
"Aku tidak tahu siapa dan di mana rumah teman Levi berada karena selama ini selama Mama menanyakan kepada Levi siapa teman Levi dan bagaimana Levi berteman di sekolah Levi tidak pernah menjawab pertanyaan dari mama Devi selalu menjawab pertanyaan Mama dengan jawaban teman Levi semuanya baik-baik ma hanya itu saja ketika Mama menanyakan Di mana rumah teman Levi Levi juga mengangkat kedua bahunya seakan-akan Devi mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu di mana rumah temannya berada." jawab Mama Angel kepada Papa galih Papa galih kemudian mengusap wajahnya dengan tangan kanannya dengan ucapan yang sangat kasar.
"kalau begini kita semakin lama mencari keberadaan Levi sedangkan kita saja tidak tahu teman-teman Levi dan bahkan rumahnya juga tidak tahu." Ujar Papa galih seraya menghembuskan nafasnya dengan berat.
"maafkan Mama Papa Karena bagaimanapun ini salah Mama karena mama tidak becus menjadi ibu yang baik untuk Levi kalau seperti ini kita juga susah mencari Levi Mama benar-benar minta maaf karena mama benar-benar tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Levi." Ucap Mama Angel kepada Papa galih Papa galih kemudian menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya itu.
"Tidak mama mama tidak bersalah Mama sudah benar menjadi ibu untuk kedua anak kita yang salah itu adalah Levi yang tidak pernah menceritakan masalah sekolahnya kepada Mama." ucap Papa galih kepada Mama Angel Mama Angel kemudian semakin merasa bersalah karena dirinya tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Levi.
"Mama jangan bersedih seperti itu kalau begitu ayo kita cari bersama-sama Levi kita susuri saja jalanan ini tanpa berhenti siapa tahu nanti kita bisa bertemu dengan Levi." Ucap Papa galih kepada Mama Angel Mama Angel kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar ucapan yang diucapkan oleh suaminya itu ucapan suaminya itu begitu menenangkan dirinya.
"Iya Papa Mama setuju dengan apa yang diucapkan oleh Papa barusan kalau begitu ayo kita mencari Levi di jalanan ini saja mungkin Levi sedang nongkrong di suatu tempat." ucap Mama Angel kepada Papa galih Papa galih kemudian memegang tangan Mama Angel yang begitu gemetaran saat itu Papa galih juga merasakan bagaimana Mama Angel begitu khawatir kepada Levi.
"nama tenang saja semuanya akan baik-baik saja mama jadi Mama tenang saja dan jangan khawatir seperti ini karena semuanya akan baik-baik saja." Ucap Papa galih kepada Mama Angel.
Mama Angel kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar ucapan dari suaminya itu.
"Iya papa terima kasih Mama akan berusaha setenang mungkin agar kita bisa menemukan Levi secepat mungkin jadi Papa jangan khawatir Mama akan baik-baik saja dan Mama akan tenang." ucap Mama Angel kepada Papa galih Papa galih kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar ucapan dari istrinya itu.
__ADS_1
"baguslah kalau begitu Mama Angel benar-benar sangat bisa dipercaya nyonya cahyono adalah nyonya yang sangat baik di seluruh dunia ini jadi Mama harus mencoba menenangkan diri Mama sendiri agar kita bisa menemukan Levi secepat mungkin karena kalau mama terus-menerus khawatir seperti ini maka papa juga ikutan khawatir Dan Kita semakin lama menemukan Levi karena kita saling khawatir dan tidak bisa berpikir dengan jernih jadi Mama tenang saja ya karena semuanya akan baik-baik saja." ucap Papa galih kepada Mama Angel Mama Angel kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Papa galih barusan.
Papa galih kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tepat di sebuah perempatan ada mobil yang biasanya dikendarai oleh Levi Mama benar-benar sangat sok ketika melihat mobil Levi itu hancur lebur.
"Papa sebentar, apakah itu adalah mobil Levi?" Tanya Mama Angel kepada Papa galih.
Papa galih kemudian melihat ke arah di mana tatapan Mama Angel tertuju saat itu Papa galih benar-benar juga syok ketika melihat mobil Levi sangat hancur lebur berada di pinggiran jalan, karena Papa galih juga sangat hafal dengan nomor yang ada di belakang mobil Levi.
"Sepertinya itu mobil Levi Mama tapi Mama tenang saja dulu Papa akan turun dan papa akan menanyakan kepada orang-orang yang ada di sana siapa yang kecelakaan di sana." Ucap apa galih kepada Mama Angel mencoba menenangkan istrinya itu.
Papa galih kemudian turun dari mobilnya kemudian ia pun melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang sangat lebar Papa galih saat itu benar-benar sangat khawatir ketika melihat mobil Levi yang saat itu hancur lebur berada di pinggiran jalan detak jantungnya berdetak tak karuan, nafasnya seakan-akan tercekat di kerongkongan, perutnya tiba-tiba terasa sakit, pandangan mata tiba-tiba menjadi buram entah mengapa saat itu Papa galih benar-benar tidak bisa berpikir apa-apa saat itu ia selalu berharap di dalam hatinya semoga yang ada di dalam mobil itu bukan Levi melainkan orang lain Papa galih dengan langkah yang lebar namun terlihat gontai Papa galih kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah polisi-polisi yang saat itu memasang pembatas jalanan.
"Selamat malam Pak." ucap Papa galih kepada polisi itu polisi itu pun kemudian membalikkan tubuhnya melihat ke arah Papa galih.
"Iya selamat malam apakah ada yang bisa saya bantu?" jawab polisi itu kepada Papa galih Papa galih kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar apa yang diucapkan oleh polisi itu.
__ADS_1
"Begini Pak bolehkah saya tahu dengan kecelakaan ini soalnya mobil ini adalah milik anak saya." ucap papa galih kepada polisi itu polisi itu pun kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Apakah anak bapak adalah seorang laki-laki yang masih muda?" Tanya polisi itu kepada Papa galih.
Papa galih kemudian menganggukkan kepalanya berkali-kali mendengar pertanyaan dari polisi itu.
"Iya benar Pak anak saya adalah laki-laki dan ia masih muda masih kelas 3 SMA memangnya ada apa ya Pak apakah benar mobil ini adalah mobil anak saya kalau memang benar mobil ini adalah mobil anak saya kenapa tidak ada panggilan telepon yang masuk kepada handphone saya ataupun istri saya biasanya kan kalau ada kecelakaan seperti ini keluarganya akan langsung dihubungi tapi kenapa tidak ada telepon masuk ke dalam ponsel saya dan juga istri saya?" Tanya papa galih kepada polisi itu.
"begini pak sebelumnya kami minta maaf karena kami tidak langsung mengabari Bapak dan juga istri bapak tapi sesungguhnya kami tidak mengabari istri bapak dan juga bapak sendiri karena ponsel dari laki-laki ini sudah rusak dan kami tidak bisa mencari kontak keluarganya yang bisa saya temukan adalah dompetnya yang masih utuh bahkan kartu pengenal dan kartu pelajarnya masih utuh meskipun ada banyak darah di kartu pengenalnya itu tapi kami sudah membersihkannya." Ucap polisi itu kepada Papa galih.
"Bolehkah saya melihat kartu pengenal anak ini?" tanya papa galih kepada polisi itu polisi itu pun kemudian mengganggu kan kepalanya polisi itu kemudian mengambil kartu pengenal yang ada di dalam saku celananya.
polisi itu kemudian menjulurkan tangannya memberikan kartu pengenal itu kepada Papa galih Papa galih yang saat itu melihat foto Levi terpampang di kartu pengenal itu Papa galih sangat terkejut dan sangat syok ketika melihat foto Levi terpampang di sana.
Papa galih kemudian terdiam ia tidak bisa berpikir apa-apa kepalanya terasa pusing air matanya tiba-tiba mengalir membasahi kedua pipinya.
"Pak tenanglah apakah ini adalah anak bapak?" tanya polisi itu yang saat itu melihat tubuh Papa galih bergetar sangat hebat.
__ADS_1
Papa galih tidak menjawab pertanyaan dari polisi itu bapak galih malah terus menangis menetap kartu pengenal yang ada di tangan polisi itu dengan tatapan yang sangat tidak percaya bahwa kartu pengenal itu adalah milik Levi bola mata Papa galih bergetar karena pepa galih benar-benar sangat syok ketika melihat foto Levi terpampang di sana.