
Gadis itu terbelalak saat pintu lift terbuka dan melihat Jason di depan pintu. "Mungkinkah dia sudah menyadari kekeliruannya semalam dan kini dia hendak memperkosaku," batin gadis ini.
Dengan cuek, Jason masuk ke dalam lift dan mengeluarkan handphonenya
Gadis itu terlalu takut untuk bergerak sehingga dia tetap di posisinya. Padahal dia seharusnya turun di lantai ini, namun akhirnya, karena terlalu takut pada Jason, dia malah ikut turun ke lantai dasar.
"Dimana gadis itu, Ton?" tanya Jason di telpon kepada Tony. Tanpa sengaja, dia menekan tombol loudspeaker sehingga suara percakapan antara Tony dan dirinya bisa terdengar oleh gadis itu.
"Aku tidak tahu, bos. Aku sudah pulang ke rumah. Apa dia tidak ada lagi di kamar?"
"Saat aku bangun, dia sudah pergi."
"Hmmm. Mungkin dia takut, bos."
"Bagus. Dengan apa yang aku lakukan kepadanya semalam, aku yakin kalau dia tidak akan berani lagi mengganggu rumah tangga adikku," tandas Jason.
"Semoga, bos."
"Tapi kamu tetap cari tahu. Kalau wanita sundal itu berani mengganggu iparku lagi, maka hukuman lebih berat akan dia rasakan."
"Apa itu, bos?"
"Aku akan menyerahkan dia pada kelompok preman kenalanku. Biar dia diperkosa ramai-ramai disitu," geram Jason.
"Hahaha. Pasti dia kapok, bos."
Kata-kata Jason itu membuat gadis bernama Lisa yang berada di samping Jason, langsung ketakutan. "Hiyyy. Aku berjanji. Aku tidak akan lagi mengganggu suami adikmu," batin Lisa.
**
Satu bulan kemudian, saat Nayla baru bersiap untuk wawancara kerja, tiba-tiba dia merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya. Dia langsung muntah-muntah di kamar mandi.
Bayu yang mendengar itu mulai curiga. "Sudah berapa hari ini dia selalu muntah-muntah. Nampaknya ada sesuatu yang terjadi pada anak kita itu," kata Bayu kepada Livia.
Livia ikut-ikutan mengerutkan keningnya. Kemudian Bayu memberikan tespek kepada Livia. "Aku sengaja membeli ini di apotek. Periksa dia supaya apa yang kita takutkan tidak terjadi."
"Anak kita tidak mungkin hamil di luar nikah," tandas Livia. Tapi, karena Bayu melotot ke arahnya, Livia terpaksa mengikuti kemauan suaminya itu. Dia pun meminta Nayla untuk menggunakan tespek.
Nayla langsung tercekat mendengar permintaan ibunya ini. Tapi setelah dibujuk, dia pun mengikuti apa yang diinginkan ibunya itu.
Setelah pemeriksaan terjadi Nayla menjerit keras karena apa yang dia takutkan ternyata telah terjadi.
Livia langsung masuk ke kamar mandi dan melihat ke alat tespek yang saat ini sedang dipegang oleh Nayla sambil menangis itu.
__ADS_1
Setelah itu, Livia melaporkan hal ini kepada Bayu yang menunggu di luar kamar. "Ternyata Nayla memang hamil, Pah."
Bayu langsung naik pitam mendengar laporan dari Livia ini. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan masuk kamar mandi serta membentak Nayla, "siapa ayah anak yang kamu kandung itu?"
Nayla cuma terdiam. Dia cuma bisa menangis sambil membuang tespek ke tempat sampah di kamar mandi ini.
"Tidak mungkin Benny yang melakukan itu. Iya kan? Kamu baru saja datang ke Jakarta dan memergoki perbuatan Benny, iya kan?"
"Huhuhu."
"Berarti dengan siapa kamu melakukan itu, hah? Apa kamu melakukan itu dengan pacarmu di Amerika? Huh! Rupanya kamu tidak ada bedanya dengan Benny," sembur Bayu.
Nayla tidak bisa membela diri. Dia cuma bisa menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat itu Livia langsung mendatangi Nayla, memeluk Nayla serta bertanya, "siapa dia, Nayla? Siapa yang menghamilimu?"
"Aku tidak tahu, ma. Aku tidak tahu." Pada dasarnya Nayla tidak mengenal Jason, karena itu, itulah yang dia katakan.
Tapi pengakuan Nayla itu membuat Bayu langsung naik pitam. Dia segera mengambil semua baju-baju milik Nayla, menaruh di koper dan berkata, "sekarang juga kamu pergi dari sini! Keluar dari rumahku. Aku tidak mau memiliki anak seperti kamu, yang hamil diluar nikah!"
Livia berusaha membujuk Bayu tetapi Bayu tidak bisa dibujuk. Bayu terus berteriak-teriak menyuruh Nayla untuk keluar dari rumahnya.
Akhirnya dengan berlinang air mata, Nayla pun keluar dari rumah kedua orang tuanya ini. Dia cuma memiliki sedikit tabungan dari pekerjaannya pada saat dia melakukan part time di Amerika.
Selain karena biaya hidup yang besar di Amerika, juga karena sebagian besar penghasilannya dia kirim untuk ibunya. Karena itu, sekarang ini dia hanya memiliki tabungan sedikit.
Dengan keadaannya yang ternyata sudah berbadan dua seperti ini, maka Nayla menjadi bingung. Bingung untuk memikirkan kehidupan masa depannya nanti.
Nayla putuskan untuk keluar juga dari rumah orang tuanya ini, kemudian dia mengambil kos di sekitar Ciledug.
Setelah 2 hari, Nayla putuskan untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas terdekat untuk mencari tahu dengan pasti, apakah dia memang hamil atau tidak.
Ternyata setelah diperiksa oleh dokter di Puskesmas, ternyata Nayla memang hamil. Ini membuat dia menangis sedih.
Bidan yang memeriksa Nayla mulai bertanya tentang apa yang membuat Nayla menangis seperti itu
Nayla pun menceritakan semuanya. Dimulai dengan kepulangan dia ke Jakarta kemudian berlanjut dengan dia memergoki perselingkuhan yang dilakukan oleh Beni , kemudian juga berlanjut dengan nasib malang yang dialami di kamar hotel tempat dia menginap.
Bidan yang bernama Een itu sangat terenyuh dengan ceritanya Nayla. Dia kemudian mengajak Nayla untuk tinggal bersamanya karena dia tinggal sendirian di rumah kontrakan yang walaupun tidak terlalu besar, tapi masih cukup untuk menampung Nayla sampai Nayla bisa mandiri.
Nayla pun mengikuti tawaran dari Een itu, apalagi dia hanya mengambil kost harian dan dia akan merasa lebih tenang kalau bersama seorang bidan seperti Een.
Setelah itu, Nayla berusaha untuk mencari kerja tapi ternyata dia mengalami sakit karena dia mengalami ngidam yang tidak biasa.
__ADS_1
Nayla terus muntah-muntah dan sulit untuk makan. Dia harus menahan rasa sakit saat Ngidam ini dan dia bahkan tidak bisa mencium bau apapun karena bau apapun akan membuat dia muntah.
Dengan kondisi Nayla yang seperti itu, akhirnya Nayla tidak bekerja dan menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada Bidan Een yang merawat Nayla dengan sangat baik.
Bahkan Een juga yang membelikan makanan dan susu untuk pertumbuhan janin yang dikandung Nayla.
**
7 tahun kemudian, Nayla sudah menjadi seorang konsultan teknik di bidang ilmu yang dia pelajari di Amerika, yaitu teknik arsitektur.
Nayla banyak menangani gambar sketsa-sketsa arsitektur dari berbagai gedung-gedung besar, baik di kota Jakarta maupun di luar kota.
Selama beberapa waktu ini, Nayla bisa melakukan pekerjaannya sambil mengasuh dua anak kembarnya sementara Bidan Een sudah tinggal bersamanya di sebuah rumah yang cukup besar yang dibeli Nayla dengan cara mencicil, hasil dari kerja kerasnya selama ini
Tiba-tiba saat Nayla baru pulang kerja setelah mengawasi sebuah konstruksi bangunan, Een datang kepada Nayla. "Aku ditelepon oleh beberapa orang dari Amerika."
"Dari Amerika?"
"Iya, Bella. Ada dari Pentagon yang menelpon karena Julius berusaha untuk melakukan hack kepada sistem keamanan software Pentagon."
Mendengar itu, Nayla menjadi sangat marah. Dia langsung mendatangi Julius, si sulung dari dua bersaudara kembar, anak-anaknya.
Julius memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata bahkan dokter yang sempat memeriksa Julius berkata kalau Julius itu memiliki IQ yang sangat tinggi dan langka di dunia
Julius adalah seorang jenius yang bisa langsung mempelajari apa saja yang dia minati.
Karena Julius terlihat diam saat dia masih berumur 4 tahun maka Bela sempat memperkenalkan Julius pada sistem kode dan juga pada sistem internet tapi ternyata Julius belakangan berhasil membobol beberapa situs terkemuka yang belakangan memohon-mohon kepada Nayla untuk meminta Julius tidak lagi berusaha membobol situs keamanan mereka.
Bahkan mereka sempat memberikan hadiah uang supaya Julius tidak lagi membobol sistem keamanan mereka.
Setelah Nayla memarahi Julius, Julius memang langsung patuh. Dia tidak lagi membobol sistem keamanan yang dikatakan terlarang oleh Nayla itu, tapi kemudian Julius malah terus berusaha membobol sistem keamanan perusahaan yang lain.
Nayla pernah bertanya mengapa Julius membobol sistem keamanan perusahaan-perusahaan itu.
Jawaban Julius sangat klise. Julius bilang, CEO-CEO dari perusahaan-perusahaan itu yang menantangnya dengan berkata di internet kepada para hacker, untuk coba berusaha membobol sistem keamanan mereka dan kalian akan selalu gagal.
Karena itulah Julius tertantang untuk membobol sistem keamanan canggih yang dimiliki perusahaan itu dan akhirnya Julius selalu berhasil membobol sistem keamanan perusahaan yang dia incar sehingga mereka cuma bisa meminta Julius untuk tidak lagi berusaha membobol sistem mereka.
Sekarang ini, Julius bahkan melangkah ke arah yang lebih gila karena Julius ternyata membobol sistem keamanan Pentagon dari militer Amerika.
Nayla langsung memarahi Julius yang sedang bersama Julian, adik kembarnya.
Saat sedang memarahi Julius ini, perhatian Nayla teralihkan dengan sebuah wawancara di TV. Kedua bola mata Nayla membulat saat menatap ke arah TV.
__ADS_1
"Ma. Mama kenapa?" tanya Julian sambil ikut menatap ke arah TV.
Nayla tidak menjawab. Matanya masih terus menatap ke arah televisi dan melotot ke arah wawancara dari seorang wartawan bisnis dengan seorang CEO terkenal.