My Lover Is My Brother

My Lover Is My Brother
Bab 06


__ADS_3

'kenapa kak Levi mendekatkan wajahnya ke wajahku apa yang akan dilakukan oleh kak Levi kepadaku?' batin Bella ketika melihat wajah Levi semakin mendekat ke wajahnya dan hal itu berhasil membuat detak jantung Bella berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


Sontak Hal itu membuat kedua mata Bella menutup sendiri seakan-akan Bella sudah siap jika Levi akan menciumnya.


"Kenapa kamu menutup Mata kamu Bella?" Tanya Levi heran kepada Bella ketika Bella menutup matanya.


"Bukankah, bukankah Kak Levi akan..." Jawab Bella gugup belum sempat Bella menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja Levi langsung memotong pembicaraan Bella.


"apa yang kamu pikirkan apakah kamu berpikir aku akan menciummu Bella jangan kegeeran Aku tidak akan pernah menyentuh tubuhmu sama sekali karena aku tidak Sudi menyentuh kulit seorang pemulung jadi kamu tidak perlu GR seperti itu Aku hanya mengambilkan daun yang menempel di rambutmu ini." ucap Levi kepada Bella dan hal itu berhasil membuat Bella sakit hati detak jantungnya berdetak tidak karuan bukan karena sedang jatuh cinta melainkan saat itu Bella sakit hati dengan apa yang diucapkan oleh Levi kepada dirinya.


"tidak kok aku tidak berpikiran kalau Kak Levi akan menciumku aku hanya memejamkan mataku karena tadi terasa panas jadi Kak Levi juga jangan berpikiran yang tidak-tidak aku tadi meminjamkan mataku ingat ya aku tadi memejamkan mataku gara-gara mataku terasa panas jadi aku memejamkan mataku bukan karena aku berpikiran kalau Kak Levi akan menciumku." Jawab Bella membela dirinya sendiri agar Levi tidak berpikiran kemana-mana tentang dirinya Bella berbohong kepada Levi karena sebenarnya Bela berpikir bahwa Levi akan menciumnya.


"Baguslah kalau kamu tidak berpikiran seperti itu karena kalau kamu sampai berpikiran seperti itu maka aku akan benar-benar sangat membencimu sedetikpun bahkan 0,1 detik pun aku tidak akan pernah menyentuh kulitmu itu kamu tahu kenapa Karena pada kulitmu itu terdapat banyak kuman jadi aku tidak akan pernah menyentuh kulitmu dan lagi jika anak-anak yang membully mu tadi menanyakan kenapa aku menolongmu bilang saja bahwa aku menolongmu karena aku adalah kakak kelas yang baik jangan mengatakan kepada mereka bahwa aku adalah kakakmu aku ini bukan kakak kandungmu dan aku tidak pernah menganggapmu sebagai adik kandungku bahkan dari pertama kali kamu menginjak kakimu ke rumahku sekalipun Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adikku kamu mengerti kan apa yang aku ucapkan ini?" Ucap Levi mengancam Bella Bella pun menganggukkan kepalanya berkali-kali dengan lemas bagaimanapun ia memasrahkan dirinya sejujurnya ia tidak berharap sama sekali jika Levi menganggapnya sebagai seorang adik karena Bella hanya ingin membuat Mama Angel dan papa galih bangga kepadanya dengan prestasi yang akan dicapainya ketika ia berada di sekolah ini setiap malam Bella selalu belajar dan belajar karena Bela ingin membuat kedua orang tua angkatnya itu bangga karena telah mengangkatnya sebagai seorang anak Bella ingin membuat Mama Angel dan papa galih tidak menyesal karena telah menganggapnya sebagai seorang anak.


setelah Levi selesai mengobati luka yang ada di wajah Bella kemudian Levi pun bangkit berdiri dan meninggalkan Bella sendirian di dalam ruang UKS itu tanpa permisi ataupun pamit Levi langsung keluar dari ruang UKS itu Bella langsung merobohkan tubuhnya di atas kasur yang disediakan di dalam ruang UKS itu ia menetap langit-langit ruang UKS itu dengan sangat dalam.

__ADS_1


"Kamu benar-benar sangat menyebalkan Levi." gerutu Bella menatap langit-langit ruang UKS itu membayangkan wajah Levi yang saat itu tengah tersenyum ingin sekali Bella mencakar wajah Levi namun bagaimanapun Bella harus menahannya karena ia tidak mau membuat Mama Angel dan papa galih kecewa karena telah melihat Bella menyakiti Levi.


Tanpa sadar Bella memejamkan matanya. Tanpa sadar pula ia masuk ke dalam alam mimpi.


Di dalam mimpi Bella bermimpi tengah duduk berdua bersama dengan Levi di taman bermain taman bermain itu sepi hanya ada Bella dan Levi di dalamnya entah mengapa saat itu Bella bermimpi bersama dengan Levi padahal selama ini ia tidak pernah memimpikan dirinya bersama dengan Levi tapi saat ini Bella tengah bermimpi dan mimpi itu begitu terasa nyata saat itu Bella merasa bahwa hubungan antara dirinya dan juga Levi lebih dari sekedar saudara kandung lebih tepatnya Bella bisa mengatakan bahwa di dalam mimpi itu Bella tengah berpacaran dengan Levi.


Tiba-tiba saja di dalam mimpi itu Levi memegang kedua tangan Bella wajah Levi mendekat ke wajah Bella Bella pun tanpa sadar memejamkan kedua matanya menantikan Levi melakukan hal selanjutnya.


dan benar saja bibir Levi yang terasa dingin menyentuh bibirnya entah mengapa saat itu Bella merasa bahwa hubungan antara dirinya dan juga Levi menuju ke jenjang yang serius.


"Bella bangun bel bangun." Ucap teman Bella menggoyangkan tubuh Bella agar Bella terbangun.


Kedua teman Bella bernama Anggi dan Lisa. yang membangunkan Bella adalah Lisa sedangkan Anggi saat itu tengah menangis tersedu-sedu meratapi Bella yang saat itu wajahnya hancur lebur gara-gara dibully oleh anak-anak sekolah yang nakal itu.


awalnya bella ingin sekali memarahi Lisa karena Lisa telah mengganggu mimpinya yang sangat indah namun melihat raut wajah khawatir Lisa dan melihat Anggi yang menangis tersedu-sedu melihat dirinya membuat Bella mengurungkan niatnya untuk memarahi Lisa.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis Anggi?" Tanya Bella kepada Lisa Bella sendiri sudah tahu bahwa Lisa menangis karena dirinya karena Lisa khawatir kepada dirinya namun entah mengapa pertanyaan itu keluar dari mulut Bella.


"aku sangat khawatir kepadamu bella karena sedari tadi Lisa membangunkanmu tapi kamu tidak bangun-bangun dan hal itu membuatku sangat khawatir aku takut kalau kamu pergi meninggalkan dunia ini Dan kamu tahu sendiri bahwa aku orangnya gampang menangis apalagi ketika aku melihat sahabatku tengah terluka dan hal itu semakin membuatku sakit hati dan hal itu membuatku menangis tersedu-sedu seperti ini kenapa kamu tidak menceritakan kepada kami berdua kalau kamu ditindas oleh anak-anak nakal itu bila kalau kamu mengatakannya kepada kami maka aku akan memberitahukannya kepada pihak sekolah agar mereka diberikan pelajaran agar mereka jera." Ucap Anggi kepada Bella saat itu Anggi berbicara panjang lebar seperti itu seraya menghirup ingus yang keluar dari hidungnya.


Melihat raut wajah Anggi yang menangis seperti itu namun bisa berbicara panjang lebar seperti itu membuat Lisa dan Bella tertawa terbahak-bahak ketika melihat raut wajah Anggi yang sangat lucu.


"kenapa kalian berdua tertawa seperti ini aku benar-benar sangat mengkhawatirkan kamu Bella tapi kenapa kamu malah tertawa seperti ini dan kamu lagi Lisa bukannya kamu malah khawatir kepada Bella tapi kamu malah tertawa terbahak-bahak bersama dengan Bella." Gerutu Anggi melihat Lisa dan Bella tertawa terbahak-bahak.


"Lagian kamu juga Anggi kenapa kamu masih bisa saja berbicara panjang lebar seperti itu sedangkan kamu saat ini tengah menangis tersedu-sedu wajah kamu sekarang sangat lucu Coba deh kamu mengambil cermin Dan kamu cerminkan wajah kamu itu seraya mengoceh panjang lebar seperti tadi maka kamu sendiri juga akan tertawa terbahak-bahak melihat wajahmu yang sangat lucu seperti itu Aku benar-benar tidak tahan melihat wajahmu yang lucu seperti itu jadi jangan salahkan aku dan Bella kalau kami menertawakan kamu." Ujar Lisa kepada Anggi seraya tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Anggi yang begitu lucu.


"lagian kamu juga Bella aku ini sekarang tengah mengkhawatirkan kamu tapi bisa-bisanya kamu malah menertawakanku karena raut wajahku yang lucu seperti ini seharusnya kamu melarang Lisa untuk menertawakanku tapi lihat kamu sendiri kamu mana ikut-ikutan tertawa di atas kekhawatiranku ini kepadamu kalau kamu hanya bisa tertawa terbahak-bahak seperti ini aku sungguh menyesal karena telah khawatir kepadamu." Ucap Anggi ngambek kepada Bella dan Lisa.


"jangan ngambek dong Anggi baiklah baiklah aku minta maaf karena telah menertawakanmu tapi kamu benar-benar sangat lucu Anggi jadi maafkan aku dan Lisa karena telah menertawakanmu sekali lagi aku benar-benar minta maaf Lisa pun juga minta maaf iya kan Lisa?" ucap Bella meminta maaf kepada Anggi bagaimanapun Bella merasa bersalah karena Anggi menangis karena khawatir kepada Bella tapi bisa-bisanya Bella tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Anggi yang menurutnya begitu lucu.


Lisa menganggukkan kepalanya berkali-kali ia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Bella.

__ADS_1


"Iya Anggi aku dan Bella minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah menertawakanmu jadi kita kan berteman kamu tidak boleh mengambek seperti ini jadi kamu harus memaafkan aku dan juga Bella kamu maafkan kami kan?" ucap Lisa kepada Anggi sedangkan Anggi membuang wajahnya dari pandangan Bella dan juga Lisa.


"meski begitu kalian tidak seharusnya menertawakanku seperti itu padahal saat itu aku benar-benar sangat khawatir kepada Bella tapi bisa-bisanya kalian berdua malah menertawakanku kalian berdua ini temanku atau bukan sih kenapa ada teman kalian yang menangis tersedu-sedu tapi kalian malah tertawa terbahak-bahak seperti tadi kalian ini benar-benar sangat menyebalkan kalian tahu itu kan?" Ucap Anggi kepada Lisa dan Bella ia melihat Lisa dan Bella secara bergantian.


__ADS_2