My Limited Time

My Limited Time
Bau Busuk ( Bagian 1)


__ADS_3

Pkl 03.40 . Kamis 21 Maret 2001


Mataku masih berat, lalu aku mencoba bangun dengan menggapai barang barang yang ada disekitar ruang tengah, dan berhasil duduk disofa, pusing sekali. Ahh aku ingat semalam, sangat luar biasa.


Aku minum terlalu banyak, samar samar masih ingat kejadian tadi. Pesta perpisahan Andre, dia sahabat ku. Kita sudah berteman sangat lama, saat kita masih duduk dibangku kelas dasar. Tanpa sadar aku menangis.


“ Sialan kau Andre. Kenapa kau turuti permintaan nenek peyot itu ! ”


Aku bergumam dan terus mengulang kata itu, karena dia akan ikut dengan 'wanita kesukaan' nya dan tinggal di kota Lyon Perancis.


“ Bener bener breng*** kau ”


Tapi walau perasaanku sedih sekaligus marah, masih ada rasa senang dan lega karna dia sudah bisa menemukan wanita pilihan nya, juga tidak lagi mempermainkan wanita yang hanya mau dia ambil hartanya..


Yasudah, untuk sedikit meredakan mabuk, aku bangun dan berjalan ke dapur untuk meminum sedikit air, namun kenapa aku mencium bau anyir? Sangat kuat! Aku tinggal diapartemen lantai 5, mana mungkin bisa tercium bau busuk. Padahal petugas kebersihan disini pun sangat baik dalam bekerja.


“ Apa ada tikus yang mati ya dibalkon? ”


Bau itu mengarah kebalkon, semakin aku dekati, semakin pekat dan menyengat bau itu. Betul betul gila bau nya! Karna tidak kuat menahan nya, aku pikir untuk mengambil lap yang ada didapur untuk menutupi hidungku. Saat akan kembali untuk melihat, dibelakang punggungku seperti ada yang menggaruk.


“ HEI! AH SI*LAN SAPA YANG??? ”


Dengan kepala yang masih sakit karna efek mabuk, aku tidak begitu peduli dengan apa yang tadi aku rasakan, karna fokus ku hanya ada dibau menyengat ini.


Aku tidak begitu percaya dengan makhluk halus atau apapun yang berbau supranatural. sangat sangat tidak percaya, karna aku seorang Agnostik.


Sampai didepan pintu balkon, tanpa pikir panjang aku langsung membuka nya, dan disana menjadi gelap seketika! didapur menyala?! Tapi kenapa diluar sangat gelap?!!


Aneh sekali! Ditambah rasa penasaran yang makin tinggi, udara dingin mulai keluar dari pintu itu, Dingin dengan membawa hawa lembab .


“ Halooo??? Hallooo??? "


*KHIIIEEEKKKHHHH!!!!*


Telinganku berdenging sangat keras, oleh suara pekikan yang aneh


“ Astagaaa apa itu!!! ”

__ADS_1


Sambil ku menutupi telinga, aku memasuki ruangan gelap itu sedikit demi sedikit, lalu didalam menjadi hening.


Seketika suara itu menghilang bersama bau busuk nya. Tak lama, samar samar aku melihat bayangan hitam yang seperti menyeret sesuatu.


Semakin nampak saat dia mendekat, semakin jelas bayangan itu! Aku pun memberanikan diri untuk mendekati sambil memiringkan kepala. Bau itu kembali keluar, sangat menyengat melebihi bau tadi..


.


.


Lalu muncul sesosok makhluk sambil berkata


“ HEIII AYO MAIN INI ”


“ ASTAGA !! TOLOONG!! HUUAAAKHH “


Aku melihat sosok anak kecil, dengan rambut jarang, mata melotot hampir copot, sambil membawa isi perut nya yang keluar, masih meneteskan darah segar dan dihinggapi belatung


“ AKHHHHHH !!! ”


Aku berlari menuju pintu apartemen dapur ku. Badan ku lemas, aku paksa untuk terus berlari. Tapi kenapa? Berat sekali aku melangkah? Cahaya pintu dapur nampak semakin menjauhku, saat aku memalingkan mengecheck dibelakang..


dia mengejarku dengan memelengkan kepala yang hampir putus.


“ TIDAAAK ,PERGI BERENG***!!! PERGIIIII !!! ”


Sambil berlari aku memejamkan mata, aku tidak tau harus kemana, yang aku tau dia masih dibelakangku, makhluk aneh itu.


Tak lama aku menabrak sesuatu sampai jatuh terduduk, sangat keras hingga hidungku patah dan berdarah hebat. Posisiku berubah tengkurap sambil menutupi kepala.


“ HUAAAAA MAAFKAN AKU ! SIAPAPUN TOLONG! TOLONG AKU! IBU AKU KANGEN! "


Aku hanya ingat ibuku, namun dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan. Terdengar seperti ada orang lain yang berkata


“ Pergi kau JAL*NG ”


suara yang berat terdengar

__ADS_1


“ TIDAK !! DIA TEMAN KU, PERUTKU SANGAT INGIN MENYAPANYA "


“ AKU ULANGI ! PERGI BEDEB*H!! ”


*KHIEEEKKKK*


Suara itu memekikan telingaku sekali lagi, aku gemetar hebat, ada apa ini?! Apa ini mimpi?! tapi kepala ku masih pusing dan sakit dibagian hidung ini sangat terasa!


“ Hey kau bangun! ”


Aku masih berada diposisi tengkurap sambil menangis.


Anehnya badan ku terangkat sendiri dengan cepat.


“ Sudah waktunya ya ZIN? Ini akan seru! KHAKHAAAAAKHAAA ”


“ Siii….siap…paa akhh “


Kenapa aku jadi sulit berkata?! Mulutku susah digerakan. Badan pun kaku, setelah itu mata seakan dipaksa untuk dibuka. Aku melihat seseorang tinggi besar didepan ku persis.


Dia memakai setelan baju rapi dan celana abu abu, kepalanya di ikat perban. Lalu dia menghempaskan tangan kearah wajahku dan berkata


“ lanjutkan ”


“ Kau siapa?!! Tolong aku pak, tolong jangan bunuh aku ”


tanpa sadar mulut yang sangat sulit digerakan, bisa dengan lancar berbicara


“ Khakhakha, aku mammon. Nanti akan tiba zin. Nantiii ”


Laki laki itu sangat aneh dengan senyuman kecil, suara yang berat dan mata yang mendelik melihat ku, memperhatikan dari tangan, kaki, hingga wajah. Ini betul betul keadaan yang sangat sulit dipahami.


“ Baiklah. Sekarang tidur zin, sudah cukup untuk aku tandai. KHAKHAAAKHAAAAA ”


Tidak!! Aku harus lepas dari keadaan aneh ini, aku berusaha terus memaksakan dan menggerakan tubuhku.


Tapi kenapa malah menjadi sangat mengantuk, rasanya seperti terkena obat bius pasca operasi. Mulai berat mataku. Didalam hati aku seperti berteriak meminta tolong.

__ADS_1


" Tolong tolong aku... "


Pkl 03.50


__ADS_2