aurel


"udah" Jawabnya singkat


"Persiapkan dirimu" Ujarnya dengan membisikkan itu ketelinga aurel


"Mah aurel ke kampus dulu ya" Ia langsung berlari tanpa memedulikan fandi yang ada di sampingnya


"Aurel habiskan makananmu" Teriak ibunya


"udah kenyang mah" Teriaknya yang secepat kilat berlari keluar rumahnya


"Hmm tan, fandi pergi dulu ya" Ucapnya, Fandi mulai mengejar aurel yang sudah sedikit menjauh dari rumah


"Dasar anak anak itu" gerutu ibunya aurel yang mulai membereskan piring piring di mejanya


*******


"Aurel tunggu" Teriak fandi, ia segera masuk ke mobilnya dan langsung mengejar aurel


"Huh...huhh..sial!" aurelpun berhenti sejenak karena terlalu capek dan duduk pinggir jalan


"Naiklah" Ucap seorang pria yang memberhentikan mobilnya tepat di depan aurel, yang ternyata orang itu fandi


"Nggak mau" sebenarnya ia juga sangat capek dan ingin sekali naik, tetapi ia malu untuk mengungkapkannya

__ADS_1


"Nih" Fandi menyodorkan sebotol air mineral kepada aurel


"Ambil atau nggak ya"Batin aurel


"Kenapa kamu diam? nih ambil" ujarnya sambil tersenyum pada aurel


"Ambi ajalah"batinnya, ia segera mengambil sebotol air itu dari tangan fandi dengan perlahan, da meminumnya


Fandi yang sangat kagum dan mulai menyukai aurel, Ia sedikit tersenyum ke padanya"Ayo cepat masuk, nanti kamu terlambat" Fandi segera membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan aurel masuk


"Gimana ya?kalau aku tolak dia pasti akan pergi, tapi kalo aku terima, nanti bisa malu maluin aku nih"batinnya


"Diammu adalah jawaban untukku" fandi segera mengangkat aurel dan mendudukannya di tempat duduk mobilnya paling depan


"Hei apa yang kau lakukan" bentaknya


"Udah diam" ia segera menutup pintu mobilnya dan mulai berlari masuk dan duduk di samping aurel


"Turun atau tidak ya" batin aurel


"Diam" Fandi segera menyalakan mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan standar


Tak lama kemudian mereka sampai di depan kampus, Gadis itupun segera turun tanpa memedulikan fandi yang masih duduk di sampingnya


"Aurel tunggu saya" fandi pun ikut turun dan mencoba mengejar aurel


"Ih apaan sih pak" bentaknya dengan nada sedikit pelan


"Saya ingin mengatakan sesuatu"Ujarnya


"Katakan"


"Sebenarnya...Sa-saya mulai ada perasaan sama kamu" bisik fandi tepat di telinga kanan aurel


"Hah?apa dia benar benar serius dengan perkataanya, apa aku sedang bermimpi?"batin aurel


"Diammu adalah jawaban untukku" ujar fandi sambil tersenyum kepada aurel


"Ih Apaan sih"Cuek


Tiba tiba..


"Aurel!"Suara teriakan yang sangat familiar di telinga aurel

__ADS_1


Mendengar suara itu, ia pun segera menoleh kebelakang, dan yang ternyata..


__ADS_2