
makanan yang dominan dipesan semua oleh Rassya akhirnya tiba...
saking banyaknya membuat putri melongo..
"ini pesanan kamu semua..."
tanya putri heran.
"kenapa,kurang ya..."
panik Rassya.
"kita berdua doang sya,bukan se RT..."
Rassya yang dipanggil demikian hanya tersenyum dan dibuat gemas oleh putri...
"kamu mending jangan ngomong deh put,klo kamu ngomong jantung aku mau copot..."
ucap Rassya.
putri tak menjawab,hanya memasang wajah bingung...
"yaudh nanti kalo ga abis bisa dibungkus buat orang rumah..."
"kamu makan aja yang kamu suka..."
ucap Rassya sambil terus menatap wajah sang putri.
putri memilih mie goreng favoritnya dan ice lemon tea...
dari situ Rassya sedikit tau selera makan dan minuman putri..
"kamu kenapa ga pernah ngomong disekolah..."
tanya Rassya.
putri hanya menjawab dengan mengangkat pundaknya...
"tapi gapapa sih,soalnya aku ga mau bagi-bagi suara kamu ke yang lain..."
"aku aja yang baru denger suara kamu langsung jatuh cinta,gimana ya yang udah bertahun-tahun..."
"aku ga mau bagi-bagi..."
"pokoknya kamu jangan ngomong ya disekolah..."
Rassya panjang lebar.
putri tak menjawab,hanya tersenyum dan melanjutkan makannya...
"ya tuhan gw dicuekin dari tadi ngedumel cuma dibales senyum doang..."
sindir Rassya.
putri pun tertawa lucu...
"tadi katanya jangan ngomong,giliran ga dijawab malah ngomel..."
__ADS_1
"gimana sih......"
ππππ
"stop..."
ucap Rassya panik.
putri keheranan...
"stop jangan ketawa..."
"denger suara kamu aja bikin aq jantungan,apalagi denger ketawanya kamu..."
Rassya senyum penuh arti.
putri geleng-geleng kepala,tak habis pikir dengan apa yang Rassya ucapkan..
"besok libur kan..."
"jalan yuk...."
ajak Rassya.
putri tak menjawab,dia hanya diam sambil berfikir....
"ga bisa ya..."
tanya Rassya lagi.
"emang mau kemana gituuh....??"
tanya balik putri.
"aduh put,aq lemah denger suara kamu..."
"kita ngomong lewat pesan aja bisa ga siih..."
"aku takut jatuh cinta sama kamu..."
Rayu Rassya.
"bilang aja minta nomer gw..."
sinis putri.
Rassya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"boleh ga...??"
Rassya nyengir-nyengir.
putri pun langsung memberikan nomernya...
yang membuat Rassya senyum terus tanpa henti...
tak lama suara hp putri berdering...
__ADS_1
"ibu...."
ucap putri.
dia pun langsung mengangkat telponnya...
"assalamualaikum ibu..."
"heheheee....maap ya Bu putri lupa bilang kalo putri diajak makan sma Rassya Bu..."
"padahal tadi putri udh mau hubungin ibu looh..."
putri mengeluarkan ocehannya didepan Rassya.
Rassya terus memperhatikan putri yang terus mengoceh pada sang ibu...
kini Rassya tau kalau putri adalah anak yang sangat ceria pada keluarganya...
yang membuatnya penasaran kini mengapa dia bisa sedingin itu disekolah...
namun buru-buru Rassya menepisnya,,
Itu tak penting lagi,yang penting sekarang putri sudah bisa membuka dirinya untuk Rassya....
itu sudah lebih dari cukup.....
"ini putri udah selesai makan kok Bu,abis ini putri langsung pulang..."
putri masih bicara dengan sang ibu ...
"assalamualaikum ibu..."
putri menutup telponnya.
"dicariin ya..."
ucap Rassya.
"iya putri lupa bilang sama ibu kalau mau diajak makan gini..."
"eh,gw maksudnya...."
putri kelupaan efek habis bicara dengan sang ibu.
"gapapa,aku seneng dengernya...."
Rassya terus menatap putri.
dan itu berhasil membuat putri salah tingkah...
hingga pipinya yang putih seperti bakpao menjadi terlihat memerah....
cieeee,saltiing....
βΊοΈβΊοΈβΊοΈ
I
__ADS_1