
Nathan muncul beberapa saat kemudian dan mendapati Naya sedang terbaring disana sendirian. Dengan panik Nathan langsung mengendongnya dan membawanya ke mobilnya.
" Naya, Naya bangun Naya" panggil Nathan mencoba membangunkan Naya.
Di mobil, Nathan menutupi tubuh Naya dengan jaketnya karna bajunya yang sudah tidak karuan. Nathan yang sudah sangat panik langsung membawanya ke rumah sakit. Naya sudah tak sadarkan diri, ia sudah pingsan karna tubuhnya yang sangat lemah akibat serangan tersebut.
Di rumah sakit,
Dokter dan suster telah selesai memeriksa dan mengganti pakaian Naya dengan pakaian rumah sakit. Naya kini sudah sadar tapi wajahnya masih sangat memar.
“ Nathan” panggil Naya setelah melihat Nathan memasuki ruangannya.
" Apa kamu sadar Naya, apa masih sakit?" tanya Nathan khawatir dan membantu Naya duduk.
" Kok aku bisa disini sih?"
" Kamu tadi pingsan dan aku langsung membawamu kesini"
" Aku tadi dikeroyok sama 5 orang" jawab Naya memelas.
" Katakan siapa yang sudah melakukan itu padamu? Wajahmu sampai bengkak seperti ini dan lenganmu banyak cakaran. Siapa yang melakukannya? Katakan padaku Nay!"
" Aku tidak apa-apa. Aku ingin pulang" jawab Naya tidak ingin memperpanjang lagi masalahnya.
" Kamu harus dirawat dulu disini karna kondisi tubuhmu yang masih lemah. Dokter menyarankan kamu pulang besok." ucap Nathan.
Dokter masuk kedalam,,
" Saya cek kondisimu dulu yaa" ucap Dokter mulai memeriksa tubuh Naya.
" Apa kamu mengalami serangan fisik pada tubuhmu?" tanya Dokter pada Naya.
" Iya dok, saya menghadapi 5 orang seorang diri sehingga saya sangat kualahan"
__ADS_1
" Apa tidak sebaiknya dilaporkan saja? ini bisa dihukum menurut hukum. Dan kau bisa membawa bukti dari rumah sakit ini" saran Dokter setelah mendengar penjelasan Naya.
" Aku tidak ingin memperbesar masalah lagi dok, lagian aku baik-baik saja kok"
" Baiklah kalau begitu, jangan lupa ini obatnya diminum ya." ucap Dokter lalu meninggalkan ruangan diikuti suster.
“ Siapa yang melakukannya padamu? Katakan padaku siapa yang berani berbuat seperti itu padamu Nay?" Tanya Nathan lagi dengan wajah yang sudah mengerikan menahan emosi.
Naya tiba-tiba teringat ucapan Bella bahwa Nathan sudah dijodohkan olehnya. Naya langsung memanglingkan wajahnya ke arah lain dan tidak memandang Nathan.
“ Hei kau kenapa mengacuhkanku tiba-tiba, Nayy?” tanya Nathan mencoba membalikkan tubuh Naya.
“ Aku tidak ingin bicara padamu, terima kasih sudah menolongku” ucap Naya.
“ Hei apa salahku? Kenapa kau marah padaku?” tanya Nathan bingung.
“ Kau sudah berbohong padakukan, aku tidak mau melihatmu lagi. Kau sudah dijodohkan sama nenekmu dengan Bella kan?”
“ Siapa yang bilang itu padamu?"
" Nenek memang selalu ingin menjodohkanku dengannya. Tapi aku selalu menolaknya, Bella selalu mencoba mendekati nenekku. Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Aku tidak akan pernah menikah dengan Bella.”
“ Aku tidak mau bicara lagi padamu. Cepat atau lambat kau pasti akan menikah dengannya dan akan meninggalkanku. Aku tidak ingin melihatmu. Pergi dari sini, aku akan melupakanmu setelah ini” ucap Naya dan mulai menangis dalam diam.
" Nay, aku tidak akan meninggalkanmu. Apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah menikag dengan orang lain selain denganmu. Apa Bella yang sudah melakukan semua ini padamu?" tanya Nathan dan Naya mengangguk.
Tiba-tiba nenek masuk ke dalam ruangan Naya dengan wajah yang sangat khawatir.
“ Nini! Sejak kapan kau datang kemari?” Tanya Naya terkejut karna neneknya ada di kotanya.
“ Nathan yang mengabari nini, nini langsung naik pesawat kesini karna nini sangat khawatir padamu. Apa yang terjadi padamu. Wajahmu sangat jelek lihat ini terlihat bengkak. Kau semakin jelek” ucap nenek sambil mengelus wajah Naya yang sudah bengkak karna tamparan Bella.
“ Benarkah? Nenek kaca” ucap Naya mulai panik. Nenek memberikan kaca pada Naya dan ia melihat wajahnya sendiri di pantulan cermin.
__ADS_1
" Apa kau berantem dengan temanmu?" tanya nenek.
“ Nini, aku tidak bisa melawannya seorang diri. Mereka mengeroyokku berlima dan aku hanya sendiri” ucap Naya sangat kesal.
" Kenapa mereka tega melakukannya padamu?" tanya nenek.
Naya langsung melihat ke arah Nathan dengan tatapan tajam.
“ Nenek aku ingin menikahi Naya secepatnya. Apa kau mengizinkanku menikahinya di waktu dekat ini?” ucap Nathan tiba-tiba dan membuat keduanya terkejut bersamaan.
“ Nenek aku berjanji akan menjaganya. Aku akan ada disampingnya. Jika Naya menikah denganku dia bisa tinggal denganku. Nek kamu percaya padaku kan. Aku tidak mungkin menyakini Naya” Lanjutnya.
Nenek dan Naya saling menatap dan bingung mau menjawab apa. Naya kesal dengan lamaran Nathan di depan neneknya yang sangat tiba-tiba tapi ia juga merasa senang karna Nathan ternyata serius padanya dan lebih memilih dirimya daripada Bella.
“ Nenek setuju, kau akan menjaganya selama Naya disini jadi nenek tidak khawatir lagi.” jawab nenek.
“ Nini kau tidak bertanya pendapatku?” ucap Naya kesal.
“ Nini sangat percaya pada Nathan karna dia memang ditakdirkan sebagai penyelamatmu. Lihat dia menolongmu lagi dikala kau seperti ini. Dia selalu ada disaat kau membutuhkan bantuan. Apa kau masih bisa menolaknya? Nenek tau kau juga mencintainya kan? Dia sangat tampan kau harusnya beruntung mendapatkan suami yang setampan ini” jelas nenek.
" Nenek aku juga sangat cantik. Dia yang beruntung mendapatkan istri secantik aku" jawab Naya tidak mau kalah.
“ Nek, bolehkah aku menikahinya besok. Agar aku bisa membawa Naya tinggal dirumahku. Dan setelah kita lulus, aku akan mengadakan pesta besar di kota nenek” ucap Nathan.
“ Nenek setuju” jawab nenek.
“ Nini kau lagi-lagi tidak menanyakan pendapatku? Siapa sih yang mau nikah nini atau aku?” ucap Naya kesal.
" Diam kau" ucap nenek pada Naya.
" Nenek tidak bisa menolakmu. Nenek pernah berjanji akan mengabulkan apapun yang kau inginkan. Jika Naya setuju, nenek akan merestuimu dan nenek izinkan kau menikahinya. Tapi, nenek tidak akan memaksanya. Dia memang keras kepala" jawab nenek sambil menatap ke wajah Nathan.
" Sudah sudah nini, aku setuju menikah dengannya" jawab Naya pada akhirnya.
__ADS_1
Nathan dan Naya akhirnya menikah walaupun tidak mengadakan pesta apapun karna mereka hanya baru melakukan akad nikah dengan saksi yaitu nenek beserta beberapa pekerja di rumah Nathan. Kini, Nathan dan Naya sudah sah menjadi suami istri. Tapi mereka bersepakat untuk menyembunyikan pernikahan mereka dari teman-temannya dan juga orang lain sebelum mereka lulus kuliah dan melakukan resepsi pernikahan mereka di depan publik.
Begitu juga nenek, Nathan meminta nenek untuk tidak memberitahukan pernikahannya pada siapa-siapa sebelum mereka mengadakan resepsi pernikahan setelah lulus. Nenek menyetujui permintaan Nathan dan Naya, yang penting bagi nenek, Naya sudah ada yang menjaga disisinya selama nenek tidak di sampingnya.