
Nicholas pov
*
*
Setelah menjenguk andreas tadi
Sepertinya dia sudah membutuhkan barang barang pribadinya
Aku akan memberikannya besok
Aku menghubungi sekertarisku untuk menanyakan dimana barang itu....
Tidak lama kemudian
Sekertarisku datang membawa kardus berisi barang andreas
"Ini pak barang barang milik tuan andrea.."
"Sepertinya notifikasi ponsel pak andreas masuk terus pak...walaupun kaca hpnya retak
Tapi ponselnya masih berfungsi dengan baik
Hpnya belum lowbat pak ...
"Baiklah... terima kasih yah "
Sama sama pak...
Aku memeriksa dompet dan tas kerja nicholas
Syukurlah tidak ada yg tercecer
Mataku tertuju pada hp retak itu
Banyak notifikasi bermunculan
Mungkin email kerjaan dan chat chat wanita andreas...
Mataku penasaran dengan walpaper hp itu
Aku membersihkan layar notifikasi agar mataku bebas melihat wallpapernyA..
...
..
Mataku seketika membesar
Jantungku berdegup kencang
Dan bibirku bergetar...
*Rey....
Ini foto rey...
Kenapa andreas menjadikannya wallpaper hpnya...
Ini foto rey di candid waktu kami lagi di chanel...
Mataku berair...
Lututku lemas seperti tidak bertulang
Aku mengamatinya melihatnya lekat lekat
Lagi dan lagi
Mungkin mataku sudah rabun ...
tapi...
Walaupun seribu kalipun aku mengucek mataku tampilan di layar wallpaper itu tetaplah wanita yang sama dengan pikiranku
Wanita yang bernama rey..
Dia Istriku...."
..
Aku berteriak memanggil sekertarisku
Aku seperti kebakaran jenggot dalam ruanganku...
"A-ada apa pak nicholas...
"Minta segera pihak IT untuk membuka kunci ponsel ini...
"Segera...aku tunggu dalam waktu sejam
"Kalau mereka tidak bisa membukanya
"Mereka aku pecat...
"Ba-baik.... paik ... mohon ditunggu"
Sekertarisku pun berlalu meninggalkanku
Aku tidak pernah bernada setinggi ini kepadanya
Kekesalanku membuat nada bicaraku tidak terkontrol..
Aku harus tau isi ponsel andreas...
Harus...
+**
Sambil menunggu Pihak IT membuka kunci ponsel itu...
Aku mencoba menenggelamkan diriku pada
email email dilayar laptopku...
Kembali mengerjakan pekerjaanku
Tapi pikiranku tetaplah tidak pada tempatnya..
pekerjaanku terabaikan begitu saja
"Sejuta tanya di kepalaku...
Apakah rey wanita yang dicintai andreas
Apakah rey mantan teman tidurnya andreas...
Ah ituuu tidak mungkin...
Kehidupan rey hanya di kota ini...
Dan Aku tau semua mantan pacar rey..."
__ADS_1
rey tidak mungkin berbuat sehina ini
Apa yang sebenarnya terjadi ...
Penantian Sejam rasanya seperti dineraka ..
**
Sekertarisku akhirnya membawa ponsel itu kepadaku ...
" Bagaimana? Kuncinya bisa dibuka ?
pertanyaanku tergesa gesa
membuat sekertarisku wajahnya gugup
.
.
Iya pak... silahkan diliat..
"Terima kasih banyak
Saya minta maaf sudah berbicara kasar ..
Saya sedang ada masalah ..
Aku harap kamu maklum *bujukku pada sekertarisku
Oh tidak apa apa pak...
saya sudah membiasakan diri dengan itu.
.
.
Masih ada yang bapak butuhkan?
Tidak ada... *senyum yang kupaksa..
Baiklah saya permisi dulu pak
Yang kujawab dengan mengangguk...
**
Aku memilih duduk di sofa
Menata dulu perasaan dan nafasku yang memburu..
Kutarik dalam dalam dan kuhembuskan perlahan...
.
.
Aku membuka isi chat andreas...
Dan kontak telponnya
Tidak ada kontak rey disitu...
Aku membuka chat instagramnya yg hanya berisi chat mesum dengan wanita wanitanya...
Terakhir aku membuka galeri hpnya
.
.
Lagi lagi isi ponsel ini menamparku dengan keras hingga aku lunglai dan tanganku lemas...
Aku melihat banyak foto rey di album foto ini
Ada rey yang sedang menggunakan gaun putih waktu liburan di vila...
Ada foto rey menggunakan bikini yang diambil dari kejauhan...
Ada foto rey pakai celemek sedang masak
Ada rey dan rey ...
Semuanya foto rey...
dalam bentuk candid ...
*
*
Aku menggenggam keras ponsel itu hingga tak kurasakan sakit lalu kulemparkan ke tembok hingga ponsel itu tak berbentuk...
Aku sangat marah ...
Aku ingin membunuhmu andreas
Membunuh dengan tanganku sendiri...
..
Aku segera meninggalkan ruanganku
aku melewati sekertarisku dan para staffku
Mereka menatapku dalam
Aku tak tahu lagi ekspresi wajahku saat ini
Mungkin seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya...
Mataku panas..
Bibirku tertutup dan gigiku sangat geram
.
.
Aku menekan tombol ponselku dan menghubungi supirku dan mengantarku ke rumah sakit...
"Iyah sekarang pak...*tegasku ditelpon"
Didalam mobil aku membuka jas dan dasiku aku hempaskan dengan kesal
Kugulung lengan bajuku tak beraturan
.
.
Akhirnya aku sampai di rumah sakit andreas...
__ADS_1
Aku berjalan menelusuri lorong ini
Bau rumah sakit yang begitu menyengat...
Membuatku semakin lunglai...
Aku sudah berada dikamar andreas
Kamarnya kosong
Hanya ada suster yang sedanv merapikan kasur...
.
.
Kemana pak andreas sus...*tanyaku sambil menenangkan hatiku
Oh... pak andreas sedang terapi di ruang terapi pak
Baiklah terima kasih sus...
Akhirnya aku sudah sampai diruang terapi itu
Aku melihat dibalik kaca... para pasien yang sedang terapi berjalan ...
Mataku mengeliling ruangan itu mencari sosok iblis itu...
.
.
Aku mendapatinya dia sedang tertawa bersama suster sambil mencoba berjalan sedikit demi sedikit
Kubuka pintu ruangan itu dan mendatanginya...
Iblis itu akhirnya melihat kearahku...
Ekspresi wajahnya tampak heran...
Hei nik... a-....
Belum sampai ia pada pertanyaannya
Tinjuku sudah mendarat di wajah sok tampannya ...
.
.
Semua isi dalam ruangan kaget dan berteriak
Aku menghujam lagi dan lagi tinjuku ke wajahnya ...
Aku ingin dia mati....
Apa yang sudah kau lakukan pada istriku bajingan.... aku berteriak ...
aku pikir kau sahabatku ternyata kau punya maksud lain .. aku semakin berteriak..
Aku hentikan tinjuku dan mengangkat kerah piyamanya...
Hah.... jawab ....
Wajah iblis ini lemas,hidung dan bibirnya berdarah...
Dia sepertinya sudah tau maksud tinjuanku ini....
***
Maafkan aku nicholas....
Aku bersumpah hanya aku yang mengetahui perasaan ini...
Aku yang menyukainya dalam diam...
aku tidak ada niat merebutnya sama skali bukan begitu...
mohon maafkan aku nik...
Apa kamu bilang.....
Aku tinju lagi iblis ini dan membuangnya di lantai ....
Aku tidak akan pernah memaafkanmu
deru Nafasmu pun .... tak ingin aku lihat ndre...
Detik ini juga persahabatan kita putus...
andreas masih ingin menjelaskan tapi aku memilih pergi
bisa mati dia jika aku berlama lama disini...
*
*
Aku berjalan gontai meninggalkan andreas tergeletak dilantai
Mungkin para suster itu sudah menolongnya
Aku berjalan sambil tersenyum sinis
Kutelusuri lagi lorong itu...
Pikiranku melayang saat kejadian eliana beberapa tahun lalu
Dan sekarang terjadi lagi pada rey...
Mataku berair dan mengalir tanpa permisi...
Seberat ini kah dosa yang harus aku tanggung untuk perbuatan bejatku dulu...
Mengapa aku harus merasakan sakit lagi dengan wanita yang kucintai ...
Aku hanya ingin wanita kucintai hidup bersamaku...
Tolong aku tuhan ...
Maafkanlah perbuatan bejatku yang telah lalu jangan kau siksa aku dengan rasa sakit seperti ini...
*
*
Aku terduduk di kursi yang sepi ini dilorong rumah sakit yang tenang...
Kupejamkan mataku sesaat ...
Menata kembali kepingan hatiku....
membiarkan air mataku mengalir dalam diam..
__ADS_1