
"tidak apa-apa non saya juga senang kok menunggu non pulang ke rumah lagi pula ini juga sudah menjadi tugas saya menjemput Nona jikalau Nona meskipun pulangnya telat dan membuat saya menunggu lama di parkiran ini karena bagaimanapun saya harus menunaikan pekerjaan saya ini dengan baik agar saya bisa mendapatkan kepercayaan dari tuan dan nyonya rumah di keluarga cahyono jadi nona tidak perlu meminta maaf seperti itu kepada saya karena bagaimanapun saya ini adalah orang yang kastanya sangat rendah dibandingkan dengan Nona jadi nona tidak perlu meminta maaf sampai menangkupkan kedua tangan Nona di depan dada Nona seperti itu karena saya sebenarnya tidak apa-apa nona ini juga sudah menjadi tugas saya dan ini juga sudah menjadi pekerjaan saya." ucap sopirnya Bella itu seraya tersenyum manis melihat ke arah Bella melewati kaca depan mobilnya.
"meskipun begitu saya tetap minta maaf sama Bapak Karena saya sudah membuat Bapak menunggu saya sangat lama seperti ini saya saja kalau menunggu teman saya sangat lama Hal itu membuat saya sangat geram Karena itu adalah hal yang sangat membosankan ketika menunggu jadi saya juga mengerti jika sejak tadi Bapak merasa bosan ketika menunggu saya jadi saya benar-benar minta maaf karena saya membuat Bapak menunggu saya selama ini jujur saja jika saya tadi berada di UKS dan tanpa sadar saya terlelap tidur di dalam UKS itu Pak." jelas Bella kepada bapak sopir itu kemudian Bapak sopir itu menganggukkan kepalanya berkali-kali seraya tersenyum manis menolehkan kepalanya melihat ke arah Bella dan Hal itu membuat Bapak sopir itu begitu kaget ketika melihat wajah Bella yang dipenuhi dengan perban-perban di wajah Bella.
"loh wajah Nona kenapa seperti itu apakah Nona di sekolah ini ada yang tidak suka kepada Nona dan membuat Nona terluka seperti ini katakan kepada saya Nona karena saya siap untuk membuat anak itu mendapatkan jera karena sudah mengganggu Nona saya ini." ucap sopirnya Bella itu sopirnya Bella itu merasa sangat khawatir ketika melihat wajah Bella yang penuh dengan luka lebam karena Bella sudah dianggap oleh sopirnya itu sebagai anaknya sendiri karena sopirnya itu sebenarnya tidak mempunyai keturunan bersama dengan istrinya karena masalah dari istrinya sopirnya Bella itu mengidap mandul dan tidak bisa mengandung.
"Enggak kok Pak saya tidak apa-apa Bapak tidak perlu khawatir seperti ini luka ini gara-gara saya tadi terjatuh dari tangga jadi banyak luka lebam di wajah saya seperti ini Bapak tidak perlu khawatir kepada saya." ucap Bella mencoba menenangkan Bapak sopirnya itu sedangkan Bapak sopirnya itu benar-benar sangat khawatir kepada Bella ketika melihat wajah Bella hancur seperti itu.
"Nona jangan berbohong kepada saya Saya tahu jelas mana yang dipukul dan saya juga tahu jelas mana luka akibat terjatuh dari tangga wajah Nona tidak akan lebam seperti itu tanpa tinjuan ataupun tamparan dari tangan seseorang jadi nona tidak perlu berbohong kepada saya karena saya juga tahu mana bedanya dipukul dan mana bedanya terjatuh dari tangga." ucap sopirnya itu kepada Bella dan saat itu pula Bella langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali ia kemudian menundukkan kepalanya begitu dalam.
"sebelumnya saya minta maaf tolong kepada bapak agar Bapak tidak memberitahukan hal ini kepada Mama Angel dan juga Papa galih Saya tidak mau membuat Mama Angel ataupun Papa galih khawatir kepada saya karena saya terluka seperti ini gara-gara dipukul oleh anak-anak lain Saya minta tolong kepada bapak agar Bapak tidak memberitahukannya kepada Mama Angel ataupun Papa galih saya benar-benar minta tolong kepada bapak." ucap Bella kepada bapak sopirnya itu sesungguhnya Bapak sopirnya itu ingin sekali mengatakan tidak karena sopirnya itu harus mengatakan kepada tuan dan nyonya rumah di keluarga cahyono itu jika Bella diganggu oleh anak-anak nakal namun bagaimanapun sopir itu hanya bisa mengganggukan kepalanya berkali-kali ketika melihat raut wajah Bella yang menunjukkan ke harapan kepada dirinya.
__ADS_1
"Apakah Bapak benar-benar menuruti apa yang aku ucapkan ini?" Tanya Bella memastikan ketika melihat Bapak sopirnya itu menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Iya Nona Saya tidak akan memberitahukan kepada tuan dan nyonya rumah di keluarga cahyono bahwa Nona diganggu oleh teman-teman Nona tapi saya minta tolong dengan sangat-sangat kepada Nona jika Nona diganggu lagi oleh anak-anak nakal itu katakan kepada saya karena saya akan memberikan pelajaran kepada anak-anak nakal itu agar mereka mempunyai jera dan tidak lagi mengganggu nona apakah Nona bisa berjanji juga kepada saya?" ucap sopirnya itu kepada Bella sedangkan Bella hanya bisa menganggukkan kepalanya berkali-kali ia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa menjawab ia atau tidak dari apa yang diucapkan oleh sopirnya itu Bella merasa sangat bahagia dan beruntung karena memiliki dan dikelilingi oleh orang-orang baik di sekitarnya meskipun ada satu orang yang tidak suka kepada dirinya yaitu Levi Kakak angkatnya itu.
Bapak sopirnya itu tersenyum bahagia ketika melihat Bella menganggukkan kepalanya berkali-kali melihat Bella menyetujui janji yang diucapkan oleh Bapak sopirnya itu tanpa diketahui oleh Bapak sopirnya itu jika anggukan dari Bella hanya semata-mata menyelesaikan ucapan dari bapak sopirnya itu agar pembicaraan itu tidak melebar ke mana-mana.
"Apakah Nona ada tempat yang mau Nona kunjungi sebelum pulang ke rumah?" tanya sopirnya itu kepada Bella Bella kemudian menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar pertanyaan dari sopirnya itu.
"baiklah kalau hal itu yang Nona inginkan jadi sekarang kita langsung pulang ke rumah ya Nona?" tanya sopirnya itu memastikan kepada Bella Bella pun langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar pertanyaan dari sopirnya itu sedangkan sopirnya itu menganggukkan kepalanya juga seraya tersenyum kecil ia kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saat itu mereka sedang berada di jalanan yang tengah dipadati oleh pengendara pengendara kendaraan yang lain.
beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di depan rumah keluarga cahyono Bella langsung turun dari mobilnya ia kemudian berlari dengan cepat menuju ke kamarnya Karena bagaimanapun ia tidak mungkin memberitahukan kepada Mama Angel ataupun Papa galih jika wajahnya saat itu tengah terluka.
__ADS_1
Sesampainya Bella di kamar ia kemudian dengan cepat menutup kembali pintu kamarnya ia benar-benar tidak mau jika Mama Angel ataupun Papa galih khawatir melihat wajahnya yang terluka seperti itu kemudian Bella pun langsung mengganti baju yang ia kenakan saat itu dengan baju santai yang sehari-harinya digunakan di dalam rumah itu setelah berganti baju Bella pun langsung masuk ke dalam kamar mandinya ia membersihkan luka yang ada di wajahnya itu menggunakan air hangat.
Ssshhh.
Bella berdesis kesakitan ketika ia mengobati lukanya sendiri terasa perih dan terasa berdenyut kasar ketika Bella mengompres luka lebamnya itu dengan air hangat.
"Kenapa mereka jahat seperti itu sih memangnya salahku apa?" Gumam Bella sendirian menetap pantulan dirinya di cermin.
"padahal selama ini aku selalu diam-diam saja di sekolah tapi kenapa aku masih saja menjadi target perundung di sekolah itu.
"Ah, sialan sialan sialan kenapa sekarang aku malah menjadi target dari perundung-perundung sekolah itu biasanya dulu ketika aku bersekolah Aku tidak pernah mengalami hal ini meskipun aku sebenarnya tidak pernah punya teman ketika bersekolah dulu tapi kenapa setelah aku pindah ke sekolah SMA yang sama dengan Kak Levi dan kenapa saat itu aku langsung menjadi target dari perundung-perundung yang ada di sekolah itu apakah aku bisa menjalani hari-hariku di sekolah yang bagaikan neraka itu bagiku?" tanya Bella kepada dirinya sendiri melihat pantulan cermin wajahnya yang ada di dalam kamar mandinya itu seraya terus-menerus mengobati luka lebam yang ada di wajahnya.
__ADS_1
"kalau begini aku tidak boleh sampai memberitahukan kepada Mama Angel ataupun Papa galih jika wajahku terluka seperti ini lebih baik sekarang aku mengambil foundation untuk menutupi luka lebamku ini." Ucap Bella ketika terlintas di dalam pikirannya ide yang sangat cemerlang seperti itu.