My Limited Time

My Limited Time
Pertemuan ( Bagian 1 )


__ADS_3

Pkl 06.30 Rabu


“ Aku pulang ya sayang …muaaaah ! jangan mabuk lagi ! awas kau ! “


Lucy mencium pipiku dalam keadaan yang baru bangun dan masih setengah mengantuk


“ Loh ? jam berapa ini ? kamu tidak sarapan dulu? “


“ Setengah 7 .sudah, Aku juga buat sarapan untukmu, dan mumpung masih hangat jadi cepat dimakan, ya ? aku berangkat ! “


“ Ooke terima kasih sayang , minggu depan kita bisa ketemu lagi ? aku masih … “


lalu Lucy dengan cepat menjawab


“ Kangen ?!!! hahaha “


“ Bukan … aku masih berhutang ice cream “


“ Oh… aku kira masih kangen . oke sayang. “


“ Yaaa sebetulnya masih ingin lama dengan mu hehee “


“ Hahah yaa . oke bye “


Hmm dia sangat cantik sekali, harum parfumnya masih tertinggal jelas disini sampai hafal bau parfum kesukaan nya, lalu semua tempat pun sudah bersih dan rapi karena dia, ya mungkin karena didikan dari orang tua nya yang menuntut agar selalu bersih. jelas karena orang tuanya adalah sosok yang luar biasa, bagaimana tidak? Ayahnya tentara angkatan darat, ibunya pun bekerja di kepolisian,betul betul wanita idaman. Namun aku masih belum berani untuk menemui dan menyapa orang tuanya,heehee


.


.

__ADS_1


Badan ku sakit semua, apa ini efek kurang tidur ya ? haa.. apanya yang kurang tidur kemarin aku sudah tidur 3 hari dan hanya berbaring jadi nanggung mau lanjut tidur, lebih baik sarapan dan buat kopi panas hmm sepertinya nikmat sekali, menunggu air mendidih ,aku melakukan sedikit perenggangan sambil mengatur nafas , lalu terpikir untuk keluar jalan jalan santai hingga ke taman depan, ide yang bagus ! ya selesai sarapan aku bersiap lalu turun, dan aku tersenyum melihat banyak tetangga apartemenku yang sibuk nbersiap siap untuk berangkat bekerja, namun aku masih santai dengan baju casual dan menikmati liburan pendek ku, ya walaupun masih cuti sakit dan ini bukan liburan ke luar kota, hahahaa. Tiba di depan gedung apartemen, aku lihat sekeliling sambil menghirup udara pagi yang melegakan, hmmm aku mau melepaskan penat yang ada di otak ku, jarang sekali aku bisa seperti ini.Dan baru 3 langkah keluar, nampak seperti ada seseorang yang ku kenal  berdiri di perempatan jalan depan, semakin aku dekati semakin jelas dia teman ku dulu lalu dia melangkah pelan sambil menunduk menenteng tas kecil nya, tak lama aku kejar menghampiri nya..


“ Anna ? kau betul Anna kan ?! lama tidak berjumpa ? mau kemana kamu ? “


“ Aaah Zin ?!! aku baru mau ke rumah eeehhhmm.. “


Sudah lama sekali aku tidak bertemu teman ku ini, sangat lama sekali ! tapi ada yang aneh dengan Anna, matanya merah bengkak dan aku lihat pipi sebelah kiri pun merah, tanpa pikir lama aku mengajaknya ke café dekat apartemen ku, kita tidak mengobrol banyak, aku hanya menanyakan kabar, dia menjawab tanpa menanyakan kembali dan sisanya diam, aku tau Anna ini orang yang berbeda dari teman teman ku yang selalu berisik kecuali David, dia pendiam lembut dan sulit ditebak, dia teman sekolah ku dulu. Dilihat dari situasi sepertinya dia ada masalah lalu aku coba untuk menanyakan ada apa sambil menawarkan bantuan namun Anna tidak menjawab dia hanya memandangi cangkir kopi nya sambil memutar mutar sendok lalu pergi, dia melangkah dengan cepat meninggalkan ku,sambil kuperhatikan dia meneteskan air mata, betul betul situasi yang membingungkan, aku tidak mengejarnya karena mungkin dia butuh waktu untuk menyendiri atau mungkin aku menghambat urusan nya, aku lupa belum sempat meminta nomor yang bisa dihubungi…


Keluar dari café suasana jalan sudah ramai orang orang yang akan pergi bekerja, ini membuat tidak nyaman untuk melanjutkan jalan jalan ku. Jadi aku batalkan dan pulang keapartemen. dalam perjalanan aku hanya menunduk sambil memikirkan Anna, dan tanpa sadar aku seperti menabrak seseorang. Karena posisi ku menunduk, aku melihat dia menjatuhkan sebuah bungkusan dari kain putih, aku tengok tapi tidak ada orang yang baru saja menabrak ku, momen itu sangat cepat dan aku juga sama sekali tidak menyadari nya, sambil mengambil bungkusan itu aku masih sempat melihat lihat sekitar barangkali ada seseorang yang tersadar menjatuhkan barangnya, tapi semua orang hanya fokus melanjutkan rutinitas, jadi sementara aku simpan bungkusan ini. mungkin besok atau nanti sore baru ku serahkan ke pos polisi, ya karena mungkin tidur hanya beberapa jam dan sudah jalan jalan jadi mengantuk lagi.haaah Aku termakan omongan ku sendiri…


Sinar matahari sudah sangat terang menembus semua jendela, namun kenapa malah mata ini yang semakin berat, bukannya kalo terkena sinar harus jadi semangat ya, ah sia*an. Oke ! hanya tidur sebentar ya Zin, Cuma satu jam cukup ! sudah ganti baju dan celana ku, dan siap tidur lagi…


.


.


Pkl 11.15


Uh seperti ada yang mengetuk pintu, aku ambil jam tangan di meja kecil samping tempat tidur ku dan melihat sudah jam berapa ini.


“ ah sia*an ! sudah jam 11 ya, lebih 3 jam? “


Oiya tadi ada yang mengetuk sepertinya, kenapa sekarang diam ? apa hanya perasaan ku saja ya? Tapi lebih baik aku check didepan , oh ternyata itu David, dia hanya mampir dan melihat keadaan ku, tak lama aku teringat Anna dan aku pun bercerita tentang dia, ya David jelas mengenal Anna, kami seangkatan dulu. Ku ceritakan semua yang terjadi…


“ Apa benar dia Anna ? sudah 2 tahun lebih aku tidak melihat dan tak ada kabar juga dari nya . atau lebih baik kita menjenguknya ?


Padahal David cukup dekat dengan Anna namun dia tidak pernah bertemu ? Sekalinya aku bertemu dia seperti sedang dilanda masalah, cukup aneh  tapi ya apa salahnya aku dan David menemui nya. Tak lama kami memutuskan untuk segera berangkat karena hanya David yang tau rumah Anna.


“ Nanti kita mampir ke pos polisi ya karena ada yang… loh ? “

__ADS_1


sambil berkata aku merogoh saku jaket ku yang berisi bungkusan tadi yang terjatuh dijalan, tapi kenapa sekarang tidak ada? Apa aku lupa menaruhnya ? seingat ku masih aku taruh dalam saku jaket?


“ Ada apa ? “


“ Tunggu sebentar ada yang harus aku cari, kau bisa tunggu dibawah “


kucari ke semua tempat dan ruangan, dari tempat tidur laci meja dll, hingga kesudut sudut ruangan. tidak ada? Ah masa bodoh mungkin terjatuh lagi.


Aku segera menyusul David dibawah, dan ternyata cuaca sedang mendung, angin lumayan bertiup kencang dan kami pun segera berangkat. Tujuan kami ada di Sesto san Giovanni, ya hanya butuh waktu 30 menit kesana, kami


menggunakan mobil milik David.


.


.


Pkl 13.11


Akhirnya kita sampai di rumah Anna, dan ternyata lumayan jauh dari Sesto san Giovanni. kenapa Anna bisa ada disana(Millan) ? ini ada disamping kota dan tepat ada ditengah sebuah padang yang luas, aku baru pertama kali kesini. rumahnya tidak terlalu besar, sederhana dengan gaya clasik dan masih terlihat nyaman, juga disamping rumah persis ada sungai kecil, udaranya masih sangat sejuk , burung burung pun beragam. lalu saat aku masih melihat sekitar tampak dari jauh ada yang sedang memperhatikan kami jauh diseberang pohon pinus, apa memang sedang melihat kami atau dia hanya berdiri disana..


“ Hei David kenapa kita sampai kesini ? aku kira dekat ada ditengah kota, aku bertemu Anna di dekat apartemen ku loh, apa benar dia ada disini ? “


“ Kau bilang dia baru saja mau ke rumah, ya ini rumah dia “


Hmm betul juga apa yang dikatakan David, kami bertemu tadi pagi dan mungkin siang ini dia sudah sampai dirumah. Tapi kenapa sepi sekali disini? aku menyusul David yang sudah terlebih dulu ada di depan rumah Anna. Kami ketuk pintu cukup lama tapi tidak ada yang merespon, lalu kutanya David..


“ Apa benar ini rumahnya ? “


*krieeeeet*

__ADS_1


He?? Pintu nya terbuka ? kami lumayan bingung dan kaget, tidak ada yang menyahut lalu pintu terbuka? kami sedikit mengintip di dalam, dan di sana sangat gelap dan berdebu ..


“ Zin ayo kita check didalam. Kenapa disini …. “


__ADS_2