
Lalu Amanda pun terdiam sejenak,dan menoleh pada siapa sebenarnya ia berbicara,dann deegg ia langsung berdiri dan meminta maaf pada pak Rangga. " Maaf pak,kaki saya tadi kesemutan," kata Amanda sambil tersenyum menahan malunya. " oh,yeah lalu kenapa kamu memanggilnya dengan nada aneh seperti itu,?" kata Rangga dengan menatap dingin Amanda." Saya tidak ingin mengganggu yang lain pak,makanya saya seperti itu,begitu pak" Jelas Amanda." Jika ingin bermain,bukan disini tempatnya, anda mengerti." Kata Rangga sambil berlalu meninggal Amanda dan karyawan lainnya. Amanda menghela nafas dengan lega " huffft"
" Kaki saya kesemutan pak, hahaha" Ejek karyawan lainnya, sambil menepuk pundak Amanda,
" Kenapa kamu sperti itu?" kata Eva sambil menahan tawa.
" Aaahhh rasanya aku tak sanggup berjalan lagi" kata Amanda sambil menutup wajahnya yang merah karena malu😂.
Eva pun membawa Amanda ketempat duduk dan membrrinya secangkir teh untuk menenangkannya. " Emangnya ada apaan sih kok kamu cari aku mulu?".Kata Eva dengan lembut. " ah aku hanya ingin tahu kenapa kamu mengadopsi anak?" kata Amanda.
" ouh,itu toh,tak kirain ada apaan man." kata Eva sambil meneguk tehnya. "iyah aku penasaran itu ajah'' kata Amanda dengan memasang wajah penasarannya.
" Sebenarnya aku sudah pernah menikah,tapi suamiku mandul,dan dia menceraikanku karena ia merasa tak berguna man".kata Eva dengan rasa sedihnya. " hal itu membuatkuh frustasi,hingga aku berfikir kalau suamiku hanya mencari alasan saja,aku berfikir kalau dia berselingkuh," sambung Eva. Amanda yang mendengarnya pun menepuk pundak Eva dengan lembut bermaksud tidak apa aoa.
__ADS_1
" Lalu apa yang terjadi pada suamimu?".kata Amanda. " Ternyata bener dia memang mandul,aku mendapat surat keterangan dokter didalam kantong baju milik suamiku itu dan ternyata dia sudah menandatangani surat cerai,aku menangis dalam keheningan untuk memikirkan semuanya." kata Eva dan air mata jatuh kepipi hangatnya.Amanda pun memeluknya, " akh aku tidak apa apa kok ma,aku menandatangani surat itu dan kami telah resmi bercerai,itu sudah dua tahun yang lalu," kata Eva sambil menghela nafas dan melepaskan pelukan Amanda." apakah kau mengadopsi anak setelah bercerai atau sebelum bercerai?" tanya Amanda.
" iyah aku mengadopsi anak setelah aku bercerai, karena aku tidak ingin menikah lagi,menurutkuh itu adalah hal baik,aku akan menjadi ibu yang baik buat anakku,aku tidak peduli apakah kami memiliki hubungan darah atau tidak,aku hanya ingin menjadi ibu yang baik,karena aku tak ingin menyia nyiakannya man." kata Eva dengan senyuman tulus di bibirnya. Amanda pun bertanya " lalu siapa yang merawatnya saat kau sedang bekerja?" kata Amanda dengan sedikit khawatir.
" eisss aku mengadopsi anak yang sudah sekolah,lebih tepatnya anak yang tidak ada yang mau mengadopsinya,aku memilih anak yang paling malang saja," tukas Eva dengan senyum. " Apa maksudmu dengan memilih yang paling malang?" kata Amanda dengan bingung.
" Sebenarnya aku mengadopsi anak dari panti asuhan x dimana panti asuhan ini sedikit pengunjung nyah dan aku direkomendasikan kenalan kuh saja,jadi aku merasa iba pada satu anak laki laki,aku ingin mengadopsinya,tapi ia tidak mau berbicara dengankuh dan berlari menjauh darikuh dan akupun tidak bisa apa apa,dan akhirnya aku mengadopsi anak lain dan itu anak yang sekarang aku sekolahkan dia cantik dan lucu namanya Maia." kata Eva dengan bahagia.
" Apakah aku juga bisa mengadopsi anak va?"tanya Amanda pada Eva.
" Baiklah,nanti sepulang kerja kita bicarakan lagi".kata Amanda sambil bergegas masuk untuk bekerja bersama Eva.Sepulang kerja seperti biasa Hwasa dan Maria menghampiri Amanda dengan maksud ingin nongkrong ditempat bakso langganannya." Manda, Manda,ke tempat tongkrongan yuk" kata Hwasa dan Maria dengan semangat,namun Amanda tidak menghiraukan mereka berdua dia terus berjalan sambil memikirkan tentang adopsi Anak,sontak hal itu membuat kedua temannya bingung. " Mandaaaa " teriak Hwasa dan Maria." wooooo" sontak Amanda terkejut.
" Lu lagi mikirin apaan sih man?" kata Hwasa
__ADS_1
" iya nih dari tadi bengong ajah " kata Maria sambil cemberut. " akh aku harus pulang hari ini,maaf y spertinya aku tidak bisa bermain dengan kalian" kata Amanda dengan berlari meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Malamnya, Amanda menchating Eva untuk memberitahunya apa saja yang harus dilakukan untuk mengadopsi anak,dan apakah ada ritual khusus untuk mengadopsi anak,karena ini adalah pertama kalinya bagi Amanda untuk mengadopsi anak,dan ia benar benar harus menyiapkan segala sesuatunya dengan matang dan baik.Eva pun memberitahunya untuk bertemu dalam membahas hal itu.Akhirnya mereka pun bertemu Eva membawa temannyah yang bekerja dipanti asuhan tersebut,dan menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengadopsian anak,Amanda pun mengerti,dan meminta bantuan pada Eva.Setelah semua penjelasan dimengerti,Eva dan Amanda pun mencari rumah 🏡 untuk nanti mereka tinggal (Amanda dan anak adopsinya),dan Amanda pun meminta bantuan dari Hwasa dan Maria.Akhirnya setiap kali mereka selesai bekerja,mereka menyiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk anak yang akan di adopsi oleh Amanda gadis berusia 25 tahun itu.Dan tiba waktunya mereka akan ke panti asuhan X dimana Eva mengadopsi anak,iapun meyakinkan Amanda untuk semuanya,dan Amanda pun siap.
Merekapun tiba di panti asuhan X dan mereka dibawa keliling oleh pengasuh yang ada di situ.
Saat Amanda berjalan mengitari panti asuhan ia melihat seorang anak laki-laki yang tubuhnya penuh dengan memar,Amanda menjadi prihatin dan menghampiri anak tersebut,lalu Amanda dengan lembut membelai rambut anak tersebut. " apakah kau baik baik saja nak?".kata Amanda dengan lembut.
Anak itupun menatap Amanda,betapa terkejutnya Amanda melihat wajah anak tersebut,karena anak laki-laki itu berwajah sejuk,alis yang tebal,bulu mata yang lentik hitam,hidung yang mancung sempurna,bibir berwarna pink,gigi berginsul,dan lesung pipi yang menarik hati. " Tante jangan menatapkuh seperti itu,aku tahu,aku berantakan." kata anak laki-laki itu sambil pergi meninggalkan Amanda." Anak itu sangat pendiam,dan tentu saja tampan,bukan?" kata pengasuh tersebut.Hwasa,Maria,dan Eva hanya melihat tubuh anak itu dari belakang,dan bertanya " lalu kenapa tidak ada yang mengadopsinya?".
" Anak,itu selalu saja di adopsi orang yang salah.". kata pengasuh. "Apa maksudnyah?" tanya Amanda. " setiap kali dia diadopsi anak itu selalu babak belur dan berlari kembali." timpal pengasuh sambil berjalan menyusuri panti asuhan X.Akhirnya Amanda pun megusulkan untuk mengadopsi anak laki-laki yang tampan itu.
Nama anak itu Chen Lie,ia pun setuju diadopsi oleh Amanda.Setelah semua urusan telah selesai mereka pun pulang kerumah Amanda yang telah disiapkan untuk Chen Lie.
__ADS_1
Amanda membeli baju baru dan segala perlengkapan untuk Chen Lie yang saat itu ternyata sudah kelas 3 SMP,dan Chen Lie masih tetap bersekolah di SMPnya saat itu.
Karena menurut Amanda bisa menjadi pendekatan yang baik buat dirinya dan Chen Lie,( Antar jemput sekolah Chen Lie).