
Nicholas POV
*
*
Pukul 16.00 suasana dalam rumah
*
Aku mengemasi barang barangku untuk bersiap pulang ke kota
Besoknya aku sudah bekerja kembali
Saat ini aku sudah berhadapan dengan tantenya rey...
Beliau memelukku dan mengucapkan sering seringlah kesini habiskan waktu liburmu
Kujawab seadanya ... iyah terima kasih tante..
Hatiku sedih mengetahui rey tidak dirumah saat aku ingin pulang
Dia sangat tau jam kepulanganku ke kota
Tapi dia justru menghilang entah kemana
Di toko tante pun tidak ada
"Rey emang dari dulu keras kepala
Kamu yang sabar yah nicholas *ucap tante" yang sepertinya tau kegundahan hatiku
Aku hanya mengangguk
Dan bersegera masuk ke mobil lalu melambaikan tangan ke tante ...
*
*
Saat berada dalam mobil ,
aku sejenak berpikir mungkinkah rey ada di bukit kemarin?
Kenapa tidak kucoba mencarinya disitu
Mumpung masih sore...
Setibanya aku dibukit
Aku menanjaki bukit dan kuperpanjang langkahku biar cepat sampai
Alhasil aku ngos ngosan
Mengatur kembali pernapasanku ...
Tak bosannya aku melihat pemandangan di puncak bukit ini ... bertambah indah karna matahari akan segera tenggelam
*
Sebentar lagi sunset...
Saat mataku mengelilingi bukit
Mataku tertuju disebrang sana ada rey
Berdiri mematung melihat pemandangan ...
Dia tidak menyadari keberadaanku
Aku berjalan kearahnya
Dan menepuk pundaknya...
*
Rey... rupanya kamu disini!!
Rey... menatapku sekilas,
**
aku membalikkan badannya berhadapan denganku
"Rey... aku tau apa yang kamu pikirkan ...
Itu nicholas yang dulu rey..
Nicholas yang belum paham dengan apa artinya kepercayaan dan saling menjaga perasaan
Dulu egokulah yang menguasai diriku
Dan kemudian teguran itu datang melalui perbuatan selingkuh eliana kepadaku"
**
Disitulah aku mengerti
"What you see is what you get"
Aku ingin berubah rey...
Aku mengambil tangan rey dan menggengamnya
Sunset dari puncak bukit sangat indah nik
Temani aku melihatnya ...(rey lagi lagi mengalihkan pembicaraan)
**
Kami pun diam sibuk dengan pikiran masing masing sambil melihat pemandangan di hadapan kami
Tanganku yang lain merogoh kantong jaketku
Kukeluarkan hadiah yang ingin kuberikan untuk rey
Hadiah yang jauh jauh hari sudah kubeli
Saat mengetahui aku akan mengunjungi rey...
Aku memberikan hadiah itu
Dan memanggil rey untuk menatapku
Matanya seketika melebar saat aku memberikan hadiah itu ditangannya
Sebuah kotak kecil yang dibuka perlahan oleh rey
**
Dia kaget
Melihat isinya sebuah cincin...
Aku pun menatap lekat kedua bola matanya dan berucap..
**
"Menikahlah denganku Reyni wicaksono..."
Air mata rey mengalir ...
Bibirnya bergetar
Bola matanya mengisyaratkan sejuta tanya
Seolah tidak percaya yang kukatakan tadi...
Aku mengulang sekali lagi...
Aku ingin menikahimu reyni wicak.....
__ADS_1
Belum sampai aku menyebutkan utuh namanya
Bibirnya sudah melumat bibirku tanpa permisi
Menggantungkan lengannya di leherku
Dia menganggukan kepalanya lalu tersenyum
Iyah aku mau menikah denganmu nicholas anaknya bapak pramanto....
**
Aku terdiam mendengar ucapan rey barusan
Lututku lemas ...
Bola mataku berusaha mencari kebenaran
Tiba tiba rey sudah mengatakan ...
Dipasangin dong cincinnya nik...
Bengong ajah...
Saat itupun aku tersadar rey menerima lamaranku ...
perasaan bahagiaku yang membuncah sepertinya didukung dengan indahnya sunset yang perlahan tenggelam dibalik bukit...
**
Aku tak henti hentinya menciumi kening dan pipi rey ...
Sampai rey kewalahan sendiri ..
Ayo kita pulang nik...*ucapnya untuk menghentikan hujanan ciumanku di wajahnya
...
Rey POV
**
Sudah seminggu sejak nicholas melamarku dibukit itu...
Aku sudah pulang kerumah dan orang tuaku sudah berkenalan dengan nicholas sebagai calon suamiku
Dua bulan lagi dia akan menjadi suamiku
aku sangat bahagia akhirnya cita citaku terwujud untuk menikah
ditambah lagi dapat calon suami idola..
**
Sekarang aku disibukkan mengurus prentelan pernikahan kami...
Nicholas menyerahkan semua urusan pernikahan kepadaku
Kami sudah sepakat
Tugas dia hanya memantau dibalik chat dan telponku
Semua biaya pernikahan nicholas yang tanggung dia tidak membiarkan keluargaku mengeluarkan uang sepeser pun...
Dia meyakinkan orangtua ku
Bahwa dia ingin menunjukkan ,,dia lelaki sejati yang bertanggung jawab...
Bukan untuk ajang pamer...
**
Aku jarang bertemu nicholas
Pekerjaannya sangat padat seperti dinas keluar kota
Mengunjungi kota satu dan kota yang lainnya
Dia selalu mengingatkan jangan terlalu lelah
pakai saja jasa WO
Dia tidak akan bangkrut untuk membayar WO
Dan aku jawab ..aku senang terjun langsung mengurusnya lagian aku kan pengangguran
**
Oh yah... aku pernah tersandung dengan ujian cinta ...
Nicholas ditunjuk
Dinas keluar ke kota jakarta selama tiga hari
Pikiranku sangat galau
Eliana tinggal di kota itu
Mungkinkan nicholas akan menemui eliana
Aku ingin membuktikan ketulusan nicholas kepadaku...
Aku menghubungi temanku di jakarta
Sekarang temanku juga pengangguran sangat cocok dengan pekerjaan yang kuberikan yakni mengintai nicholas selama dia dijakarta
Aku mengiming imingkan uang untuk pekerjaan detektifnya itu...
Pekerjaan detektifnya pun dilaksanakan
Temanku mengirimiku foto atau video
Kegiatan nicholas
Isinya hanya nicholas yang masuk ke ruangan meeting hotel selama sembilan atau sepuluh jam sesekali ia ke toilet
Jika pekerjaannya sudah selesai nicholas memilh tinggal di kamar ..
Seperti itu aktifitas nicholas selama 3 hari
Di hari terakhir dia di jakarta
Dia terlihat mendatangi cafe
Dan ternyata hanya bertemu kedua temannya
Adit dan daniel ....
Aku sangat lega dengan hasil detektif temanku ...
Nicholas sudah memenangkan poin kejujuran
Kejujuran yang selalu ia janjikan padaku...
**
Nicholas POV
Waktu dua bulan ini terasa sangat lambat
dengan urusan prentelan pernikahan kami ...
Semuanya rey yang urus aku percayakan kepadanya karna selera rey sangat bagus
Lagian kami hanya butuh tanda tangan KUA dan ijab qabul
kami sudah resmi jadi suami istri
Selebihnya hanya acara tambahan saja...
Biaya pernikahan aku yang tanggung...
__ADS_1
Aku heran dengan keluarga rey
Yang menghitung budget nikah kami
Hanya empat bulan gajiku saja kami sudah bisa gunakan untuk menikah
berbeda skali dengan budget perhitungan eliana...
**
Rey...memilih acara nikah kami di kampungnya
Dirumah tante rey menggunakan halaman luas dan lahan parkir rumah itu
Kata rey tantenya yang meminta agar pernikahan diadakan dirumahnya saja
Otomatis kami tidak mengeluarkan budget untuk sewa gedung , hanya budget dekorasi seperlunya
Dan prentelan lain untuk resepsi nikah
**
urusan nikah kami rey sampaikan melalui chat dan telpon saja
Aku jarang bertemu dengan rey kesibukanku dengan pekerjaanku tidak membuat rey ngambek atau mengeluh lelah
Rey sangat mandiri
Aku bertanya tanya apakah rey juga menyukaiku dan merindukanku
Pembawaan rey sangat cuek
Aku yang selalu membuat hal hal romantis di chat maupun telpon
Ditanggapi dingin dan dibalas seadanya
Aku sepertinya akan menikahi manusia batu
Aku pikir rey mungkin belum terbiasa denganku , sikapnya masih kaku dan dingin
Entar kalo sudah aku kawini wujud aslinya pasti nampak...
Aku udah gag sabar rey....
**
Dua minggu lagi peristiwa akbar aku dan rey akan berlangsung...
Saat ini aku dan rey duduk dicafe menikmati kopi dan dessert... sambil membahas
Sudah sampai dimana rey mengurus prentelan acara ..
**
Rey bilang tinggal fitting baju
Yang lainnya semua sudah beres
Kami saling menatap di cafe sambil sesekali
Meremas tangan rey
Betapa aku rindu padanya ...
Aku bahkan tidak sempat beradegan mesum dengannya setelah kepulangan kami di kampung waktu itu
Hanya sekedar berciuman dan berpelukan di mobil
aku sudah meminta break dinas keluar kota
Fokus dengan urusan nikah
Walaupun masih kerja tapi setidaknya sepulang kerja aku bisa bertemu rey seperti saat ini...
Bercanda dan membuat dia perlahan lahan nyaman denganku...
Table talk**
rey...
aku menimbang nimbang keinginanku berbicara dengannya
Aku takut rey akan marah jika aku mengatakannya ...
Hmmm rey.... *panggilku
ada apa hmmm... sambil menatapku dalam
Apa ada hal yang penting nik?
Hmmm ...
kamu ingat gag waktu aku dijakarta kemarin aku ngumpul dengan sahabatku...
Mereka memberiku undangan pernikahan rey...
Siapa yang nikah nik? *tanyanya
Eliana.....
Dia mengundangku rey...
Aku menunggu ekspresi rey ketika aku menyebut nama wanita itu...
Aku heran dengan ekspresinya
Sangat datar..
Kapan nik ? *tanya rey
Hari sabtu ini rey...
Oh dua hari lagi dong kalo gitu...
Datang ajah.. kan diundang..*jawab rey
Kamu marah rey? *selidikku
Dia tertawa ....
Kayak anak kecil ajah pake acara ngambek...
Dia kan masa lalumu nik
Kita hanya bisa memaafkan tapi sulit melupakan
Akupun seperti itu ...
Aku mengerti dengan keadaanmu
Biar bagemanapun hubungan tiga tahunmu dengan eliana banyak menyisakan sejuta kenangan ..
Asalkan kamu tidak larut dengan kenangan itu dan asalkan kamu kelak tidak akan membandingkan aku dengan eliana
Aku tidak akan marah...*jawab rey
**
Tanganku meremas tangan rey
Dan mengecup sekilas bibirnya
Terima kasih pengertiannya rey
Sama sama nik
Oh yah rey...
Kamu ikut yah ke jakarta ...
Sekaligus aku kenalin kamu dengan eliana dan sahabatku
__ADS_1
Rey mengangguk setuju..
**