My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)

My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)
Kau Siluman


__ADS_3

Jantung Qaireen berdetak hebat mungkin bisa terdengar oleh Adnan, tapi sebelum itu terjadi dia mendorong Andan agar menjauh darinya. Adnan semakin marah diperlukan seperti itu dan menatap tajam pada Qaireen.


"Kenapa aku gak boleh dekat denganmu? Kau sengaja mendorongku? Kau takut Adha melihat kita" Adnan semakin cemburu dan tidak bisa mengontrol emosinya.


"Kenapa Adha lagi. Dia tidak ada sangkut pautnya dengan apapun. Kau kenapa sih dari tadi bertingkah aneh" Qaireen tidak habis pikir.


"Ireen, Kau melindunginya sekarang?


"Kenapa aku melindunginya, lagi pula sejak kapan kau manggil aku dengan sebutan Ireen kita gak sedekat itu"


"Kenapa? Cuma Adha yang boleh memanggil mu dengan sebutan Ireen"


"Dia lagi, dia lagi. Ada apa sebenarnya" Qaireen semakin kesal.


"Aku akan membunuhnya"


"Apa, membunuh siapa? udahlah kita hentikan pembicaraan bodoh ini" ucap Qaireen sambil berlalu meninggalkan Adnan.


...****************...


Adnan sudah jauh dari lingkungan sekolah. Dia sudah berada di rumah Amira, duduk dengan perasaan kacau dan tampak sangat marah.


"Bodoh, kau harus bisa mengontrol diri kalau gak mau ketahuan. Hati-hati"


"Membunuh? ini bukan dunia siluman yang bisa seenaknya membunuh siluman lain. Jangan gila dan tetap fokus pada tujuanmu"


"Kenapa aku gak bisa? Adha cuma manusia lemah"


"Tapi kau menyukai salah seorang dari manusia lemah itu" pancing Amira.


"Aku gak suka, aku cuma kesal karena dia takut pada siluman" jawab Adnan yang tidak mau mengakui perasaannya.


"Seorang manusia wajar takut pada siluman seperti kita, dalam bayangan mereka kita seperti ini" ucap Amira sambil menunjukkan buku bergambar siluman yang sangat mengerikan.


"Siapa yang mengarang buku ini? biar kubunuh sekalian. Belum pernah melihat siluman tapi merasa tahu tentang kita" Adnan tambah kesal.


"Adnan kau harus mendengarkan apa yang kukatakan waktu itu padamu. Kau harus mengontrol diri, siluman seperti kita sulit mengontrol diri apalagi saat cemburu. Rasa ingin membunuh di dalam dirimu muncul dan sulit dikendalikan jika kau melihat orang yang membuat kau begitu"


"Aku pernah hampir membunuh wanita lain hanya karena cemburu" tambah Amira tampak menyesal.


"Apa yang terjadi?


...****************...


Flashback


Amira memergoki pacarnya selingkuh bahkan mereka sedang bermesraan di depan Amira saat itu. Amira yang belum sepenuhnya menjadi manusia tidak bisa mengontrol diri, kuku tajam langsung keluar dari jari lentiknya, begitu juga dengan taring di mulutnya.


Amira tidak peduli apapun, dia langsung mendekati wanita itu dan melemparkannya ke lantai sampai wanita itu hilang kesadaran.


"Kau harus mati" ucap Amira sambil mengambil ancang-ancang untuk menusuk leher wanita itu dengan kuku tajamnya.


"Jangan bunuh dia, aku mohon"


Amira menatap mata pacarnya seperti sangat tulus pada wanita itu. Walaupun dia kecewa, marah, dan sedih akhirnya dia pergi dari dua orang itu. Menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


...****************...


"Kenapa kau gak bunuh mereka berdua" ucap Adnan setelah selesai mendengar cerita Amira.


"Aku sangat menyukainya"


"Sampai sekarang" tanya Adnan penasaran.


"Gak, aku sudah melupakannya dan aku punya orang yang kusukai sekarang"


"Jadi karena laki-laki brengsek itu kau meninggalkanku" ucap Adnan sambil tersenyum mengejek.


"Ya, tapi aku gak menyesal walaupun dia tidak lebih baik darimu. Aku senang hidup di dunia manusia dan itu semua karenanya"


"Dasar bodoh"


"Kau juga" balas Amira.


...****************...


"Ada apa dengannya? Marah-marah gak jelas" gerutu Qaireen sambil mencari buku di perpustakaan sekolah.


"Shhttt" ucap Adha tiba-tiba entah muncul darimana.


"Maaf, aku lupa ini perpustakaan" jawab Qaireen setengah berbisik.


Adha tersenyum lebar melihat tingkah Qaireen yang menurutnya lucu.


"Lupa ini perpustakaan saat dia memegang buku" ucapnya dalam hati.


"Aku sangat berterima kasih kalau kau mau membantu, guru menyuruhku membawa 30 buku ini ke kelas" ucapnya masih setengah berbisik bahkan hampir tidak terdengar.


"Kau bisa bicara normal asal jangan terlalu kuat seperti tadi Ireen" ucap Adha penuh arti sambil menatap Qaireen


"Ireen?


"Ya, aku bolehkan memanggilmu Ireen"


"O, oke" ucap Qaireen tidak yakin.


Mereka berjalan bersisian sambil bercerita ini itu. Tentu mereka sedang dalam pantauan Adnan dari jauh. Dia sekarang lagi berusaha sekuat tenaga untuk mengontrol emosinya.


"Ireen" panggil Adnan dari belakang.


"Kau darimana saja" jawab Qaireen setelah menatap ke belakang.


"Toilet, aku dari toilet"


"Toilet? toilet ada disana" tunjuk Qaireen ke arah yang berlawanan.


"Toilet perpustakaan, aku ketiduran di perpustakaan tadi karena itu"


"O, ya udah bantu aku membawa ini" jawab Amira sambil meraih semua buku dari tangan Adha.


"Terimakasih mulai dari sini biar dia yang bawa, lagi pula kau harus masuk kelas juga"

__ADS_1


Mata Adnan dan Adha beradu. Mereka saling menatap tajam seolah mereka ingin saling menerkam.


"Maaf ini akan jadi urusanku. Terimakasih udah membantunya" ucap Adnan dengan nada mengejek.


Adha tidak menjawab, dia menatap Adnan lekat dan tersenyum meremehkan Adnan.


"Kenapa kau tersenyum, kau mengejekku"


"Bukan urusanmu"


"Kau mengejekku dan kau bilang itu bukan urusanku?!


"Aku cuma heran, kenapa para siluman akhir-akhir ini suka di dunia manusia" jawab Adha terang-terangan.


Adnan terdiam sebab terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Bagaimana bisa Adha tahu dia siluman, itu yang paling dia takuti sekarang.


"Bagaimana kalau Ireen tahu bahwa orang yang sedang berada di dekatnya adalah siluman" ancam Adha.


"Tutup mulutmu" balas Adnan sambil meraih kerah baju Adha.


"Hati-hati taringmu bisa keluar dan kau bisa ketahuan"


"Aku gak akan membiarkan itu terjadi walaupun caranya dengan membunuhmu"


"Hmm, takut. Coba saja" ucap Adha meremehkan Adnan dan berlalu dari hadapan Adnan.


Adnan tidak habis pikir dengan kemampuan Adha yang bisa mendeteksi keberadaannya. Bukannya manusia itu lemah dan tidak bisa mengetahui kehidupan para siluman tapi mengapa dia bisa? Adnan terus berpikir. Apa mungkin ada tindakan siluman yang tidak sengaja di lihat Adha darinya.


...****************...


Adnan langsung menemui Amira di kamarnya saat Amira hendak tidur.


"Kau gak tahu waktu, ini waktunya-


"Waktunya kita berdiskusi, ada manusia yang tahu tentang kehidupan kita" ucap Adnan memotong kalimat Amira.


"O" jawab Amira tidak terkejut.


"O? hanya O. Manusia itu ada di sekitar ku. Kau hanya bilang O" Adnan kesal.


"Kau yakin"


"Iya, aku yakin"


Amira mengambil buku bergambar siluman yang ditunjukkannya pada Adnan beberapa waktu lalu.


"Apakah orang itu bernama ini" tanya Amira tampak cemas sambil menunggu nama penulis buku itu.


"Iya, Adha Pratama, mungkin saja nama panjangnya memang itu"


"Hanya keluarga Pratama yang terkenal turun temurun bisa mengetahui kehidupan siluman dan sekaligus memburu siluman. Kau harus menjauh darinya" ucap Amira serius.


"Manusia itu lemah, mana mungkin-


"Mungkin kalau mereka orangnya dan aku pernah melihatnya sendiri" jawab Amira cepat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2