My Twins Jenius Anak Rahasia CEO Sombong

My Twins Jenius Anak Rahasia CEO Sombong
Salah Sasaran


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan? Tolong. TOLONG!" teriak Nayla panik.


Nayla bangkit berdiri. Dia tahu dia sedang berada dalam bahaya.


"Tidak ada yang akan menolongmu di sini. Aku akan membuatmu kapok karena berani mengganggu rumah tangga adikku," kata pria mabuk itu.


**


Sementara itu, di luar kamarnya Nayla itu, bellboy yang tadi, baru saja keluar dari lift sambil membawa handuk untuk kamarnya Nayla.


Tony yang ditugaskan untuk berjaga di luar kamarnya Nayla, langsung menghadang bellboy itu. "Kamu mau kemana?"


"Mau mengantar handuk untuk kamar nomor 716, pak."


"Kamu gak boleh masuk ke kamar itu."


"Kenapa, kak?"


"Bosku sedang ada urusan penting di dalam situ." Pria itu langsung mengulurkan tangannya ke arah si bellboy. "Sini handuknya. Biar aku yang bawa setelah urusan bosku selesai."


"Baik, pak. Aku permisi dulu."


"Iya."


Sementara itu, di balik pintu kamar nomor 715 yang tepat berada di depan kamar 716, seorang gadis sedang mengintip lewat door viewer (kaca di pintu untuk mengintip dari dalam kamar ke arah koridor.)


"Huft. Untung saja kekasihku, Leon, tidak terlambat untuk memperingatkan aku akan kedatangan kakaknya Liany, sehingga aku sempat menukar kunci kamarku dengan gadis itu. Hihihi. Selamatlah aku," batin gadis yang sebelumnya sempat menukar keycard dengan Nayla saat di depan meja resepsionis.


**


Sementara itu, di dalam kamar, Nayla terus meronta saat Jason, pria di hadapannya ini berusaha menciumnya dan kembali membanting tubuhnya ke atas ranjang dan mulai merobek-robek pakaian yang dikenakannya.


Nayla berusaha memukul Jason, tapi pukulan itu tidak berarti apa bagi Jason.


Jason terus memaksakan kehendaknya pada Nayla.


Nayla terus melawan, tapi Jason tidak peduli, karena saat ini, Jason sudah dikuasai oleh hasrat yang membara karena dia berada dalam keadaan mabuk dan juga karena kemarahannya akan wanita yang sangat dia benci.


"Jangan! Jangan lakukan ini! Please," kata Nayla dengan suara lemah.

__ADS_1


Nayla sadar kalau dirinya dalam keadaan bahaya, tapi dia tidak bisa melawan, tubuhnya terlalu lemah.


Nayla juga cuma seorang gadis lemah sementara lawannya adalah seorang pria tinggi besar yang tentu saja sangat kuat. Karena itu, dia hanya bisa melawan dengan suaranya.


"Jangan, pak. Please ... tolong. Jangan perkosa aku. Please."


Jason menggeram, nafsu birahinya benar-benar menguasainya. Dia terus merobek-robek baju yang dikenakan Nayla ini.


Meskipun Nayla melawannya dengan kekuatan penuh, tapi tenaganya tidak sebanding dengan lawannya.


Dia tidak akan bisa menang melawan lawannya, apalagi saat ini, dia sedang dalam keadaan lemah. Batinnya lemah karena perselingkuhan yang dilakukan pacar yang sangat dia percayai.


Selain itu, Nayla jadi lemah saat sempat jatuh ke lantai kamar tadi. Walaupun ada karpet tebal yang menghindarkan dia dari cedera serius pada belakang kepalanya, tapi tetap saja benturan itu membuat dia lemah.


Karena itu, Nayla cuma bisa memukul dengan pukulan lemah yang tidak berarti apa-apa bagi Jason.


Semua perlawanan lemah Nayla ini, tidak berarti apa-apa bagi Jason yang sudah dikuasai nafsu.


Jason hanya ingin melampiaskan nafsunya yang tak tertahankan ke tubuh Nayla.


Nayla terus mengatakan "jangan" kepada pria di hadapannya ini, tapi karena kepalanya sakit dan kesadarannya hampir habis, dia tidak bisa lagi memukul pria itu untuk mempertahankan dirinya dan hanya bisa mencakar tubuh pria itu ke sembarang arah.


Tapi seolah tuli dengan ancaman Nayla itu, Jason justru menarik paksa segitiga pengaman milik Nayla.


Akhirnya satu-satunya kain yang masih membalut tubuh Nayla itu, kini telah terlempar ke lantai kamar ini.


Sejurus kemudian, Jason sudah naik ke atas tubuh Nayla dan mulai berusaha menyatukan tubuhnya dengan tubuh Nayla.


Jason sengaja melakukannya dengan agak kasar, mengingat rasa dendamnya kepada wanita yang berada di bawah tubuhnya ini.


Nayla sadar kalau tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun dan pria itu yang juga sudah dalam keadaan polos, sedang menindih tubuhnya.


Bahkan ada suatu benda keras yang terus berusaha memaksa masuk ke dalam tubuh di bagian bawahnya.


Benda itu terus berusaha menerobos bagian inti tubuh Nayla.


Nayla ingin melawan, tetapi kepalanya sangat sakit, berat baginya untuk membela dirinya apalagi melawan.


Sedangkan Jason yang sudah dikuasai oleh hawa nafsu tersebut, tidak bisa lagi menahan dirinya saat dia melihat tubuh Nayla yang sukses merangsang hasrat kelelakiannya.

__ADS_1


"Jangan!" Terdengar suara lemah dari Nayla yang sedikit menyadari akan hal menakutkan yang akan segera terjadi padanya, tapi di lain pihak, dia terlalu lemah untuk memberi perlawanan.


Nayla ingin melawan tapi kondisinya semakin lemah. Dia semakin tak kuasa melawan kehendak pria perkasa yang sedang bertahta di atas tubuhnya ini.


Sementara minuman yang ditenggak oleh Jason satu jam sebelumnya, membuat dia menjadi pria yang kasar yang tega memaksakan nafsunya kepada seorang perempuan lemah seperti Nayla ini.


Dendam membara di dada pemuda ini, membuat dia semakin menjadi-jadi. Membuat dia tidak bisa mengendalikan diri lagi.


Nayla berada dalam persimpangan. Dia tidak rela kesuciannya yang dia jaga selama ini, direnggut oleh orang asing yang kasar ini. Tapi, dia tidak mampu melindungi dirinya.


Sesaat kemudian, Jason kembali menggeram hebat. Dua kali pria itu mencoba memasukkan kejantanannya ke milik Nayla ini, tapi dia masih belum berhasil melakukannya.


Sasarannya terlalu sempit sehingga sulit untuk dia tembus dan ini membuat dia sedikit kesal sehingga di percobaannya yang ketiga, dia menghentakkannya dengan sangat kasar.


Terdengar teriakan keras dari Nayla disertai tangisan, saat dia merasakan ada sesuatu yang menyakitkan yang tega masuk ke dalam tubuhnya. Merobek sesuatu yang dia jaga selama ini.


Kedua tangan Nayla mencengkram punggung pria itu sekuat-kuatnya saking sakitnya apa yang dia rasakan saat ini.


Hanya saja, lama kelamaan, teriakan Nayla ini semakin melemah apalagi ketika tubuhnya semakin lemah ditambah tekanan batin bertubi-tubi yang harus dia alami.


Keadaan ini membuat Bella berada dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. Dia mulai pingsan karena berasa dalam tekanan batin yang sangat hebat.


Apalagi Nayla belum sempat makan. Terakhir dia makan itu 3 jam sebelum pesawat mendarat dan sekarang ini, 6 jam sudah berlalu sejak dia makan terakhir.


Jason terus bergerak dengan kasar, sengaja ingin menghukum gadis di bawahnya ini yang dia pikir adalah penghancur rumah tangga adiknya.


Belakangan, Jason mulai merasa kalau dia sedang mengarungi keindahan rasa yang begitu meresap dalam setiap gesekan yang dia paksakan pada gadis yang berada di bawah tubuhnya ini.


Nayla yang sebelumnya merasa kesakitan, kini sudah sepenuhnya pingsan. Karena itu, dia tidak tahu lagi apa yang terjadi padanya.


Jason bergerak semakin liar dan semakin cepat dengan kadangkala, bibirnya menyatu dengan bibir Nayla.


Jason semakin keenakan, sehingga dia terus bergerak mengikuti hasrat di dadanya.


Dia tidak berniat berhenti, dia ingin mereguk kenikmatan sebanyak-banyaknya yang bisa dia raih.


Lidah Jason dia tautkan di bibir Nayla di tengah pergerakan yang dia lakukan pada saat ini.


Malam ini, Jason benar-benar merasakan surga yang indah di hatinya, surga yang tidak akan pernah dia lupakan.

__ADS_1


Hingga akhirnya Jason mengeluarkan semuanya. Hasil dari pergerakan berkesinambungan yang penuh nafsu yang bercampur kemarahan.


__ADS_2