
Pkl 00.20 Minggu 31 Maret
“ Nak, sedang apa kau malam malam begini. Kau mau menjarah rumah ini? Percuma tidak ada barang berharga disana, urung kan niat lalu pergi lah! “
kaget aku, ternyata hanya seorang penebang pohon, aku tau karena melihat dari penampilan nya. Sedikit lega ada manusia disini
“ Ah bukan, saya kerabat jauh yang mengecheck rumah ini, lalu si ahli waris memintaku untuk menjualnya, hehee “
aku mencari alasan agar bapak ini tidak mencurigaiku
“ Ooh kau pemilik rumah ini ya? Malam malam sekali. Ya sudah maaf aku salah, sempat menuduh mu, sudah lama sekali aku tidak melihat rumah ini dikunjungi. Yaah hampir 5 atau 6 tahun kira kira rumah ini kosong, seharusnya kau mengetahuinya kan? Ahahaha “
“ Ahaha iya betul.. “
Ooh jadi sudah bertahun tahun rumah ini kosong, lumayan lama ya. Seperti nya dia tau tentang keluarga ini, coba aku perlihatkan foto yang kemarin David temukan, yang mungkin ada petunjuk lagi.
“ Maaf, apa kau mengetahui mereka? “
sambil aku menyodorkan foto
“ Hmm, orang yang memakai rompi ini tidak asing “
dia sambil menunjuk gambar ‘sang ayah’ disitu
“ Bisa kau jelaskan lebih detail pak? “
“ Aku tidak yakin dia orang yang aku kenal, tapi ngomong ngomong kau dapat dari mana foto ini? Apa pemilik ahli waris yang memberikan mu? Tapi jika memang itu penting dan sangat mendesak, kau bisa ikuti aku. Lalu akan aku antarkan ke kepala desa disini “
__ADS_1
“ Tapi ini sudah larut sekali pak? “
“ Jangan kawatir, orang orang disini sudah terbiasa, karena kami para pemburu melakukan nya tengah malam, dan banyak para warga lain yang berkunjung dan berburu. Ayo nak! “
Dia menuntun ku ke sebuah desa yang jarak nya lumayan jauh dari rumah Anna. Kami melewati hutan pinus yang lebat, agak sedikit canggung karena aku belum pernah datang ke desa ini. Padahal sudah sekitar jam 1 malam lebih, namun disini orang orang masih lalu lalang dan ramai. Sambil melihat lihat, aku sudah ditepi desa dan ada rumah kecil disana. Pak tua itu menyuruh ku menunggu diluar.
Dilihat dari suasana dan tempat nya, desa ini seperti diapit oleh sebuah hutan pohon pinus, dari jauh aku mendengar deras nya air jatuh ke dasar, seperti air terjun. Udaranya pun begitu sangat segar, sangat tenang dan nyaman ada disini.
Pak tua itu menyuruhku masuk, dan dia meninggalkan ku didalam. Aku melihat seorang nenek yang tersenyum melihat ku dan menyambutku dengan ramah.
“ Hallo nak “
Suaranya sangat halus sekali
Aku masih agak sedikit canggung melihatnya, malam malam bertamu dan mengobrol dengan orang tua, haah.. Ini ku lakukan untuk mencari petunjuk dan menghilangkan kutukan yang mulai aku percayai, sial*n!!
Dia kembali membawa vas berwarna abu abu, lalu dia bungkus dengan kain berwarna coklat yang mungkin itu adalah kulit hewan asli, aku tidak tau. Lalu dia bercerita tentang hari dimana para penghuni itu tewas secara tiba tiba.
“ 6 tahun lalu, tepat sekitar jam 11 malam, dimana kami sedang mempersiapkan perlengkapan untuk berburu. Rombongan kami mendengar seseorang yang menjerit meminta tolong, tak lama muncul anak laki laki dengan dahi berlumuran darah dan baju putih yang kotor oleh lumpur, namun kami bingung dia muncul dari dalam hutan yang gelap, sedangkan disana hanya ada hutan dengan ujung tebing air terjun. Dia meminta tolong dan langsung menarik tangan ku agar mengikutinya. Kami beramai ramai datang kesebuah padang rumput yang luas, dan ada satu rumah disana. Dia terus menunjuk rumah itu, dan langsung kami hampiri rumah tersebut. Disana kami menemukan ada 5 orang tewas tergeletak bersimbah darah, dan saat ingin menjemput anak yang kami tinggal tadi, dia menghilang entah kemana “
Tunggu dulu, mereka tewas?? Lalu yang diceritakan oleh David kalau rumah ini milik Anna, dan mereka tewas 6 tahun yang lalu, sedangkan saat kami masih sekolah itu ada saat 3 tahun yang lalu kan?! Jadi… Anna itu apa?! Aku bingung mana yang benar!
“ Bersama masyarakat lain kami sepakat untuk memakamkan mereka dengan cara dikremasi, dan saat pengambilan abu mereka, kami hanya bisa menemukan 4 sisa abu tubuh mereka. Sedangkan semua jenazah totalnya jelas ada 5. Kami cari dengan teliti, namun hanya ada arang, ditempat jenazah yang
hilang. Masyarakat saat itu mulai cemas, dan kami tidak pernah menyentuh rumah terkutuk itu lagi, dan vas ini adalah abu dari para korban dan mereka ada difoto yang kamu bawa nak “
Sambil memperhatikan setiap wajah di foto ini, tidak ada wajah yang persis seperti Anna, temanku. Agak sedikit sesak di dada melihat mereka tewas tidak wajar. Lalu aku terus menjernihkan pikiran ku dan terus berpikir positif.
__ADS_1
Aku sempat mengeluarkan bungkusan yang ada di saku dan bermaksud untuk memberitahunya, namun belum aku menanyakan, nenek itu nampak bingung dan kaget, lalu dia segera menanyakan dimana aku mendapatkan bungkusan itu, dan ku ceritakan semua kejadian nya. Dia hanya berdiam dan mengatakan..
“ Itu adalah bungkusan yang digenggam salah satu jenazah, dan hilang bersama tubuhnya. Kami tidak sempat mengambil bungkusan itu, karena genggaman nya sangat erat, jadi kami putuskan untuk membiarkan ikut terbakar. Nak aku tidak tau siapa dirimu dan dari mana kau berasal, namun mungkin ini adalah takdir untuk mu membantu menemukan salah satu dari mereka yang hilang “
dia lalu tersenyum dan menawarkan ku untuk beristirahat disini
Aku hanya diam…
.
.
Pkl 03.00
Ini sudah pagi, aku hanya sebentar untuk beristrahat dirumah nenek itu. Namun aku tidak bisa tidur dengan hati yang gusar, jadi kuputuskan keluar, sambil menatap langit yang dipenuhi bintang cantik, aku memejamkan mata dan seperti memohon, meminta tolong entah kesiapa, agar dikuatkan aku dan hentikan segala urusan yang rumit. Ini tidak adil..
Ucapan nenek masih terbayang bayang dalam benak ku, lalu aku melihat bungkusan itu sekali lagi. Ini adalah kunci menemukan nya, jadi akan aku selesai kan masalah ini. Dan tak lama aku membuka bungkusan putih itu pelan
pelan, ku buka ikatan nya, lalu didalam bungkusan itu seperti artefak yang berbentuk kepala anak panah. Semua nampak membingungkan sekali..
.
.
Pkl 04.40
Aku sudah bersiap siap untuk kembali pulang, aku juga sudah berpamitan dan berterima kasih dengan nenek kepala desa yang sudah mau membantu ku tadi. Hari ini sudah cukup, dan kemungkinan orang yang akan aku temui adalah David, dia yang tau tentang Anna. Aku harus bertemu dengan nya dan menemukan Anna, harus! Jadi mari kita lihat nanti..
__ADS_1