My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)

My Misterius Boy (Pria Misterius Ku)
Dia Cemburu


__ADS_3

Adnan membawa Qaireen ke pusat perbelanjaan tanpa sepersetujuannya. Qaireen bingung ada apa sebenarnya. Dia menarik tangannya kesana kemari membuatnya kesal, namun Qaireen juga merasa sedikit terhibur sebab ini kali pertama Qaireen pergi bersama laki-laki yang bukan keluarganya.


Qaireen menatap Adnan cukup lama sampai dia berbalik menatap Qaireen dan dia pura-pura tidak melihatnya saat itu terjadi. Tapi Qaireen merasa bagaimana pun Adnan bukan orang yang pantas bersanding dengannya. Dia tampan dan baik sedangkan Qaireen hanya gadis biasa yang ingin diakui. Adnan hanya malaikat penyelamatnya untuk sementara waktu.


"Aku akan membelikanmu hp"


"Tapi kenapa"


"Karena kau perlu, besok kau harus kasih nomor hpmu pada Adha"


"Aku gak mau dan gak perlu hp" Qaireen kesal.


"Kau harus mengikuti apa yang ku bilang padamu, ini demi kebaikanmu. Kau perlu orang yang menyayangimu sebelum aku pergi"


"Aku gak butuh" jawab Qaireen sambil menghempaskan tangan Adnan dari tangannya sampai terlepas.


"Kau butuh"


"Kenapa harus kau yang menentukan aku butuh atau gak" ucap Qaireen marah.


"Karena aku sudah melihatmu bertahun-tahun dengan begitu menyedihkan"


"Menyedihkan? aku memang begitu, aku gak meminta bantuanmu"


"Kalau begitu jangan muncul di hadapanku"


"Baik, aku juga gak minta kau untuk datang padaku. Jadi apa salahnya kita berpisah seperti ini" ucap Qaireen dengan perasaan yang dalam.


Qaireen pergi meninggalkan Adnan. Adnan tidak mengejar dia hanya menatap Qaireen sampai dia menghilang di balik pintu masuk. Adnan kembali ke toilet untuk memeriksa matanya.


"Sialan, kenapa dengan mata ini" ucapnya sambil menatap dinding toilet.


...****************...


Qaireen duduk di kamarnya dengan perasaan yang kacau. Dia bingung kenapa dia begitu marah saat Adnan menyuruhnya pacaran dengan Adha. Bukannya Adnan hanya ingin membantunya. Dia tidak tahu apa yang dia benci Adnan yang menyuruhnya atau dirinya yang sudah nyaman dengan Adnan.


Ternyata Adnan tetap membelikan hp untuk Qaireen dan dia sengaja datang untuk memberi itu padanya.


Tok, tok, tok.


Qaireen membuka pintu dan melihat Adnan berdiri di hadapannya.


"Kau harus punya, terima ini. Setidaknya kau perlu ini untuk memberi tahu aku kalau kau butuh sesuatu" mengulurkan kotak berisi hp pada Qaireen.


"Terimakasih, tapi aku-


"Terima saja, anggap saja hadiah pertemanan kita"


"Ya, terimakasih"


"Aku pergi"


"Ya"

__ADS_1


"Jangan lupa telpon aku kalau butuh sesuatu"


"Ya, Hati-hati" ucap Qaireen, kali ini dia tampak senang walau hanya sedikit.


...****************...


Adha sudah ada di sekolah saat waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Dia sengaja datang untuk bermain basket sebelum bel berbunyi.


Qaireen yang melihat itu sengaja datang untuk menghampirinya. Qaireen yang datang tiba-tiba membuat Adha berhenti bermain dan mendatangi Qaireen di pinggir lapangan.


"Aku datang untuk menerima tawaranmu, jadi sekretaris OSIS" ucap Qaireen tegas.


Adha tersenyum penuh arti.


"Apa yang membuatmu berubah pikiran"


"Aku hanya ingin keluar dari zona nyamanku"


"Itu bagus, aku senang mendengarnya"


"Punya hp? ucap Adha sambil melihat tangan Qaireen yang memegang hp berwarna hitam


"Ya, ini baru"


"Kau serius baru punya" Adha tidak percaya.


"Ya, kau bisa lihat sendiri" jawab Qaireen kali ini dengan senyuman tipis.


" No hp? punya dong" Adha ikut tersenyum senang.


Adnan sudah ada disana dan melihat semua yang terjadi. Namun kenapa dia tidak senang saat Qaireen mengikuti apa maunya. Dia bahkan ingin mencabik-cabik Adha sekarang.


...****************...


Adnan sudah ada rootup sebuah gedung yang tinggi di tengah kota yang ramai. Gadis cantik yang ditemuinya di restoran waktu itu juga ada disana bersamanya.


"Apalagi ini, sekarang matamu merah menyala seperti ingin mencabik sesuatu" ejeknya.


"Apa yang terjadi padaku" Adnan terlihat bingung.


"Kau melihat orang yang kau sukai dengan pria lain? Jelas sekarang kau sedang cemburu"


"Cemburu pada manusia" tambahnya lagi.


"Aku? mana mungkin aku cemburu" elak Adnan.


"Reaksi tubuhmu tidak bisa berbohong, semakin kau dekat dengan manusia semakin jelas reaksi yang terjadi padamu. Kau tidak bisa berbohong walau tidak mengakuinya" jelasnya pada Adnan dengan senyum penuh arti.


"Jangan jatuh cinta pada manusia itu yang jau bilang padaku dan sekarang-


"Aku gak jatuh cinta padanya" potong Adnan.


"Padanya? Artinya jelas kau sedang dekat dengan manusia" ejeknya lagi.

__ADS_1


"Aku pergi"


Adnan menghilangkan secepat angin berhembus.


Dia sudah berada di halaman sekolah. Kali ini dia melihat Qaireen yang sedang mengikuti pelajaran olahraga. Ada Adha disana yang membantu mereka bermain basket atas perintah guru mereka.


Bola melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Qaireen dan dia tidak berhasil menangkap atau menangkis bola tersebut. Qaireen malah terhempas kuat ke lantai dan dia kesakitan.


"Kau baik-baik saja" tanya Adha begitu berhenti berlari di samping Qaireen.


"Sakit" jawabnya sambil berusaha berdiri namun dia gagal.


"Ayo ke UKS, jam segini dokter masih ada disana" ucap Adnan sambil mengisyaratkan agar Qaireen naik ke atas punggungnya.


"Aku bisa" ucap Qaireen berbohong, dia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang disana.


Qaireen berjalan pelan menuju UKS, setelah cukup jauh Adha berlari mengejarnya. Adnan meraih tangan Qaireen dan langsung bergegas ingin menggendong Qaireen tanpa aba-aba. Adnan yang melihat kejadian itu spontan ingin menghalangi kejadian tersebut.


Adnan dengan kekuatannya berhasil membuat kaki Adha sakit dan disaat seperti itu dia datang menghampiri Qaireen dengan cepat.


"Ada apa dengannya" tanyanya berpura-pura


"Tiba-tiba kakinya sakit dan gak bisa bergerak" jawab Qaireen heran sambil memegangi kakinya yang sakit.


"O. Ayo aku antar ke UKS. Kau bisa jalan" Adnan tersenyum licik melihat Adha kesakitan.


Adha sampai memegangi kakinya karena rasa sakit tersebut. Namun setelah Adnan pergi bersama Qaireen sakit itu mendadak hilang begitu saja.


...****************...


"Ada apa dengan Adha, tadi dia ingin menolongku tapi, tiba-tiba kakinya sakit" tanyanya heran.


"Kenapa aku tahu, kaukan yang sejak pagi udah nempel padanya" jawab Adnan kesal.


"Aku? menempel pada siapa?


"Kakimu baik-baik saja" ucap Adnan cepat menghindari pertanyaan Qaireen.


"Iya, udah membaik. Tapi aku masih penasaran dengan kejadian yang terjadi pada Adha barusan"


"Dia lagi, dia pasti pura-pura"


"Tapi untuk apa"


"Kenapa aku tahu"


"Sebaiknya aku tanya saja nanti"


"Segitu pedulinya kamu pada Adha, orang yang baru saja kau kenal"


Qaireen terdiam mendengar penuturan Adnan yang menurutnya ada benarnya juga. Diam-diam Adnan tersenyum senang setelah berhasil mempengaruhi Qaireen walau dia tidak tahu kenapa dia begitu. Dia marah saat melihat Qaireen dengan laki-laki lain terutama Adha.


Adnan menatap Qaireen lekat, tiba-tiba matanya sudah berubah lagi menjadi warna biru.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2