My Limited Time

My Limited Time
Pertemuan ( Bagian 2 )


__ADS_3

Pkl 13.30


*SYYUUUUUUU*


Suara angin bertambah kencang disertai tetesan air yang turun, dari kejauhan pohon pohon bak menari tertiup angin yang berhembus, suasana langit juga bertambah mendung layaknya badai akan tiba. Aku ada sedikit rasa kawatir, mengganjal tentang peristiwa ini, apa lagi dengan kejadian kejadian kemarin, namun kami masih memasuki rumah Anna, rasa penasaran yang kental sangat terasa saat kami menyusuri setiap ruangan. Gelap, lembab, pengap dan debu yang nampak sekali seperti sudah lama ditinggal, barang barang perabotan pun sudah berhamburan posisi nya, ada yang terbalik, pecah, bahkan seperti ada yang terbakar.


David ada dilantai 1. sementara itu, aku menuju dapur, terus menyusuri dan melihat ada ruangan lagi disebelah lemari tua didapur, ini seperti ruangan penghangat, tidak berjendela menjadi ruangan gelap, hanya ada kayu bakar yang disusun dan cerobong asap. aku melihat lihat ruangan itu, hanya ditemani senter kecil milik David, lalu muncul pantulan saat ku arahkan sinar senter ke tumpukan kayu, ada yang tertutup dibelakang potongan itu, gagang pintu? aku amati, dan betul ! aku menemukan sebuah pintu aneh tertutup potongan kayu juga kain berwarna biru tua, tak lama aku memanggil David untuk membantu memindahkan kayu kayu tersebut, posisi potongan kayu ini sangat rapih seperti sengaja dihalangi agar tak nampak. David datang membawa sesuatu, selembar foto keluarga, lengkap dengan sepasang suami istri dan ketiga anaknya, tapi hanya ada satu anak yang wajahnya tidak jelas, buram seperti tertutup asap. Aneh ..


Tinggal kan foto dulu, kita lanjutkan memindah potongan kayu itu, satu demi satu tumpukan kita pindahkan, Uhh debu yang berhamburan sangat tebal. Dan akhirnya, didepan kami hanya ada pintu hitam dengan gagang berwarna emas dan ada 3 tanda nomor 4 yang terbalik, kami saling bertatapan sejenak …


*CKKLEEK KRIEEETTT*


Pintu itu tidak dikunci, aku merasakan ada hawa aneh keluar dari dalam. Tembok berwarna merah dan lilin yang berbaris melingkar, juga ada sebuah benda atau patung yang berdiri ditengah lingkaran lilin itu, namun benda itu ditutup kain hitam, jadi  aku tidak tau apa yang ditutupi kain itu. Aku seperti terpanggil untuk membuka kain itu, rasanya aku harus membuka nya. David masih dibelakangku sambil memegang gagang pintu. aku berjalan pelan mendekati benda itu, lalu David menarik lengan ku..


“ sudah…. Kita pulang, ini mungkin berbahaya . jadi kita harus hentikan sampai sini Zin “


Wajah David sangat serius melihat ku


Kami memutuskan untuk keluar dari rumah itu, sesampainya diluar aku teringat ada yang memperhatikan kami dari jauh. Dan ya dia masih ada disana, lalu aku bertanya dengan David, apa dia melihat seseorang berdiri disana dan seperti melihat kita?


“ oh itu ya ? iya aku melihatnya, disini semakin aneh dan ngeri. Jadi cepat kita tinggalkan tempat ini “


.


.


Pkl 15.10

__ADS_1


Dalam perjalanan hujan lebat, aku duduk disamping David sambil melihat keluar jendela mobil. Lalu David bercerita tentang kejadian tadi, itu seperti tempat ritual penyembahan iblis, dia tahu tentang ritual itu dari buku yang sudah lama dia baca, aku tidak begitu menggubris nya, aku hanya penasaran benda apa yang ada dibalik kain hitam itu, mungkin bisa jadi sebuah petunjuk ku menemukan bocah gila yang sempat menghantui ku, lalu aku terpikir untuk mendatangi tempat itu lagi. Ya aku harus kesana ..


David hanya mengantarku dan dia langsung pergi, aku segera menuju keapartemen. Didalam lift aku hanya memikirkan benda yang tertutup kain itu, aku berencana untuk kembali nanti malam, aku ingat kemungkinan adanya bahaya jika aku datang sendiri. Ini seperti takdir yang datang dan pasti terhubung dengan peristiwa yang lalu, jadi ini harus aku tangani tanpa melibatkan orang lain..


.


.


Pkl 15.30 Sabtu 30 Maret


Cuaca sangat cerah sekali hari ini, dan momen yang pas untuk aku bisa datang kesana. Sudah ku bulatkan tekad dan menyiapkan segala hal yang aku butuhkan nanti malam, tapi…HARI INI LUCY DATAAAAAANGGGG!! akhhhh…


Dia pasti akan marah jika aku membatalkan janji untuk bertemu. Siaaaal ! ah mungkin aku bisa kesana setelah kita berkencan nanti, ya betul !


.


.


“ Sayang aku menginap ya hari ini ? “


Owh **. dia minta menginap kan…


Lalu aku mencari alasan agar aku bisa datang kerumah Anna dengan dalih ada rapat dadakan departemen . untuk menghemat waktu, aku menggunakan sepeda motor ku, jelas karena bisa menyalip bahkan memotong ke dalam gang atau jalan yang sempit. Oke persiapan selesai dan aku berangkat.


Setengah perjalanan sudah ditempuh, jantungku terus memompa berdetak kencang, layaknya akan menjemput kematian ku. Namun aku terus menjernihkan emosi dan pikiran ku. sudah sampai didepan padang rumput yang luas itu, angin seperti menyambut ku , kupelan kan laju motor ku sambil memperhatikan kanan dan kiri, sangat gelap sekali .


“ huuuhh… ok ayo Zin ! “

__ADS_1


sambil menghela nafas aku melangkah maju dengan kuat


Kunyalakan senter dan mulai memasuki rumah itu, aku juga sudah menyiapkan masker untuk menghalangi debu yang masuk nanti, sekilas aku teringat momen saat ada di balkon, karena hawa dingin yang ada sama persis dengan kejadian dibalkon kemarin. Bulu kuduk ku mulai sangat terasa, apalagi sudah ada didepan pintu itu, aku merasakan seperti ada yang membayangiku dibelakang, setiap beberapa langkah aku terus menengok untuk mengechek, ini sudah tepat tengah malam.


*KHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKK*


“ Astaga !!! suara itu lagi !!! “


Lalu aku langsung membuka paksa pintu itu….


*zlep zlep zlep*


suara lilin menyala satu persatu, dan aku lihat tembok ruangan itu seperti mengalir darah. Bau nya pun sudah sangat amis sekali, fokus ku hanya pada benda didepan, dia yang tertutup kain hitam dan anehnya seperti bertambah besar. Aku ulurkan tangan seakan akan ingin menarik kain itu…


*WHUUUSSHH BLAAAK*


suara pintu tertutup kencang


Kaget bukan main! Tapi aku tetap terus berniat menarik kain itu, hanya beberapa senti jariku menyentuh nya, lalu dia mengangguk angguk ! bergerak maju menghampiri ku, aku tarik tangan ku dan melangkah mundur hingga tersudut, keringat dingin langsung membasahi semua badan ku, lagi lagi ketakutan ku mengalahkan rasa penasaran ku, dan didalam hatiku terus melawan rasa itu. Tanpa sadar ada sinar keluar dari saku jaket ku…


Sosok itu bergerak mundur menjauhi ku, dan itu saat nya aku keluar dari sini, tanpa pikir panjang aku berlari keluar dari ruangan laknat itu, sambil menengok kebelakang sosok itu seperti mendekati namun menjaga jaraknya dari sinar yang muncul dalam saku ku…


*HAH HAH HAH*


suara ku terengah engah sambil membuka masker


Aku kembali keluar dari sana, tangan ku mulai bergetar bersamaan kaki yang lemas, aku ambil sesuatu yang ada dalam saku jaket ku,itu benda terbungkus kain putih yang aku cari. Dia masih menyala. Aku diselamatkan benda ini, lalu aku sudahi hari ini dan kembali pulang. Ternyata petunjuk itu ada disaku jaket ku sendiri. Untuk berjaga jaga lebih baik aku simpan benda ini…

__ADS_1


*PLAAK*


seperti ada yang menepuk pundak ku...


__ADS_2