My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)

My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)
Rela Bertaruh Nyawa


__ADS_3

Adnan terus-menerus berpikir cara untuk membungkam mulut Adha. Dia juga sangat ingin menyingkirkan Adha begitu saja agar masalah cepat selesai. Dia tidak bisa tenang, sampai akhirnya dia memutuskan untuk menemui Adnan saat itu juga.


"Kau masuk kamar orang lain tanpa permisi, itu memang khas siluman sepertimu"


"Aku ingin bertarung denganmu"


"Sayangnya aku gak berminat, oh ya kau itu seperti kelinci yang masuk ke kandang harimau sekarang. Berani sekali kau masuk ke rumah pemburu siluman sepertiku"


"Apa salah siluman? kenapa kalian memburu mereka"


"Kenapa ya? mungkin untuk bersenang-senang" ejek Adha.


Adnan berang dan mengangkat tubuh Adha ke atas langit-langit kamar. Tapi tidak sampai beberapa menit Adha berhasil mematahkan kekuatan Adnan.


"Apa mau mu" ucap Adnan akhirnya.


"Jauhi Ireen"


"Kenapa harus"


"Jauhi saja, aku menyukainya"


Mata Adnan berubah menjadi merah menyala, api kebencian muncul di hati dan pikirannya. Dia ingin segera membunuh Adnan sat itu juga karena berani menyatakan rasa sukanya pada Ireen di hadapannya. Kukunya sudah mulai memanjang, tapi Adha tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.


Adha dengan cepat menekan tangan Adnan tepat di nadinya untuk menghentikan perubahan wujud.


"Siapa kau sebenarnya" tanya Adnan penasaran karena kekuatan yang dimiliki Adha.


"Coba tebak, apa manusia bisa memiliki kekuatan seperti ini" jawab Adnan sambil menyeringai.


"Kau Siluman?


"Lebih tepatnya setengah siluman" Jawabnya sambil menatap mata Adnan tanpa rasa takut.


"Kau hasil dari perkawinan antara siluman dan manusia tapi kenapa kau memburu siluman"


"Aku punya alasan, jadi kalau kau ingin Ireen gak tahu siapa sebenarnya kau. Jauhi Dia"


"Gak akan" jawabnya sambil menghilang dari sana.


...****************...


Amira kali ini sangat takut dengan keadaan mereka. Dia tidak bisa berhenti berpikir agar bisa terlepas dari para pemburu siluman. Bau tubuh Adnan pasti masih menempel dan tercium di sekitarnya dan itu bisa membuat para pemburu siluman mengetahui keberadaannya lebih mudah dari biasanya sebab mereka pernah berjumpa Adnan sebelumnya.


Kali ini dia datang ke rumah mewah Adnan masih dengan baju tidurnya. Adnan duduk di sofa, seperti sedang memikirkan sesuatu juga sama seperti dirinya.


"Aku baru menemui orang itu"


"Pemburu itu" tanya Amira tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, dia setengah siluman bukan manusia seutuhnya"


"Kau berniat mengantar nyawamu sendiri" jawab Amira tidak habis pikir.


"Aku masih hidup, mereka gak sehebat itu"


"Apa dia mengatakan sesuatu atau mengancammu"


"Dia menyuruhku untuk menjauhi Ireen"


"Ireen?


"Aku menolak, aku gak takut sama sekali pada mereka"


"Kau memutuskan untuk tetap menyukainya? bahkan saat nyawamu terancam. Kau lebih dari menyukainya" jawab Amira tampak sedih, karena dia tahu kemungkinan berhasil antara hubungan siluman dan manusia sangat kecil bahkan hampir tidak ada.


"Dasar bodoh" tambah Amira akhirnya.


...****************...


Ireen duduk di mejanya sambil menulis sesuatu di kertas. Entah apa yang dia tulis dia juga gak tahu. Satu per satu murid sudah mulai berdatangan.


"Menulis sesuatu? tanya Adha yang datang tiba-tiba.


"Cuma corat-coret dan gak penting juga"


"O, udah sarapan gak? kalau mau aku traktir di kantin"


"Hal itu bukan sekedar cuma untukku"


Adnan melihat mereka dari kejauhan dan memutuskan untuk mendekat tanpa rasa takut. Dia berjalan dengan percaya diri membuat aura ketampanan nya semakin terlihat.


"Aku bawakan ini untukmu" ucap Adnan sambil menyodorkan bekal makan untuk Ireen.


"Wah, makasih. Tahu saja aku belum sarapan"


"Aku penasaran bagaimana di-


"Kita bicara diluar" potong Adnan takut Adha membocorkan rahasianya pada Ireen saat itu juga.


...****************...


"Kau bisa bebas menyukai manusia lain selain Ireen. Karena kau sudah setengah manusia, sedangkan aku gak. Jadi aku gak akan menyerahkan Ireen padamu"


"Kau juga bebas memilih siapa pun manusia yang kau suka kenapa harus Ireen"


"Kau juga pasti tahu setiap menyukai seseorang, siluman akan mempertaruhkan hidup tapi untuk dirimu itu gak berlaku"


"Siluman tetap saja siluman, jadi cari saja siluman lain sebagai pasanganmu. Jangan karena perasaan bodohmu itu nyawa Ireen akan terancam"

__ADS_1


"Apa maksud mu" jawab Adnan bingung.


"Kalau kau siluman, kau pasti tahu jawabnya.


...****************...


Ireen sedang melakukan pekerjaan paruh waktunya setelah pulang sekolah. Disebuah restoran mewah. Selain membutuhkan uang tambahan dia juga perlu kegiatan untuk melupakan rasa kesepiannya. Ireen membersihkan meja dengan cepat dan cekatan. Walau kadang pinggir meja melukai tangan putihnya dia tetap melanjutkan pekerjaannya seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kau kesini lagi" ujar Ireen setelah melihat Adnan duduk di meja yang tidak jauh dari tempat dia bekerja.


"Kenapa? ada tulisan dilarang datang untuk orang sepertiku" jawab Adnan asal.


"Gak, kau pasti orang kaya. Ibu dan Ayahmu konglomerat" ujar Ireen asal.


"Cukup bicaranya, duduk saja disini" jawab Adnan sambil menarik tangan Ireen dan mendudukkannya di salah satu kursi.


"Aku bekerja, aku bisa dipecat" Ireen langsung menatap ke arah meneger yang biasanya memperhatikan para pelayan seperti Ireen. Tapi entah karena apa dia diizinkan untuk duduk bersama Adnan.


"Kau butuh asupan gizi yang banyak biar kau kuat membersihkan semua meja ini"


Pesanan Adnan akhirnya datang satu persatu. Ireen heran dan kebingungan dengan semua yang terjadi sekarang. Mana mungkin dia duduk dengan tamu dengan pesanan makanan mahal seperti ini.


"Makan yang banyak" perintah Adnan.


"Terimakasih"


Adnan tersenyum senang melihat Ireen yang makan dengan lahap di hadapannya. Adnan hanya ingin berbuat hal yang menyenangkan bersama Ireen untuk berjaga-jaga bila akhirnya mereka memang tidak bisa disatukan.


"Kalau aku bilang aku menyukaimu, kau akan percaya?


Qaireen diam sambil menatap wajah Adnan dengan serius. Dia ingin tahu arti ucapan Adnan yang sebenarnya, bercanda atau tidak.


"Aku serius dengan apa yang ku bicarakan barusan" tambah Adnan akhirnya.


"Aku terkejut, baru kamu orang yang menyatakan suka padaku, tidak pernah ada sekalipun orang yang suka padaku. Jadi aku gak percaya padamu" ucap Qaireen jujur.


"Dari awal aku udah bilang kau harus percaya padaku. Karena aku berbeda dengan manusia-manusia itu"


"Kau bicara seolah kau bukan manusia. Kau membuatku takut" jawab Qaireen tanpa berpikir.


Adnan sedikit terpukul dengan ucapan Qaireen. Memang benar dia bukan manusia tapi dia bisa lebih baik dari manusia menurutnya. Dia bisa menjaga Qaireen dan terus berada di sampingnya dalam waktu yang cukup lama.


"Kau bilang gak ada satu manusia pun yang menyukaimu sejak dulu. Kalau begitu biarkan aku yang pertama menyukaimu dan juga jadi yang terakhir" ucap Adnan tegas


"Walaupun aku bukan manusia" tambahnya di dalam hati.


Adnan sadar betul dengan apa yang dia lakukan. Walaupun memiliki Qaireen bukan hal yang mudah baginya bahkan mempertaruhkan nyawanya, dia tetap ingin bersama Qaireen.


bersambung...

__ADS_1


Like, komen, dan vote untuk mendukung author agar lebih bersemangat.


__ADS_2